Lost Princess

Lost Princess
Entered into a trap


__ADS_3

Setelah tak mendapatkan informasi apapun lagi dari wanita di depannya selain tentang pelelangan. Pelelangan yang di maksud adalah lelang manusia. Hanya orang yang terdaftar saja yang bisa mengikuti pelelangan.


Mars, dengan cepat melesat kembali ke mejanya. Namun tak menemukan keberadaan Samantha. Menegak habis minuman dalam gelasnya, membanting gelas itu hingga menimbulkan suara cukup keras, untuk mendapatkan perhatian dari orang sekitarnya.


Mars merasa ada yang tidak beres, ia menoleh dan menatap tajam pada sang bartender, "Dimana gadis yang bersama ku tadi?"


Bartender enggan menjawab, ia hanya menolehkan kepalanya ke arah toilet. Karena tadi gadis itu memang menitipkan pesan padanya jika teman laki-lakinya bertanya, untuk menunjukkan jika ia ke toilet.


Mars melesat cepat ke arah toilet, karena cahaya remang-remang membuatnya lebih leluasa menggunakan kekuatan kecepatan tanpa takut di kenali. Membuka kasar pintu toilet hingga para wanita yang di dalamnya berteriak marah padanya, bahkan ia mendapatkan umpatan dari mereka.


Tak memperdulikan, ia masuk mengecek satu persatu bilik toilet yang di dalamnya terdapat beberapa orang berbuat mesum atau sedang berbagi obat terlarang. Tak menemukan, ia melesat keluar dengan mata tajam mengamati keadaan.


Mars mencari Samantha ke lantai atas, pandangannya menyusuri seluruh ruang di lantai atas, ia menggedor kuat pintu tebal yang terkunci sandi. Ada dua pintu besar yang terdapat di ruangan ini. Karena ruang kelas VVIP lainnya tidak berpintu sebagus dua pintu itu.


Di pintu pertama hanya terdapat orang-orang kaya yang sedang berpesta dengan beberapa wanita sexy, ia di maki karena menganggu. Jadi kini ia berpindah ke pintu sebelahnya yang juga sama besar.


Ketukannya di tanggapi cepat oleh orang di dalamnya. Ketika di buka ia sempat dihadang oleh para bodyguard, tapi karena ia lebih cepat ia bisa masuk dengan tak mendapati apapun selain orang-orang penting yang sepertinya terlibat dalam kasus human trafficking. Kerena ia melihat ada orang yang tadi di sebutkan Samantha sedang memperhatikannya juga.


Tak ingin mendapatkan masalah ia meminta maaf telah menganggu dan akan keluar, namun langkahnya di cegah, "Bagaimana aku bisa membiarkan mutan yang menganggu pestaku pergi begitu saja!" tegur orang itu.


Mars menyunggingkan senyumnya, ia sudah menduga jika mereka berdua telah di jebak. Tak mungkin mereka tak tahu ada dua orang yang mengawasi bar secara terang-terangan. Hanya Samantha yang berpikir sesederhana itu.


"Temanmu sudah di bawa oleh seseorang, jadi lebih baik kau ikut kami. Kau akan lebih kuat jika bersama kami!" tawar seseorang tanpa melihat ke arah Mars.


Mars hanya mengangkat alisnya tersenyum remeh mendengar tawaran itu, "Apa yang akan ku dapatkan jika ikut denganmu?"


"Apapun yang kau mau!" orang itu menyunggingkan senyumnya.


"Aku bisa kuat tanpa ikut kalian!" masih dengan santai ia menanggapi orang di depannya.


"Kau bisa jadi kaya dan lagi semakin kuat!" orang itu melempar kartu ke arah Mars.


Mars menerimanya dan melihat kartu itu, menyelipkan dalam kantong kemejanya. Bagaimanapun ia harus tau lebih dulu di mana keberadaan Samantha. Jangan sampai mereka juga tahu jika Samantha adalah mutan.


"Di mana temanku?" tanya Mars to the point.


"Kau belum menjawab tawaranku anak muda, dan tenanglah ia pasti baik-baik saja jika kau bisa bekerja sama!"


