Lost Princess

Lost Princess
Illona vision


__ADS_3

Kabar kelahiran sang Putri menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Pasalnya, banyak para bangsawan yang ingin melamarnya. Tentu itu membuat Charles menjadi lebih pusing, Putrinya bahkan baru berusia satu hari, Tapi sudah banyak lamaran yang datang ke rumahnya.


"Sayang, tenanglah. Mereka cuma tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga Windson." Margareth awalnya juga terkejut, tapi setelah beberapa waktu ia hanya menanggapi dengan santai pengajuan lamaran itu.


Margareth sudah bisa berjalan seperti biasa, Ia memiliki kekuatan tersembunyi dari garis keturunan Ayahnya. Margareth memiliki kekuatan penyembuhan. Itu hanya diketahui oleh keluarga dari pihak Ayah dan Charles suaminya sendiri.


"Aku hanya kesal, setidaknya mereka harus menunggu hingga bayi ini bisa berjalan di altar. Oh ayolah, bahkan Samantha kita belum bisa berbicara." Keluh Charles sambil membuka dokumen di samping istrinya, Margareth hanya fokus pada bayi mungil di pangkuannya.


"Sayang, kurasa dia juga akan jadi sepertiku. Kau tahu, aku takut jika yang di ramalkan Ayah itu benar." Terlihat raut kecemasan pada wajah cantiknya.


"Tenang saja kita akan menjaganya. Bukankah kita memiliki lima pejuang? Mereka akan melindungi adik kecilnya." Charles menggenggam tangan Margareth berusaha meyakinkan.


"Mungkin kita akan memulai dengan menceritakan keistimewaan Samantha. Kau tahu cepat atau lambat mereka akan menyadari ada perbedaan pada Samantha." Margareth mengusap pipi merah Putrinya, jika ramalan sang Ayah benar maka berarti mereka akan menghadapi sesuatu yang besar.


"Ya, aku juga berpikir begitu. Apa kau mendengar berita di luar sana? Oh ayolah sayang, Samantha aman di rumah ini. Tidak akan ada yang tahu, asal dinding rumah ini tidak berbicara." Charles menatap dalam pada Margareth, terlihat ada kecemasan di matanya.


"Mereka semakin brutal, mereka tak terkendali, bahkan mungkin mereka tak lagi menganggap diri mereka manusia." Margareth meneteskan air mata, memandang Samantha khawatir.


"Ya, perang akan terjadi jika tidak di hentikan. Emilio kemarin juga menghadapi beberapa mutan yang menyerang warga sipil di sebuah acara pelelangan. Untunglah ia tidak terluka, Aku akan menambah personil untuk membantunya di saat tak terduga seperti itu."


Margareth mendengar penjelasan Charles, tapi sepertinya sang suami juga mulai membenci mutan. Apakah dia lupa jika istrinya juga seorang mutan? Margareth mendengus tak suka.


"Aku juga seorang mutan, kau mengatakan Seperti itu seakan kaum kami adalah penjahat. Kau tau itu, mereka terintimidasi, Mereka terasingkan. Masyarakat lah yang membentuk karakter mereka jadi brutal. Mereka hanya berusaha melindungi diri!" Margareth adalah mutan pada awalnya, dan kekuatannya melemah saat ia menikah dengan manusia biasa.


"Oke, kita akan bertengkar jika meneruskan pembicaraan ini. Kemarikan putriku, dia akan sakit kepala mendengarmu mengoceh." Kata itu keluar begitu saja dari bibirnya, sengaja menyinggung sang istri yang terlanjur kesal padanya.


Margareth hanya mendengus kesal. Ia memperhatikan berita di siaran televisi. Memang ada beberapa mutan yang memiliki kekuatan tak terkendali. Ia jadi mengingat pertemuan terakhirnya dengan sang Ayah sebelum beliau meninggal.


Ayahnya mengatakan jika bayi yang akan dilahirkannya ini akan menjadi bumerang jika jatuh di kekuatan jahat. Namun akan menjadi anugerah jika jatuh pada kekuatan yang benar. Kekuatan penyembuh adalah yang paling di cari sebagai pendamping.


