Love velisa

Love velisa
1.Prolog


__ADS_3

Dunia itu penuh dengan kejutan bahkan apa yang kamu anggap mustahil dan tidak bisa di nalar bisa terjadi di dunia ini. Tak ada yang mustahil dan tak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak.


Dia bernama Farhan.


Dia hidup sendiri di dunia yang ia anggap fana ini, sendiri dalam rasa sakit dan menahan rasa kesepian yang membelenggu di dirinya. Kebingungan selalu tertanam di benaknya selama ini.


Untuk apa dia hidup?


Apakah untuk mendapatkan kebahagiaan atau malah merasakan kesengsaraan?


Terlontang lantung di ibukota itu sangat menyusahkan. Jangankan mendapatkan secuil impian. uang untuk mendapatkan sesuap nasipun sulit di dapatkan.


"Kenapa hidup ini tidak adil? "


Sebuah perkataan yang selalu ia ucapkan setiap detiknya, ucapan yang selalu tertanam dan benaknya. Kenapa hidup ini tak berpihak pada dirinya? Ia iri kenapa kehidupan orang lain sangatlah mudah, semua yang mereka inginkan selalu dengan mudah mereka dapatkan tanpa harus bersusah payah seperti dirinya saat ini.


"Gue pengen kaya kayak mereka! Gue pengen punya keluarga lengkap! Gue pengen di limpahilah banyak kasih sayang seperti mereka!"Teriak Farhan di tengah rintik hujan pertama yang jatuh di bulan April tepat di hari ulang tahunnya yang ke 20.


" Seharusnya gue bahagia di hari ultah gue, sama seperti mereka. " Ucap Farhan di tengah rintikan hujan sembari menatap satu keluarga sedang merayakan ulang tahun anaknya.

__ADS_1


Rasa iri yang tertanam di hati pria itu tak pernah pudar atau redup kala melihat keharmonisan anak seusianya yang berbahagia di tengah-tengah keluarga yang lengkap.


Hidup lontang-lantung yang ia rasakan di kota orang bukan hal baru yang ia rasakan. Dia sudah melalang buana hingga ke kota-kota mencari secarik uang kertas untuk menopang kehidupannya yang hanya ia yang bisa rasakan.


Sesusah itu usia dewasa?


Sesusah itu tanpa keluarga*?


Kalimat itu yang selalu menjadikan dirinya lemah tak berdaya.


" Lo mau kerja sama gue aja, gue jamin hidup lo tentram kerjaanya sangat mudah jualin obat-obatan yang gue punya. "


Farhan laki-laki miskin yang masih punya adab dan moral tak menggubris pesan itu, pesan yang selalu ia terima sejak 1 tahun belakang.


"Bukankah gue bisa kaya dengan itu? " Kegundahan membakar fikiran Farhan, jauh dari dalam hatinya ia ingin menjadi orang kaya bahkan bisa membeli apa yang ia mau, tapi bukan dengan cara ini. Bukan dengan cara kotor yang harus ia jalani.


Jakarta memang kota yang ia impikan saat kecil, hirup pikuk kota metropolitan itu pernah jadi impian yang ingin dia gapai, mengadu nasib dan mencari rupiah demi rupiah di kota besar itu adalah impian Farhan dari kecil.


Namun apa yang terjadi?

__ADS_1


Ketika anak muda itu menginjakkan kakinya di kota besar yang menjadi impiannya itu, bukan kebahagian yang ia dapat melainkan kesengsaraan demi kesengsaraan yang harus ia tahan hanya untuk sebuah rupiah untuk menopang hidupnya.


Itulah Farhan. Pria muda yang harus merasakan pedihnya dunia tanpa kasih sayang keluarga, hanya ada secuil iman yang masih melekat di dalam dirinya.


Mencoba bertahan hidup dengan apa yang sudah menjadi pilihannya. Sebelum semua berubah dalam sekejap mata.


"KARAKTER / TOKOH VISUALnama


Nama:Arsyan Nanda pratama


Lahir:Tokyo 12,Mei 1997



2.Nama:Farhan sabrino Aditama


Lahir:Bangkok 13 juni 2000


__ADS_1


__ADS_2