
Mereka berdua sedang berkeliling, Karena belum mengetahui jenis bakat Samantha selain penyembuhan. Xavier tidak memasukkannya dalam kelas atau bimbingan. Karena orang dengan bakat penyembuhan akan masuk ke lab, meneliti dan melakukan banyak riset. Tentu untuk usia Sam saat ini itu belum cocok.
Archer di tugaskan untuk mengenalkan tentang House of talent. Di sini mereka akan mengembangkan bakat dan melindungi mereka, membantu mereka agar bisa mengontrol kekuatan. Seperti sekolah namun pembelajaran hanya lebih spesialisasi. Mendapat pendidikan seperti halnya manusia biasa.
Sesungguhnya Mutan juga manusia hanya mereka memiliki bakat spesial. Dan jika tidak bisa mengontrol akan menyakiti Manusia lainnya. Atau yang lebih parah adalah di manfaatkan secara sepihak.
Samantha terpaku pada orang yang sedang menempel di dinding. Dia ahli kamuflase Seperti bunglon, bisa bersembunyi tanpa bisa di ketahui. Sam, menengok ke arah laki-laki di sampingnya.
"Apa kekuatanmu?" tanyanya penasaran, apa jenis Kekuatan Archer. Mereka semua yang ada di sini memiliki bakat masing-masing.
"Kau sungguh ingin tahu?"
"Ya, apa semua di sini punya bakat. Lalu untuk apa kita di sini?" tanyanya, masih dengan menatap Archer.
Tapi kemudian mereka berdua di kejutkan dengan suara menggelegar. Dan cahaya merah mengarah pada keduanya. Archer dengan cepat mengangkat Samantha. Cahaya itu melewati mereka dan membakar lantai tepat di mana mereka berdiri tadi.
"Ayolah Phil, kau hampir melukai gadis kecil ini," ujar Archer tetap dengan gaya bicaranya yang santai.
"Maaf, aku sedang mencoba cara baru, dan itu berhasil! aku cukup melontarkan cahaya lewat cermin tanpa harus bergerak," jawabnya sambil berjalan ke arah mereka.
"Hei, kau Samantha? maaf aku membuatmu terkejut." Philip menyentuh tangan kecil Samantha sambil tersenyum.
Samantha masih terkejut, bukankah jika Archer tidak lekas mengangkatnya ia akan terpanggang tadi? Samantha hanya mengangguk tersenyum miris. Hampir saja terpanggang, tapi orang di depannya masih bisa tersenyum lebar, Seperti tidak terjadi sesuatu.
"Pergilah, aku sedang memimpin tur keliling H.O.T" Philip mengangguk, dan berlalu pergi. Tak lupa tersenyum pada gadis kecil yang masih terkejut itu.
"Dia tidak sengaja! Tapi lain kali kau harus lebih peka. Kau tau, jika tidak sengaja maka tidak salah. Bahkan jika kau mati juga dia tidak akan di salahkan. Mengerti maksudku?"
Samantha mengangguk, bukankah itu berarti cidera dalam latihan adalah hal biasa. Tapi dia kan tidak sedang ikut latihan. Samantha tak ingin membayangkan betapa mengerikan tempat ini. Begitu banyak kekuatan aneh, dan sangat asing untuknya.
"Masih ingin tahu kekuatanku?" tanya Archer mengulangi.
Melihat Samantha mengangguk, Archer melanjutkan perjalanan di ikuti oleh Samantha.
"Kita akan ajak Brian juga, agar latihan kita lebih asik nanti." Laki-laki tinggi di sebelah Samantha berhenti di depan sebuah pintu.
Samantha mengamati pintu yang sedikit terbuka itu. Di dalamnya ada banyak tanah dan ruangan besar itu seperti di luar ruangan. Tanah di mana-mana.
"Hai, Lena." sapa Archer pada perempuan cantik di depannya.
"Hi, sedang memimpin tur?" ledek wanita itu.
"Ya, boleh aku meminjam Brian untuk ikut latihan bersamaku?"
