Lost Princess

Lost Princess
The second time


__ADS_3

Kota London dipenuhi asap berwarna pink yang membuat para penduduk ketakutan. Padahal asap itu adalah penawarnya. Jasper menghela nafas panjang. Karena melihat situasi yang tidak sesuai rencana mereka, maka dengan terpaksa mereka melakukan rencana cadangan.


Menyiarkan melalui siaran televisi dan menunjukan cara kerjanya? Tapi itu terlalu beresiko karena akan memberi petunjuk pada lawan keberadaan mereka.


Jasper memiliki cara lain dengan mengunakan banyak drone untuk membawa informasi pemancar. Setiap ponsel yang terkena jangkauannya akan membawa informasi yang diinginkan pengendali.


"Apa aku bisa membantumu?" Archer melihat cara pemrogramannya, dan merasa itu tidak terlalu sulit.


"Aku perlu banyak bantuan!"


Keduanya sibuk dengan pemrograman pada sistem informasi drone. Sedangkan mereka tidak memiliki banyak waktu sebelum asap itu menghilang.


"Coba!" Jasper mengambil ponselnya dan test drive berhasil.


Keduanya langsung membawa banyak drone ke atap gedung. Satu-persatu pesawat kecil tanpa awak tersebut terbang dengan dikendalikan secara manual lewat ponsel.


Awalnya Archer ragu karena bisa saja drone menabrak sesuatu karena pengendalinya hanya satu arah. Tapi, Jasper rupanya telah memikirkan hal tersebut. Dia memang mengendalikannya, tapi ada sensor yang akan membuat drone menjauhi objek benda secara automatis.


Beberapa warga yang mendengar suara pemberitahuan itu awalnya ragu, karena takut jika itu hanya jebakan. Tapi saat ada suara lain yang mengandung kalimat ajakan, memprovokasi mereka untuk percaya.


"Kau sangat diplomatis!" ledek Jasper menyunggingkan senyumnya.


"Tentu saja, aku yang mempengaruhi Samantha saat dia terus menangis!" ucapnya enteng membuat Jasper menoleh dengan wajah marah.


"Brengsek! Kau meracuni otak gadis kecil!" umpatnya tak terima, bertahun-tahun mereka mencari Samantha, dan dengan mudahnya Archer membanggakan taktik provokatifnya.


Berhasil, beberapa orang tidak lagi menahan nafas. Setidaknya semua itu karena alat-alat canggih ciptaan Jasper yang dicurinya sendiri dari markas. Sungguh menyebalkan saat harus mencuri apa yang kau ciptakan.


Alat penyebar asap racun yang di buatnya beberapa tahun lalu, kini malah memiliki fungsi sebaliknya. Setidaknya, mereka bisa segera berpindah ke tempat lain. Tugas mereka belum selesai sampai di sini.


"Hei, aku mengenali semua drone yang beterbangan di kota saat ini." Leonel segera keluar diikuti oleh anggota keluarga lainnya.

__ADS_1


Saat ini, semua penduduk Inggris tidak lagi takut tertular virus C5AE. Mereka sedikit merasa lega, setelah ini mereka bisa leluasa untuk membantu perlawanan terhadap para mutan pembuat masalah, yang selama ini menciptakan banyak kekacauan.


Abigail tersenyum senang karena akhirnya bisa keluar dari ruangan, setelah terkurung berhari-hari selama ini. Orang-orang juga merasakan kelegaan yang sama.


Para orang dewasa yang masih memegang senjata juga semakin semangat. Saat ini akan lebih mudah bagi mereka bersama-sama melawan para mutan dan menjaga wilayah mereka.


Ini jelas jauh dari rencana perdamaian yang direncakan Xavier. Karena manusia sudah memukul rata penilaian mereka, tentang mutan adalah pembuat masalah. Sekarang bukan hanya dijauhi secara sosial, para mutan akan langsung mendapatkan todongan senjata jika bertemu manusia.


Elgan menyaksikan semuanya lewat layar yang menampilkan semua kejadian. Bibirnya menipis karena bukan malah mereda, tapi pertarungan untuk perebutan wilayah semakin memanas. Setiap pihak ingin hidup sendiri tanpa pihak lainnya.


Situasi yang sama juga sebenarnya terjadi di berbagai wilayah yang telah steril dari racun. Mereka semakin bersemangat melawan mutan dan melenyapkan mereka agar tidak lagi terjadi hal yang sama. Nasib mutan tidak bersalah tak lagi mendapatkan ruang pembelaan.


"Dugaanku benar! Pencuri itu adalah Jasper!" Leonel segera mengkoordinasikan anak buahnya untuk mencari jejak Jasper melalui pemancar.