Margareth sudah memikirkan, akan menyembunyikan kekuatan sang Putri dari mereka sang pencari. Memiliki kekuatan sebesar apapun, mereka pasti akan membutuhkan penyembuh, Dan Samantha adalah pewaris kekuatan Kakeknya.


Menurut sang Ayah, kekuatan Samantha akan lebih kuat dan lebih istimewa. Margareth belum tau kekuatan istimewa apa itu. Ia pun tak ingin mencari tahu karena tekatnya kuat, untuk menyembunyikan bakat apapun yang ada pada Samantha nantinya.


Manusia melawan mutan, itu adalah perang. Mutan hanya ada sepuluh dari seribu manusia di bumi ini. Mutan melawan dengan bakat sedangkan manusia melawan dengan tekhnologi.


Manusia juga mulai menciptakan mutan mereka sendiri melalui percobaan. Mereka kuat tapi tak punya hati dan perasaan. Itu lebih buruk dari mutan itu sendiri. Setidaknya mutan tau kapan berhenti atau melawan, sedangkan mutan ciptaan hanya tau melawan tanpa bisa mengakhiri.


Margareth menyusul suaminya yang sedang menggendong Samantha di taman. Laki-laki yang adalah Ayah dari ke enam anaknya itu sedang mengawasi Leonel yang sedang berlatih bela diri menggunakan pedang bersama kakaknya, Evan.


"Kau lihat, putra kecilmu sekarang sudah semakin hebat. Kakinya bergerak lincah menghindari sabetan pedang dari Evan." Margareth berdiri di sisi sang suami. Mereka tersenyum bahagia melihat mereka sudah tumbuh semakin besar dan semakin kuat.


"Ya, mereka putra-putraku. Dan yang lebih hebat adalah dirimu. Kau melahirkan para pejuang tangguh." Puji sang suami mencium kening istrinya.


"Ya, dan mereka memiliki Ayah yang kuat, Tapi sering mengeluh karena mereka lebih hebat." Ledek Margareth pada Charles.


Ia sudah hafal dengan watak suaminya, Laki-laki itu tidak suka di kalahkan. Tapi, dia sudah kalah sejak putra-putranya tumbuh dewasa. Mereka menurun bakat Ayahnya dalam seni bela diri.


Emilio dan Evan sangat pandai dalam pedang dan hebat dalam menembak. Sedangkan Jasper, ia ahli dalam strategi. Delwyn, ia hebat dalam pertarungan jarak dekat, Ia lincah dan cepat. Untuk Leonel, ia masih ikut-ikut apa yang di lakukan Kakaknya. Tapi, putra kecilnya itu juga punya bakat dalam bela diri.


"Aku tak ingin putriku melihat ini terlalu lama. Aku tak mau jika nanti ia terlibat dalam dunia kakaknya," Charles duduk di bangku taman memandangi wajah mungil putri kecilnya.


"Mungkin nanti malam kau harus membicarakan ini dengan anak-anak. Kau tahu, kita butuh bantuan mereka." Charles mengangguki apa yang di katakan istrinya.


"Ya aku tahu itu. Kemarin Mike menemukan adanya peretasan dalam sistem pengawasan di rumah ini. Aku khawatir jika rumah ini mulai di ganggu. Setidaknya akan ku perkuat sistem keamanan dalam rumah."

__ADS_1


Sebenarnya itu bukan masalah sepele, karena jika keamanan yang sangat ketat saja bisa di tembus, maka berarti mereka siapapun itu lebih kuat dari dirinya.


Margareth mengusap tangan Charles, Ia tahu laki-laki di sampingnya ini pasti punya banyak tekanan dari luar. Mereka adalah pendiri perusahaan khusus keamanan terkuat di Eropa. Tapi bukan berarti tidak ada yang lebih kuat. Belum lagi para pencari yang sedang gencar mengumpulkan mutan untuk di jadikan pasukan.


"Mommy, bolehkah aku menggendongnya?" tanya Leonel yang langsung menghampiri orang tuanya.


"Ya, duduklah di sini. Pangku dia, dan duduklah dengan baik." Margareth menarik Leonel duduk di sampingnya.


Menaruh putrinya yang masih terlelap dalam dekapan kakaknya. Leonel sangat berhati-hati, ia takut menyakiti badan kecil adiknya.


"Kemana perginya Evan?" tanya Charles mencari keberadaan putranya.


