Love velisa

Love velisa
Lembar 40.Egois Untuk Kebaikan


__ADS_3

"Sekarang kamu sebaiknya istirahat, sebentar lagi makan malam, nanti pelayanan pribadimu akan kesini untuk mengantarkan makan malam untuk mu, jadi kamu gak perlu repot-repot turun ke bawah! Pesan kakak, makanan itu harus kamu habiskan jangan sampai ada yang tersisa! Kamu tahu kan kakak paling gak suka lihat orang buang-buang makanan? Dan satu lagi, efek dari obat Pelumpuh itu akan segera hilang sebentar lagi.! "Lanjut Suga.


Bibir Farhan berkedut ingin tersenyum setelah mendengar perkataan terakhir dari kakaknya itu. Namun, tidak jadi ketika Suga melanjutkan pembicaraannya.


" Jangan coba-coba kabur dari sini! Semua keamanan sudah papa perketat untuk mu! Kamu lihat itu kan.?" Tunjuk Suga pada pojok kamar yang sudah terpasang beberapa CCTV, tak cuma satu tapi banyak. "Itu baru di dalam belum lagi di luar kamarmu.! " Lanjut Suga, membuat Farhan hanya bisa menelan ludahnya, ia tak menyangka keputusan untuk kabur waktu itu membuat dirinya semakin dalam kesulitan. Ia bisa kabur dari rumah sakit dengan gampang saat itu. Namun, ini bukan rumah sakit dan tentunya pengamanan pasti akan di perketat.!


"Mulai sekarang kamu akan di awasi selama dua puluh empat jam di rumah ini. "


Suga terkekeh, melihat raut wajah adiknya itu yang nampak terkejut.


"Anak nakal harus di hukum bukan? Nikmatilah liburan mu di kamar ini, adik manis.! " Ujar Suga sebelum keluar dari kamar bersama beberapa pengawal yang mengikutinya dari belakang.


Farhan berdecak kesal, ia menatap CCTv yang terpasang disana sembari mengacungkan jari tengah ke arah CCTv tersebut.


"Sial...! Mau gimana lagi ini salah gue .! "Farhan memejamkan matanya kembali, karena memang tubuhnya masih tak bisa ia gerakan. Di tambah kepalanya masih terasa pusing karena terlalu lelah memikirkan sikap hiperbola dari keluarga pemilik tubuh ini.


" Arsyan..... Lo betah amat hidup sama keluarga yang super ngeselin ini.! "


🐻


🐻


🐻


🐻


🐻


Farhan mendesah lega ketika makanan yang ada di depannya sudah habis ia lahap,ia mengelus perutnya yang sedikit buncit. bukannya dia rakus. Tapi, memang hampir semalaman ia belum makan sama sekali.


"Nih tubuh bocah baru di kasih makan segini saja sudah tepar.!" Gumam Farhan.


Farhan menatap para pelayanan yang sedang membereskan peralatan makannya. Nampak di situ pelayan yang ia kenal. Erika.


"Mbak Erika.? "Panggil Farhan.

__ADS_1


" Ada yang bisa saya bantu lagi tuan muda.? "Tanya Erika mendekat kearah tuan mudanya itu.


Farhan menganggukkan kepalanya, membuat Erika menyuruh pelayanan lain membawa nampan yang ia pegang.


" Saya boleh minjam handphone milik mbak Erika.! "Tanya Farhan membuat Erika terlihat bingung harus menjawab bagaimana.


" Anu... Itu... Sama..! "


"Arsyan... Kakak bilang jangan coba-coba ngelakuin apa yang membuat kakak kesal.! "


Terdengar suara dari pojok kamarnya, ia tahu itu suara Suga. Namun ia tak melihat dimana keberadaan orang itu, yang ia lihat hanya CCTv yang terpasang disana. Farhan mendengus kesal ketika menyadari hal itu.


"Kalian cepat keluar, jangan ada yang menuruti perintah tuan muda untuk kali ini.!"Perintah suara itu kepada semua pelayanan yang ada disana.


Sontak, semua pelayan itu dengan sigap membereskan peralatan makan milik Farhan dan setelahnya bergegas pergi dari kamar tuan mudanya itu. Sedangkan Farhan hanya memasang wajah kesalnya melihat para pelayan yang pergi dengan gelagapan itu. Ia tak menyangka semua pelayan itu takut kepada Suga, tak terkecuali Erika, walau dirinya suda berada di tengah-tengah keluarga Alsan. Namun, ia masih saja takut kepada Suga, membuat Farhan heran setengah mati.


