Lost Princess

Lost Princess
Can not sleeping


__ADS_3

Sudah beberapa kali ia mencoba untuk memejamkan mata, namun tetap tidak bisa tidur. Berguling di atas kasurnya dengan gelisah, seakan ada sesuatu yang menggangu pikirannya.


Matanya terpejam erat berusaha agar alam mimpi mau menjemputnya, namun gagal. Samantha pada akhirnya menyerah, ia mengacak rambutnya kesal. Samantha berpikir apa yang bisa dilakukannya ketika sudah tengah malam begini. Namun, ia jadi teringat bocah bersayap yang mungkin tengah terlelap atau bahkan masih bersedih karena kepergian ayahnya.


Samantha dengan semangat meraih jaketnya, mencari sandal beruang miliknya, lalu keluar dari pintu kamar dengan perlahan. Saat ini, mungkin penghuni lain di House of Talent sudah tidur. Samantha berjalan perlahan, menatap ke arah kamera cctv yang sudah pasti merekam pergerakannya. Ia hanya ingin menuju ke kamar bocah bersayap itu, bukan untuk kabur. Jadi, Sam acuh saja asal tidak mengganggu penghuni lainnya.


Tapi, ternyata ia salah. Masih ada beberapa orang yang berlalu lalang, beberapa baru pulang dari misi atau mungkin latihan dimalam hari, karena mengalami gejala yang sama, susah tidur seperti Samantha.


“Kau mau kemana?” tanya seseorang yang sudah Sam kenali suaranya.


Sam menolehkan kepalanya, wajahnya menunjukkan jika ia masih kesal. Mars acuh saja menghampiri gadis itu. Mengikuti langkah Sam menuju ke kamar Sky.


“Kau akan mengganggu tidurnya!” Cegah Mars dengan merentangkan tangannya di depan pintu Sky.


“Kau bisa melakukan hal lainnya!” ucap Mars dengan santai, ia sudah hafal jika Sam sering mengalami gangguan tidur.


“Aku hanya ingin mengecek keadaannya!” kilah Sam berusaha mengetuk pintu di depannya.


“Ini tengah malam, mungkin ia sudah tidur!” kali ini Mars sedikit mendorong tubuh Sam yang masih memaksa untuk mengetuk pintu itu.


Suara ribut itu cukup mengganggu seseorang di dalam kamar. Karena masih saja terdengar suara cukup gaduh di depan kamarnya, kaki kecil itu melangkah menuju kursi dekat pintu. Ia naik ke kursi lalu meraih gagang pintu setelah memasukkan sandi.


Pintu terbuka dan menampilkan dua orang dewasa yang saling menyentuh, seorang laki-laki sedang memegang sepasang tangan perempuan di depannya, dan perempuan itu berontak berusaha melepaskan diri.


Kedua orang itu menoleh ke arahnya, Sky tidak menampilkan ekspresi di wajahnya, saat akan menutup pintu itu kembali, sang wanita berusaha berontak, saat laki-laki itu lengah dan dengan cepat menerobos masuk ke kamar Sky hingga hampir membuat Sky tersenggol, untung laki-laki tadi dengan cepat memegang tubuh Sky yang hampir terjatuh dari kursi.


Sky dan Mars menatap Sam kesal. Tapi karena Sam tidak merasa bersalah, ia dengan santai duduk di atas ranjang Sky. Sky tidak terima, ia menatap Sam kesal saat tiba di hadapannya.


“Kenapa kau melotot, anak manis?” pertanyaan yang membuat Mars ataupun Sky berdecak.


Melihat kekompakan pada keduanya, Sam memicingkan mata balas berdecak. Mengacuhkan orang asing di kamarnya, Sky kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


“Ayo aku akan mengantarmu!” paksa Mars membantu Sam bangun dari duduknya.

__ADS_1


“Aku ingin tidur di sini!” Sam menghempaskan tangan Mars dan dengan cepat berbaring di sebelah Sky.


Sky langsung duduk menatap galak pada perempuan yang tidur di sisinya, “Aku tidak mau tidur denganmu!”


Sam tidak memperdulikan penolakan dari bocah laki-laki bersayap di sebelahnya, sesungguhnya Sam sangat ingin menyentuh sayap itu, begitu inginnya hingga lebih sering menatap sayap itu di banding wajah sang pemilik sayap.


“Kau pelit sekali!” Sam pura-pura memejamkan matanya.


Namun, ada sebuah serangan tangan yang menggelitik di perutnya, hingga membuatnya meronta dan terguling dari ranjang yang tidak begitu besar tersebut. Bahkan setelah terguling di lantai pun Mars masih terus menggelitik gadis itu hingga Sam menyerukan permohonan.


Hal asing yang membuat Sky merasakan sedikit sentilan di perasaannya. Dia belum pernah melihat seseorang bisa tertawa begitu histeris karena sebuah gelitikan. Bahkan ia tidak tahu rasa di gelitik itu seperti apa. Matanya masih menatap pada sepasang orang asing yang masih saling menggoda di lantai kamarnya.