"Dia lelah, ingin mandi. Kau tau dia tidak suka kotor," ujar leonel lancar.


"Yah, dia bertingkah seperti seorang putri." ledek Charles, toh putranya itu tidak sedang ada di sini. Dia bebas meledek.


"Jika dia mendengarnya, pasti saat ini lukisanmu sudah di rusak oleh pedangnya," sahut Leonel dengan masih memandang wajah adik kecilnya.


Margareth menyembunyikan tawanya, suaminya ini sangat takut jika lukisan mahalnya lecet. Dan putra-putranya tahu itu. Mereka akan mengancam merusak lukisan Ayahnya, dan Charles hanya akan mendengus dengan wajah tertekuk kesal.


"Hallo Mommy, Daddy. Hai, Leonel kau jadi kakak yang baik Hem? Sapa Illona pada mereka, ia datang bersama Emilio kekasihnya.


"Kau baru saja tiba. Kemari duduklah di sini." Ajak Margareth pada calon menantunya.


"Ya terimakasih Mom." Illona tersenyum, menyambut uluran tangan Margareth.


"Kalian baru pulang dari kantor pusat?" tanya Charles pada keduanya.


"Iya, banyak berkas menumpuk yang harus di selesaikan. Aku besok akan berangkat tugas di pangkalan. Banyak kericuhan di sana setelah kejadian penyerangan mutan dua hari lalu." Jawab Emilio duduk di kursi dekat Daddy-nya.


"Ya, aku juga akan merencanakan latihan khusus untuk anggota khusus nantinya." Emilio menatap fokus pada gadis cantik di depannya.


"Hei, jaga tatapanmu tuan." Tegur Margareth meledek putranya.


Illona hanya tersenyum, mereka baru dekat enam bulan lalu. Dan mereka berencana membawa hubungan yang lebih serius.


"Boleh aku menyentuhnya?" tanya Illona pada Margareth.


"Ya, tentu!"


Awalnya Illona hanya menyentuh Seperti biasa namun semakin lama wajahnya semakin pucat. Tangannya membeku menggenggam tangan kecil Samantha.


"Hei kau kenapa?" tanya Emilio panik.


Illona menoleh padanya, Ia mengalihkan tatapan pada Charles dan Margareth. Margareth yang mengerti ada keanehan langsung menggendong putri kecilnya. Menyuruh yang lain untuk mengikutinya ke dalam.


..........


Sekarang mereka telah berkumpul dalam satu ruangan kedap suara. Ada Charles, Margareth serta kelima putranya. Ada pula Illona yang berdiri di dekat sang kekasih. Samantha ada di box bayi dekat orangtuanya.


Suasana tegang terjalin karena mereka tau pasti ada masalah saat harus di kumpulkan dalam ruangan seperti ini.


"Kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Margareth pada Illona yang masih berwajah pucat.


Illona menengok ke arah laki-laki di sampingnya. Emilio menggenggam erat tangan Illona memberikan dukungan.

__ADS_1


"Aku seorang mutan, Aku bisa melihat masa depan, dengan menyentuh orang tersebut," ujar Illona dengan sedikit takut.


Butuh keberanian besar untuk mengakui dirinya sebagai mutan. karena di luar sana sedang ada perselisihan antara manusia dan mutan. Di tambah, ia mengambil resiko di anggap aneh atau di anggap sebagai ancaman.


Margareth terkejut pada awalnya, tapi ia menghargai Illona yang mau jujur pada keluarganya.


"Lalu, apa yang membuatmu terkejut saat menyentuh Samantha? kau melihat sesuatu?" tanya Charles tahap basa-basi.


"Ya, ada darah di mana-mana. Samantha berdiri di antara mereka. Aku tidak melihat jelas mereka itu siapa. Tapi mereka asing, dan mereka juga seorang mutan. Tidak! bukan hanya beberapa tapi sangat banyak mutan." Jelas Illona dengan apa yang di lihatnya.


Mereka semua diam mencerna apa yang di ucapkan Illona. Namun, Charles dan Margareth mengerti. Mereka saling memandang untuk waktu yang lama, sebelum mengambil napas panjang, bersiap untuk mengatakan pada para putra mereka. Sudah saatnya mereka tahu.


