Lost Princess

Lost Princess
Special gift


__ADS_3

Suasana kota besar di wilayah daratan Eropa benar-benar seperti kota mati. Tapi yang berbeda dari itu semua adalah hampir semua rumah yang tertutup rapat, di dalamnya terdapat orang-orang yang bersenjata.


Maklum saja karena kadang ada mutan yang berkeliaran dan melukai penduduk. Mereka khawatir tentang Virus C5AE yang merebak membunuh secara diam-diam, juga pada mutan yang kadang berkelahi di sekitaran rumah.


Jasper sedikit merasa sakit saat melihat hal ini. Kebebasan menghilang bersama kematian yang siap menghampiri kapan saja.


"Kau tahu, itu yang dilakukan mutan selama ini. Bersembunyi dari manusia. Kini manusia yang bersembunyi dari mutan!" Archer mengatakannya tanpa emosi, meski Jasper merasa itu adalah sindiran keras.


"Kau, bagaimana kau berakhir dengan para mutan selama ini?" Jasper sangat penasaran karena menurut Sam, Archer adalah satu-satunya manusia di House of Talent.


"Panjang, tapi mudahnya karena aku hampir mati dan Xavier menyelamatkanku!"


Mereka berdua saat ini telah turun dari pesawat dan mulai melaksanakan tugasnya. Bagiamana caranya agar penawarnya bisa berhasil menembus rumah yang tertutup. Akan berbahaya juga jika menyuruh mereka keluar.


Archer dan Jasper memakai pakaian yang sama, warna hitam yang memiliki fungsi anti virus.


Juga ada tabung kecil bewarna pink yang akan menjadi penawarannya.


Benda itu kecil, tapi bisa mengobati seluruh kota dengan sekali hirup saja. Kini menjadi masalah keduanya untuk bisa memastikan hal itu terjadi.


"Aku tak punya ide," kata Archer mengamati sekitar.


"Bagaimana jika kita buat kericuhan. Dengan sesuatu yang akan memancing mereka keluar dan berkumpul di waktu yang bersamaan?" Jasper memikirkan strateginya mungkin beresiko, tapi cukup efektif jika berhasil.


"Suruh Vanessa mengamankan seluruh kota dari serangan para mutan, kita akan melakukan rencana untuk buat kota steril dari mutan sementara waktu, baru meminta mereka kembali setelah mendapatkan penawar yang juga berfungsi sebagai vaksin."


Archer mengangguk, dia menghubungi Vanessa untuk rencananya. Pengamatan mereka berakhir, dilanjutkan dengan rencana mengumpulkan penduduk kota.


Seperti yang telah direncanakan itu berhasil meski tidak mudah. Mereka melakukan secara bertahap dari kota satu menuju kota lainnya. Hingga hampir mencapai setengah negara di wilayah Eropa.


Saat akan mencapai Inggris, itu semua tidak semudah yang mereka lakukan sebelumnya. Rosgard sudah mempelajari taktik mereka, sehingga pasukan yang dikerahkan untuk menghalau para pengirim penawar lebih sulit lagi.


Tidak ada yang mengetahui siapa penyebar obat penawar, karena Archer dan Jasper tidak pernah menampakkan dirinya di khalayak ramai. Hanya Vanessa saja yang terdeteksi karena harus menghadapi para mutan bersama pasukan khusus bentukan Elgan.


Pihak Xavier maupun Rosgard yang masih terlibat perang juga tidak mengetahui dalangnya. Yang paling penting bagi mereka saat ini adalah mempertahankan wilayah. Keduanya melakukan peperangan besar di wilayah Asia.


Kini wilayah itu tidak seperti kita lagi, sangat sepi kala malam. Tapi akan memanas kala matahari mulai menampakkan diri.

__ADS_1


Karena pihak Xavier memiliki bantuan dari manusia, mereka memiliki senjata modern yang sangat membantu untuk mendukung kelemahan mereka. Dua pihak yang bertarung berasama untuk melawan musuh yang sama.


"Aku akan pergi sebentar, ini sudah malam. Aku bisa menyelinap dalam gelap." Jasper langsung pergi setelah mengatakannya.


"Aku tahu, kau ingin memberitahukan mengenai Samantha pada keluargamu!" Archer bergumam melihat langit gelap melalui atap gedung tempatnya mengawasi saat ini.


"Tidak lama lagi, mungkin aku harus bersiap berpisah denganmu!" Bayangan Samantha kecil melintas di ingatannya.


"Hei, kau melamun?" Vanessa datang mengejutkan Archer.


"Bukannya kau harus berjaga?"


"Aku butuh istirahat, aku mutan bukan robot!" balasnya cemberut kesal.


"Lalu kenapa kau ke sini?" Archer selalu saja berusaha menghindari Vanessa.


Vanessa memilih tak menjawab pertanyaan itu. Dia duduk di dekat Archer ikut menatap langit malam.