"Ya, biarkan dia melatih instingnya di luar sana." Setelahnya Lena memanggil Brian yang masih latihan dengan temannya.
"Hai Brian, Kau sudah semakin ahli sekarang!" puji Archer pada laki-laki berumur 14 tahun itu.
"Ya tentu saja. Dan siapa gadis kecil itu?" Ia bertanya sambil berjalan beriringan dengan Archer, meninggalkan Samantha di belakang mereka.
__ADS_1
"Dia Sam, penyembuh!"
"Hi Sam." sapa Brian menoleh kebelakang.
Samantha mengangguk saja. Dua laki-laki di depannya itu seakan lupa jika kakinya terlalu kecil untuk mengikuti langkah panjang mereka. Dia melihat ada orang yang terbang dengan membawa tumpukan buku. Ah, coba dia juga bisa terbang pikirnya.
"Kita boleh keluar? Kata Xavier kita tidak boleh keluar!" Sam, bertanya tapi juga mengingatkan.
Archer hanya menengok tapi tak berhenti. Mereka saat ini berada di ujung tebing curam. Samantha baru menyadari jika mereka baru saja keluar dari sebuah bukit.
Apakah ruangan luas dan lorong panjang yang dilewatinya hanya ilusi! lalu kenapa mereka bisa keluar dari bukit kecil seperti gundukan tanah tertutup rumput dan lumut pada pintu batu.
Samantha menoleh kebelakang cukup lama. Hingga ia menabrak kaki Archer.
"Hei, perhatikan jalanmu putri! Kau bisa jatuh ke jurang jika tidak melihat jalan!" tegur Archer yang masih sibuk dengan panah yang entah sejak kapan bisa ada di tangannya. Karena seingat Sam, Mereka tak membawa apapun tadi.
Samantha menengok ke bawah, benar saja tebing ini sangat tinggi. Mungkin jika jatuh ia akan terpecah belah, hancur tak bersisa. Samantha mundur beberapa langkah, ia mengambil garis aman dari ujung tebing.
"Kau, ingin melakukan apa?" Pertanyaan yang di abaikan oleh dua laki-laki di depannya.
Archer menyiapkan panah dan Brian hanya duduk diam, seperti Mommy Margareth saat selesai berolahraga.
Mengingat itu Samantha jadi rindu keluarganya. Sam yakin mereka pasti khawatir. Tapi kata Xavier, ini rumah barunya. Tempat yang lebih cocok untuk orang sepertinya. Sam tidak mengerti orang seperti apa. Hanya saja ia tahu ini tempat yang di tinggali orang-orang aneh. Sam tidak suka!
"Brian angkat kami ke atas!" Perintah Archer saat sudah berdiri di samping Samantha.
Brian hanya perlu menepakan kakinya dan memfokuskan pikiran. Tanah di bawah kaki mereka bergetar, maka terangkatlah tanah yang di pijak oleh Sam, dan Archer. Mereka seperti berdiri di atas pilar. Sam terkejut, Ia bisa Melihat pemandangan dari atas sini.
"Tadi Kekuatan Brian?"
"Ya, itu keahliannya. Dia bisa mendeteksi gerakan dengan hanya meletakkan tangannya di atas tanah."
"Apa itu seperti elemen tanah?"
"Bukan! tapi mungkin bisa juga di sebut Seperti itu!"
"Lalu apa Kekuatanmu Archer?"
"Lihat ini."
Archer menemukan target yang tepat. Ada burung besar terbang ke arah mereka. Mungkin pikirnya mereka adalah makanan. Archer membidik tepat di sayapnya. Namun tanpa di duga, burung itu masih bisa terbang untuk menyerang balik.
"Brian!" teriak Archer mengangkat Samantha.
Brian dengan sigap membuat pilar-pilar baru yang langsung di buat pijakan oleh Archer. Samantha terkejut juga senang. Ini lebih asyik dari pada melihat Jasper dan Delwyn latihan.
"Kau bisa melompat sendiri?" tanya Archer pada gadis di gendongannya.
"Ya!"
