Love Me Boy!

Love Me Boy!
Belajar menjadi istri yang baik


__ADS_3

Sandra tahu pasti ada sesuatu yang sedang direncanakan putranya saat ia memilih untuk pasrah menerima Ruby untuk ia peristri. Tapi Sandra masih belum tahu apa rencana yang sedang putranya rancang. 


"Ibu mikirin apa?" tanya Ruby melihat Sandra melamun saat memilih gaun yang akan ia kenakan untuk ke kantor putranya. 


"Pokoknya apapun yang akan direncanakan si bule itu ceritakan kepadaku! Jika tidak, aku akan menghukummu dengan meminta 3 cucu sekaligus!" 


"Haaah?" 


Benar-benar ancaman yang tak masuk akal. Apakah semua orang kaya setidak normal ini? Seenaknya saja meminta tiga orang cucu, satu pun Ruby belum tentu berhasil mencetaknya, pikir Ruby. 


"Pakai gaun ini. Kamu pasti akan terlihat cantik." Sandra memilihkan sebuah gaun putih berbahan sifon dengan panjang selutut. 


"Bu, kali ini izinin membawa dompet dan ponsel ya. Aku gak mau harus minta ongkos lagi sama Pak Dewa."


"Jangan panggil dia bapak. Dia calon suami kamu!" bentak Sandra. 


"Baiklah!" Ruby menunduk pasrah. 


Tak perlu banyak polesan makeup, Ruby sudah terlihat cantik. Sekilas tak ada yang bisa membedakan dirinya dengan para putri konglomerat yang sering berbelanja ke butik Sandra. 


"Aku sudah siap bu!" 


Sandra sangat puas melihat Ruby yang terlihat sangat cantik dengan gaun yang ia pilihkan. Walaupun sebenarnya Ruby memang selalu cantik dengan baju apapun yang ia kenakan. 


Sebenarnya Dewa sudah memperingatkan Ruby untuk tidak memberitahu Sandra tentang pertemuannya hari ini. Dewa menyuruh Ruby untuk bertemu di perusahaannya agar Sandra tak bisa memata-matai gerak-gerik dirinya seperti beberapa saat lalu. Tapi Ruby yang sudah terlebih dahulu berjanji kepada Sandra untuk tidak menyembunyikan rahasia apapun darinya membuat Ruby memberitahukan tentang pertemuannya dengan Dewa hari itu. 


"Ingat! Kamu harus melaporkan semuanya sama saya. Jangan pernah mau bersekongkol dengan si Bule itu!" ucap Sandra sebelum menutup pintu mobil taksi online yang akan mengantarkan Ruby. 


...💞💞💞...


Sebuah pesan masuk ke akun whatsapp Dewa. 


"Saya sudah ada di lobby." Sebuah pesan chat dari Ruby. 


"Si Ladang gersang sudah ada di bawah!" Dewa memerintahkan Nathan untuk menjemput Ruby. 


Nathan pun turun menjemput perempuan yang akan menjadi calon istri tuannya tersebut. 


Nathan sedikit terperangah melihat kecantikan Ruby dengan balutan gaun putih berlengan panjang yang sangat pas di tubuh rampingnya. Sebuah jepit rambut kupu-kupu menghiasi rambut panjangnya yang ia biarkan terurai. 

__ADS_1


"Siang Ruby! Ups maaf maksud saya Nona Ruby," sapa Nathan. 


Ruby tersipu mendengar panggilan Nona yang disematkan Nathan kepadanya. Karena ini pertama kali seumur hidupnya ada yang memanggilnya Nona. 


"Panggil saja aku Ruby!" Dia tersenyum sangat manis. 


Perempuan secantik ini si bodoh itu sebut Ladang gersang? Bagiku dia adalah Oase. 


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri gitu?" tegur Ruby melihat Nathan terus saja tersenyum saat melihatnya. 


"Tidak ada. Karena aku memang murah senyum, beda dengan Om Dewamu." Nathan terkekeh disambut Ruby yang ikut menahan tawanya. 


Wajah kesal pria narsis yang selalu kesal dipanggil Om itu kembali melintas di otak mereka. 


"Nona Ruby sudah datang pak!"


Ruby terkesima melihat penampakan ruang kerja Dewa. Ruang besar dengan dinding kaca itu memperlihatkan pemandangan jalanan ibu kota dari atas sana. Tanpa sadar Ruby menghampiri kaca karena ketakjubannya melihat pemandangan yang baru pertama kali ia lihat. 


