
Seperti dugaan Dewa sebelumnya, ternyata kecurigaannya mengenai udang dibalik honeymoon-nya memang benar adanya. Karena ternyata Sandra dan juga Akbar ikut dalam acara yang katanya bulan madu Dewa dan Ruby. Dan parahnya bukan hanya kedua orang tuanya yang ikut, tapi juga banyak keluarganya yang juga ikut ke Jepang karena akhir tahun memang waktu yang biasa mereka habiskan di tempat Kakek-Neneknya yang tinggal di Hokkaido, tempat para petani bunga Lavender berada.
Biasanya Dewa tak pernah ikut acara tahunan ini, karena baginya acara tersebut hanya ajang pamer kemesraan antar pasangan. Benar-benar ajang kumpul keluarga yang aneh.
"Honeymoon? Cih!" Dewa menatap kedua orang tuanya dengan kesal dari seberang kursinya.
"Kenapa?" tanya Ruby sambil menarik selimutnya, dia terlihat sudah siap tidur di dalam pesawat pribadi mewah milik keluarga suaminya.
"Liat kelakuan pengantin usang di seberang kita!" Matanya masih terlihat tajam menatap kedua orangtuanya yang terlihat sedang bercengkrama seperti sepasang pengantin baru. "Sepertinya ini bukan acara bulan madu yang mereka siapkan untuk kita, tapi acara bulan madu untuk mereka nikmati."
"Ya udah, mari kita berbagi bulan madu dengan mereka!" jawab Ruby dengan senyum yang seperti tak pudar dari wajahnya sejak dia naik ke dalam pesawat. Selalu, senyum istrinya berhasil menenangkan pikirannya.
Kediaman orang tua Akbar berada di sebuah pedesaan dengan pemandangan cantik Hokkaido, desa yang jauh dari keramaian hiruk pikuk kendaraan, desa yang tenang, nyaman dan asri. Memang tempat yang cocok untuk menjadi tempat tinggal para manula yang menginginkan kedamaian.
Selama perjalanan Ruby seperti tak ada lelahnya, dia terus memotret apa saja yang menurut matanya cantik dan pantas untuk diabadikan di kamera sakunya.
"Istirahatlah. Perjalanan kita masih jauh ke tempat Kakek dan Nenekku." Dewa menarik pergelangan tangan istrinya yang terus menopang wajahnya di jendela mobil yang ia buka selebar-lebarnya agar dirinya puas memandangi keindahan yang tersaji di sana.
Udara dingin yang menusuk kulit tak menghentikan kegiatannya memotret dan mengagumi perjalanan bulan madunya.
"Aku suka pemandangan indah ini," jawab Ruby yang kembali ke posisinya semula.
"Pemandangan di dalam mobil pun tak kalah indah." Si Narsis masih menyanjung dirinya.
"Ya, ya, ya."
"Istri Anda sangat cantik Tuan!" ujar sang sopir yang berucap dalam bahasa Jepang, yang terus mengintip Dewa dan Ruby dari kaca spion depan.
"Karena seleraku tinggi," jawab Dewa yang juga dalam bahasa Jepang, membuat sang Sopir tersenyum mendengar jawaban anak majikannya itu.
"Kalian ngomong apa sih?"
"Katanya 'kok istrinya Tuan kampungan banget sih? Semua difoto'," jawab Dewa tanpa terlihat bersalah.
"Bener dia ngomong gitu?" Ruby begitu tak percaya pria ramah yang terus tersenyum ke arahnya mengatainya kampungan.
"Aku tanya lagi ya?" Dewa memastikan ucapannya kepada Ruby. "Yoko-chan, apakah istriku itu cantik?" ucapnya dalam bahasa Jepang.
"Hai, anata wa totemo utsukushīdesu!"
"Ya, Anda sungguh cantik," jawabnya sambil tersenyum ke arah Ruby dari spion.
__ADS_1
"Hai itu artinya iya. Kalau tak percaya nanti tanya saja sama Mertuamu!"
Ruby langsung memandang sinis ke arah sang sopir yang begitu mengaguminya.
"Aku kira dia sedang mengagumiku, ternyata dia tersenyum mengejek."
******
Dewa dan istrinya adalah pasangan yang tiba di rumah kakeknya paling akhir, karena sebelumnya dia dan istrinya memilih untuk berkeliling kota, memanjakan istrinya untuk bisa melihat-lihat hiruk pikuk keadaan kota di Jepang.
Dewa langsung menghembuskan nafas kasar saat keluar dari mobil, karena biasanya dia akan disambut dengan ejekan-ejekan dari para sepupunya.
"Mommy udah nyampe," ucap Ruby saat melihat mobil yang mertuanya tumpangi tadi sudah terparkir di halaman rumah yang bergaya rumah tradisional Jepang itu.
"Hemmm!" Dewa meregangkan tubuhnya menghirup banyak-banyak oksigen dengan hawa dingin Hokkaido, karena saat itu memang sedang musim dingin. "Ayo masuk, aku kedinginan."
