
"Turun! kita sudah sampai! " Ujar Suga membuka pintu mobil untuk Farhan yang masih setengah sadar.
"Hah! " Jawab Farhan setengah bingung, ia baru sadar kalau kini dirinya sudah sampai rumah kembali. Tentunya rumah keluarga drama bukan rumahnya sendiri.
"Apa? Masih gak mau turun? " Sentak Suga.
"Bukan gitu kak? Kok cepet banget sampai rumah? Perasaan tadi masih di jalan! "Ujar Farhan sembari mengusap rambutnya bingung.
" Lo tidur udah kayak kebo! Jadi gue gak tega bangunin lo! "Ujar Suga sembari menjitak kening adiknya itu.
" Sakit woyy! "Teriak Farhan, namun Suga enggan menanggapinya.
" Masuk sana! Jangan lupa istirahat! Kakak sebentar lagi mau ke bandara menjemput mama!"Ujar Suga sembari mendorong Farhan agar secepatnya masuk ke dalam rumah.
"Hmm"
Farhan masih di situ, menatap Suga yang masuk ke dalam mobilnya lagi, setelahnya melajukan mobilnya keluar rumah mewah itu.
"Saya iri! "Farhan sontak menatap ke arah Arsyan yang sudah bediri di sampingnya, ia bahkan lupa jika Arsyan masih bersamanya bahkan sampai ke rumah.
" Farhan saya iri dengan keberuntungan kamu! "
Farhan bingung mendengar apa yang Arsyan katakan. Sebenarnya ia ingin bertanya apa yang sosok itu,tetapi....?
"Tuan masuk dulu! Tuan Arthan dan Tuan besar sudah menunggu untuk makan bersama! "Erika yang datang tiba-tiba membuat Farhan mengurungkan niatnya untuk mengintegrogasi Arsyan.
" Baiklah kamu duluan saja! Nanti saya menyusul!"Jawab Farhan,setelahnya Erika pergi begitu saja setelah mendengar perintah dari tuanya itu.
" Kak Arthan? "Gumam Arsyan tiba-tiba dengan suara lembut, namun sepertinya apa yang Arsyan katakan masih terdengar jelas oleh Farhan.
" Ayo masuk! Bagaimanapun ini rumah mu! Bukan rumah gue! "Ujar Farhan .
"-"
"Kalau kamu memang rindu semuanya kamu bisa masuk ke dalam! " Ujar Farhan memaksa agar Arsyan mau ikut dengannya
Arsyan hanya mengangguk mendengar ajakan Farhan, ia pun masuk bersamaan dengan Farhan ke dalam rumah itu.
"Duduk! " Ujar Nanda.
"Baik" Balas Farhan yang mulai menurut dengan perintah Nanda.
"Papa sudah bilang sama kamu! Untuk makan dulu sebelum bersekolah! Lihat kamu jadi sakit gini kan!" Ujar Nanda sembari menuangkan juss strawberry untuk putrnya itu.
Farhan hanya menatap Nanda dengan tatapan seperti biasa, ia tak tahu jika orang yang harus menjadi papanya itu ternyata juga bisa perhatian kepada anaknya.
"Farhan gue iri sama lo!"Farhan beralih tatapan setelah mendengar ucapan Arsyan, ia menoleh ke arah sosok yang masih berdiri di belakangan itu.menyaksikan kehangatan sebuah kelaurga yang sedang makan bersama itu. Apakah dia rindu kehangatan bersama keluarganya? Pikir Farhan.
__ADS_1
"Gue iri!!!!! "
Suara itu terdengar kembali di telinganya, entah kenapa Farhan bingung dengan sendirinya. Ada apa sebenarnya dengan arwah Arsyan? Ia ingin bertanya. Namun, ia sadar ada banyak orang di meja makan, ia hanya tidak ingin di anggap gila karena berbicara sendiri.
"Kenapa kak? "Tanya Gery ketika melihat sang kakak sedang melamun.
" Hmm! Tidak apa"Jawab Farhan ia kembali dengan acara makannya, dan mencoba untuk mengabaikan sosok itu untuk sementara waktu.
"Kakak? Panggilan yang asing di telinga saya, namun entah kenapa saya mulai suka di panggil seperti itu "Ujar Arsyan.
Farhan kembali mengalihkan pandangannya ke arah sosok arwah itu, ia tak bisa begitu saja mengabaikannya disana,semua ucapan yang Arsyan katakan seolah menarik perhatian seorang Farhan.
"Kenapa? " Tanya Arsyan,ia menatap Farhan yang sedari tadi menatapnya.
Farhan hanya tersenyum kecil, ia enggan menjawab apa yang arwah itu katakan! Bisa di anggap gila kalau sampai menjawab apa yang Arsyan ucapkan.
"Yakin kamu besok mau kembali ke sekolah? Memang kamu sudah sembuh?" Tanya Arthan.
"Udah cuma demam biasa! Habis ini tidur besok bangun pasti sudah fresh! "
"Kalau besok masih gak enak badan mending di rumah saja! "Ujar Nanda.
