
Samantha sudah sibuk sedari tadi. Mengajak sang kakak Evan untuk berdansa. putri kecil itu terus bilang,
"Nanti akan ada pangeran di sana, aku harus bisa dansa!"
Jadilah Evan yang menemani Samantha, Dia sangat senang karena untuk pertama kalinya akan keluar dari rumah. Meski sedari tadi, orang dalam pikirannya menyuruhnya agar tidak usah ikut.
Aku ingin keluar dari rumah ini!
Ujarnya pada sang telepatis, Samantha mengenal sosok itu seperti temannya. Ia sudah sering mendengar suara orang itu sejak usia tiga tahun. Hanya saja saat itu ia tak begitu mengerti.
"Apa kepalamu pusing lagi Sam?" tanya Evan pada putri kecil di depannya.
Samantha menggeleng, kepalanya memang pusing tadi pagi. Sekarang sudah tidak lagi, bahkan ia lupa jika tadi sempat menangis karena suara itu tak berhenti memperingatkan agar ia tidak ikut keluar.
"Ingat apa yang di katakan Daddy tadi malam?"
"Yah, selalu bersama Leonel apapun yang terjadi!" Samantha tersenyum bangga pada sang kakak.
"be a good girl right? sekarang ayo kita temui Leonel, kita lihat apakah ia sudah siap!"
"Yes sir! come on!" Samantha menarik tangan Evan sambil berlari.
Mereka tertawa, Sedangkan beberapa orang di luar sana sedang bersiap dengan senjata mereka. Tidak mereka tidak menggunakan senjata, lebih tepatnya, bersiap untuk menyerang.
Pihak Rosgard sudah ada di garis start menunggu rombongan pernikahan. Mereka akan menyerang saat para manusia itu lengah dalam kegembiraan.
Pihak Xavier juga berjaga jika nanti situasi makin tak terkendali. Sesungguhnya ia hanya ingin melindungi putri kecil itu. Bagaimanapun, Samantha memiliki kekuatan spesial. Xavier menyuruh Sage untuk bersiaga.
Sage memiliki kemampuan otak seperti komputer, bisa telepati, dan yang paling penting bisa mendeteksi jejak mutan.
Perannya cukup penting untuk mendeteksi keberadaan Samantha, meski Xavier juga bisa, tapi mengendalikan pikiran akan menyakiti Samantha. Jika para manusia itu tidak bisa menjaga Samantha, maka dengan terpaksa mereka akan menarik putri itu tinggal bersama mereka.
"Rosgard, ada dalam jarak 10km dari sini."
"Apakah Elgan ikut?"
"Tidak, tapi ia ikut mengendalikan dari jauh."
Xavier mengangguk, Mereka sudah siap. menatap ke arah Archer. Dia satu-satunya manusia di kelompok ini. Dia pemanah, hanya bertugas dari jarak jauh.
........
__ADS_1
"Jasper, kenapa tanahnya Seperti bergerak?" tanya Samantha menunjuk ke arah jalan di belakangnya.
Jasper menengok ke belakang. Benar saja, tanah itu terlihat bergetar meski hanya sedikit. Dia yakin para mutan itu ada di sekitar sini.
Tangannya menyambar tubuh adiknya lalu bergerak membawanya cepat masuk ke gereja. Melirik ke arah penjaga agar lebih waspada. Tanda darinya langsung di pahami oleh para penjaga. Orang di balik layar juga sudah bersiap. Mereka mungkin tidak memiliki bakat, tapi tekhnologi mereka juga tak bisa di remehkan.
"Hei, kenapa berlari Jasper?" tanya Sam, yang masih ada dalam gendongan kakaknya.
"Ingat, tunggu di sini." tatap nya tajam pada Samantha setelah menurunkannya, Lalu menoleh ke arah Leonel.
"Kau ingat, gunakan pistol yang kuberikan tadi jika kalian dalam bahaya!"
Leonel mengangguk lalu mengajak adiknya duduk di dekat orangtuanya. Leonel menoleh ke arah belakang, ke arah pintu depan gereja. Evan dan Delwyn juga tak terlihat. Ia menatap Daddy-nya yang terlihat santai. Pemberkatan berlangsung lancar meski terdengar suara berisik di luar sana.
