Lost Princess

Lost Princess
Break the password


__ADS_3

Didalam ruang laboratorium, Elgan tengah menyiapkan alat untuk melihat bakat yang ada pada Samantha. Karena tidak bisa dilakukan dengan menyerap ingatannya, maka Elgan melakukan tes bakat. Sebenarnya ini dilakukan secara bertahap, namun karena tes ini bersifat rahasia, maka harus dilakukan dengan alat yang akan mengirimkan ilusi ke otak manusia dalam waktu cepat, setidaknya delapan jam.


Ini akan sangat menyakitkan dan cukup berbahaya jika psikis manusia itu tidak kuat terhadap tekanan. Entah apa yang mendasari kepercayaan Elgan pada Samantha, ia yakin jika gadis itu bisa menahan tekanan psikis tersebut.


Samantha saat ini masih ada didalam mansion. Ia hanya sendirian dengan tangan terikat dan mulut yang tertutup kain yang diikatkan pada belakang kepalanya. Karena racun tak berfungsi, Samantha diikat dengan penjagaan cctv. Awalnya racun itu untuk membuat Samantha koma, tapi ternyata gadis itu tak bersaksi terhadap racun.


Samantha merutuki kebodohannya, ia seharusnya menguncikan dirinya dikamar mandi saja tadi, bukannya sok pahlawan dengan membantu pria itu ketika terkena pisaunya. Setelah makan malam, Samantha memang berhasil menusuk Elgan dengan pisau, ketika dia sedang membereskan meja makan. Samantha sangat licik, Elgan tak menyangka jika gadis itu menyiapkan pisau di balik bajunya dan menikam ketika pria itu lengah. Namun, Samantha kurang jahat, ia kembali lagi untuk mengobati pria itu Karena merasa bersalah.


Salahkan saja ketampanan Elgan, pria itu kesakitan dengan wajah tampan. Samantha terlalu naif hingga membantu menyembuhkan penculik yang hampir membunuhnya. Samantha berakhir terikat karena kebodohannya itu.


“Emmmhh!” Samantha mengarahkan wajahnya di kamera cctv dibagian pojok ruangan.


Karena sudah lelah ia menyandarkan punggungnya ditembok, Samantha sedih karena sudah sehari dua malam, tapi belum juga ada yang menemukannya.


Apakah tidak ada yang peduli dengan ketidakadaannya?


Mengabaikan pemikirannya itu, Samantha mengawasi ruangan dengan cahaya remang-remang, melihat ada cermin yang memanjang didekat pintu kamar mandi. Ia bergegas mendekat kearah cermin, menggeser sedikit demi sedikit tubuhnya.


Hingga akhirnya ia berhasil mencapai cermin itu. Dengan gerakan cepat, ia menghantamkan kepalanya pada cermin itu hingga muncul retakan tipis. Namun, kepalanya sudah mengeluarkan darah. Menahan nyeri di kepalanya lalu mengulangi lagi dengan menghantamkan lebih kuat.


Cermin itu pecah berhamburan. Darah segar mengucur di pelipisnya, meski sangat sakit dan pusing, namun nanti luka itu akan sembuh dengan sendirinya. Samantha memutar tubuhnya, ia mengambil pecahan kaca itu dengan tangannya. Dengan gesekan perlahan ia mencoba memutus tali yang mengikat tangannya.


Elgan yang memperhatikan dari layar besar, yang menampilkan kegigihan gadis itu hanya menyunggingkan bibirnya. Ia melanjutkan kegiatannya bersama beberapa orang ahli di bidang fisika.


Samantha sudah sangat berkeringat, ikatannya terlalu kuat hingga mempersempit gerakan tangannya. Mengumpat tertahan karena bibirnya masih tertutup kain.


“Arrrgg!” geram Samantha lelah.


Menjatuhkan cermin ditangannya lalu duduk bersandar pada tembok lagi. Samantha memejamkan matanya beberapa menit, lalu tekatnya kembali lagi. Mengambil pecahan kaca yang lebih tajam dan mengulangi kegiatan menggesek tali. Sebenarnya tinggal sedikit lagi tali itu putus.

__ADS_1


Tak berapa lama ia berhasil, tangannya segera melepas ikatan dikakinya baru melepas tali yang membungkam mulutnya. Setelah terlepas ia segera berdiri dengan tertatih menuju ke kamera pengawas.


“Elgan brengsek!!!” teriaknya puas.


Samantha bergegas ke kamar sebelah, ia ingin mencari sesuatu. Ia memang tidak berniat kabur, karena toh percuma ada banyak anjing diluar yang siap mengoyaknya. Samantha hanya ingin mendapatkan informasi, selagi Elgan sedang tidak ada dimansion.


Kamar itu terlalu rapi, ia tak menemukan apapun. Merebahkan dirinya di ranjang dengan mata tertutup. Samantha mencoba berpikir kemana dokumen penting disimpan. Lalu ia teringat ruang kerja Xavier yang penuh dokumen. Samantha segera berlari mencari ruang kerja Elgan.


Elgan juga penasaran menatap layar monitor, apa yang sebenarnya dicari gadis itu. Ia juga tak menyangka ternyata ia tak bisa meremehkan kegigihan Samantha. Gadis dilayar itu terlihat sedang berkeliling berusaha membuka pintu setiap ruangan. Hingga tiba di pintu bersandi yang adalah ruang bacanya.


Samantha mengotak-atik sandi itu namun gagal, ia pernah diajari memecah sandi, namun entah kenapa itu tidak berhasil. Samantha yakin jika ruangan ini pasti ruangan penting karena hanya pintu ini yang memiliki sandi.