"Hih jangan mulai dah! "
"Arsyan!!!? Bicara yang sopan sama papa! "Tekan Arthan.
"Farhan tolong hormatin orang tua dan keluarga saya!"Sela Arsyan dengan tatapan memohonnya.
"Saya minta anggap mereka yang ada disini seperti keluarga mu, anggap papa dan mama saya itu adalah orang tua mu dan anggap juga kak Arthan, kak Suga adalah kakak mu! Saya mohon Far, lakukan semua demi saya yang belum pernah saya lakukan di masa "Lanjut Arsyan dengan tatapan berkaca-kaca.
"Cukup Arsyan, lo gak berhak ngatur gue! Merintah gue! Mereka bukan orang tua gue! Asal lo tahu, mereka selalu maksa dan bertindak seenak mereka! Bahkan lo gak tau betapa tersiksanya gue setelah pindah ke tubuh lo! " Desis Farhan.
"Saya tahu, saya juga mengerti apa yang terjadi selama ini sama kamu! Saya memperhatikanmu terus Far! "Teriak Arsyan.
"Apa maksud perkataan lo! " Teriak Farhan terpancing emosi.
Brag......!
Suara gebrakan meja itu membuat Farhan dan sosok Arsyan disana terdiam.
"Arsyan!!!! Papa hanya ingin kamu bersikap sopan di meja makan! Kenapa kamu berteriak seperti itu! "Sentak Nanda.
" Gue pergi!"Ujar Farhan, ia segera mengambil tasnya lalu pergi begitu saja meninggalkan beberapa orang yang menatapnya bingung.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Farhan berjalan seorang diri disisi jalan menyusuri jalan tanpa arah dan tujuan, namun pria itu tak benar-benar sendiri. Karena jauh beberapa meter di belakangnya ada lebih dari dua orang yang mengikuti langkahnya. Ia sudah mulai terbiasa walau sebenarnya ada rasa risih yang masih tertanam di dirinya.
__ADS_1
"Farhan"
"Lo gak bisa maksa gue Arsyan!Karena ini bukan kehidupan asli gue! "Ujar Farhan sebelum Arsyan sempat berbicara banyak.
"Bukankah ini doa yang lo mau? " Ujar Arsyan mengikuti langkah kaki itu.
"Tapi bukan ini yang gue inginkan! Gue bukan lo Arsyan, gue ini Farhan! Dan sampai kapanpun gue akan tetap jadi Farhan gak bakalan bisa menjadi diri lo! Gue gak sanggup! "
"Kenapa? Dengan kamu menjadi diri saya, setidaknya kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan selama ini! "Ujar Arsyan,ada nada kecewa tersirat disana.
Farhan semakin mempercepat langkahnya. Namun bagaimanapun sosok itu adalah arwah yang bisa mengikuti dia walaupun di berlari sekalipun.
" Gak! "Teriak Farhan sembari berlari.
"Kenapa!"
"-"
"Farhan"
"Kalau lo gak berhenti gue bakalan pergi dari sini dan gak akan bantu lo untuk nemuin jawaban apa yang kamu cari! "
Mendengar apa yang sosok itu ucapkan,Farhan menghentikan langkahnya dan ia pun berbalik arah, berjalan menghampiri arwah itu yang berdiri diam tak jauh di belakangnya.
"Apa mau mu? " Tanya Farhan.
"Beri saya alasan kenapa kamu tidak bisa jadi diri saya? " Tanya Arsyan.
"Karena gue..."
"Kenapa Farhan kasih tahu!!!!!"
"Karena hidup lo terlalu sempurna buat gue! Lo punya segalanya! Lo pintar!! Dan apapun yang lo mau pasti di kasih! Satu lagi, lo calon penerus perusahaan! Gue bisa apa? Hah!Gue gak pantes gantiin lo dan gak pantes di posisi ini! " Teriak Farhan sejadi-jadinya. Napas Farhan memburu, emosinya tak bisa lagi ia tahan. Bahkan ia mengabaikan orang-orang yang menatap aneh ke arahnya.
"Kamu benar semua yang kamu nikmati adalah apa yang aku nikmati dulu, tapi apakah kamu tahu Farhan, takdir tidak mengizinkan untuk saya berada di posisi itu selamanya! "Ujar Arsyan , arwah itu menatap Farhan dengan tatapan sendu.
Farhan tersentak, mendengar apa yang arwah Arsyan itu katakan, seakan-akan ada yang Arsyan sembunyikan dari dirinya.
" Maksud lo apa? "Tanya Farhan berusaha menepuk bahu arwah itu tetapi tidak bisa.
"Maaf!!! Karena saya terlalu egois! "Ujar Arsyan tersenyum ke arah Farhan.
Farhan merasa aneh melihat senyuman Arsyan.Karena baru kali ini ia melihat Arwah tersenyum namun, kedua matanya mengeluarkan air mata.
" Lo sedih? "Ujar Farhan, langkahnya mendekat ke arah Arsyan .
"-"
__ADS_1
"Arsyan!!! "