" Menyebalkan sekali mereka semua.! "Gumam Farhan.


" Segera minum susu itu, lalu pergi tidur. Jangan ada alasan lagi kamu alergi susu.! "


Farhan menatap CCTv yang ada disana, seakan-akan ia bisa bisa melihat orang yang sedari tadi bicara padanya.Farhan hanya mendengus, ia heran, sampai segitunya mereka ingin mengurungnya, sampai-sampai CCTv saja di pasang penyadap suara.


Farhan berdecak, ia dengan sigap mengambil susu yang ada di sebelahnya, kemudian meminumnya tanpa sisa. Saat ini dirinya memang sangat malas jika bertatap muka apalagi berdebat dengan kakaknya Arsyan itu,melihat wajahnya saja sudah membuat Farhan mual .


"Tidur...! "


Farhan menurut, ia merebahkan tubuhnya. Namun, matanya masih terbuka lebar.


"Arsyan... Tidur..! "


"Belum ngantuk woy.! " Ujar Farhan.


"Heh apa? Coba ulangin perkataan mu.! "


Farhan menelan kembali ucapannya, ia teringat tentang apa yang Suga itu minta. Sopan santun, Farhan menatap langit-langit sebelum ia kembali berucap.

__ADS_1


Kak? Apa kakak tahu penyebab Arsyan koma begitu lama? "Tanya Farhan, ia masih penasaran akan hal itu. Apalagi setelah mendengar perkataan Devan tadi siang.


Farhan hanya memastikan apakah perkataan Devan tadi siang memang benar-benar fakta? Bunuh diri? .


Farhan terdiam menunggu jawaban dari sang kakak. Namun, selang beberapa detik tak ada jawaban yang ia dapat.


"Hallo kak? "Tanya Farhan, melambaikan tangannya ke arah CCTv.


Farhan mendengus kesal, ia tak mendapatkan jawaban apapun, hal itu semakin membuat rasa penasaran Farhan membuncah.


"Datang begitu saja, eh pergi juga gak pamit! Berasa ngomong sama tembok gue.! "Ujar Farhan emosi.


Farhan mengira Suga telah pergi dari situ. Namun, faktanya Suga masih ada di situ di depan laptopnya. Sembari menatap layar laptop yang mengarah ke kamar Farhan. Ia tentu saja mendengar apa yang Farhan katakan padanya. Namun, pria itu engan menjawab apa yang sang adik tanyakan.


" Apa ingatan mu mulai pulih? Apa kamu benar-benar sudah ingat semuanya.?"Gumam Suga, ia melihat adiknya sudah mulai memejamkan matanya. Mungkin efek obat tidur yang ia taruh di dalam susu itu sudah mulai bereaksi.


Kakak ingin bersikap egois kali ini Arsyan! Kakak gak mau kamu tahu dan ingat tentang kejadian masalalu itu.! "Ucap Suga.


Suga menatap layar laptopnya dengan sendu. Matanya mulai berkaca-kaca kala melihat Farhan yang tertidur lelap. Hingga getaran Handpone mengalihkan perhatiannya.


" Hallo om.! "


"-"


"Hmm, Arsyan sudah pulang dengan selamat, dia saat ini sedang tertidur.! "


"-"


"Tenang saja om, Suga kali ini akan menjaga adik Suga dengan lebih ketat lagi.! "


"-"


"Baik om.! "


"-"

__ADS_1


"Baik om, Suga akan menjalankan tugas Suga.! "


Panggilan berakhir, Nanda saat ini sedang berada di luar negeri karena ada urusan yang mendadak. Dan Alsan beserta yang lain juga ikut kesana, kali ini hanya Suga yang Nanda percaya menjaga Arsyan. Biasanya untuk masalah jaga menjaga, Nanda selalu menugaskan Arthan. Namun, kali ini Arthan juga harus ikut dengannya ke luar negeri. Jika saja Alsan belum mendapatkan kabar tentang Farhan saat itu, mungkin saja Alsan tak akan mau untuk ikut suaminya pergi keluar negeri. Namun, sebelum keberangkatan mereka, Suga terlebih dahulu mengabarkan kalau putra mereka itu sudah di temukan, membuat Alsan akhirnya mau untuk ikut dengan suaminya. Karena memang ada masalah yang cukup besar yang harus mereka hadapi, ini menyangkut pekerjaan mereka di sana.


__ADS_2