Dan sepertinya Ruby pun mengalami hal yang sama, dia langsung memeluk erat tubuh pria tinggi yang selalu menghangatkan malamnya.
Udara hangat langsung menyambut mereka saat masuk ke dalam rumah yang berornamen kayu itu.
"Kono hansamuna otoko wa koko ni imasu!"
"Pria tampan ini sudah datang!" Teriak Dewa, seperti biasanya.
"Menantuku sudah datang," Sandra menyambut kedatangan menantunya.
Satu-satunya wanita bule itu terlihat mendominasi acara kumpul keluarga itu.
Ruby terlihat canggung melihat keluarga suaminya yang sedang menikmati acara kumpul-kumpul keluarga mereka, belum lagi di sudut lagi terlihat sekelompok anggota keluarga yang perkiraan umurnya sama dengan Ruby dan Dewa.
Dewa bingung mengapa tak ada sindiran-sindiran dan aksi saling pamer kemesraan di sana.
"Akhirnya kamu datang dengan seorang perempuan." Kakek Dewa menyadarkan keingintahuan Dewa.
Ah iya, sekarang dirinya datang dengan seorang istri, pantas saja tak ada omongan-omongan yang membuat telinganya panas. Dan pantas saja dia tidak melihat kemesraan para pasangan suami-istri yang biasanya terlihat memamerkan kemesraan kepadanya, karena saat ini dia juga telah merasakan apa yang mereka lakukan selama ini.
Biasanya Dewa akan kesal bila melihat para sepupunya yang telah menikah, memeluk apalagi mencium pasangan mereka di hadapannya, tapi sekarang apa yang mereka lakukan dengan pasangan mereka telah bisa ia lakukan dengan Ruby.
Oh, ternyata selama ini aku iri kepada mereka. Bodohnya aku. Dewa menertawakan dirinya sendiri.
Setelah berbasa-basi ria dengan para keluarganya juga Kakek-Neneknya, Dewa mengajak Ruby untuk beristirahat di kamarnya, kamar yang tidak menyatu dengan ruang utama, karena letaknya menyendiri. Dewa yang memintanya dulu, karena dia yang tak begitu suka berkumpul dengan para keluarga juga tak suka ketenangannya diusik oleh tangis anak-anak mereka, jadi dia meminta dibuatkan ruang pribadinya sendiri.
__ADS_1
Setelah melewati taman di tengah rumah, akhirnya Ruby sampai di kamar suaminya yang memang berada jauh dari bangunan utama.
"Kenapa kamar kamu jauh dari rumah?" Ruby bingung, karena memang hanya bangunan itu yang letaknya jauh dari rumah utama. Bahkan terlihat menyendiri, tanpa ada bangunan lain di dekatnya.
"Karena aku tak suka keramaian, mereka kalau sudah berkumpul seperti sekumpulan bebek yang kelaparan." Sambil menggeser fushuma, pintu geser khas Jepang yang terbuat dari kayu-kayu yang dilengkapi dengan kertas khusus.
Dewa lupa jika istrinya juga salah satu dari manusia cerewet yang hidup di planet Bumi.
Walaupun dari luar bangunan yang Dewa sebut kamar itu sama seperti bangunan rumah tradisional Jepang, tapi isinya sama persis dengan kamar miliknya yang penuh dengan barang-barang mewah seperti yang ada di kamarnya.
"Kenapa aku seperti masuk ke kamar kita ya?" Ruby yang melihat ranjang langsung merasakan lelah. Dia menghamburkan tubuhnya ke ranjang, udara dingin langsung berganti hangat saat Dewa menyalakan pemanas ruangan.
"Kamu tidak mandi dulu?"
Ruby menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam selimut.
Sepertinya aku tak butuh lagi pemanas di kamar ini. Dewa menatap lekukan tubuh istrinya di balik selimut yang menutupi tubuhnya, kemudian naik ke atas ranjangnya setelah sebelumnya mematikan pemanas ruangan di kamarnya.
"Kok tambah dingin ya?" Ruby masuk perangkap suami mesumnya.
"Sepertinya pemanas ruangannya rusak," jawab Dewa yang berada tepat di depan wajah Ruby.
"Aku kedinginan banget!" Ruby semakin menempelkan tubuhnya.
"Sepertinya kita harus menciptakan kehangatan sendiri," jawab Dewa yang langsung membuka satu persatu kancing baju istrinya di balik selimut. "Ayo kita mulai ritual bulan madu kita!"
Butiran-butiran salju kembali turun dari langit kelabu sore itu, tapi udara kamar Dewa semakin panas oleh kegiatan panas mereka yang memancing butiran-butiran peluh dari kedua makhluk tersebut.
Seperti biasa, Dewa selalu pandai memanfaatkan istrinya di setiap suasana.
Ritual bulan madu mereka pun diawali dengan udara dingin yang menghangatkan tubuh.
...Pasti para reader pecinta episode hareudang, kesel karena Otor soleha gak menjabarkan semua kegiatan mereka.....
...Jangan lupa ritualnya Shay...
...Like...
...Komen...
...Vote!!!...
__ADS_1
...🤗🤗🤗🤗...