Mars memicingkan mata karena sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang, mungkin beberapa gerakan harus ia praktekan. Menatap tajam ke arah laki-laki itu, di sini ada sekitar 15 orang lebih, jelas mereka mempunyai senjata yang siap meledakkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku akan setuju jika kau tunjukkan di mana temanku!" orang di depannya malah tertawa menanggapi ucapannya.


"Kau akan tau nanti, tapi tidak sekarang. Dan kau tidak punya pilihan lain anak muda!" tertawa meremehkan, mencium pipi wanita di pangkuannya.


Mars berdecak karena percuma saja berbicara, mereka tak akan memberitahukan keberadaan Samantha. Jalan satu-satunya agar dapat keluar adalah melawan. Jika ia bisa keluar maka ia bisa meminta bantuan Sage untuk mencari keberadaan Samantha.


Mars mengamati mereka satu persatu terutama para bodyguard. Jelas mereka semua yang ada di sini memegang senjata. Memperkirakan gerakan pertama dan selanjutnya, ia memilih untuk menuju ke bodyguard di sebelah pintu yang memiliki kartu akses keluar dari ruangan ini.


Mars menjadi pusat perhatian, setiap tangan para bodyguard telah siap dengan senjata. Dengan cepat ia melesat ke bodyguard di sebelah pintu dan berdiri di belakangnya menodong senjata. Tangannya cepat maraih kartu akses, karena tembakan-tembakan melesat ke arahnya.


Menggunakan bodyguard tadi sebagai tameng, ia melesat ke bodyguard lainnya. Karena jika ia tidak segera pindah, peluru akan menembus tubuhnya. Gerakannya terbaca hingga peluru hampir menembus kepalanya, untung saja ia cepat menghindar jadi hanya menggores bagian pipinya.


Membalikkan meja hingga semua minuman dan benda lainnya terjatuh. Meja itu terbuat dari kaca, jadi sekali tembakan saja pecah. Melesat berdiri di sebelah bodyguard lainnya, memukul tengkuk dan memutar tubuhnya, melempar ke arah orang-orang yang masih duduk santai memerhatikan perkelahian tidak seimbang itu.


Kakinya cepat melesat ke arah pintu, ia berhasil membuka pintu itu namun tiga tembakan di punggungnya menembus kulit, darah keluar mengotori bajunya. Tangannya cepat membalas tembakan, sembari berusaha keluar dari sana.


"Biarkan dia pergi, kita hanya perlu mengacaunya di sini," ujar orang yang tadi menawarkan kerjasama pada Mars, bodyguard-nya mengangguk.


"Bereskan mereka!" matanya mengarah pada empat orang yang tergeletak tak bernyawa penuh luka tembak.


"Ayo kita pindah, tempat ini jadi tak nyaman!" ujarnya pada yang lain.


Mars berjalan sempoyongan, karena darah tak berhenti keluar dari sana. Tapi beruntung ada yang menangkapnya ketika ia terhuyung jatuh.


"Hei, ada apa denganmu?" tanya suara wanita itu panik, dan tidak asing di telinganya.


Mata yang tadinya terpejam menahan nyeri, kini terbuka melihat pada wanita di depannya. Ah, dia wanita tadi yang menari bersamanya. Saat tangannya ingin menyingkirkan tangan wanita itu dari tubuhnya, ia malah ambruk menimpa wanita itu.


"Ash, kau sungguh berat dude. Menyingkirlah sedikit, aku akan meminta tolong pada orang untuk membantumu!"


Mars masih cukup sadar untuk mendengarnya, ia sedikit menggeser tubuhnya membantu wanita itu yang juga berusaha menggeser tubuhnya dari atasnya.


Namun setelah itu Mars benar-benar kehilangan kesadarannya, wanita itu terus menepuk pipi laki-laki di depannya. Tak kunjung bangun, ia berteriak meminta tolong agar membantunya mengangkat laki-laki itu ke dalam mobilnya.


Beberapa orang menolongnya, ia memacu mobilnya membawa laki-laki itu menuju ke rumah sakit. Salah seorang yang menolong mengangkat tubuh Mars tadi menyeringai, lalu menghubungi seseorang.


