Love velisa

Love velisa
Lembar 37.Menemukan Petunjuk


__ADS_3

Farhan berjalan dengan perasaan campur aduk yang ia rasakan. Kepalanya menunduk, sesekali ia menendang krikil yang ada di depanya kakinya. Ia merasa bingung? Bingung dengan semua yang ia alami? Beberapa kali Farhan menghela nafasnya, mencoba menyegarkan diri dengan menikmati angin yang menemani perjalanannya. Entahlah Farhan merasa kalau hidupnya dimasa depan akan lebih sulit dari kehidupan masa lalunya. Tapi apa yang selalu jadi firasat nya itu biasanya benar-benar terjadi.


Farhan terdiam saat langkahnya sudah sampai di tempat penyeberangan. Ia melihat sekitar, masih banyak kendaraan lalu lalang disana. Farhan ingat dimana saat ini dirinya berada.ia berada di tempat dimana dia tertabrak oleh mobil saat itu, ia tak menyangka dirinya sudah sampai di tempat tujuan. Ia merasa ngilu sebenarnya. Namun, ingatan kecelakaan itu tiba-tiba saja muncul dari pikirannya membuat Farhan merinding mengingat kejadian singkat itu. Bagaimana jika kejadian itu terulang? Akankah dirinya bisa kembali ke tubuhnya yang lama?Ahh Farhan menggelengkan kepala, berusaha menyingkirkan pikiran konyol itu.


Farhan masih berdiri di trotoar.Tepat di depannya itu tempat dirinya kehilangan semuanya, ia harus mencari seseorang yang bisa di tanyai disini. Gak mungkin kan kalau insiden itu tak ada yang tahu? Tak lama, lampu merah menyala kendaraan yang lalu lalang itu berhenti seketika. Semua orang yang ingin menyeberang pun berjalan ke sisi jalan lain.


Namun, laki-laki itu masih terdiam ia melihat keseluruh arah. Ia melihat seorang seperti pedagang kaki lima disana, pedagang itu membawa beberapa air mineral dan makanan ringan layaknya pedagang kaki lima pada umumnya.


Ia menelan ludahnya sendiri, merasakan haus yang sangat menyiksa tenggorokannya. Laki-laki itu meraba saku celananya, memastikan ada sisa uang yang bisa ia gunakan untuk membeli minuman. Dan untungnya masih ada sisa uang dua puluh ribu disana. Farhan tertawa miris, mengingat baru kali ini dirinya mengalami hal seperti ini, walaupun dulu ia hidup sangat susah. Namun, tak sesusah sekarang.


"Sekarang gue bisa beli minum juga.! " Gunam Farhan lega merasa beruntung menemukan uang di saku celananya. Mengingat ia belum minum sedari tadi, bahkan susu yang Devan berikan kepadanya tak ia minum. Farhan memberikannya kepada seseorang anak kecil penjual koran yang ia temui sebelum dirinya sampai di tempatnya berdiri saat ini.


Farhan menyebrang menghampiri pedagang kaki lima yang sedang duduk di pinggir trotoar seberang sana.Kali ini ia berjalan sangat hati-hati, tak mau kematian kedua menjemputnya lagi.


"Air mineral satu pak.! " Ujar Farhan dengan suara yang terdengar serak.


"Ini Den.! "


Farhan menerima air mineral itu, ia duduk tepat di samping pedagang kaki lima yang terlihat sudah sangat tua itu. Farhan meneguk beberapa kali air mineral yang ia pegang, sembari melihat kendaraan yang mulai berlalu lalang kembali.


"Bapak sudah lama berdagang disini.? " Tanya Farhan setelah memberikan pedagang itu uang yang ia pegang.


"Kalau di tanya lama atau engak, bapak sepertinya sudah sangat lama berdagang di area sini.! "Jawab Bapak itu.


"Capek ya pak? Tiap hari harus berjalan membawa semua dagangan ini? " Tanya Farhan sembari memperhatikan kotak berisi air mineral yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


"Ya....yang namanya kerja pasti capek Den, tapi mau gimana lagi ini semua demi keluarga di rumah! Kalau gak mau capek ya rebahan saja di rumah.! "Ujar si Bapak.


Farhan tertawa renyah mendengar jawaban dari si pedagang kaki lima tersebut.


Tawa Farhan tiba-tiba berhenti, ketika beberapa pembeli datang ke arah pedagang yang bercengkrama dengannya itu. Ia hanya memperhatikan si Bapak yang melayani para pembeli itu dengan senyum ramahnya, sesekali ia meminum kembali air yang ada ditangannya. Entah kenapa hari ini begitu panas dan membuat Farhan merasa sangat kehausan.


