Lost Princess

Lost Princess
Aware of illusions


__ADS_3

“Buat agar sistemnya dapat bekerja secara berkala! Dan Pastikan terkontrol dengan baik!” Elgan meletakkan Samantha di tempat tidur yang di rancang khusus untuk tes bakat.


Beberapa orang langsung membantu memasang selang oksigen dan beberapa kabel yang dihubungkan dengan layar monitor, menyuntikkan cairan yang akan membuat ilusi bekerja dalam otak.


Ada beberapa kabel yang terpasang didada dan kepala Samantha. Elgan mengangguk tanda jika semua bisa dimulai sekarang. Para ilmuan itu juga menunggu reaksi cairan itu bereaksi, mereka saat ini memandang layar monitor yang menunjukkan pergerakan warna dalam otak.


Melihat ada tanda dari Elgan mereka memasang alat yang sama pada Elgan, hanya bedanya Elgan harus tetap sadar untuk mengontrol ilusi yang nanti tergambar dalam otak Samantha.


Elgan duduk dengan menatap layar monitor didepannya, beberapa orang yang dijadikan percobaan sebelumnya mati karena gagal, tapi ia berharap Samantha berhasil dalam percobaan ini. Jika Samantha mati di sini, maka akan memicu perang besar antara mutan.


Percobaan pertama, ia menyuntikkan ilusi ke otak Samantha. Ia bisa memantau apa yang terjadi dalam ilusi itu, karena akan tergambar jelas melalui layar monitor.


Samantha tersadar dalam sebuah lingkungan asing, sangat gersang dan begitu panas hingga menyengat kulitnya. Ada banyak burung pemakan bangkai yang beterbangan siap menyantap siapapun yang lengah.


Samantha berjalan mendekat kearah tembok berusaha menghindari panas matahari yang seakan membakar setiap sel ditubuhnya. Dapat dirasakan jika ada energi yang mengalir melalui tangannya, jika ia seorang yang dapat menyerap kekuatan maka ia akan menyerap panas tersebut. Namun jika ia bukan, mungkin ia harus berusaha keluar dan menyadari ilusi tersebut.


Awalnya ia bingung, belum pernah ada energi yang terasa masuk ke tubuhnya, awalnya ia berpikir apakah ia bisa mengendalikan kekuatan? Ia tersenyum ingin menghantarkan kekuatan itu namun ketika tidak bisa, ia tidak terus mencoba karena dalam ingatannya ia memang tidak memiliki kekuatan tersebut.


Burung yang beterbangan tak lagi nampak mengerikan karena burung itu terbang konstan, Samantha dapat mempelajari gerakan didepannya, jadi ia melihat pada tembok yang seakan mengurungnya lalu memukul dalam satu pukulan dan hancur berkeping-keping.


Samantha lolos ilusi pertama, hanya beberapa menit ia bisa menyadari ilusinya namun ia gagal dalam tesnya, dan membuktikan juga jika ia bukan seorang yang dapat menyerap kekuatan.


Orang-orang yang memantaunya menatap layar dengan takjub karena Samantha berhasil terlalu cepat. Seseorang lalu menyuntikkan cairan kedua, dan menunggu kerja otak melakukan reaksinya. Elgan juga telah siap dengan ilusi tersebut, ia mengawasi segalanya.


Samantha tersadar dalam sebuah tabung kaca besar berisi air setengah dari tubuhnya, namun air itu terus naik hingga hampir menenggelamkannya. Samantha terus berenang naik menggapai udara yang tersisa, ia terus bergerak panik, jika ia pengendalian air maka ia akan menyelesaikan masalah ini dengan mudah.


Namun, dalam ingatannya Samantha bahkan agak kesulitan berenang dalam suhu terlalu dingin, ia mulai sangat panik karena air sudah memenuhi tabung kaca tersebut. Ia bergerak gelisah dalam air hingga matanya melihat pada lubang tempat keluarnya air tersebut.


