Love velisa

Love velisa
Lembar 52.Pohon Baringin


__ADS_3

Quotes part 1 From Author:


***lebih baik kehilangan 1000 teman dari pada harus kehilangan 1 sahabat. πŸ’•1000 teman itu belum tentu bisa menjadi seperti 1 orang sahabat yang mengerti semua keluh kesah kitaπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


❀Rasa ego itu ada, namun jangan di pelihara, jika tidak ingin merusak segalanya begitu saja. πŸ’•πŸ’•***


...****************...


...****************...


...****************...


Laki-laki itu masih berjalan menyusuri koridor, terlihat sepi disana karena memang hari senin, dan pastinya jadwal pelajaran sangat padat. Ia menatap sekeliling tak menyangka seorang anak miskin seperti dia bisa bersekolah di sekolahan yang bisa di bilang elit itu. Apalagi ia baru tahu siapa pemilik sekolah ini. Pantas saja sangat mewah. Pikir dia.


Langkah kaki itu terhenti ketika ia melewati sebuah pohon beringin di sana, pohon yang cukup besar dengan kursi yang ada di bawahnya. Dan terlihat teduh di sana. Farhan duduk di kursi tepat di bawah pohon itu. Lalu ia membaringkan tubuh kecilnya.


"Bolos untuk sekali? Ah tidak masalah" Gumam Farhan sembari memejamkan matanya menikmati desiran angin yang mengenai kulitnya.


Baru kali ini seorang Farhan bolos pelajaran, bahkan bisa dikatakan semenjak ia bersekolah dirinya tak pernah sekalipun meninggalkan pelajaran.Ya, karena dirinya tak ingin membuat beasiswa nya hangus begitu saja, karena bagi dia hanya itu yang dapat seorang Farhan andalkan demi bisa mengenyam pendidikan yang layak.Jika beasiswa itu hangus?Lalu bagaimana ia bisa bersekolah ?Siapa yang akan membiayainya?Untuk kali ini ia benar-benar terpaksa meninggalkan kelas itu. ia sudah tak tahan dengan semua pelajaran yang ada disana. Farhan berfikir siapa tahu dengan bolos fikirannya kembali segar.


"Rasanya udah lama sekali gue gak tiduran di sini, dulu pohon ini saksi gue ketika ngerjain tugas dari bu Camelia" Gumam Farhan entah kepada siapa. Disertai senyuman ringan yang tergambar di bibir manisnya.


"Gue rindu semua ? Tapi apa mereka rindu gue juga? " Gumam laki-laki yang saat ini masih merebahkan tubuhnya di kursi itu.


"Baru saja masuk, udah bolos aja! "Perkataan seseorang membuat ia membuka lebar matanya.


"Emmm"


"Tumben" Ujar orang itu.


"Hmmm"


"Arsyan"


"Diam lah, gue capek! "


"Okee"


Pemuda itu mengalah memilih untuk diam. Ia juga ikut merebahkan tubuhnya di samping Farhan.


Sunyi, desiran angin menerbangkan helaian rambut mereka. Suasana inilah yang Farhan inginkan, tak ada keributan yang mengganggu ketenangannya.


"Gimana kabar lo?" Pemuda itu mulai membuka kembali suaranya, mencoba untuk mencairkan suasana sunyi disana.


"Emmm, kabar gue baik! "Ujar Farhan, ia mendudukkan tubuhnya , begitupun dengan pemuda itu.


"Syukurlah, gue ikut senang dengarnya. "Ujar pemuda itu.


"Hm, gue lihat malah lo yang terlihat gak baik-baik saja Van"Ujar Farhan.


"Hahaha, iya benar apa yang lo bilang gue memang tidak baik-baik saja! "Jawab Devan di sertai tawa yang lepas.


Farhan menatap Devan binggung, tidak biasanya Devan, mantan sahabatnya itu bersikap seperti ini. Entah apa yang terjadi, namun tawa itu terdengar seperti itu bukan tawa bahagia tapi tawa!! Ah sudahlah!


" Lo mau gak mendengar cerita dari gue Syan ? "Tanya Devan.

__ADS_1


"Apa? Asal itu dari lo gua mah siap aja dengerinnya. "


"Ini hanya cerita konyol sih sebenarnya, mengenai sebuah kisah persahabatan. Kisah persahabatan yang sangat sederhana. Saling mengisi kekosongan, tertawa bersama, bahkan saling melengkapi semua hal secara bersama. Semua terlihat baik-baik saja di awal. Tapi, ada satu hari dimana ego masuk di antara mereka dan membuat kisah persahabatan indah itu hancur begitu saja. "


"Sepasang sahabat ini, pada akhirnya terpisah karena dua hal, yang satu karena egonya dan yang satu karena kepasrahannya"


"Menurut lo si ego ini keterlaluan kan Syan? "


Di tanya seperti ini,Farhan yang tadinya terdiam bengong dengan cerita Devan, tersentak kaget dan harus menjawab bagaimana. Ia tahu siapa yang mantan sahabatnya itu maksud.


"Huh? "


"Dia gak cuma keterlaluan, tapi juga bodoh, mana ada orang yang lebih mementingkan egonya di banding persahabatan mereka? "


"Tapi yang pergi dengan membawa rasa pasrahnya juga salah Devan, menurut gue itu sangat cupu! "Jawab Farhan, ia tersenyum ketika mengerti dengan apa yang semua Devan ceritakan kepadanya.


"Asal lo tahu Syan, dari sudut pandang gue kagak salah kok, yang salah justru yang memiliki ego tinggi! "


"Devan maaf"


"Hah? Kenapa lo yang minta maaf? Ini kan cuma cerita dari gue?" Devan bertanya dengan bingung.


