Lost Princess

Lost Princess
Unconscious


__ADS_3

Archer masih berdiri di sisi ranjang, Samantha masih nyaman berbaring di atas sana padahal sudah dua hari semenjak kepulangannya. Samantha di temukan tak sadarkan diri didalam sebuah hotel, yang saat ditelusuri tidak ditemukan nama pemesan kamar ataupun tidak meninggalkan jejak dicctv hotel tersebut.


Saat ini, Xorn juga bingung dengan kondisi Sam yang sebenarnya baik-baik saja, namun tak kunjung bangun. Xavier juga melihat tak ada luka luar maupun luka dalam yang terdeteksi, namun saat ini Samantha dalam kondisi koma. Otaknya baik-baik saja namun tubuhnya tak merespon untuk sadar. Kondisi ini cukup membuat Archer kelimpungan. Xavier tetap mengawasi perkembangan Samantha, beberapa dokter juga terus memantau putri tidur yang tak kunjung mau bangun itu.


Sama halnya dengan Archer, Mars begitu frustasi karena sahabat kecilnya itu tak kunjung bangun. Dia hanya bisa melihat dari kaca luar, karena Archer tak mengijinkan siapapun masuk kecuali ahli medis. Malangnya ia hanya bisa menatap dari kejauhan tanpa bisa menyentuh tangannya.


Mars menatap pada gadis cantik yang masih nyaman dalam tidurnya. Menurut Xorn, Samantha sedang berjalan-jalan dalam alam bawah sadarnya. Kondisinya ini pasti disebabkan oleh sesuatu, Xavier mencurigai adanya tindakan paksa dalam ingatannya hingga Samantha belum bisa keluar dari alam bawah sadarnya. Entah apa yang membuat Samantha seperti ini, Archer sangat marah terhadap apa yang terjadi pada Samantha.


Dia bisa melihat jika Archer sedang menggenggam erat tangan Samantha. Sama seperti dirinya, Mars mengerti yang di rasakan pelatihnya itu. Dia sangat ingin bisa menatap wajah itu dari dekat, ia sudah menahan rindu berhari-hari dan sekarang hanya bisa melihatnya terbaring dari jauh.


Archer mengetahui jika Mars, laki-laki itu selalu datang untuk melihat Samantha. Ia menoleh kearah laki-laki dibalik dinding kaca. Memberi anggukan, yang langsung dimengerti oleh Mars, laki-laki itu berlari kepintu masuk ruangan tersebut.


Langsung menggapai tangan mungil yang biasanya sangat jail. Tersenyum miris nan rindu pada wajah damai yang seakan sedang bermimpi indah. Raut wajahnya berubah sebdu, kedua laki-laki berwajah datar itu menunjukkan sisi lemahnya. Bahkan mereka berdamai setelah perang dingin yang dilakukan keduanya setelah duel waktu itu.


“Kau memimpikan apa hingga tak mau bangun?” tanya Mars sangat penasaran dan kesal.


“Mungkin berkeliling naik kereta, atau berseluncur di danau es yang tipis, atau makan mie pedas di Korea!” Archer mengucapkan dengan wajah datarnya, tapi yang dikatakan oleh Archer, Mars tau itu adalah ucapan konyol khas Samantha.


Samantha sering mengoceh, jika ia ingin suatu saat nanti bisa berkeliling naik kereta tanpa takut ketahuan jika ia seorang mutan, atau berseluncur di danau es yang sangat tipis seperti difilm Masha and the bear, atau yang paling konyol dan sangat menyentuh adalah ingin makan mie pedas di Korea seperti di film romantis yang sering di tonton nya. Untuk yang terakhir, Samantha ingin melakukannya bersama Archer suatu hari nanti.


Semua tahu jika Archer tak menyukai pedas, dan keinginan Samantha itu untuk meledek Archer ketika sedang kesal dengan Archer. Sialnya apa yang Archer ucapkan menambah kerinduan keduanya pada putri tidur itu.


“Kau tahu dia begitu menyukaimu!” tukas Mars dengan nada sedikit iri.


“Aku tahu, aku favoritnya!” balas Archer songong.


Keduanya tahu jika maksud dari kata suka adalah Samantha sangat menyayangi Archer layaknya orang tua atau sebagai kakak. Archer adalah laki-laki protektif yang sungguh menyebalkan bagi Mars.


“Apakah ini perbuatan Rosgard? Kau tahu para mutan yang beberapa hari lalu memenuhi pemberitaan kini bagai hilang ditelan bumi begitu Samantha pulang! Apakah ini seperti pengalihan?”


“Tidak! Jika itu Rosgard maka Samantha tak akan lagi pulang kesini!” jawab Archer mantap.

__ADS_1


“Apa kau yakin ia tak mengambil apapun, maksudku kenapa Samantha tak kunjung bangun?” Mars tak yakin dengan kondisi Samantha saat ini, ia bahkan mencurigai Xavier sedang menyembunyikan kondisi sebenarnya dari putri tidur didepannya ini.


“Entahlah! Tapi aku yakin Samantha akan bangun dan bisa latihan lagi bersamamu! Kau mungkin harus menenangkan pikiranmu!” Archer bermaksud mengusir Mars dari ruangan itu, Mars mengerti.


Ia keluar dari ruangan itu dengan langkah cepat, ia bahkan tak sengaja menabrak beberapa anggota medis yang membawa beberapa jamur dari hasil penelitian dari ruang lab. Saat ini mereka sedang menggunakan objek jamur untuk penelitian mereka. Harusnya Samantha masuk ke kelas penelitian, namun gadis itu memilih sesuatu yang dilakukan diluar.


