Love velisa

Love velisa
Lembar 38.Kemana?


__ADS_3

Usaha seorang Farhan benar-benar tak sia-sia! Tinggal beberapa langkah lagi ia akan mengetahui dimana tubuhnya berada. Rasa senang, sedih bercampur di benak laki-laki itu. Bagaimana tidak? Ia akan senang jika bisa bertemu tubuh lamanya. Namun, dirinya juga harus siap menerima kenyataan jika apa yang ia dapat tak sesuai yang laki-laki itu harapkan. Dengan tekad yang membara Farhan melangkahkan kaki memasuki rumah sakit besar itu. Banyak sekali orang berlalu lalang disana, bahkan Farhan sempat kaget ketika sebuah brankar melewatinya.


Farhan berjalan dengan hati-hati, ia tahu rumah sakit bukan tempat untuk berjalan seenaknya, Farhan hanya tak ingin menabrak atau di tabrak sesuatu. Kini,Farhan telah berdiri di depan meja administrasi.


"Permisi suster"Sapa Farhan dengan senyuman manis dari sudut bibirnya.


" Iya, ada yang bisa saya bantu dek."Jawab suster itu dengan senyuman ramahnya.


"Saya ingin mencari seseorang yang mengalami kejadian tabrak lari beberapa minggu lalu Sus.! "Ujar Farhan, berharap ada titik terang yang bisa ia dapatkan.


" Kalau boleh tahu, pasien tersebut atas nama siapa dek.? "Tanya Suster itu sembari membuka buku data pasien yang ada di depannya.


"Far-Farhan Aditya Pratama. " Ujar Farhan sedikit gugup menyebutkan namanya sendiri.


Suster itu terlihat mencari data dari buku yang sudah ada di depanya tersebut, Farhan menunggu dengan tenang. Matanya melihat sekeliling, memastikan tak ada yang mengikutinya hingga ke sini. Farhan berharap penuh, semoga ini memang rumah sakit yang benar. Jika salah, dia tak tahu lagi harus mencari keberadaan tubuhnya dimana lagi.


"Kalau boleh tahu adek ini, ada hubungan apa sama pasien.? " Tanya suster itu yang mungkin saja sudah menemukan apa yang dirinya tanyakan tadi.


"Ck.! "Farhan berdecik kecil, ia tak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan suster tersebut , dari wajahnya Farhan bisa menilai kalau suster itu mungkin saja sudah curiga dengan dirinya.


"Oh, itu Sus, saya saudaranya.! "Jawab Farhan melontarkan apa yang ada di pikirannya.


"Maaf,pasien itu sudah meninggal sesaat setelah sampai di sini.! "Ujar Suster itu.

__ADS_1


Entah kenapa mendengar apa yang suster itu katakan tak membuat seorang Farhan kaget sedikitpun, wajah laki-laki itu hanya beraksi biasa saja. Mungkin, dirinya merasa masih hidup namun tidak dengan badannya.


"Terus keberadaan jenasahnya saat ini ada dimana.? "Pertanyaan itu akhirnya dapat Farhan katakan setelah terdiam beberapa saat.


"Apa benar adek ini saudara dari pesien atas nama Farhan.? ".


Farhan tersentak beberapa saat, bukanya menjawab apa yang ia tanyakan, justru Suster itu berbalik menanyai Farhan.


"Begini, jasad pasien sudah di bawa pulang sama pihak keluarga yang bertanggungjawab tak lama setelah dia meninggal, kalau adek ini memang keluarga pasien pasti sudah tahu tentang ini.! "Ujar si Suster.


" H-hah? "Farhan terkejut seketika, bukan karena jasadnya. Namun, karena keluarga yang membawa jasadnya. Keluarga yang mana?.


"Keluarga? Saya tidak punya keluarga Sus di sini, saya bahkan hidup sendirian.! "Tanya Farhan meninggikan suaranya, membuat beberapa Suster yang ada di depanya tersentak kaget.


Namun, anehnya dibuku itu tak tertera siapa nama yang membawa jasadnya.Membuat Farhan hanya terdiam membisu.Lidah Farhan seakan kelu untuk mengeluarkan kata-kata, kepalanya mendadak pening. Pemuda itu menundukkan kepalanya, ia bingung harus bagaimana? Padahal ia sudah berharap banyak bisa menemukan tubuhnya, dia juga sudah ikhlas jika badanya itu tidak utuh. Namun, kali ini ia benar-benar di buat shock mengingat dia tak punya sia-sia disini. Lantas jasadnya? Siapa yang membawa? Dan apa hubungannya dengan dirinya?.