"Hm! Gak ah, menurut gue keduannya itu sama-sama salah, yang satu dengan ego tingginya, dan yang satu lagi terlalu pengecut karena hanya bisa pasrah dengan keadaan, bahkan pergi begitu saja dengan keadaan itu. Andai saja si pengecut itu mau menjelaskan semuanya.Mungkin saja yang satunya akan mengerti dan tidak membesarkan rasa ego yang di milikinya. Hingga mereka akan mendapat akhir kisah yang bahagia, bukan begitu? "Ujar Farhan, tatapannya berubah sendu.


" Tapi Syan, dari cerita gue ini, lo udah bisa nebak endingnya seperti apa? Mereka berdua terpisah , bahkan tak akan bisa lagi kembali bersama. Dan si ego pun mendapat karmanya sendiri "


"Devan"


"Astaga... Gue cerita apa sih?Udah Syan, jangan lo pikirkan"


"Lo, nangis Van?"


"Hah? Apaan? Enggak kok!! "Devan memalingkan wajahnya.


"Gue pergi!!!! "Dan berlari begitu saja , meninggalkan Farhan yang masih di tempatnya.


❀


❀


❀


❀


...****************...


...****************...


...****************...


SCAN SPESIAL ALENA.....


πŸ’•Wah kalian jangan sampai lupa ya, Arsyan juga memiliki satu adik perempuan. Bernama Alena Mac!


Dimana Alena?

__ADS_1


kenapa tidak muncul?


kenapa cuma berapa bab saja munculnya?


Atau dia di hilangkan?


!!!JAWABANNYA ADALAH TIDAK!!!!


Alena ada, namun ia berada di luar negeri sejak insiden Farhan ngamuk di rumah itu. Ingatkan waktu Farhan nolak untuk ke sekolah di ikuti para pengawal! nah Alena masih belia, orang tuanya tak ingin konflik rumah tangga itu, mengenai mental putrinya. akhirnya Alsan dan Nanda memutuskan mengirim Alena ke Jepang. Hingga dia bertemu dengan Rafael Than, yang sempat di rawat di rumah sakit dulu.


Dann ini cerita spesial nya.... ❀❀❀❀


...****************...


SPESIAL ALENA.


"sayang?" Suara nyaring itu terdengar di telinga Alena putri satu-satunya keluarga Alsan.


"Mamamaaaaaaa" Teriak Alena disana, melihat Alsan sudah berdiri tepat di depan pintu kondominiumnya.


Gadis belia itu berlari ke arah Alsan, lalu memeluknya dengan erat.


Beberapa minggu setelah kejadian di rumah itu, Alsan memutuskan untuk mengirim Alena ke Jepang, ia tak ingin putri satu-satunya itu terkena tekanan mental karena kondisi keluarganya saat ini yang sedang tidak kondusif.


Flasback.


"Demi kebaikan mu sayang! "


"Gak mau pa, gak mau ma, Alena gak mau ke Jepang!! Alena mau di sini bersama kalian semua! " Teriak Alena ketika keluarganya berniat mengirim dirinya ke Jepang.


"Sayang dengerin mama! " Ucap Alsan memeluk putri tercintanya itu.


"Gak mau" Teriak Alena menolak.


"Sayang, ini semua demi kamu!! Kamu boleh kembali ke sini kapanpun kamu mau! Tapi jangan sekarang! Kamu lihat kan kakakmu Arsyan? Dia sedang tidak baik-baik saja, mama sama papa takut ia berbuat nekat padamu! " Ujar Alsan,sembari memeluk putrinya itu.


"Tapi kak Arsyan itu baik? Tidak mungkin dia menyakiti Alena hikzzz... Hikzzz" Tangis itu pecah, air mata yang sedari tadi Alena tahan agar tidak terjatuh akhirnya jatuh juga, membasahi pundak Alsan.


"Nanti Alena di sana sama siapa pa? Sama siapa ma? Hikzzz..... Hikzzzzz" Gumam Alena dengan tangis yang semakin tak terkendali.


"Disana kamu akan di jaga oleh tante Jisoo dan Kakak sepupu Rafael than" Ujar Alsan mengusap bagian belakang kepala putri kecilnya itu.


"Mereka jahat ma, hikzzz.... Hikzzz.. Hikzzz! "


"Stop, nanti papa sendiri yang akan nanganin mereka jika mereka berani menyakiti putri kecil papa ini, papa akan usir mereka dari kehidupan ini, jika mereka sampai macam-macam sama Alena! " Sentak Nanda, memberi pencerahan kepada putrinya. Bahkan demi kebaikan sang putri, ia rela bertindak seperti itu, jika Misoo dan Rafael sampai berani menyakiti putri satu-satunya yang yang miliki itu.


"Gimana? Mau ya! Sebentar saja kok, tidak akan lama? Mama janji jika semua sudah membaik, kita semua akan. Menjemput kamu sayang" Ujar Alsan sembari tersenyum kecil.


"-"


Alena hanya mengangguk, tak bisa Alsan lihat. Namun, anggukan itu bisa ia rasakan.


"Gitu dong putri papa, udah gak usah sedih. Nanti pulang dari sana saat kamu sudah kembali ke indonesia, akan ada kejutan untuk mu! " Ujar Nanda mencubit hidung mungil Alena.


Ya, itulah Alena, ia sangat beruntung sebagai anak perempuan satu-satunya. Tak ada aturan khusus yang mengikatnya, di tambah Nanda sangat menyanyangi putri kecilnya itu.

__ADS_1


__ADS_2