Archer menoleh, dia melihat jika wanita itu agak kesakitan di bagian kakinya. Ada lilitan perban yang membalut betisnya. Dia tidak bertanya, tapi akan membantunya membalut dengan benar.


Vanessa agak terkejut saat Archer tiba-tiba menyentuh kakinya. Rupanya laki-laki itu juga memiliki sisi yang penuh perhatian. Dia fikir itu hanya akan dilakukannya pada Samantha saja.


Archer tersenyum mengingat jika dulu Samantha akan mengomelinya saat pulang dari misi dan mengobatinya.


"Kau terlihat sangat menyayanginya!" Vanessa memperhatikan tangan Archer sangat baik dalam membalut luka.


"Dia wanita pertama yang membuatku jatuh cinta!"


Vanessa terdesak ludahnya sendiri kala mendengar kalimat itu. Dia menatap Archer terkejut, tapi laki-laki itu malah tertawa.


Vanessa sempat terpaku dengan senyum langka itu. Apakah artinya Samantha bukan adik tapi dia anggap sebagai kekasih? Vanessa tidak bisa berkata-kata.


"Bukan seperti itu, tapi lebih pada sosok paling penting dalam hidupku. Bukan seperti yang kau fikirkan!" Archer menjelaskan setelah tawanya mereda.


"Tapi kau bilang—,"


"Bodoh! Dia seperti putri dan aku berperan sebagai Ayah!" Archer tertawa lagi mendengar apa yang diucapkan barusan.

__ADS_1


Selama ini dia memang lebih seperti itu. Akan merasa sesak saat dia bersedih, dan tidak mau dia terluka. Dia melatihnya juga agar Samantha busa melindungi dirinya sendiri kala dia tidak ada di sisinya.


Archer selesai dengan perban itu, dan melihat hasilnya puas. Barulah dia mendongak melihat wanita cantik itu menatapnya juga.


"Saat berumur lima tahun dia sangat menggemaskan, aku memarahinya tapi dia akan lebih marah lagi. Aku jatuh cinta padanya, dan tiba-tiba ingin menjadi ayahnya." Lagi, Archer tertawa tapi berlinang air mata.


Belum pernah dia mengungkapkan rasa sayangnya itu pada Samantha. Bahkan, ini pertama kalinya dia mengungkapkan isi hatinya itu. Padahal Vanessa adalah orang asing yang baru saja dikenalnya.


Vanessa mulai mengerti, dia tersenyum dan memeluk laki-laki itu. Mengusap punggungnya, memberikan kenyamanan.


Dia mengajaknya turun menuju kamar kosong di gedung tersebut. Mengajaknya berbincang karena saat wajahnya mendekat tadi, dia bisa mencium bau anggur dari mulutnya. Laki-laki itu sedikit mabuk.


Mereka berakhir menikmati malam bersama, mungkin memang sudah waktunya Archer membuka hatinya. Vanessa wanita yang pengertian meskipun agak licik. Tapi bisa dipastikan jika dia telah terpesona dengan lelaki yang kini memeluknya erat.


Jasper kini sudah masuk ke dalam kamar adiknya. Leonel sudah mengunci rapat pintunya, bahkan memberikan penjagaan lebih, agar tidak ada mutan bisa masuk saat dia sedang tertidur.


Sayangnya pencipta alat itu adalah Jasper. Dia masuk dengan mudah dan menemukan adiknya telah terlelap. Memang ini waktu yang di tunggunya.


Jasper mendekat, tersenyum senang karena keluarganya aman. Semua karena keluarga Windson baik dalam hal bekerjasama.


Jasper mengusap rambut adik kecilnya itu, yang kini sudah tumbuh dewasa dan sangat tampan.


Leon agak terganggu, dia merubah posisinya jadi memunggungi Jasper. Laki-laki itu sebenarnya sudah bangun sejak tadi, tapi karena kakaknya masuk diam-diam, maka dia mengikuti permainannya.


Sebenarnya tadi dia belum benar-benar tertidur saat jendelanya terbuka paksa dari luar. Dan alarm perlindungan juga tidak berfungsi. Leonel tahu itu kakaknya dari aroma khas yang dikenalnya akrab.


Bibirnya sedikit tersungging kala posisinya telah membelakangi Jasper. Leonel tahu kakaknya itu pasti punya rencananya sendiri, makanya dia belum bisa pulang dan berkumpul dengan mereka.


Dia segera membuka matanya saat mendengar gerakan menjauh dan terlihat bayangan hitam keluar melalui jendela kamarnya.


Leonel mendudukkan badannya, dia melihat pada sesuatu buntelan kertas di atas meja. Meraihnya lalu membuka perlahan.


Ada potongan rambut dan kertas yang bertuliskan,


Hadiah untukmu!


_____________________

__ADS_1


hallo geez, seperti biasa jangan lupa like n komentar ya...


maaf jika masih menemukan kesalahan dan typo yang bertebaran... karena author belum sempat revisi ✌


__ADS_2