__ADS_1
Archer meletakkan Samantha dan mulai membidik burung besar yang terus terbang mengitari mereka. Archer terus melompati pilar satu ke pilar lain yang di buat Brian.
Samantha sedikit takut karena mungkin. burung itu marah, dan ingin membalas. Sam hanya berdiri memperhatikan gerakan-gerakan lincah dari Archer. Bidikan terakhir mengenai tepat pada dada burung. Burung itu terjatuh dalam jurang.
Brian menurunkan pilar-pilar itu mengembalikan seperti semula. Samantha berlari menghampiri Archer. Dia terlihat senang, gaunnya bahkan kotor karena sempat terjatuh. Dan tentunya tanpa luka.
"Wah, enak jadi dirimu. Kau tak takut terluka atau bahkan mati!" Brian melihat Sam jatuh tersungkur tapi tak memiliki luka sedikitpun.
"Siapa bilang! meski begitu terasa sakit saat jatuh, hanya saja cepat sembuh. Dan bisa mati, karena aku Manusia. Kata Mommy semua akan Mati pada akhirnya." Jelas Samantha tak terima.
Archer mendengar pembicaraan mereka, Ya penyembuh selain bisa menyembuhkan diri sendiri juga bisa menyembuhkan orang lain. Tapi karena itu mereka akan mati jika terus di manfaatkan. Penyembuh bukan berarti kuat!
"Apa kau sudah selesai latihan?"
Brian mengangguk, dengan membantu Archer tadi ia sudah berlatih bekerja sama, kecepatan dan ketepatan. Satu lagi yang penting, fokus! karena jika tidak berkonsentrasi maka tak bisa pas dengan setiap pijakan Archer.
"Archer, aku juga ingin memanah Sepertimu!" Samantha mengejar langkah Archer dan Brian yang akan masuk kembali ke H.O.T
"Maka, kau harus jadi muridku dulu!"
"Ya, tapi yang kau lakukan tadi keahlian bukan Kekuatan seperti yang lainnya. Apa kau tidak sama seperti kami?"
Archer menghentikan langkahnya. Ia berjongkok di hadapan Samantha. Mengamati wajah cantik dari Samantha.
"Kita semua di sini menurutmu apa?" tanyanya serius pada Sam.
"Em, entahlah. Ku fikir mereka aneh," sahut Sam, polos.
"Aneh?" Archer mengerutkan dahinya.
"Ya, Aneh. Apakah semua di sini tidak normal? termasuk aku?"
"Hei dengar ini baik-baik! Kau, aku, kami semua di sini Manusia. Namun memiliki bakat yang berbeda dari Manusia biasanya. Kau Manusia tapi memiliki bakat penyembuh. Apa itu aneh?"
Samantha menggeleng keras, ia tak terima di bilang aneh.
"Sama seperti dirimu, mereka juga tak ingin di pandang aneh. Mereka punya bakat, seperti dirimu! Aku mungkin tidak punya bakat seperti kalian tapi tidak bisakah kita berteman?"
Samantha mengangguk, lalu menggeleng lagi. "Lalu kenapa aku di pisahkan dari keluarga ku?"
"Karena ada orang jahat yang ingin memanfaatkan Kekuatanmu, Dan di sini kau akan aman! Kau percaya padaku?"
Samantha mengangguk yakin, Meski baru mengenal Archer, Samantha nyaman di dekat Archer di banding yang lainnya. Hanya dia yang menurutnya tidak aneh.
"Baik, besok kita lanjutkan latihan kita. Aku akan mengantarmu ke kamar, kau pasti lelah." Brian sudah sedari tadi kembali ke kamarnya, pembicaraan mereka tadi hanya di ketahui keduanya. Atau mungkin tidak! karena Samantha selalu diawasi.
"Archer, apa suatu hari nanti aku boleh pulang?"
"Mungkin."
__ADS_1
"Leonel pasti mencariku."
Archer menoleh, tapi Samantha sudah menghilang di balik pintu. Archer tau rasanya terpisah, karena semua yang di sini juga merasakan. Tapi ada yang lebih mudah, ketika mereka memang tidak di inginkan.