
"Ada apa sayang? kau membuat Mommy takut!" tanya Margareth menarik lengan putranya agar duduk di sisinya.
Leon langsung memeluk erat Mommynya, dia tidak tahu harus memulai dari mana, perasannya terlalu kacau hingga rasanya sulit untuk mengungkapkannya. Sedikit isakan keluar dari bibirnya.
Emilio memandang adiknya khawatir, Leon tak pernah menunjukkan secara langsung emosinya seperti ini. Adiknya itu lebih banyak memendam perasaannya. Jadi, apa yang membuat Leon tiba-tiba begitu emosional.
Margareth yang memang lebih dekat dengan Leon juga tak mengerti, kenapa putranya tiba-tiba menangis dalam pelukannya. Matanya menatap putranya yang lain, berharap mendapatkan jawaban.
Hingga tangis Leon mereda, dia menatap ibunya dalam. Senyumnya terukir jelas hingga terlihat kontras dengan mata merahnya.
"Berhenti membuatku kesal, Leon!" Teriak Delwyn yang sudah tidak sabar.
"Kita sudah sangat dekat dengannya mom, kita mungkin akan bertemu dengannya sebentar lagi." Leon mengatakan itu penuh harap.
Ya, dia berharap jika kali ini takdir tidak lagi mempermainkannya. Dia awalnya pesimis, tapi mulai saat ini dia berjanji akan berusaha agar harapan itu tidak menghilang.
"Siapa? Kau menemukan keberadaan Jasper?" Margareth memegang tangan putranya, dia tahu jika Leon sedang sedikit gelisah.
"Neil, dia telah bertemu dengan Sam. Dia benar-benar berada dekat dengannya mom!" Leon masih mengatakannya dengan emosi yang meledak-ledak.
Dari semua orang, Leon adalah yang paling terluka atas menghilangnya Samantha, adik kecilnya. Dia hampir gila karena tak bisa menerima kenyataan itu.
Neil menunduk, dia memang tak mengerti apa yang terjadi pada unclenya, tapi begitu nama Sam di sebutkan. Dia jadi menunduk takut, ternyata dia tidak bisa menyembunyikan apapun. Neil sedikit khawatir jika nanti orang-orang akan mengejar gadis itu. Karena Neil merasa jika gadis mutan itu adalah orang baik. Tidak seperti mutan yang di ceritakan banyak orang.
"Sayang, siapa yang tadi membawa mobil Leon dan menculikmu? Dia mutan?" tanya Illona dengan jantung yang berdegup kencang.
Illona merindukan gadis kecil yang dulu sering bersikap manja dengannya. Dia selalu bermimpi tentang Samantha ketika rindu akan kehadirannya. Illona sudah menyayangi gadis kecil yang dulu selalu di gendongnya dari kecil. Illona juga seorang mutan, tapi putranya belum mengetahui itu.
__ADS_1
Neil mengangguk, dia sepertinya tidak bisa membohongi keluarga Windson. Keluarganya adalah bangsawan dengan tingkat kecerdasan tinggi. Mana bisa dia berbohong di hadapan mereka.
"Sam, dia tidak bermaksud menculikku. Dia hanya ingin pergi dari kejaran orang jahat!" Neil berusaha membela gadis mutan yang ditemuinya tadi.
Tanpa terduga, ibunya malah memberinya pelukan erat. Jadi, apa sekarang? Neil tak mengerti kenapa semua orang menghela nafas lega.
"Bagaimana kau mengetahui namanya? Apa dia cantik? Apa dia tumbuh tinggi?" Leon menghampiri Neil dan berjongkok di depannya.
Semua juga ingin tahu, seperti apa Samantha saat ini. Margareth yang pernah bertemu dalam mimpinya juga masih penasaran.
"Bagaimana kau tahu jika itu Samantha?" Emilio mengajukan pertanyaan pada Leon.
"Aku menemukan banyak darah di mobil. Saat aku melihat jika Neil tidak terluka, aku jadi ingin tahu siapa pelakunya. Karena dia tidak berniat mencuri apapun atau menculik Neil."
Neil mulai mengerti saat papanya menyebutkan nama Samantha. Dia cukup cerdas untuk menghubungkan rentetan kejadian. Jadi, kenapa unclenya Leon begitu gelisah karena gadis yang ditemuinya tadi adalah bibinya yang hilang!
