Love Me Boy!

Love Me Boy!
Perangkap Dewa


__ADS_3

"Ruby, bangun sayang!" Suara Sandra seraya mengetuk pintu kamar putranya. 


Tak ada jawaban, Sandra kemudian masuk ke dalam kamar itu guna mengajak menantunya sarapan bersama, karena ternyata pintu kamar pun lupa mereka kunci semalam. 


Melihat piyama Ruby yang tercecer di lantai, buru-buru ia menghampiri ranjang di kamar tersebut.


Dan,,,, 


Pemandangan yang begitu indah tersuguh di atas ranjang, dilihatnya sepasang suami-istri yang masih terlelap dengan posisi saling berpelukan, bisa Sandra pastikan jika anak dan menantunya itu hanya di lapisi selimut yang menutupi tubuh polos mereka. 


"Ruby masih—"


"Sssttt!" Sandra memberi kode kepada suaminya untuk menutup mulutnya. 


Kedua pasangan pengantin usang itu keluar dari kamar pengantin baru dengan perasaan penuh kebahagiaan. 


"Pih kita harus ngadain syukuran." Seru Sandra saat keluar dari kamar Dewa. 


"Buat apa?" Akbar masih berbisik. 


"Gak usah bisik-bisik, kita udah di luar kamar." Sandra mengingatkan suaminya. "Syukuran dimulainya penggarapan ladang." Sandra begitu riang. 


Akbar masih belum mengerti jalan pikiran istrinya. "Ladang yang mana sih yang mommy maksud?"


"Ladang tempat memanen cucu. Sebentar lagi kita panen cucu." Sandra menuruni tangga dengan bersenandung riang. 





Matahari sudah hampir berada di puncak kepala saat Ruby mulai membuka mata, seketika rasa sakit langsung menerjang sekujur tubuhnya terutama di bagian organ intimnya. 


"Kamu udah bangun?" Sapa Dewa yang ternyata sedang memperhatikan wajah lelap istrinya, istri yang kini telah ia miliki seutuhnya. 


Ruby meringis, menahan sakit yang semakin terasa. "Apa kamu yakin sudah mengeluarkan gajah kamu seutuhnya?" 


Dewa mengernyit. "Maksud kamu?"


"Aku ngerasa kayak masih ada yang ngeganjel disini. Rasanya aneh." Rengek Ruby. 


Dewa tertawa mendengar keluhan istrinya, hingga mengingatkan kembali pada adegan panas yang mereka lakukan, bagaimana jerit Ruby saat miliknya berhasil merobek selaput keperawanannya, tapi tak lama kemudian suara erotis dari bibir istrinya terus keluar saat menikmati permainan panas mereka, dipadu dengan suara dari gesekan kulit mereka yang menempel menciptakan bunyi yang tak akan pernah bisa ia lupakan begitu saja. Suara-suara hasil percintaan mereka terus menggema di kamar ukuran besar itu hingga menjelang fajar. 


"Aku akan menyiapkan air hangat untuk kita mandi." Ucap Dewa sambil menyibakan selimut yang menutupi tubuh polosnya. 


"Kenapa itu kamu kembali mengecil?" Ruby menatap bingung senjata yang telah membuatnya tak perawan lagi. 


"Dia akan membesar jika diperlukan, atau jika kamu menginginkannya." Jawab Dewa kembali mendekati istrinya. 


Ruby terlihat masih bingung.


"Peganglah! Nanti dia akan tumbuh besar dengan cepat." Dewa mulai tau cara memanfaatkan keluguan istrinya. 


Si Bodoh ini selalu minta itu, tapi pengetahuan tentang itu saja dia tidak tau. 

__ADS_1


"Nanti tanganku gak suci lagi." Ruby melipat jari-jari tangannya menjadi satu. 


"Kamu curang. Jari-jariku yang suci ini saja sudah aku korbankan untuk memanjakanmu semalam. Masa kamu tidak mau melepaskan kesucian tanganmu?" Dewa mengiba. 


"Kamu jorok!" Ruby kembali mengingat kelakuan nakal jari-jari suaminya yang telah berhasil membuatnya melayang-layang. 


Lima belas menit kemudian air hangat telah siap tersedia untuk mereka berendam. 


"Air hangat sudah siap. Ayo kita mandi." Ajak Dewa. 


Ruby mulai menggeser tubuhnya, dan lagi-lagi rasa sakit kembali menghantamnya terutama di bagian pangkal paha. 


"Dewa!" Teriak Ruby. 


"Kenapa?" Dewa yang sudah berada di depan pintu kamar mandi kembali menghampiri istrinya. 


"Sakit. Semua badanku sakit." Rengek Ruby hampir menangis. 


Apa semua perempuan mengalami ini saat berhubungan pertama kali? Tapi Melda masih bisa keluar kamar keesokan paginya setelah itu, hanya wajahnya saja yang sedikit pucat. Ruby kembali mengingat-ingat kejadian di rumah bibinya waktu itu. 


"Apa aku gak normal? Apa aku ada kelainan?" Ruby mulai was-was. 


"Kelainan apa maksud kamu?" Dewa membantu Ruby bangun. 


