Lost Princess

Lost Princess
Escape


__ADS_3

Mr. Riz menyuruh Samantha lebih dulu menuju ke tempat yang telah ditetapkan. Dia memilih untuk membantu Brian menghadapi para mutan yang juga semakin banyak mengepung gedung itu.


Meski ada mutan pelindung khusus yang membantu Brian, tapi terlalu banyak jika tidak ada kiriman bantuan.


Mereka tak menyangka jika musuh bisa mengetahui secepat itu rencana kedatangan mereka.


Sekarang bagaimana cara Samantha dan Sky keluar dari sana?


Tentu saja Mr. Riz sudah menyiapkan jalan keluar dari gedung, melewati saluran udara yang berada di ruangan rahasianya. Samantha awalnya menyuruh Mr. Riz dan Sky yang lebih dulu pergi, akan tetapi Mr. Riz memilih sesuai dengan skenarionya.


Para mutan itu tak mencari Samantha dan Sky, karena target incaran sesungguhnya adalah Mr. Riz, akan tetapi tetap saja mereka berdua tidak boleh tertangkap. Jika mereka tahu jika Samantha adalah gadis yang selama ini dicari oleh Rosgard, bisa sulit untuk keduanya kembali ke House of Talent.


Sekarang Samantha dan Sky sudah sampai di ujung lubang saluran udara. Terlalu banyak mutan di luar sehingga sulit bagi Samantha untuk menyelinap keluar dari lubang kecil itu.


"Tetap di sini hingga aku kembali mengerti?!" Sky mengangguk patuh dengan tangan yang masih dipegang erat oleh Samantha.


Samantha perlahan keluar dan menempel pada dinding karena terlihat beberapa masih berkeliling di sekitar. Untungnya lubang itu sedikit tertutup tumbuhan yang memang sengaja ditanam untuk tujuan itu.


Samantha menatap Sky sekilas memastikan jika anak itu menuruti perintahnya. Kakinya melangkah dengan senjata yang sudah terisi peluru dengan bahan khusus untuk melumpuhkan mutan. Beberapa mutan memang anti terhadap peluru biasa, itulah sebabnya butuh senjata khusus pula untuk melumpuhkan mereka.


Meski Samantha hanya seorang penyembuh tanpa kekuatan penyerangan, tapi ingatan fotografis dapat membantunya menentukan posisi pasti setiap sudut gedung bagian luar.


Beberapa manusia berlalu lalang dan tak mengetahui jika banyak mutan tersebar di sekitar situ. Dan akan terjadi baku tembak yang jelas melibatkan berbagai kekuatan.


Samantha tidak bisa menghadapi semuanya, dia hanya bisa menyerang mutan yang berada tidak jauh dari posisi lubang tempat Sky masih bersembunyi.

__ADS_1


Dor dor for


Tiga tembakan melumpuhkan dua orang yang berjaga mengahadap ke arah pintu keluar. Tembakannya memang tak mengeluarkan suara keras, tapi tetap saja itu membuat mutan lain jadi mengetahui jika ada serangan ketika temannya tiba-tiba terkapar.


Samantha berlari menuju tempat yang menurutnya menguntungkan untuk bersembunyi dan menembak secara bersamaan. Mereka mengejarnya namun berkat alat yang di berikan Sage, peluru itu terpental oleh tameng tak terlihat melalui benda terbang di belakang Samantha.


Kilatan cahaya petir menyambar dari belakangnya. Samantha sedikit terhuyung kemudian bersembunyi di balik tembok. Melalui benda terbang itu Samantha dapat mengetahui melalui kacamatanya jika kekuatan mereka bukan hanya elemen dasar, tapi ada kekuatan kuat lainnya.


Baku tembak masih terus terjadi hingga Samantha tertembak di bagian bahunya. Dan lawan hanya tertinggal dua orang saja yang masih terus menyerangnya dengan kekuatan mereka. Payahnya pihak musuh memiliki kekuatan Telekinesis sehingga Samantha sedikit kesulitan.


Lawan tak perlu mendekatinya untuk menyerangnya, cukup menyerang dengan senjatanya melalui pikiran. Pisau tertancap di perut Samantha. Meski dia sudah melalui latihan keras dan telah cukup cepat juga lincah menghindari serangan, juga dengan sesekali menyerang balik musuh, tetap saja lawannya adalah mutan dengan kekuatan penyerangan.


Samantha sedikit lega ketika berhasil melukai musuh dengan senjata kejut listrik yang di lemparkanya. Seperti panah kecil dengan racun penghancur saraf. Samantha ahli dalam hal itu. Setidaknya itu bisa memberinya istirahat sebentar. Tentu saja itu hanya melukai lawan, bukan membunuhnya.