"Sudah bos, ia mungkin saat ini di bawa ke rumah sakit oleh wanita itu!" lapornya pada orang di seberang telepon.


"Bagus, tutup informasi mengenai hal ini!" lalu Sambungan di putus sepihak.

__ADS_1


Wanita bernama Catlin itu sedikit gugup karena takut jika laki-laki di sampingnya mati. Ia menambah laju mobilnya membelah jalanan yang cukup lenggang karena sudah cukup malam. Rumah sakit tak jauh lagi dari posisinya saat ini.


Mars membuka matanya, lalu menutup lagi karena menahan sakit. Ia menoleh dan melihat seseorang di sebelahnya. Meski tak begitu jelas ia tetap yakin jika itu adalah wanita tadi.


"Jangan ke rumah sakit!" ucapnya pelan namun cukup terdengar di telinga Catlin.


"Kau butuh bantuan segera!" jawab Catlin cepat.


"Ke rumahmu!" Teriak Mars, lalu kehilangan kesadarannya lagi.


Catlin bimbang. Jika dibawa ke rumahnya, Siapa yang akan mengobati? ia dengan terpaksa menuruti kemauan laki-laki di sampingnya itu. Catlin tadi mencari laki-laki yang menari bersamanya, setelah cukup lama ia memutuskan untuk pulang. Tapi malah bertemu dengan laki-laki ini di luar dalam keadaan terluka parah. Apa yang di lakukan laki-laki ini dalam waktu yang cukup singkat dari pertemuan sebelumnya hingga terluka parah.


Sampai di rumah, ia langsung menghubungi temannya untuk membantunya mengobati laki-laki ini. Mars masih belum sadar karena sepertinya ia juga butuh transfusi darah.


Sedangkan di tempat lain, seseorang sedang fokus pada perempuan yang tadi sempat menggodanya karena pengaruh afrodisiak. Mencium dan mencoba membuka bajunya. Ia tak merespon dan membiarkan gadis kecil di depannya mendapatkan apa yang di maunya.


Meski Samantha tidak berpengalaman tapi itu cukup membuatnya menginginkan lebih, bahkan gerakan bibirnya kaku saat berusaha melumat bibirnya. Dia tetap diam tak merespon bahkan ketika gadis kecil itu berusaha membuka celananya. Tapi belum juga ia benar-benar telanjang, gadis itu sudah pingsan.


Ya hanya dalam waktu beberapa menit pengaruh afrodisiak itu menghilang padahal untuk orang normal itu butuh waktu semalaman karena tingkat dosisnya. Ia tersenyum melihat gadis dalam pelukannya, lalu merebahkan tubuhnya dengan benar.


Tangannya menyusuri wajah cantik gadis itu, dari dahi, hidung, lalu berhenti di bibir bawahnya. Membuka sedikit lalu mengusapnya lembut.


"Kau tidak menyelesaikan apa yang kau mulai gadis nakal!" ucapnya dengan Suara berat dan terdengar sexy.


Ia beranjak bangun dan kembali memakai baju dan celana yang tadi di lepaskan Samantha. Menatap sekali lagi pada gadis itu lalu meraih ponsel di atas meja.


"Dua hari, tutup akses selama dua hari!" ucapannya pendek mengakhiri panggilan.


Matanya kembali terfokus pada gadis cantik di depan sana. Lampu yang memang sedari tadi tidak menyala membuat wajah laki-laki itu tidak terlihat jelas ketika tadi Samantha menyentuhnya, mereka hanya mendapatkan cahaya dari lampu tidur di atas nakas.


"Samantha sang penyembuh." nama itu mengalun begitu indah dari bibirnya.


________________


**Penulis akan sangat menghargai setiap like dan komen yang di berikan pembaca, karena dengan ketersediaan kalian untuk meninggalkan jejak di cerita ini membuat penulis lebih bersemangat lagi 😉.


terus ikuti kelanjutan dari novel ini yah


happy reading 😘**

__ADS_1


__ADS_2