Lost Princess

Lost Princess
The beginning of destruction


__ADS_3

Xavier marah, dia sangat marah. Siapa sebenarnya di balik ini semua. Mars yang memiliki chip di kepalanya, harusnya dia paling mudah untuk dilacak, tapi sudah beberapa minggu dan tidak ada pencarian yang membuahkan hasil.


Hanya satu orang yang bisa melakukan itu semua, Elgan. Hanya mutan itu yang bisa menyembunyikan suatu hal tanpa jejak. Xavier pada akhirnya mengetahui jika di balik menghilangnya Samantha dari club Orion berkaitan dengan Elgan. Jadi, apakah kali ini menghilangnya beberapa orang juga karenanya?


Jika itu benar, maka Rosgard sangat pandai dalam bermain seni peran. Dia berpura-pura mencari dengan mengerahkan banyak anak buahnya, juga pencarian virus yang hilang, tapi nyatanya semua telah ada di tangannya.


Bukan salah Xavier, jika laki-laki itu mencurigai Rosgard di balik ini semuanya, karena Elgan adalah salah satu orangnya. Satu hal yang paling penting, Xavier tidak akan tinggal diam. Samantha tidak boleh jatuh ke tangan Rosgard apapun yang terjadi.


House of Talent sangat sibuk dengan persiapan. Xavier merencanakan serangan besar-besaran. Semua bekerja keras untuk perang yang akan terjadi tidak lama lagi. Latihan keras dan kesiapan strategi juga persenjataan.


"Kau tidak mau makan lagi?" tanya Mr. Riz yang ikut duduk di sebelah Sky.


"Aku tidak lapar!" Bocah itu sedang mengalami mood yang buruk akhir-akhir ini.


"Kau mencemaskannya?" Mr. Riz tahu jika sepertinya Sky cukup dekat dengan gadis yang waktu itu menggendongnya.


Kenyataannya, Sky tidak pernah akur dengan Samantha. Bocah itu selalu kesal jika Samantha mengganggunya. Dia akan menggerutu sepanjang hari, saat Xavier menugaskannya untuk mengikuti Samantha latihan. Kini, Sky tampak sangat rindu dengan gadis itu.


Xavier sudah cukup sibuk, dia hanya menyuruh Mr. Riz membujuk Sky untuk tidak rewel saat mempunyai waktu luang. Sekarang Mr. Riz jadi merasa jika House of Talent tidak cukup baik untuk bocah seperti Sky. Hal yang juga cukup sulit untuk Samantha saat baru datang ke tempat ini.


Terlalu banyak ruang latihan dibandingkan ruang bersantai. Sky akan ikut merasa tegang ketika semua orang di sini tegang. Xavier yang ingin memulai peperangannya juga memperburuk suasana di tempat ini.

__ADS_1


Mr. Riz memutuskan untuk berdiskusi mengenai hal ini pada Xavier. Ketika dia menemuinya di ruang pemantauan, Xavier juga tampak kacau dengan penampilan yang cukup berantakan.


"Kenapa kita harus memulai peperangan? Bukankah tujuan House of Talent didirikan untuk perlindungan bagi mutan?" Mr. Riz mengungkapkan pikirannya secara langsung.


"Kau benar, tapi semua akan lebih kacau jika Samantha benar-benar berada di tangan mereka. Kau tidak mengerti, tapi dunia akan kacau!" Keduanya saat ini berbicara di ruangan Xavier, mereka berbicara sambil mengawasi para bakat yang sedang latihan di bawah sana.


"Kenapa? Kau harus menjelaskan alasannya!" Mr. Riz benci pertikaian, itulah tujuannya mengasingkan diri dengan identitas yang tersembunyi.


Xavier masih menyimpan rahasia ini rapat-rapat. Hanya beberapa orang yang mengetahui kekuatan besar itu. Rosgard dan Xavier tidak akan saling bertentangan jika saja mau bekerja sama untuk hal itu. Sayangnya obsesi Rosgard untuk menjadi penguasa, membuatnya gelap mata dengan ingin memanfaatkan kekuatan Samantha.


Ragu-ragu Xavier menjawab keingintahuan Mr. Riz, "Kau tak akan menyangka, gadis itu mempunyai kekuatan yang mengerikan. Aku tidak bisa mendeteksi jenis kekuatannya, tapi cukup besar untuk menyebabkan kehancuran!"


Mr. Riz cukup terkejut, jadi sebenernya alasan Xavier sangat protective dengan gadis itu karena alasan ini.


"Sage, bukankah dia bisa melakukan lewat satelit melalui deteksi wajah?" Mr. Riz mengetahui kehebatan Sage dalam bidang tekhnologi.


"Tidak, mereka seperti terkubur dalam tanah!" Tangannya mengepal erat dengan buku-buku jari yang menonjol.


Xavier kehilangan berat badannya, dia terlalu sering menguras pikirannya untuk banyak hal akhir-akhir ini. Ada ketegangan setiap berada di dekatnya.


__________

__ADS_1


"Kenapa kau tidak kembali, aku mencarimu!" Samantha saat ini sedang melakukan latihan pedang.


Karena gerakan Samantha yang sedikit lebih agresif, Mars cukup kualahan. "Kau semakin lincah, apa Xavier melakukan pelatihan keras?"


"Cihh!" Samantha kesal hingga rasanya dia belum puas, jika belum memberikan pelajaran terhadap temannya itu.


"Seharusnya aku menghilang dari dulu, agar ketrampilanmu bisa meningkat," canda Mars yang membuat Samantha marah.


Gadis itu menancapkan pedangnya di tanah, berjalan cepat meninggalkan Mars yang masih terbengong menatap kepergiannya. "Ada apa dengan gadis itu?" gumamnya pelan.


"Kau masak apa?" Samantha menghampiri Archer yang sedang sibuk dengan peralatan masak.


"Aku mengolah ikan, kau butuh sesuatu?" Dia menoleh ke arah Sam yang sedang terlihat marah.


"No! Aku hanya tidak sabar mencicipi masakanmu lagi." Archer tersenyum menanggapi.


Mereka membicarakan banyak hal, tentang keadaan House of Talent setelah kepergiannya, juga tentang dunia luar yang sudah semakin kacau saja.


Mereka berada di kedalaman hutan, hidup terisolasi dengan kebutuhan yang tercukupi. Akan ada waktu dimana mereka akan keluar, tapi bukan saat ini. Samantha banyak bertanya karena semua masih membingungkan untuknya.


______________

__ADS_1


Happy reading ❤


belum sempet revisi semua bab, karena jadwal up juga masih berantakan. Semoga ada waktu buat revisi biar tulisan lebih tertata lagi ya.


__ADS_2