"Okey karena situasinya sudah berkembang hingga Seperti ini, ada yang ingin Mommy beritahukan pada kalian. Tapi janji untuk tidak membicarakan ini setelah kita keluar dari ruangan ini!" ucap Charles tegas pada putra-putranya.


Mereka menunggu sang ibu membuka suara. Pengakuan Illona saja sudah membuat mereka terkejut. Mereka tak menyangka jika mutan ada dekat di sekitar mereka. Dan kejutan utama masih tersimpan rapat pada Mommy mereka.


"Mommy tau kalian sangat tangguh, Mommy ingin meminta tolong pada kalian. Mommy ingin meminta kalian untuk menjaga Samantha setelah tau kebenarannya." Margareth menjeda ucapannya. Menatap tajam pada wajah putra-putranya.


"Mommy juga seorang mutan pada awalnya. Tapi kekuatan Mommy sangat lemah. Bukan kekuatan untuk menyerang atau melindungi diri. Mommy punya kekuatan penyembuh. Dan sangat lemah sehingga hanya bisa menyembuhkan diri sendiri." Mereka menatap Mommy mereka terkejut.


Bagaimana bisa mereka baru tahu jika Mommy mereka punya kekuatan seperti itu. Terutama Emilio, dia sudah terkejut dengan pengakuan Illona dan makin terkejut dengan pengakuan Mommy nya.


"Lalu, Samantha juga?" Tanya Jasper, ia mulai paham dengan situasi yang terjadi.


"Ya, Samantha punya kekuatan penyembuh lebih hebat," jawab Charles.


"Waw, Samantha kecil juga seorang mutan?" Suara Leonel menarik perhatian mereka.


"Kalian tau jika Kekuatan penyembuh sangat di cari oleh para pencari. Dan Mommy ingin kalian membantu Mommy melindungi adik kalian. Situasi di luar sedang kacau, dan kondisi mutan yang dianggap aneh di kalangan masyarakat juga menjadi alasan utama untuk menyembunyikan ini." Margareth menatap mereka mencari jawaban atas permintaannya.


"Kalian punya sesuatu untuk di tanyakan?" tanya Charles pada putra-putranya.


"Ya, bukankah kita juga pihak yang ikut membantu melindungi manusia dari serangan mutan? lalu kita menyembunyikan mutan dalam rumah kita?" tanya Jasper to the poin


"Apa kau ingin menyerahkan adikmu pada mereka? lalu membiarkan mereka mengendalikannya untuk kejahatan?" tanya Charles marah.


Tangannya sudah mengepal, ingin menghajar Jasper yang seakan membenci adiknya. Tapi untung segera di tahan oleh Evan.


"Tenanglah, kita bicarakan ini untuk mencari solusinya. okey?" tanya Emilio pada mereka semua. Menatap mereka agar mengendalikannya emosi masing-masing.


"Jadi, bagaimana bisa Mommy seorang mutan?" tanya Leonel penasaran.


"Mommy mendapatkannya dari kakek. Karena menikah dengan manusia biasa, Kekuatan Mommy juga tidak lagi kuat. Dan kalian tidak mewarisinya tapi Samantha mewarisi, Dan kekuatannya lebih kuat dari Mommy." Jelas Margareth.


"Samantha juga tidak hanya punya kekuatan penyembuh, tapi ada Kekuatan istimewa lain yang belum di ketahui. Maukah kalian membantu kami menjaganya?" tanya Margareth penuh harap.


"Samantha adalah adikku, jelas aku akan melindunginya." Jawab Emilio mantap.


Evan dan Leonel mengangguk menyetujui jawaban kakak tertuanya itu.


Delwyn awalnya ragu karena dari apa yang mereka dengar mutan itu jahat. Tapi setelah melihat raut sedih Mommy nya ia jadi yakin, bagaimanapun Samantha adalah bagian dari keluarganya.


Terakhir Jasper, ia menatap Daddy-nya yang dengan santai juga sedang menatapnya. Ia akhirnya mengangguk tersenyum ke arah Mommy-nya. Mereka keluarga dan akan saling menjaga.


Keputusan telah di buat, Margareth jadi lega. Setidaknya akan ada kakak-kakaknya nanti yang akan melindungi ketika Samantha butuh perlindungan.

__ADS_1


__ADS_2