Hingga ada orang terlempar keras ke dalam menghantam pilar. Semua orang terkejut, berdiri dan mundur menjauhi orang yang terlempar tadi, orang itu terbatuk darah kemudian mati.
Charles menyuruh para tamu undangan untuk naik ke atas. Menyuruh Emilio untuk ikut bersamanya.
"Sayang, berlindunglah bersama Leonel dan Samantha. Ingat untuk bersembunyi apapun yang terjadi!"
Setelah melihat istrinya mengangguk, ia terburu-buru keluar memegang pistol di tangganya. Dengan sedikit kode dari sang Ayah, Emilio mengerti dan langsung menyiapkan posisi dengan tongkat listrik tegangan tinggi di tangannya.
"Semua, jangan menyentuh mereka! cukup tembak saja." Suara Jasper terdengar hingga di dalam gereja.
Suara tembakan dan percikan kilat petir menyambar ke sana kemari. Evan sekarang sedang berhadapan dengan Angel. Wanita mutan itu miliki Kekuatan mengkonversi energi sonik menjadi bentuk cahaya.
"Kau takut?" ledek Evan.
Angel terus menghindar dari tebasan pedang Evan, gerakan Evan sangat cepat, Tangan kirinya terkena sabetan pedang itu, Evan juga dapat memprediksi ledakan cahaya yang ia buat. Ia mundur, tapi ternyata itu hanya untuk mengecoh fokus Evan. Tujuan mereka bukan untuk menang, tapi untuk menculik Samantha.
Kekuatan mereka seimbang. Karena ada kamera pengawas yang akan memberikan informasi pada mereka lewat earphone yang terpasang di telinga masing-masing.
Dari pihak Rosgard juga, mereka akan mendapatkan perintah lewat telepati. Manusia itu sedikit kualahan menghadapi Rosgard yang mempunyai kekuatan Telekinesis.
"Leon, ada orang terluka di sana." tunjuk Sam, pada anak buah kakaknya yang kesakitan.
Para mutan itu berhasil masuk ke dalam. Sepertinya sedang memeriksa orang-orang di dalam aula lantai atas. Untung Margareth segera membawa keduanya untuk bersembunyi di ruang berbeda. Kaki kecilnya akan melangkah tapi Leonel segera mencegah.
"Mommy bilang kita tak boleh keluar dari sini!" Leonel tak ingin mengambil resiko, matanya terus memperhatikan gerakan-gerakan di luar. Mereka saat ini ada di dalam lemari yang nampak seperti meja biasa.
"Kepalaku sakit!" Samantha terus memegang kepalanya. Elgan mengendalikan pikirannya dari jarak jauh. Mencoba melacak keberadaannya, dan mengkonfirmasikan pada Rosgard.
"Tahan sebentar, Sam." Panik Leonel akan keluar, tapi jika keluar ia takut Samantha akan mengikutinya. Leonel memeluk erat Samantha yang masih kesakitan.
__ADS_1
Rosgard berjalan mencari di setiap ruang. Asalkan bisa masuk ke pikiran Samantha, maka ia akan menemukan gadis kecil itu dengan bantuan Elgan. Melemparkan orang-orang yang menghalanginya, ke tembok dengan kekuatan Telekinesis nya.
Dan ketemu, Dia membuka lemari yang seperti meja itu, dari sana pikiran-pikiran Samantha berasal. Tapi ia disambut dengan peluru yang langsung menuju ke arahnya. Menggores sedikit pipinya. Dia tidak menyangka ada anak laki-laki bersama Samantha.
"Kau anak pemberani huh?" Rosgard tersenyum tipis pada anak laki-laki pemberani itu, Leonel berdiri menjaga Samantha di belakangnya. Napasnya memburu dengan mata mantap tajam ke arah pria di depannya.
Rosgard langsung mengangkat Leonel ke atas dan membanting tubuh kecil itu dengan keras. Samantha terkejut dengan apa yang di lihatnya. Dia menghampiri Leonel yang terbatuk darah, napas Leonel mulai tidak teratur dan terlihat sesak. Matanya memicing ke Rosgard, Dia tak mengerti bagaimana cara laki-laki itu melukai kakaknya.
"Kakak!" teriak Sam, ketika tubuhnya bergerak sendiri ke arah laki-laki jahat itu. Meski tak ingin, tapi rasanya tubuhnya bukan miliknya, Bergerak menuju orang jahat di depannya.
