Lost Princess

Lost Princess
Extra part


__ADS_3

Di sebuah pulau yang tidak terdeteksi oleh siapapun. Alat tercanggih juga tidak akan bisa mengetahuinya.


Suara gemercik air dari aliran sungai yang berada tepat di bagian tengah pulau. Ada suara kicau burung yang mampu menjadi pelengkap suasana damai dalam hutan tersebut.


"Kau terbangun?" tanya Samantha pada Elgan yang sedari tadi tidur di pangkuannya.


"Yah, kau terus menatapku. Aku jadi malu!" ujarnya membuat Samantha tertawa lepas.


"Kamu bisa malu juga ternyata. Dasar pembohong!" ledeknya masih dengan sisa tawa.


Elgan tidak memperdulikan ejekan Samantha. Bibirnya tersenyum tipis kembali memejamkan mata. Tangannya dilipat di depan dada telanjangnya.


Samantha tadi sempat protes saat dia tidak mengenakan bajunya. Gadis itu menuduhnya pamer. Dan itu menimbulkan gelak tawa darinya. Apa yang dimaksud dengan pamer adalah menunjukkan perutnya yang memiliki otot kotak-kotak atau dada bidangnya, bisa jadi juga tatto yang tergambar di sekitaran punggungnya. Elgan semakin menggodanya dengan berdiri tepat di depan gadis itu. Membuat wajah Samantha memerah malu.


"Lihat saja River. Dia bahkan sangat patuh dan tidak menyusahkan!" lirik Samantha pada kuda kesayangannya yang tengah makan rumput di keliling kupu-kupu di sekitarnya.


"Dia begitu karena tidak punya teman!" ujarnya yang didengar oleh River.


Kuda itu memekik tidak suka. Dia pikir siapa yang membawanya ke sini. Seenaknya saja bicara begitu. River menyuarakan protesnya dengan memekik keras.


"Dia bilang kau bohong! Hah, kau ini. Ayo bangun. Pahaku kram tahu!"

__ADS_1


Benar saja, Elgan langsung bangun dan menatapnya dengan kesal. Laki-laki itu mengambil posisi duduk di sebelah Samantha. Ikut menatap air terjun yang berada jauh di sana. Meskipun begitu, posisi mereka ini adalah tempat terbaik untuk melihatnya.


Samantha mengumpulkan rambutnya yang tergerai ke depan. Lalu mengepangnya menjadi satu. Dia tersenyum melihat rambutnya yang bewarna putih keperakan. Ini sangat serasi dengan warna busur panahnya.


"Kita bisa mewarnainya. Kau terlihat seperti nenek-nenek!" Elgan meledek.


"Aku menyukainya. Ini bagus untukku. Kenapa aku akan mewarnainya?" Samantha tersenyum menyelesaikan kepangannya.


Elgan melihat senyum itu. Dia juga menyunggingkan ujung bibirnya. Awalnya gadis itu mengeluh karena rambutnya memutih begitu cepat, tapi kini memuji warna rambutnya sendiri.


"Apa nanti mereka akan mengenaliku?" Samantha menoleh pada Elgan, menuntut jawaban.


"Tentu saja. Kau masih putri kecil mereka yang hilang ....," Jeda sebentar, Elgan menarik Samantha dalam pelukannya, "Dan sebentar lagi akan kembali!"


Dunia ini, terlalu indah untuk dihancurkan. Bumi ini, terlalu menarik untuk ditinggalkan. Menjaganya tetap layak untuk dihuni para makhluk hidup yang tinggal di permukaannya. Biarkan dia tetap menunjukkan pesonanya.


"Aku tidak ingin meninggalkanmu sendirian di sini. Tidakkah kau ingin ikut denganku?" tanya Samantha penuh harap.


Tinggal berdua dengan Elgan bukanlah hal yang buruk. Laki-laki itu selalu menjaganya. Menyayanginya dan mengajaknya melakukan apapun yang diinginkannya.


Laki-laki angkuh dan kejam di dekatnya ini adalah orang yang kemudian mencuri kepercayaannya. Masih misterius seperti biasanya, tetapi lebih hangat dan menyenangkan.

__ADS_1


"Mereka menunggumu. Kau sudah berjanji pada ibumu akan pulang. Maka jadilah putri baik yang menepati janjinya!" Elgan menanamkan ciuman di puncak kepalanya.


Samantha memejamkan matanya. Membiarkan angin menyentuh kulitnya. Menikmati suara alam menyapa Indera pendengarannya. Usapan tangan hangat di punggungnya memberikan kenyamanan. Dia tersenyum kala Elgan berbisik lembut ditelinganya.


"Bangunlah. Ini hanya mimpi!" bisikan lembut bagaikan mantra paling ajaib dalam sebuah waktu.


Begitu lembut suara itu terdengar. Hingga ketika Samantha terbangun. Yang dilihatnya adalah atap dengan lampu indah tergantung diatasnya. Ruangan cantik dengan dekorasi megah menyambut penglihatannya.


"Ini mimpi?" gumamnya lembut.


____________________________


Hallo, aku datangkan extra part-nya. Jadi gak penasaran lagi 'kan? atau makin penasaran?


Samantha masih hidup. Elgan yang membuatnya bertahan. Jangan benci Elgan lagi, ya? dia gak sejahat itu kok.


Tahu gak? meskipun aku aktif nulis genre romance atau fiksi pria di suatu platform, cerita ini itu jadi candu buat author. Genre fantasi sebenarnya adalah favorit author.


Rindu dengan karakter tokoh di dalamnya.


Makanya, author paling sayang sama cerita ini.

__ADS_1


Makasih untuk readers yang masih menunggu kelanjutan cerita Lost princess. Author usahakan update. Meskipun waktunya mungkin tidak pasti.


Love you para readers Samantha 💜


__ADS_2