"Mutan itu seorang penyembuh, itu bukan hal aneh jika dia tidak melukai Neil. Tapi aku menemukan hal lain pada sel darahnya. Entah kenapa aku ingin mengecek kecocokan DNA Samantha dengan darah itu. Hasilnya membuatku sempat berhenti bernafas, Samantha kita ada di sini," lanjut Leon memeluk keponakannya.
Semua keluarga Windson memiliki DNA yang tercatat ketika dia lahir, itu disimpan dalam tabung khusus. Kecanggihan teknologi membuat semuanya lebih mudah, Leon hanya perlu mengindentifikasi melalui tab kecil yang dibuat oleh Delwyn.
Semua orang ikut bahagia. Gadis kecil keluarga Windson, pasti akan sangat cantik sekali. Neil menceritakan, jika dia sempat melihat kalung yang sama dengan milik mereka di leher gadis itu. Pernyataan dari Neil cukup meyakinkan semuanya jika itu benar-benar Samantha.
Sayang sekali mereka tidak sempat bertemu. Jika saja Leon lebih cepat datang ke tempat itu. Sesuatu yang paling disesali oleh Leon. Sama halnya dengan Leon, Neil menyesal karena tidak mengetahui kebenarannya lebih awal.
"Hei, apa dia cantik?" tanya Leon lagi setelah semua orang mulai sibuk dengan urusan masing-masing menyisakan keduanya dalam ruangan.
"Dia cantik, dan sangat kuat!" Masih terbayang dibenaknya ketika Sam menyabut pisau dalam keadaan lemah dan tetap melakukannya. Neil tidak menceritakan jika Samantha terluka karena tidak ingin merusak kebahagiaan mereka, toh sepertinya Sam bisa menyembuhkan diri dengan cepat.
__ADS_1
Senyum lemah gadis itu masih teringat jelas dalam ingatannya, karena Sam adalah wanita terkuat yang pernah dilihatnya.
Ketika keluarga Windson merasa lega, berbeda dengan Xavier yang sedang cemas. Raut tegang diwajahnya menbuat orang yang melihatnya jadi ketakutan.
Xavier pulang dari misi, kemudian mendapatkan kabar buruk yang membuatnya pusing. Bagaimana bisa Samantha menghilang?
Dari apa yang didengarnya, saat Brian dan Mr. Riz sampai di tempat pertemuan. Hanya ada Sky yang sendirian tergeletak tak sadarkan diri. Kemana Samantha?
Brian tak kalah pusing karena catatan yang ditinggalkan di dekat Sky menunjukkan jika itu adalah tulisan Mars. Xavier sudah mengidentifikasi tulisan tangan itu memang milik Mars.
Mars menghilang bersama dengan Archer dalam sebuah misi, tapi mereka tak pernah bisa ditemukan. Salah satu tujuan mereka menjemput Mr. Riz adalah untuk menemukan keduanya, tapi kini malah Samantha ikut menghilang.
Xavier sangat marah, karena tak mengerti apa yang sedang dilakukan Mars, apa rencananya? Samantha tidak boleh jatuh ke tangan Rosgard. Mereka saat ini terlibat banyak pertempuran juga salah satunya merebutkan Samantha. Kini Samantha menghilang, itu cukup untuk membuat Xavier kalang kabut.
"Kau seharusnya bisa melacaknya bukan?" tanya Xavier pada Mr. Riz tanpa ekspresi.
"Ada kekuatan yang melingkupi tempat itu. Tidak bisa terdeteksi ada aura mutan. Saat aku mejamkan inderaku hanya tercium aroma Sky, bahkan jejak Samantha juga benar-benar menghilang.
Dia menyesali membiarkan Samantha ikut dalam misi. Awalnya dia tak mengira jika misi penjemputan akan berubah jadi misi penyelamatan. Dia telah salah dalam mengambil keputusan. Xavier mengikutkan Samantha dalam misi, karena gadis itu mulai mempertanyakan dirinya. Mengurungnya dalam perlindungan juga tak akan membuatnya lebih baik, tapi kini semuanya jadi rumit dalam sekejap.
Rosgard tidak berhenti membuat kekacauan. Manusia juga terus melawan, dan Xavier tentu terlibat ke dalamnya.
_____________
Mohon dukungannya untuk Samantha.
Like nya jangan lupa dan beri aku komentar 😉
__ADS_1
Happy reading geez ❤