Love Me Boy!

Love Me Boy!
Salah Paham


__ADS_3

Tak lama kemudian dua orang pramuniaga toko datang dengan berbagai jenis celana dalam dengan bahan dan jenis seperti yang Ruby inginkan.


"Ini produk terbaru kami, celana dalam jenis ini biasanya digunakan untuk para atlet karena bahannya yang lentur dan mudah menyerap keringat sehingga bisa selalu nyaman dipakai dalam kondisi apapun." Ucap salah seorang dari mereka. 


"Bukannya kegiatan olahraga kita tak membutuhkan celana dalam?" Bisik Dewa, walau masih bisa terdengar oleh kedua pramuniaga toko yang berdiri di hadapan mereka. Sepertinya ucapan Dewa untuk membalas istrinya bukan sekedar omong kosong belaka. 


Kali ini Ruby yang dibuat salah tingkah dengan ucapan vulgar suaminya. 


"Kamu bicara apa?" Ruby memaksakan senyumnya.


"Kami tidak butuh ini. Ups. Maksudku aku tidak membutuhkan pakaian dalam seperti ini." Dewa bahkan tak melirik jenis pakaian dalam yang dibawakan pramuniaga yang satunya. "Bungkuskan untukku yang itu, itu, itu, itu, dan itu." Dewa menunjuk berbagai pakaian dalam dengan bahan yang sangat tipis hingga terlihat benar-benar menerawang.


Ruby langsung menggelengkan kepalanya. "Jangan!"


"Bungkus masing-masing satu lusin pakaian yang aku tunjuk tadi. Jadi kalaupun setiap hari aku merobeknya stok pakaian dalammu masih banyak." Ucap Dewa dengan sombongnya. 


"Jangan yang itu, yang ini aja." Ruby mengambil sample pakaian dalam yang ada di tangan pramuniaga. 


"Aku tak suka, itu seperti pakaian dalam mertuamu." Si anak durjana langsung menepis permintaan istrinya. 


Kedua pramuniaga yang melihat perdebatan konyol suami-istri itu hanya bisa menahan senyum. 


"Oh iya, bungkus juga kostum kelinci itu, yang itu, itu, itu dan juga itu." Dewa menunjuk beberapa kostum tidur tak beradab yang dipajang.


Kostum yang membuat Ruby merinding membayangkan dirinya memakai kostum-kostum yang lebih amazing dari yang Sandra berikan, yang juga telah dirusak oleh Dewa saat malam pertama mereka. 


"Jangan! Kumohon jangan!" Tangan Ruby langsung pindah ke tangan salah seorang pramuniaga yang akan mengambil pesanan Dewa. 


"Bungkus!" Ucap Dewa tegas seraya menyerahkan kartu sakti mandragunanya kepada salah seorang dari mereka. 


Ruby tak bisa berkutik. Dewa benar-benar membalasnya dengan sangat memalukan. 


"Apa kamu tidak mau mencobanya dulu Sayang?" Dewa memandang mesum istrinya yang terlihat begitu kesal karena ulahnya.

__ADS_1






Satu minggu kemudian


Ruby menyambut hari dengan sebuah senyuman seindah mentari pagi itu. Dia begitu exited untuk terbang dengan helikopter seperti janji Dewa dulu. 


Tak sia-sia dirinya merengek setiap hari menagih janji Dewa untuk mengajaknya terbang. Hingga hari yang dinanti pun tiba. 


Ruby melangkah dengan pasti menuju kantor suaminya dengan senyum yang masih seindah tadi pagi. Pasalnya Dewa menyuruhnya untuk datang ke kantornya satu jam sebelum jam makan siang. 


Dengan gaun berwarna merah muda dengan motif bunga-bunga kecil yang begitu pas ditubuh sesampainya, Ruby menyapa kedua resepsionis dengan sebuah senyum sebelum masuk ke dalam lift pribadi suaminya. 