Samantha mulai menyembuhkan diri di bagian pundaknya yang terasa nyeri. Peluru dia keluarkan dari badannya hingga bibirnya sedikit bergetar menahan sakit, meskipun itu sangat menyakitkan, tapi dia tidak akan bisa menyembuhkan dirinya jika peluru tidak di keluarkan. Belum juga dia pulih dari proses penyembuhan, musuh sudah menyerang kembali.


Memegang erat pistol di tangannya. Samantha mengalihkan perhatian dengan mengarahkan salah satu benda kecil terbang menjauh ke arah kerumunan manusia yang berlarian mencoba menjauh dari lokasi, musuh pasti akan mengira jika Samantha sedang mencoba mencari jalan keluar.


Bukan hal mudah juga karena mutan itu tidak mudah tertipu. Dia terlatih dan mahir dalam peperangan. Samantha dengan segala keyakinannya keluar dari balik tembok dan menyerang langsung dengan tameng dari salah satu benda terbang.


Musuh tumbang di menit terakhir, juga tepat ketika api meluncur cepat memecahkan tameng Samantha. Keduanya terjatuh dengan luka parah hingga Samantha menggeram karena kulit bagian depannya sedikit terbakar. Bajunya bahkan tidak menutupi badannya dengan benar karena api itu terlalu kuat hingga menghanguskan bajunya.


Samantha menutupi bagian depan badannya dengan tangan, untung saja masih ada lapisan bagian dalam yang tidak terbakar habis. Sial, bahkan bagian depan kulitnya terasa sangat terbakar. Samantha Bangkit berdiri dengan baju yang berlubang di bagian depan. Dia berlari menghampiri Sky di lubang saluran udara.


Sky sedikit terkejut melihat keadaan Samantha. Bahkan bukan hanya badan bagian depan, pipi dan dagunya juga sedikit terkena efek dari serangan terakhir tadi. Untung bakat penyembuhannya membuatnya tak perlu khawatir akan luka itu.

__ADS_1


Namun, pisau di perutnya masih menancap hingga banyak darah keluar dari perutnya. Samantha harus menarik pisau itu, agar tubuhnya bisa segera melakukan penyembuhan pada luka di perutnya.


Masalahnya itu terlalu menyakitkan. Samantha segera membantu Sky keluar dan segera pergi dari sana dengan tertatih. Sky yang biasanya berwajah datar kini menunjukkan wajah khawatir melihat gadis cantik di sebelahnya terus berlari dengan sedikit meringis sakit ketika langkahnya terlalu cepat.


"Kau harus menyembuhkan diri dulu!" Sky berbicara dengan suara sedikit bergetar, bagaimanapun dia masihlah anak-anak yang pasti takut ketika melihat adegan seperti tadi.


"Tak apa, kita harus segera pergi. Coba berlari lebih cepat, aku tidak bisa menggendongmu." Sky sudah mencoba dengan sekuat tenaga untuk mengimbangi langkah Samantha. Meski terluka, tetap saja langkahnya masih sangat cepat di bandingkan kaki kecilnya.


Sky tidak bisa terbang karena itu akan sangat mencolok. Saat ini saja beberapa orang melihat mereka takut. Karena Samantha tampak seperti habis terkena bom, dengan baju berlubang dengan jejak hangus dan jelas pisau yang menancap itu sungguh pemandangan yang mengerikan.


Darah yang tercecer meninggalkan jejak bagi mutan yang masih mengajar. Mungkin setelah beberapa menit, mutan lain menyadari jika beberapa temannya telah tewas di pelataran gedung.


Samantha sudah tak kuat lagi. Dia harus segera mengeluarkan pisau itu. Sambil masih melangkahkan kakinya cepat, matanya mencari tempat di mana ia bisa bersembunyi terlebih dahulu.


Sky juga mulai nampak kelelahan. Saat ini mereka memasuki gang sempit antar gedung. Menembus ke sisi jalan lainnya. Beberapa orang masih memperhatikannya. Samantha tak lagi perduli, saat ini lebih penting untuk bersembunyi terlebih dahulu.


Pasti sebentar lagi para mutan ataupun polisi akan menemukan mereka. Kekuatan mutan penyerang sangat menakutkan. Samantha sudah mengeluarkan segala usaha dan energinya untuk pertarungan tadi. Meskipun berhasil lolos, nyatanya dia hampir mati. Kini tubuhnya juga terasa remuk redam dengan rasa perih di perutnya.


_____________


hallo readers Samantha.


akhirnya bisa update


Jan lupa favorit, dan tinggalkan jejak ya ...

__ADS_1


happy reading guys 😍


__ADS_2