"Adek tidak apa-apa?" Tanya Suster itu dengan nada sedikit khwatir di ucapannya.


Farhan kembali mendongakkan kepalanya, pemuda itu tersenyum miris ke arah Suster muda yang menanyainya tersebut.


"Ya, saya tidak apa-apa! Bolehkah saya tahu siapa yang membawa jasadnya dari pasien bernama Farhan tersebut? Alamatnya mungkin.? "Tanya Farhan penuh harap.


Suster itu tampak terdiam, Namun tak beberapa lama ia seperti sedang menelfon seseorang, entah diretur rumah sakit atau apa Farhan tak tahu. Laki-laki itu hanya terdiam melihatnya, pikirannya nampak kosong, matanya hanya fokus kepada salah satu suster disana.

__ADS_1


"Dek.! " Panggil Suster itu, membuyarkan lamunan Farhan.


"Setelah saya berbicara dengan pihak rumah sakit, mohon maaf sekali! Karena pihak rumah sakit tidak memperbolehkan saya memberitahu data lengkap keluarga pasien!Karena ini permintaan dari mereka.! "Ujar Suster itu nampak menyesal, ia melihat pemuda yang ada didepan itu terlihat tampak kacau.


" Ta-tapi Sus saya.....? "Ucapan Farhan menggantung, sampai akhirnya ia hanya bisa bernafas lega sembari menganggukkan kepalanya ke arah Suster itu, mencoba menerima kebijakan yah Suster itu katakan pada dirinya.


"Terimakasih Sus, kalau begitu saya izin pamit.! "Ujar Farhan yang nampak lesu tak bersemangat lagi. Bagaimana tidak, kini dirinya lagi-lagi harus menelan pil mentah karena tak mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.


Farhan berjalan seperti orang linglung, kebingungan jelas tergambar dari wajah tampan itu. Kemana lagi ia harus mencari tubuhnya? Farhan mendudukkan tubuhnya di bangku taman tak jauh dari rumah sakit tersebut.


" Ayo.....!Lo harus berfikir jernih Farhan, keluarga mana yang lo punya di kota ini.! "Ujar Farhan memarahi dirinya sendiri.


Suara gemericik air mancur yang ada di depanya tak membuat suasana menjadi tenang. Justru sebaliknya, kini Farhan pemuda yang berambisi menemukan tubuhnya itu harus benar-benar berpikir keras, dimana lagi dirinya bisa menemukan tubuh yang ia cari itu? Siapa keluarga dari dia yang membawa jasadnya pulang?


"Gue benar-benar bisa gila kalau seperti ini terus.! " Teriak Farhan, sembari mengusak rambutnya sendiri. Ia uring-uringan karena bingung harus mencarinya kemana. Kepalanya kembali tertunduk, ia meratapi nasibnya saat ini.


"Gue haus banget, mana uang udah habis.!"Lirih Farhan, dan entah dari mana tiba-tiba ada sebotol air mineral sudah ada di depanya, bak keajaiban yang datang menghampiri laki-laki yang sudah hampir putus asa itu.


Farhan mendongakkan kepalanya, ia terkejut seketika. Saat laki-laki dihadapannya tiba-tiba saja menyodorkan air mineral ke arahnya.


" Ini minum saja! Kamu haus kan? Saya lihat dari tadi kamu seperti ada masalah yang cukup berat.! "Ujar lelaki itu.


Farhan terdiam, orang ini tampak asing di mata Farhan. Ketika lelaki itu duduk di sampingnya pun Farhan masih terdiam. Ia sebenarnya ingin segera meminum air mineral itu. Namun, sepertinya laki-laki yang ada di sampingnya saat ini tak ikhlas memberinya air.Lihat saja air mineral itu tak ia lepas dari genggamannya.Sebenarnya Farhan bisa saja minum dari air mancur di depanya bagi Farhan minum air mentah tak ada masalah bagi tubuhnya.Namun,ini tubuh Arsyan, Farhan takut jika tubuh yang ia pinjam itu tak bisa beradaptasi dengan apa yang biasa ia lakukan,

__ADS_1


__ADS_2