Samantha bergerak turun kearah lubang dan tidak merasakan adanya gerakan air dalam lubang. Ia mengetuk dinding kaca tabung tersebut, dan terjadi sedikit retakan. Ia mengetuk lebih keras lagi hingga terjadi tegakkan besar, Samantha menyadari ilusinya. Meski agak lama tapi ia dapat mengatasi masalahnya meski tanpa memiliki kekuatan elemen air.


Sebenarnya ini aneh dan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan para ilmuan tersebut, meski menunjukkan jika Samantha bukan pengendalian elemen air tapi cara dia menyadari ilusinya agak aneh. Harusnya Samantha tidak menyadari jika ia berada dalam ilusi. Harusnya jika ia tidak memiliki kekuatan itu ia akan kalah dalam ilusi tersebut dan Elgan lah yang akan membantu keluar dari ilusi, bukan menyadari ilusinya seperti ini.

__ADS_1


Elgan menatap layar monitor didepannya dengan kerutan tajam, ini aneh! Apakah memang sistemnya yang gagal, pikirnya menatap pada para ilmuan yang juga menggeleng kearahnya.


Suntikan cairan ketiga dimasukkan. Kali ini adalah elemen api atau cahaya yang akan di tes, Samantha seperti masuk kedalam ruang yang terang cahaya. Ia berputar mengamati keadaan disekitarnya. Ada banyak cermin di ruangan ini, Jika ia pengendali cahaya entah itu akan memunculkan api atau petir nantinya.


Ada hantaran listrik sangat kuat yang seperti menyetrum tubuhnya, Samantha berteriak kesakitan. Ia berlari menabrak kaca di sebelahnya, namun kaca itu menampilkan dirinya yang tersenyum, padahal ia sedang meringis kesakitan seakan dihantarkan oleh juataan volt tenaga listrik.


Samantha menyadari ilusinya ketika Elgan akan membantunya sadar, Samantha tak lagi merasakan sakit karena mengganggap rasa sakitnya hanya ilusi, dan lagi ia berhasil keluar dalam ilusi dan gagal tes kekuatan itu namun tiba-tiba ia berada dalam sebuah rumah yang terbakar.


Samantha berlari mencari jalan keluar, ia merasakan panas dalam tubuhnya, ia masuk kedalam kamar mandi yang terdapat air mengalir dari kran. Samantha membasahi badannya dengan air itu, karena merasa begitu panas. Samantha benci api ia takut api, ia duduk di bawah pancuran air menunggu seseorang datang menyelamatkannya.


Samantha melihat air yang keluar tak membanjiri lantai, itu hanya membasahi badannya saja. Ia lagi dan lagi menyadari ilusinya, ia keluar dari kamar mandi dan tidak lagi merasa kepanasan. Ia berlari menuju ke pintu tanpa takut terbakar. Ia berhasil keluar dari ilusi itu.


Elgan melihat segalanya, ia tahu jika percobaan pertama hingga ketiga tak menunjukan adanya bakat dalam elemen yang diujinya. Terakhir ia ingin mengetes pikirannya melalui ilusi, jika seorang telepati maka akan terhubung jadi ia tidak melakukan tes itu. Seorang Telekinesis juga akan terlihat ketika menangani Masalah sebelumnya, namun Samantha menangani masalahnya dengan menyadari ilusi itu sendiri.


Jadi yang terakhir, ia ingin memainkan ilusi itu untuk memaksa Samantha mengeluarkan kekuatannya, ia sudah mencari data lengkap mengenai keluarga Samantha. Elgan mengangguk memberi tanda pada para ilmuan untuk menyuntikkan cairan terakhir.


Ini sudah empat jam dan sudah mencapai percobaan terakhir, Elgan tak menyangka akan secepat ini, ia cukup lelah tapi Samantha masih terlihat biasa saja karena kekuatan penyembuhan itu membantu Samantha tetap stabil.


