Love Me Boy!

Love Me Boy!
TAMAT


__ADS_3

Dewa menutup matanya, menikmati setiap  keajaiban yang datang menghampirinya. Merasakan setiap detik penuh arti yang telah ia lewati bersama Ruby, mengulang kembali memori saat pertama kali ia bertemu dengan Sang Istri, dan tersenyum saat menyadari betapa angkuhnya dirinya saat itu. 


Dulu dia adalah salah satu manusia yang tak percaya akan indahnya pernikahan. Menganggap pernikahan hanyalah salah satu cara primitif yang manusia lakukan sejak jaman dahulu untuk meneruskan keturunannya. 


Dewa tak menyangka hidupnya akan semakin berwarna sejak Ruby hadir, bahkan sejak pertama dia bertemu dengannya di restoran dulu, Ruby sudah berhasil mengubah warna hidupnya tanpa ia sadari. Ruby seperti pelangi yang menghiasi ruang hatinya yang miskin akan pengetahuan cinta.


"I love you!" Dewa mengecup tubuh berperut buncit yang beberapa saat lalu membuat heboh seluruh keluarganya. 


Entah ada angin darimana Ruby tiba-tiba saja ingin makan masakan Jepang, sebuah permintaan sederhana bagi seorang Dewa, tapi yang jadi masalah adalah Ruby ingin makan masakan yang dimasak langsung oleh Ibu dari Akbar, wanita keturunan Jepang asli yang adalah nenek dari Sadewa. Hal yang sangat sulit untuk Dewa penuhi, pasalnya nenek dan kakeknya tinggal di Jepang, yang tepatnya di Hokkaido. Dan akhirnya Sandra dan para pembantunya memasakan semua hidangan Jepang yang Ruby inginkan sesuai resep dan teknik memasak yang mertuanya berikan dengan mengandalkan kecanggihan teknologi, nenek Dewa memantau pekerjaan menantunya. 


Ruby tersenyum menatap suaminya, dengan sedikit kesulitan dia menggerakkan tubuhnya untuk membalas kecupan singkat Dewa. 


"Mau lagi?" pertanyaan lebih menjurus ke sebuah permintaan. 


Ruby mendelik. "Ingat! Kata dokter aku gak boleh capek." Ruby mengingatkan suaminya. 


"Capek? Emang apa yang kamu lakukan? Apa mendesah butuh banyak energi?"


Ruby menarik sebelah sudut bibirnya, karena ia tahu persis jika suaminya sedang benar-benar lapar. Lapar akan dirinya. 


"Ayolah, aku akan bermain sangat lembut!" Sambil menyingkap selimut yang menutup tubuh polos mereka. 


Dewa kembali memancing gairah wanitanya, menyusuri setiap jengkal tubuh yang selalu membuatnya tergoda, bermain lebih lama di bagian yang sebentar lagi akan berganti kepemilikan. 


Ruby mulai menggeliat, tak bisa dipungkiri dia pun selalu tak kuasa menahan setiap sentuhan lembut pria yang dulu begitu angkuh, hingga menolak permintaannya walaupun dia sudah menawarkan tubuhnya berulang kali. 


Desahan-desahan lembut pun kembali mulai mengisi kamar yang kini telah dipenuhi barang-barang perlengkapan bayi. 


"Aku akan membuatmu jadi Ratu malam ini Honey!" Dewa kembali menikmati bibir manis yang terus memanggil namanya dengan suara yang memancing gairah, sebelum akhirnya dia memulai permainan mereka untuk kedua kalinya. 

__ADS_1


"Aaah!" Ruby mencengkram lengan penuh otot saat tubuh suaminya mulai bergerak perlahan. 


Dewa benar-benar membayar 5 malam yang ia lewati tanpa Ruby dengan satu malam panjang yang menggairahkan, karena beberapa hari lalu ia terpaksa harus meninggalkan istrinya untuk tugas kerja.


Kedua calon orang tua itu menikmati malam-malam terakhir mereka berdua sebelum Malaikat yang bersemayam di perut Ruby lahir. 


...****************...


Disaat calon orang tua hanya mempersiapkan penyambutan kelahiran bayi mereka dengan membeli barang-barang perlengkapan bayi, Dewa malah sibuk membuat rancangan taman bermain yang ia buat di sebuah pulau buatannya yang memang dia rancang untuk menjadi destinasi wisata masa depan. 


Bahkan kini perusahaannya merambat ke sekmen-sekmen yang berhubungan dengan perlengkapan bayi, seperti popok bayi, perlengkapan kebutuhan bayi, bahkan beberapa bulan lalu dia membuka perusahaan baru di bidang fashion anak. 