"Kamu ingat kan waktu itu Melda sama suaminya langsung itu. Tapi kayaknya dia biasa aja, kenapa aku bisa sesakit ini? Ini benar-benar sakit Wa." Ruby mulai menitikan air mata. 


"Semua juga merasakannya. Karena milik Melda itu jenis lokal, sedangkan milikmu jenis premium." Jawab Dewa masih membanggakan dirinya di saat seperti itu. 


Dewa membawa tubuh polos Ruby menuju kamar mandi. 


"Kita mandi bareng?" Tanya Ruby sambil menoleh ke arah belakang. 


"Hmmmm." 


Tak lama Ruby merasakan pijatan lembut di punggungnya. Dewa yang melakukannya, rasa bersalahnya karena membuat istrinya tak berdaya meruntuhkan egonya yang biasanya menjulang tinggi. 


"Apa ini membuatmu lebih baik."


"Hemm." Ruby begitu menikmatinya. "Pinggangku juga! Disitu sangat sakit. Seperti hampir patah."


Tangan Dewa pun turun ke tempat yang Ruby maksud. Pijatan lembut kembali Ruby rasakan, dan hal itu berhasil membuat otot-ototnya yang kaku semakin rileks.


"Kamu harusnya buka panti pijat. Pijatanmu sangat enak." Ruby mengacungkan jempolnya. 


"Enak saja!" Dewa mendorong tubuh Ruby dari belakang. Tak terima mendengar ucapan istrinya yang menyuruhnya menjadi tukang pijat.


"Sakiiiiit!" Rengekan kembali datang saat tubuhnya di dorong Dewa.


Dewa kembali memijat bagian tubuh istrinya. Ini kali pertama baginya memanjakan seseorang, dan rasanya begitu menyenangkan melihat orang yang dia manjakan merasa senang. 


"Itu bukan pinggang!" Protes Ruby saat pijatan itu semakin turun. 


"Aku hanya ingin memijat seluruh anggota tubuhmu."


"Tapi yang tadi itu bukan memijat, tapi itu meremas-remas."

__ADS_1


"Baiklah. Hari ini pria sejuta pesona ini sedang berbaik hati, aku tidak akan protes mendengar suara ocehanmu." Dewa kembali memijat ketempat semula, dari mulai pundak, punggung hingga ke pinggang. 


"Dewa?"


"Hemmm?" 


"Apa itu?" Ruby merasakan ada yang menusuk bagian belakang tubuhnya dengan benda tumpul. 


"Gajahmu bangun." Bisik Dewa sambil meremas buah dada Ruby dari belakang. 


Mengerti maksud suaminya, Ruby langsung maju menjauh tapi usahanya sia-sia Dewa telah berhasil menangkapnya terlebih dahulu. 


"Mau kemana?"


"Aku capek. Masih sakit." Keluh Ruby. 


"Memang siapa yang mau mengajak kamu itu?"


Kamu tak akan pernah bisa lari dariku. My Ruby. Aku akan melakukan perangkap yang akan membuatmu meminta lagi.


"Dewa!— Aaaaah!" Ruby mengerjap saat tiba-tiba jari-jari suaminya kembali beraksi. "Jangan seka—Aaah!" 


"Kamu mau ngomong apa?" Dewa pura-pura tak mengerti. 


Kini dada Dewa menempel di punggung istrinya, sebelah tangannya sedang memainkan dada istrinya sedang sebelah lagi sibuk di bagian bawahnya, membuat Ruby semakin kewalahan menikmati permainan suaminya, Dewa berhasil membuat Ruby terbuai kenikmatan yang hakiki, dia seperti terus menginginkan lebih dari ini. 


"Dewa!" Ruby menggigit bibir bawahnya. "Aku—" Ruby terbata-bata. 


Kali ini Ruby telah masuk perangkapnya, karena itulah yang memang Dewa inginkan. 


"Apa kamu itu lagi?" godanya.


Ah, ini gila, Ruby benar-benar terbuai permainan suaminya yang ternyata sangat mesum. Dia terus mengigit bibir bawahnya, semakin merapatkan punggungnya di dada Dewa.


"Bukannya kamu masih sakit?" Bisik Dewa saat melihat Ruby sudah begitu menginginkan dirinya, sedangkan kedua tangan dan jari-jarinya masih sibuk dengan tugas mereka masing-masing. 


Ruby semakin tidak tahan, Dewa benar-benar pandai memancing birahinya. 


"Dewa!" Ruby masih mengerjap. 


"Kamu mau lagi?" 


Ruby sudah tak kuasa menjawab, sebuah anggukan kecil menjadi jawaban atas pertanyaan suaminya.


Melihat istrinya sudah sangat menginginkan itu, Dewa membalikkan tubuh Ruby dan meletakkannya di atas pangkuan. 


"Full service!" Bisik Dewa saat miliknya kembali masuk dan kemudian mulutnya disibuk dengan dua benda di hadapannya. 


Decit suara dari kulit yang bergesekan pun kembali terdengar dari kamar mandi. Air panas yang perlahan mendingin pun kembali terasa panas karena ulah mereka. 


...Seperti permintaan klean hari ini Otor soleha lagi berbaik hati ngasih doble up.....


...Gak usah bilang makasih, Otor ikhlas, asal vote aja yang banyak.. 🤭🤭...


Selamat menjalankan ibadah malam jumat.. 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2