Samantha tak kunjung menemukan anggota keluarganya, ia berhenti di depan sebuah kamar. Kamar yang dulu adalah miliknya, ia masuk perlahan dalam ruangan itu. Masih sama tak ada yang berubah, ia menuju ke jendela kamar. Dia melihat semua keluarganya berkumpul dihalaman.


Samantha berlari kebawah menuju ke halaman. Ia sangat bahagia hingga hampir terjatuh di setiap langkahnya. Begitu sampai di halaman ia dikejutkan dengan Leonel yang bersimbah darah.


“Leonel, hei kau kenapa?” Samantha mencoba menyembuhkan Leonel, perasaan ini seperti Dejavu untuknya.


Tapi ia gagal, Samantha berteriak mencoba membangunkan kakaknya itu. Namun Leonel tak kunjung bangun, anggota keluarga lain menuduhnya telah membunuh Leonel, bahkan ibunya juga menuduhnya dan meneriakinya.


“Bukan! Bukan aku!” Samantha menangis dengan terus meyakinkan keluarganya.


Kejadian ini hampir sama saat ia berumur lima tahun, jadi emosi yang dia rasakan seakan nyata, Samantha tak menyadari ilusinya. Ia terus menangis mengejar ibunya.


Namun, yang membuatnya terkejut adalah ibunya tiba-tiba tergeletak dengan banyak darah yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


“Mommy! Kau kenapa? Mommy please! bangun Mommy!” Samantha melakukan penyembuhan pada mommy-nya namun kekuatannya seakan tak berguna.


Anggota keluarga lain yang tadi berdiri menyalahkannya juga tiba-tiba tergeletak penuh darah, Samantha terkejut, ia bergerak menghampiri Charles, Daddy-nya itu bahkan sudah tak lagi bernapas. Samantha marah dan takut dalam ilusi itu ia terjebak terlalu dalam.


Elgan dan para ilmuan yang mengamati merasakan sesuatu disekitarnya, seperti energi kuat yang menarik mereka. Dari tubuh Samantha juga keluar cahaya warna ungu samar, cahaya itu semakin membesar setiap detiknya.


Ada kekuatan yang semakin besar pula yang mereka rasakan, para ilmuan itu merasakan sesak yang membuat mereka kesulitan bernapas. Elgan pun juga merasakan hal yang sama. Cahaya samar itu semakin besar maka tekanan dalam ruangan itu juga semakin besar.


Bahkan saat ini Samantha seperti terselimuti cahaya ungu di luar tubuhnya. kabel-kabel yang terhubung ditubuhnya juga terlepas, dinding kaca ruangan itu pecah tak kuat menahan besarnya tekanan dalam ruangan yang berasal dari tubuh Samantha.


Elgan langsung menarik tubuh itu menahan kekuatan agar tidak terus menguat, tubuhnya merasakan reaksi aneh saat menyentuh Samantha. Elgan membantu dalam menarik ilusi itu dengan telepatinya.


Samantha mengeluarkan banyak darah dari hidung dan mulutnya, bahan telinganya juga mengeluarkan darah. Elgan akhirnya berhasil menarik kembali ilusi itu, namun Samantha masih belum sadarkan diri.


Elgan menatap pada para ilmuan yang menatap takjub pada apa yang dilihatnya. Elgan tersenyum dingin kearah mereka, matanya melirik kearah pisau bedah.


na'as sekali nasib para ilmuan itu karena ketakjuban mereka mengakhiri perjalanan hidup mereka saat itu juga.


Elgan tak akan membiarkan informasi ini tersebar, ia menatap pada gadis dalam pelukannya. Bibirnya sedikit terangkat dengan cahaya berkilat dimatanya.


Membawa gadis itu keluar dari ruangan yang sudah nampak kacau, dengan banyak mayat para ilmuan yang mungkin tak akan ditemukan.


"Bukan sekarang, namun kau akan berkembang lebih kuat lagi, aku menunggu Samantha!"


___________


**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.


terus ikuti kelanjutan dari novel ini yah


happy reading 😘**

__ADS_1


__ADS_2