Hari itu tepat di bulan ke tujuh usia kehamilan Ruby, Dewa mengadakan acara Baby Shower sambil mengadakan acara peresmian taman bermain anak yang dikebut pengerjaannya agar bisa selesai tepat saat acara Baby Shower istrinya berlangsung, karena ini juga adalah sebagai hadiah kejutan untuk istrinya. 


Ruby kehilangan kata-katanya saat mendapat kejutan yang begitu besar ini. Wanita bergaun peach itu tak kuasa menahan air mata harunya.


Dewa benar-benar suami peri yang Tuhan turunkan untuknya. Tak pernah terbayang olehnya, acara yang dikenal sebagai acara tujuh bulanan itu akan diliput banyak media, Ruby memang tahu acara penyambutan bayinya memang sekaligus acara peresmian pulau buatan suaminya yang ia beri nama Eleanor Island, sama seperti nama calon bayinya nanti. 


"Aku yang harusnya berterimakasih, karena kamu bersedia menerima tawaran Mommy untuk jadi istriku." Bukan kata-kata gombal yang berisi kata-kata cinta yang manis, tapi berhasil membuat Ruby semakin meleleh dibuatnya. 


Jutaan cinta yang Dewa berikan memang selalu berhasil membuat Ruby seperti seorang wanita paling bahagia di seluruh dunia. Walau tak jarang pria itu juga sering membuatnya kesal sampai menitikkan air mata. 


"Mau naik?" tanya Dewa saat dia menggiring Ruby ke sebuah bianglala berukuran raksasa yang sengaja ia buat dan ia persembahkan untuk istrinya. 


Suara Ruby tercekat di antara mulut dan tenggorokannya, hingga hanya anggukan cepat dengan senyum penuh air mata yang ia berikan. 


Perlahan bianglala ukuran raksasa itu bergerak naik, membuat penumpang yang ada di dalamnya bisa menikmati indahnya pulau buatan serta hamparan laut luas yang mengelilingi pulau, seolah mereka sedang berada di atas langit. 


Dewa merasakan bayinya yang sudah memiliki kenarsisan setara dengannya sejak dalam kandungan itu bergerak aktif, seolah ikut bahagia dengan semua yang Ayahnya hadiahkan kepadanya. 

__ADS_1


Saat calon bayi biasanya hanya disambut dengan berbagai perlengkapan bayi, bayi itu dibuatkan sebuah pulau oleh ayahnya, saat bayi-bayi lain hanya dibelikan beberapa potong pakaian untuk menyambut kedatangannya ke dunia, calon bayi konglomerat itu dibuatkan perusahaan fashion bayi untuk menunjang penampilannya. 


Dewa begitu tak sabar menyambut kehadiran bayi mungilnya, bahkan sebelum bayi itu lahir dia sudah berencana untuk memberikan adik pada bayi yang belum dilahirkan itu. Sebuah cinta baru yang tak akan pernah lekang di makan waktu, itulah cinta yang akan ia berikan pada calon bayinya nanti. 


"Dia senang sekali dengan semua hadiah yang kamu beri," ucap Ruby yang ikut mengelus-elus perut buncitnya, seolah sedang menyuruh bayinya tenang, sebab gerakannya yang lincah membuatnya sedikit kesakitan. 


"Pastinya, apalagi dengan hadiah yang akan Baby El terima nanti."


"Apa itu?"


"Calon adik bayinya." Senyum  mesum langsung terbit di wajah pria mesum itu. 


"Dia belum lahir, kamu udah ada niat ngasih adik ke dia."


"El, her name Eleanor, Honey!" Dewa mengingatkan istrinya. 


"Kata orang dulu, pamali loh ngasih nama sebelum dia lahir."


"Aku orang yang hidup di jaman modern, bukan orang primitif yang kamu kenal," jawab Dewa. 


"Tapi kamu sangat suka cara orang-orang primitif itu mengajarkanmu bercocok tanam," sindir Ruby. 


"Karena kamu yang selalu mengodaku!" Dan sebuah ciuman mesra pun mendarat di bibir Ruby, tepat saat posisi mereka berada di bagian paling atas bianglala raksasa tersebut. 


...TAMAT...


...Makasih klean udah pada baca cerita Otor Soleha yang berotak suci sebening embun pagi....


...Tinggalkan jejak terakhirmu ya Shay!!!...

__ADS_1


...Jangan lupa mampir ke cerita aku yang baru ya!!!...


...🍃TERJEBAK PERJODOHAN DENGAN SANG CASANOVA🍃...


__ADS_2