Evan dan Delwyn mendengar teriakan Samantha, bergerak menuju ke atas, tapi terhalangi oleh laki-laki yang mereka tahu bisa menciptakan lubang hitam. Evan dan Delwyn saling menatap, mereka bersiap untuk menyerang secara bersamaan.
Gelombang dari lubang hitam itu seakan menarik mereka ke dalam. Sekuat tenaga menjauh, dan mencari celah mendekati pengendali lubang hitam itu. Delwyn yang memang sangat lincah di banding Evan, jadi Evan terus bergerak mengecoh dan menembak. Ketika orang itu fokus terhadap gerakan yang sengaja di buat Evan, Delwyn berhasil menembak tepat di dadanya. Lalu orang itu menghilang. Evan dan Delwyn mengangguk, lalu Delwyn naik ke atas mencari keberadaan adiknya.
Samantha ketakutan, ia ingin menolong kakaknya terlebih dahulu. Tapi kakinya bergerak sendiri mengikuti orang yang sudah melukai kakaknya. Ia terus menggeleng tidak ingin ikut.
"Kau tidak boleh memaksa anak kecil!" Xavier dan rombongannya datang membantu para manusia.
"Waw, kau ingin membantu manusia yang berusaha melenyapkan para mutan?" Rosgard memang sudah menebak kehadiran Xavier.
"Aku, hanya sedang akan menolong Gadis kecil di sampingmu." Xavier menjawab santai ke arah pria tua di hadapannya. Melirik Samantha dan memberikan senyum menyapa.
Samantha mengenal sosok di hadapannya. Ia masih terus menangis, mulutnya terkunci rapat, ia tak mengerti kenapa tubuhnya tak bisa di gerakkan.
Xavier mengerti jika Samantha dalam pengaruh kekuatan Rosgard, Ia memutus kekuatan itu. Berbicara pada Samantha lewat telepati. Menyuruh gadis itu mengobati kakaknya.
Samantha mengangguk, ia berbalik dan berlari menuju Leonel. Masih berderai air mata karena melihat ada darah keluar dari kepala kakaknya itu.
"Leon, bangunlah!" Samantha terus mengarahkan kekuatannya, biasanya ia hanya harus memegang bagian yang sakit. Tapi ini ia tidak tau mana yang sakit. Mengarahkan kekuatannya pada dada Leonel. Kakaknya itu penuh darah, bahkan wajah tampan Leonel juga sudah dipenuhi bercak darah.
Samantha jadi lemah setelah mengerahkan kekuatannya, Tangannya menggenggam tangan Leonel erat. Ia ketakutan, ia tak ingin keluar rumah lagi. Pandangannya mengabur, hingga kegelapan menenggelamkan kesadarannya.
"gadis kecil itu milikku!" Rosgard dan Xavier saling menyerang menggunakan kekuatan Telekinesis. Saling menyerang melalui pikiran.
Xavier lebih unggul karena bisa memberi ledakan psikis, memasukkan ilusi mengecoh pikiran Rosgard. Ilusi yang di berikan juga berhasil terpecah oleh Elgan, namun ilusi itu hanya jebakan. Selagi mereka masih saling menyerang dalam pikiran.
Archer yang sedari tadi membantu manusia dari atas dengan mengarahkan panah pada para mutan, sekarang menghampiri Samantha yang tergeletak tak sadarkan diri di sana. mengecek keadaan anak laki-laki di samping gadis kecil itu.
Dia tersenyum, Samantha berhasil mengobatinya, hanya saja gadis kecil ini belum bisa mengontrol kekuatannya. Archer melompat, membawa Samantha dalam gendongannya.
Tugas ini memang di serahkan padanya. Karena, dia tak akan di deteksi oleh mutan lain. Meski keberadaan Samantha terdeteksi, tapi asal pikiran Samantha tak di masuki, mereka tak akan terdeteksi, ia cukup cepat berlari dan melompat dari atap ke atap menuju ke pesawat di sana ada logan, ia yang mengendalikan pesawat ini.
_________
__ADS_1
*Telekinesis adalah kekuatan menghancurkan sesuatu atau mengangkat sesuatu tanpa menyentuh.
Telepati adalah kemampuan untuk berkomunikasi melalui pikiran*.