Sayangnya dia terlambat, tempat peluncuran drone hanya menyisakan drone-drone yang tergeletak begitu saja. Karena kedua orang tadi telah pergi sejak beberapa menit lalu menuju tempat lain.


Seiring waktu, asap berwarna pink juga telah memudar terbawa angin. Partikelnya tidak bisa bertahan lama di udara bebas. Kandungan zatnya akan menyatu dengan alam begitu terpapar udara lebih dari lima jam.


"Kau menculikku!" Samantha berseru kesal.


"Sudah takdirmu selalu menjadi korban penculikan!" Elgan menjawab datar.


Samantha menyetujui pernyataan tersebut. Dia memang gadis malang. Dari dulu sampai sekarang masih selalu jadi korban penculikan.


"Kita tidak punya waktu lagi, aku akan mengajarkanmu memicu kekuatan secara paksa! Perkembanganmu selama ini terlalu lambat!"


Elgan tengah sibuk menyiapkan alat khusus yang terhubung dengan komputer. Dia sebenarnya pernah melakukan ini saat pertama menculik Samantha. Berakhir dengan matinya para ilmuwan.


Laki-laki itu menarik Samantha mendekat dan menempatkannya di atas meja. Memasang alat-alat itu dengan cepat. Sempat mengejutkan Samantha kala Elgan membuka paksa bajunya.


Tapi Elgan tidak menggubris tetap melanjutkan prosedurnya. Dia harus memastikan lebih dulu perangkat komputer itu tidak mengalami masalah. Kemudian memasang jarum infus di tangan gadis itu. Dan akan menyuntikkan sesuatu pada cairan infus tersebut.

__ADS_1


"Kau akan melakukan apa!" Samantha menggunakan tekanan untuk membuat cairan infus tadi tidak bisa masuk ke tubuhnya.


"Dengar–," Elgan memegang sisi wajah Samantha. "–ini mungkin akan sakit, tapi cobalah menahannya!"


Samantha menolak, karena dia tidak mengetahui niat Elgan terhadapnya. Bahkan sekarang dia sekuat tenaga memberontak hingga salah satu komputer terdekat meledak kuat karena tekanan Samantha. Ranjang tempatnya terbaring juga bergetar hebat. Hanya Elgan yang tidak terpengaruh, dia masih memegang wajah Samantha.


Elgan tidak lagi bicara dan memeluknya erat. Membuat Samantha berhenti berontak pada akhirnya. Ada energi hangat yang menenangkan. Seperti energi dingin yang menyebar pada setiap sel darahnya.


"Dengarkan aku! Dunia butuh bantuanmu, tapi sayangnya kau belum siap untuk itu. Dan tidak ada waktu lagi karena bumi sudah memulai proses seleksinya. Orang-orang di luar sana tidak butuh kau tolong, tapi jika kau ingin dunia ini tetap ada, maka berusahalah mempertahankannya."


"Ini akan menyakitimu, tapi juga akan memicu paksa energi di tubuhmu bekerja maksimal!" Elgan masih menatap manik mata Samantha berusaha membuatnya mengerti.


"Berapa persen aku bisa bertahan?" Samantha sedikit takut, Elgan tak pernah main-main dengan ucapannya.


"Tergantung usahamu, tapi tenanglah, aku akan disini membantumu!"


Elgan hanya berusaha membuat Sam cukup tenang, karena nyatanya dia sendiri hanya bisa mengontrol semua tetap aman dari luar. Sedangkan apa yang terjadi nanti, semua tergantung usaha Samantha.


Samantha juga merasa aneh dengan sikap Elgan yang tiba-tiba melembut. Pasti ada sesuatu, karena dia tidak pernah benar-benar mempercayai laki-laki itu.


Sekuat apa energi bumi hingga dia harus memicu kekuatannya dengan cara menyakitkan. Dan, kenapa dia? Kenapa bukan orang lain yang mungkin lebih mampu melakukannya.


"Ini hanya ilusi, agar kekuatanmu mau benar-benar bangkit dari tidurnya. Jangan pikirkan apapun selain tetap bertahan!"


Tanpa Sam sadari, Elgan sudah menyuntikkan cairan masuk dalam selang infus, menbuat kesadaran Samantha berangsur-angsur menghilang.


Elgan membaringkan Samantha kembali. Dia menanamkan chip pada tubuh Samantha, itu adalah pemicu yang akan membantu Samantha mengontrol kekuatannya. Butuh waktu lama untuk Elgan menciptakan chip tersebut.


"Aku akan mengajakmu menikmati dunia ini, Jika kau berhasil menyelamatkannya. Maka berusahalah. Mungkin besok kita tidak lagi memiliki kesempatan, jika kau terlambat!"


------------------------------------

__ADS_1


jangan lupa like n komentar y geez 😉


__ADS_2