Saat pada akhirnya Mars menghentikan aksinya, Mars menyadari jika posisinya yang berada di atas Sam begitu ambigu menurutnya. Sebelum gadis itu menyadari posisi itu, ia berdiri dan duduk di atas kasur bersama Sky.


Sam masih belum ingin bangun dari posisinya, ia sedang memikirkan kegiatan apa yang asik dimainkan saat ini.


“Sky, kenapa kau belum tidur? Apa kau merindukan ayahmu?” tanya Mars pada bocah kecil di sampingnya.


“Kenapa kau menanyakannya bodoh!” ujar Sam, ia tiba-tiba memiliki idemereka setelah berpikir lama.


Ia duduk, menatap kedua laki-laki berbeda usia yang terlihat sama karena memiliki wajah datar yang menyebalkan. Mengabaikan hal itu, ia memasang mimik serius mengungkapkan ide tentang apa yang ingin dilakukannya.


“Aku baru saja menonton video percobaan tadi, kau tahu jika bekerja dengan Profesor Shin begitu menyebalkan. Aku menonton ketika ia tidak memperhatikan.” Sky tidak mengerti maksud dari perempuan di depannya, namun Mars yang sudah hafal, merasakan kejanggalan disetiap kalimat yang diucapkan Sam.


“Bagaima jika—“ belum juga Sam melanjutkan ucapannya, ia disela oleh Mars, “Tidak!”


“Hei aku belum selesai berbicara!” kesal Sam, ia memilih menatap pada Sky.


“Aku punya hal menarik yang akan ku ajarkan padamu, bagaimana jika kita sedikit bermain untuk menghiburmu!” Tawaran dari Sam tak sedikitpun mendapatkan respon.


Mars sedikit menyunggingkan bibirnya, setidaknya bocah kecil di sampingnya itu tidak mudah di hasut oleh rencana konyol Sam, entah apa yang direncanakan gadis itu.


“Ayolah, aku yakin ini akan menyenangkan! Kita akan melakukannya di kamar ini!” Sam memasang wajah memohon yang akhirnya ditanggapi oleh Mars.

__ADS_1


“Apa? Sky harus tidur! Kau malah mengganggunya.” Sam sedikit kesal karena disebut mengganggu.


Sam tidak banyak bicara, ia menyuruh Sky menunggu dan menarik Mars keluar dari kamar Sky. Mars hanya mengikuti saja, ia berjalan dengan wajah acuh di sisi Sam.


Begitu sampai di depan pintu lab, Mars langsung menarik tangan Sam yang sudah akan memasukkan sandi pintu ruangan itu. Sam menghela napas lelah dan menatap Mars meyakinkan.


Pada akhirnya Mars membiarkan Samantha masuk, ia mengikuti di belakang Samantha. Untuk pertama kalinya ia masuk ke ruang lab khusus bahan kimia milik House of Talent. Banyak benda asing yang baru dilihatnya.


“Kau ambil kacamata dan sarung tangan safety di lemari penyimpanan di ujung sana!” perintah Sam pada Mars tanpa melihat ke arah laki-laki itu, matanya menyusuri ruangan.


Sam masih belum begitu hafal dengan tata letak barang di ruangan ini, ia jarang masuk ke ruangan ini karena lebih sering berada di ruang praktik.


Sam berjalan menghampiri lemari-lemari yang menyimpan beberapa cairan kimia. Mars pada akhirnya mengikuti apa yang di perintahkan Sam padanya tadi. Tanpa memakan waktu lama ia sudah berada di sisi Sam dengan barang-barang tadi. Memiliki kekuatan kecepatan memang menyenangkan, Sam mengangguk puas.


Sam melanjutkan untuk mencari bahan-bahan yang dibutuhkannya. Seperti, gelas ukur silinder, gelas kaca, hidrogen peroksida sekitar 50ml, kristal natrium lodida, terakhir ia menuju ke rak yang berisi sabun cair dan pewarna makanan.


Mars membantu membawa barang-barang itu, ia tidak banyak bertanya karena ia tahu jika Sam pasti akan menjelaskan tanpa ia bertanya. Seperti saat ini Sam terus mengoceh tentang banyak hal sepanjang perjalanan menuju ke kamar Sky.


“Kau tahu, mempunyai kekuatan es Seperti Scott itu mengenyangkan bukan? Nah karena kita tidak memilikinya, Profesor Shin mengajarkan aku cara membekukan sesuatu secara ilmiah. Ternyata otak cerdasnya itu begitu mengagumkan!”


Mars menoleh kearah Samantha, “Sepertinya kau mulai menyukai belajar di lab, sepertinya aku tidak akan berlatih bersamamu lagi!”


Ejekan dari Mars membuat Sam berdecak, “Enak saja, aku tetap suka memanah dan menembak bersamamu, aku tidak menyukai profesor eksentrik itu!”


Mars tertawa, itu membuat Sam kesal ingin memukul kepala laki-laki menyebalkan di sampingnya itu, tapi karena tangannya sedang membawa banyak barang, ia hanya bisa mengumpat pelan yang jelas di dengar oleh Mars dan membuat laki-laki itu makin senang.


______________


**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.


terus ikuti kelanjutan dari novel ini yah


happy reading 😘**

__ADS_1


__ADS_2