Setelah setengah jam ia masih terus gagal, ingin menyerah namun ia tak ingin melepaskan kesempatan emas untuk mendapatkan informasi. Matanya menelusuri mencari letak kamera cctv. Setelah menemukan ia mendekat kearah cctv.


“Elgan! Apa sandi pintumu itu?!” teriaknya konyol.


Elgan yang melihat dari layar monitor juga mengerutkan keningnya, mana ada pencuri yang bertanya sandi pintu pada pemiliknya seperti gadis dilayar itu. Elgan mengabaikannya lalu mengetes alat itu pada orang yang telah disiapkan. Sungguh ini adalah percobaan ilegal yang pasti harus dimusnahkan. Terlalu berbahaya karena melibatkan percobaan pada manusia.


Samantha menemukan ide dengan mengambil sidik jari Elgan dimeja makan. Tadi ada jejak darah yang pasti tertinggal disana. Dan dari situ ia bisa mengambil sidik jari yang pasti masih ada. Dengan cepat ia mencari kain basah yang lalu ia tempelkan pada jejak tipis jari Elgan yang tak terlihat mata.


Berharap jika jejak itu mau menempel dikain itu. Setelah selesai ia mencari plastik dan kertas, ia pernah melihat ini ditelevisi. Ia berharap adegan dalam film itu tidak melakukan penipuan terhadapnya. Setelah berhasil meniru cara di adegan itu, ia meletakkan pada atas sidik jari. Dan kemudian terdengar suara “klik” setelah sedari tadi selalu terdengar suara “tet”.


Samantha tersenyum bangga, ia segera masuk kedalam ruangan yang terlihat seperti perpustakaan mini. Ada banyak buku tertata rapi didalamnya. Tapi buku-buku disini didominasi dengan buku ilmiah. Samantha berkeliling, dan melihat-lihat hingga pandangannya jatuh di sebuah lukisan.


Samantha selalu merasa tidak asing jika melihat sebuah lukisan, ia mendekati lukisan yang menggambarkan potret sebuah keluarga. Namun wajah ayah dan ibu dalam potret itu tak begitu jelas. Sedangkan wajah anak kecil yang berdiri di tengah-tengah itu mirip dengan Elgan.


“Kau punya keluarga?” tanya Samantha pada lukisan didepannya.


Samantha merasa aneh tiap menyebut kata keluarga, ia punya ingatan yang buram mengenai keluarganya. Samantha mengangkat bahunya acuh. Ia duduk di sebuah kursi dan mencoba membuka setiap laci dimeja depannya. Hanya ada satu yang tak terkunci, itupun hanya berisi beberapa surat yang ia malas untuk membacanya.

__ADS_1


Samantha mencari pada dokumen diatas meja, membuka satu-persatu. Hingga ia menemukan apa yang membuat matanya membulat sempurna.


Dokumen itu berisi tentang kegiatan jual beli di club yang kemarin ia masuki, ada beberapa club lainnya juga. Tapi tidak ada tentang penjualan manusia, hanya transaksi narkoba dan senjata yang menurutnya tidak menarik.


“Kau ternyata investor diclub itu!” Samantha mengangguk-anggukan kepalanya.


Tangannya beralih pada dokumen lain, ia tak tertarik dengan bisnis itu. Tapi belum juga tangannya membuka dokumen lain sudah ada seseorang yang datang mengagetkannya.


“Lancang sekali kau masuk keruanganku!” Elgan sangat marah, ia menarik paksa Samantha keluar dari sana.


Padahal dokumen yang tadi hampir dibuka oleh Samantha berisi tentang human trafficking. Namun sial, Elgan sudah keburu pulang karena begitu mengetahui ruangannya terbuka ia segera kembali kemansion.


Elgan marah karena ternyata ia terlalu meremehkan keberanian gadis itu. Samantha mengikuti langkah Elgan dengan hampir tersungkur. Entah apa yang terjadi nanti padanya, ia berharap Xavier atau siapapun segera menemukannya.


“Aku terlalu lembut rupanya, kau gadis nakal menyebalkan!” Elgan langsung membanting Samantha kelantai begitu sampai di kamarnya.


Elgan mampu berbuat jahat dan menyiksa gadis nakal itu, namun saat ini waktunya pun tidak banyak untuk mencari tahu jenis Kekuatan Samantha. Ia harus tahu jenis bakat itu seperti apa sebelum Xavier maupun Rosgard mengetahui keberadaan Samantha. Keduanya saat ini hampir dekat dengan apa yang dicarinya.


Terlalu banyak mutan yang mengacau diluar sana. Bahkan saat ini para Manusia itu merencanakan pemusnahan begitu melihat para mutan yang mengacau diberbagai tempat.


Elgan tak yakin bagaimana cara membuat Samantha tak sadarkan diri. Ia tadi telah menyiapkan dosis yang telah diperhitungkannya. Menyuntikkan cairan itu pada lengan Samantha. Gadis itu terus bergerak menolak, namun tenaganya bukanlah tandingan untuk Elgan.


Kekuatan penyembuh memang harus dibarengi dengan kemampuan, karena hanya akan menjadi pendamping dan memiliki resiko lebih tinggi jika berada dalam pertarungan. Itulah kenapa Archer membekali kemampuan memanah dan menembak pada Samantha juga Mars.


Sayang sekali Samantha kurang dalam seni bela diri. Gadis itu tergeletak tak sadarkan diri dalam beberapa menit, namun Elgan yakin itu tak akan bertahan lama karena tubuh Samantha saja bisa begitu cepat mengatasi afrodisiak dengan dosis kuat dalam waktu dua jam.


_____________


**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.

__ADS_1


terus ikuti kelanjutan dari novel ini yah


happy reading 😘**


__ADS_2