Archer ditunjuk oleh Xavier sebagai pembimbing dari usia Samantha lima tahun, dan memahami jika Samantha menyukai kebebasan. Samantha memimpikan jika suatu saat nanti mutan dan manusia bisa hidup berdampingan tanpa adanya pertikaian.


Bagitu Mars keluar dari ruangan, Archer dapat merasakan jika jari yang digenggamnya sedikit bergerak. Ia memberitahukan hal itu pada Xorn, dan langsung dilakukan observasi lebih jauh.


“Sepertinya Samantha bisa mendengar interaksi kita, namun dirinya terjebak dalam alam bawah sadarnya,” jelas Xorn pada Xavier dan juga Archer berserta tim medis yang menangani Samantha.


“Pemicu, mungkinkah jika aku bisa masuk ke pikirannya dan menyuruhnya bangun?!” pertanyaan Xavier juga merupakan pernyataan yang menurutnya bisa dilakukan.


Ia langsung memfokuskan pikirannya untuk bertelepati pada Samantha. Dia tidak mendapatkan respon dari Samantha, namun gerakan kecil pada jari Samantha menunjukkan jika gadis itu bisa mendengarnya.


“Samantha.”


Samantha berhenti menolehkan wajahnya pada Padang rumput yang dihiasi berbagai bunga cantik tumbuh subur disana. Ia tersenyum dan melanjutkan langkahnya mengejar suara itu. Hingga sampai di ujung jurang ia berhenti dan memundurkan langkahnya.


Samantha bimbang, haruskah ia terjun kedalam jurang. Tapi, Samantha sangat rindu Archer dan Mars, ia ingin pulang sekarang.


“Kita akan bertemu lagi sayang!” ujar suara lembut seseorang yang selama ini menemaninya.


Samantha memeluk orang itu, dia adalah Mommy-nya. Samantha mengerti ini hanya ilusi, namun ia menyukai kebersamaan bersama ibunya meski hanya sebuah ilusi. Samantha menyadari ilusi tersebut karena tidak ada Daddy dan kakak-kakaknya, hanya ada dia dan Mommy-nya.


“I Miss u so much, mom!” memeluk sosok itu lebih erat.


“Kau tahu jika Mommy juga merindukanmu!” pelukan hangat itu terlepas, Mommy-nya mendorong seakan menyuruhnya untuk pergi.


Samantha mengangguk, ia mendekati jurang. Menengok lagi sekilas dan memberikan senyum terakhirnya pada sang Mommy.

__ADS_1


Memejamkan matanya dan merentangkan tangannya lalu melangkahkan sebelah kakinya di udara. Ia merasakan jika badannya melayang, matanya terbuka melihat Mommy-nya sedang tersenyum kearahnya diatas sana. Ia membiarkan badannya terhempas angin bagai kertas.


Margareth bangun dari tidurnya, ia mengalami mimpi yang begitu indah. Ia bisa bertemu putrinya dan melihat wajah seorang gadis cantik yang sangat begitu ia rindukan dan nantikan. Duduk lalu menyibakkan selimutnya, ia berdiri kearah balkon. Setelah sekian lama ia tersayat rindu, baru kali ini ia merasakan mimpi indah yang membuat sesak di dadanya menghilang.


“Hei, kau tersenyum indah pagi ini? Apakah aku melewatkan sesuatu?”bisik seseorang yang memeluk pinggangnya erat dari belakang.


“Ya, aku sangat bahagia!” jawab Margareth pada suaminya, ia berbalik dan balas memeluk suaminya erat.


Charles yang tak mengerti apa yang membuat istrinya bisa tersenyum begitu indah setelah sekian lama senyum itu tak dilihatnya setelah menghilangnya sang putri.


“Aku memeluknya Charles! Bahkan aku bisa menyentuh wajah cantik Putri kita, dia tumbuh begitu cantik, matanya seperti Evan dan bibirnya mungil seperti Leonel. Dan yang akan membuatmu senang, matanya sepertimu sayang!” Charles mengerutkan keningnya mendengar racauan sang istri.


“Kau tidak percaya?” tanya Margareth dengan wajah sedikit kesal.


Charles tak menjawab, tapi jika itu benar maka ia ikut bahagia. Istrinya pasti sangat bahagia hingga wajahnya kini terlihat bercahaya, wajah pucatnya tak lagi terlihat. Charles mengangguk, ia bersyukur karena setidaknya istrinya bisa melihat sang putri meski dalam mimpi.


Entah bagaimana Elgan membuatnya, tapi ilusi itu seperti dunia mimpi yang nyata, karena mereka benar-benar bertemu dalam alam bawah sadar. Margareth langsung menceritakan apa yang dialaminya saat sarapan di meja makan. Pagi itu menjadi pagi yang cukup tidak biasa, karena Margareth terlihat begitu bahagia menceritakan mimpinya.


“Apakah grandma sedang mendongeng?” tanyanya pada Leonel.


“Bisa jadi itu mimpi yang nyata,” jawab Leonel pelan ditelinga keponakannya itu.


“Dari mana kau begitu yakin?” tanyanya lagi.


“Karena aku ingin percaya, dan aku juga berharap bisa bertemu adik kecilku meski hanya dalam mimpi!” ujarnya ikut tersenyum bahagia melihat rona kebahagiaan yang tergambar jelas di wajah Mommy-nya.


__________


**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.


terus ikuti kelanjutan dari novel ini yah

__ADS_1


happy reading 😘**


__ADS_2