"Apa kamu sakit?" Tanya Dewa pada Asisten Pembangkangnya. 


"Hanya sedikit pusing, mungkin mau flu." Jawab Nathan sambil memijat pelipisnya. 


"Cepat berobat! Jangan sampai kamu menularkan penyakit rakyat jelata kepadaku!" Dewa begitu khawatir melihat wajah Nathan yang pucat. "Ku panggilkan Ryu untukmu ya!" 


"Aku baik-baik saja." Tapi cara jalannya tidak mencerminkan jika dia baik-baik saja seperti yang dia ucapkan. 


Dewa langsung mencengkram kedua lengannya saat Nathan hampir tumbang. Sebuah remot kontrol langsung ia arahkan ke dinding untuk membaringkan tubuh Nathan di ruangan rahasianya itu. Nathan sudah terlihat sangat tidak berdaya, wajahnya begitu pucat, matanya terus terpejam walaupun dia masih sadar. 


Buru-buru Dewa memberikan segelas air untuk Nathan dan segera memanggil dokter keluarganya yang adalah sepupunya sendiri, Ryu. 


"Nathan hampir pingsan tolong kesini dengan ambulans!" Setelah mendengar jawaban dari lawan bicaranya Dewa langsung mematikan panggilannya. Nathan terlihat semakin lemah, bahkan kini dia terlihat sulit bernafas. 


"Nat! Look at me!" Dewa memancing kesadaran Nathan agar tetap terjaga. Dia memukul-mukul pipi Nathan agar Nathan tetap tersadar hingga tim medis tiba.

__ADS_1


Dengan sigap Dewa melepaskan simpul dasi di kerah Nathan saat melihat Nathan semakin sulit bernafas, sedangkan kedua tangan Nathan menggenggam erat tangan Dewa. 


"Dewa?" Ruby terkejut melihat pemandangan yang membuatnya jijik. 


Suaminya terlihat sedang membuka baju asistennya dengan tergesa-gesa seperti yang biasa Dewa lakukan kepada dirinya setiap malam. Ruby salah paham melihat kondisi yang sedang terjadi antara dirinya dan Nathan.


"Apa yang kalian lakukan?" Kali ini suara Ruby mulai meninggi. Ruby salah paham melihat kondisi mereka. "Kalian menjijikkan!" 


Ruby berlari keluar dari ruangan rahasia yang baru pertama kali ia masuki, tapi akhirnya dia begitu menyesal saat melihat adegan yang dia kira begitu menjijikkan itu. Ruby menangis, dia tidak mengira jika suaminya bisa berselingkuh dengan seorang pria, ya pelakor kali ini adalah seorang pria. Pikir Ruby. 


"Ruby!" Teriak Dewa. "Ini tidak seperti yang kamu bayangkan Honey!" Tapi sebelum dia menyusul istrinya, tangan Nathan terus saja menggenggamnya. 


"Temani aku Pak, aku tidak mau mati sendirian." Ucap Nathan terbata-bata dengan suara lemah. 


"Dasar sialan. Gara-gara penyakit rakyat jelatamu istriku jadi salah paham." Gerutu Dewa sambil menatap kesal wajah tak berdaya Nathan. 


"Aku akan menjelaskannya pada Nona, setelah aku sembuh. Tapi jika bapak tinggalkan saya, kemudian saya mati, tak ada yang akan menjelaskan kejadian tadi kepada Nona." Disaat sakit pun Nathan masih bisa mengancam atasannya. 


"Awas saja sampai kamu mati sebelum menjelaskan kejadian ini pada istriku, kupastikan jadwal masuk kuburmu kupending hingga aku dapat maaf dari Ruby." Dewa balas mengancam Nathan. 


Jangan berfikir Nathan kena Covid-19 ya! 🤭


Coz di dunianya Dewa, virus itu kagak ada..


Jangan lupa Ritualnya readers tercinta..


Like, komen n vote!


Vote


Vote


Vote

__ADS_1


__ADS_2