"Aku bisa melihat monas dari sini dengan sangat jelas," seru Ruby kegirangan. 


"Heh!" Dewa tersenyum miring. "Dasar rakyat jelata. Ini belum seberapa. Aku bahkan bisa membawamu berkeliling kota ini dengan heliku." Jiwa sombong Dewa terpancing melihat keluguan Ruby. 


"Benarkah?" Ruby berbalik arah menatap Dewa yang terlihat sedang memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan wajah sombongnya. 


Balutan pakaian, sepatu dan tas yang ia kenakan menutupi jiwa miskinnya, pikir Dewa, dia membuang jauh kekagumannya. Karena baginya hanya dialah yang layak dikagumi. 


"Dia cantik ya Pak?" bisik Nathan yang melihat jelas ketegangan di wajah Dewa saat melihat ke arah Ruby. 


"Tenggorokanku kering, bukan mengaguminya. Kamu tau kan kualitas perempuan yang setara denganku?"


"Heeeeemmm!" jawab Nathan malas.


Inti dari pertemuan mereka pun dimulai. Saat ini Ruby sedang memandang wajah Dewa dengan tatapan yang sulit Dewa definisikan setelah membaca surat perjanjian pra nikah yang harus Ruby tanda tangani. 


"Apa? Apa kamu sedang mengagumi ketampanan wajahku? Apa kamu sebahagia itu akan menjadi istri dari seorang Akira Sadewa Diego? Ya, aku bisa memahaminya, walaupun pernikahan kita hanya sebuah ikatan perjanjian tapi aku bisa membuatmu bangga bisa mempersuami diriku?" ucap Dewa dengan penuh kebanggaan atas dirinya sendiri. 


Mempersuami? Bahkan kata itu saja baru pertama kali aku dengar. 


Ruby menghela nafas panjang sebelum memberikan jawaban atas perjanjian pra nikah yang Dewa buat hanya untuk kesejahteraan dirinya sendiri. 

__ADS_1


"Bagaimana Nona? Apa anda bisa memahami isi perjanjian tersebut?" Nathan yang bertanya. 


"Memang boleh aku tidak mau menyetujuinya?" tanya Ruby asal karena dia pun sudah tahu jawabannya. 


"Sayangnya tidak bisa." Dewa yang menjawab langsung dengan sebuah senyuman kemenangan. 





"Dasar penjajahan tengik. Berani-beraninya dia mempermainkan aku!" Sandra sangat murka mendengar penurunan Ruby. 


"Baiklah Ruby. Sekarang tugasmu adalah jadilah seorang istri yang baik!" 


"Bagaimana caranya? Aku kan belum menikah."


"Bacalah artikel-artikel cara menaklukkan hati penjajahan itu!" Bentak Sandra. 


"Emangnya ada ya Bu?" 


"Mana aku tau!" Sandra pun tak tahu jawabnya membuat Ruby semakin bingung. 


"Kenapa aku tidak belajar langsung dari ibu? Bukankah itu ibu lebih berpengalaman menjadi seorang istri yang baik daripada harus mencari artikel tersebut."


Sandra bingung, karena dia sadar betul jika dirinya pun bukanlah seorang istri yang baik, tapi gengsinya untuk mengakuinya terlalu besar. 


"Aku akan mengajarkanmu menaklukkan dia dalam versi yang lain," jawab Sandra. "Oh iya, bacalah novel-novel perjodohan dan pernikahan paksa. Kamu bisa belajar menaklukkan si Turunan Penjajah itu dari sana!" celetuk Sandra, entah ilham darimana yang menghampirinya kala itu. 


Ruby hanya bisa melongo dengan jawaban calon mertuanya itu. Dia masih tidak percaya jika dirinya harus mencari cara menaklukkan Dewa dari sebuah novel. 


Isi otak orang kaya benar-benar amazing, pikir Ruby. 


...Kira-kira novel apa ya yang akan dibaca Ruby? ...


...Ikut penasaran aku tuh.🤭...


...Jangan-jangan dia baca ISTRI PILIHAN AKI. Wah tambah gesrek yang ada si Ruby.. 🤣🤣🤣...

__ADS_1


...Jangan lupa ritualnya manis! ...


...Like, komen n vote!...


__ADS_2