"Pak.! "Panggil Farhan ketika para pembeli itu sudah pergi.


" Iya Den. "


"Ngomong-ngomong, Bapak kan sudah lama berdagang di sekitar sini! Bapak tahu insiden tabrakan yang terjadi di sana beberapa minggu lalu tidak.? " Tanya Farhan sembari tangannya menunjuk ke arah ujung jalan tempat ia tertabrak beberapa minggu lalu.


"Tabrakan.? " Si Bapak nampak Berfikir.


"Oh Bapak baru ingat, iya betul! Beberapa minggu lalu ada seorang pemuda yang tertabrak disana.! " Jawab si Bapak dengan menunjuk ke arah yang sama seperti yang Farhan tunjuk.


"Terus Pak.? "


"Saya kurang tahu pasti kejadiannya, tapi saya bisa pastikan pemuda itu korban tabrak lari Deh, kasihan lukanya parah banget, kepalanya penuh darah. Bahkan, jalan disana berlumuran darah.Bapak sampai ngeri sendiri kalau mengingat keadaan pemuda itu Den.! "Si Bapak itu bergidik ngeri setelah menjelaskan apa yang ia lihat kepada Farhan.


"Terus pak gimana kondisinya? Dibawa kemana korban itu.? " Tanya Farhan mulai penasaran, ia nampak berharap.


"Kondisinya sangat mengenaskan, kalau korbannya yang Bapak tahu dia di bawa oleh ambulance di ikuti beberapa polisi di belakang ambulance itu.Mungkin di bawa ke rumah sakit.! "Ujar si Bapak sembari menata beberapa uang lusuh yang ada di tangannya.


"Rumah sakit mana pak.? " Tanya Farhan semakin penasaran.

__ADS_1


"Kalau rumah sakitnya Bapak ngak tahu pasti Den, tapi menurut Bapak mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat, disebelah sana.! " Tunjuk Bapak itu ke arah kiri jalan, terdapat papan petunjuk disana. Namun tak begitu nampak jelas jika dilihat dari posisi mereka saat ini.


Farhan mendengus kesal, ia sudah berharap banyak pada Bapak itu, Sedikit lagi ia akan menemukan dimana tubuhnya.


"Jarak antara antara sini dengan rumah sakit itu jauh tidak pak.? "Tanya Farhan setelah beberapa saat terdiam.


" Kira-kira 15 KM setelah belokan itu, lurus saja nanti pasti ada rumah sakit! Rumah sakit yang cukup besar di kota ini.! "Jawab Bapak itu memberi arahan ke Farhan yang terlihat sudah sangat putus asa itu.


"Rumah sakit Pelita? Tempat Nita bekerja kan.? " Gumam Farhan, ia baru ingat rumah sakit yang Bapak itu maksud adalah rumah sakit dimana sahabatnya bekerja sebagai OB. Seketika itu juga Farhan bangun dari duduknya. Ia tak ingin menunda-nunda lagi, misi dia saat ini adalah menemukan tubuhnya.


"Makasih Bapak informasinya.! "Ujar Farhan, ia tersenyum lebar.


"Akhirnya sebentar lagi kita bertemu.! " Gumam Farhan sembari berlari kecil meninggalkan pedagang yang itu.Terlihat disana Bapak itu tersenyum kearah Farhan, dan Farhan pun membalas senyuman Bapak pedagang tersebut dengan senyuman cerianya.


💕


💕


💕


💕


Farhan masih berlari dengan semangat, sampai pada akhirnya dia sudah berada di tempat tujuan. Rumah Sakit Pelita Indah. Ia tak menyangka bisa berlari sejauh 15KM, melelahkan bagi Farhan, Namun, harus ia lakukan demi menemukan apa yang sudah menjadi tujuan awalnya. Dirinya bahkan bisa merasakan otot-otot kakinya yang mengencangkan. Uang Farhan habis,semua sudah ia gunakan mulai dari membeli buku agar bisa menghindar dari pengawal yang mengikutinya, sampai dimana Farhan harus rela sisa uang yang dia miliki, harus di gunakan untuk membeli air mineral karena rasa haus yang sangat menyiksa. Tak ada uang yang tersisa yang bisa ia gunakan untuk naik bus atau kendaraan lainya.


"Capek Juga ternyata.! " Ujar Farhan terduduk di lantai dekat pintu masuk rumah sakit. Peluh yang menetes membasahi wajah tampan milik Arsyan, sesekali ia menyeka peluh itu, Farhan ingin menjaga tubuh yang ia pinjam itu sebaik yang ia bisa, jangan sampai wajah ganteng milik Arsyan harus di penuhi jerawat akibat peluh yang keluar akibat ulahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2