Love velisa

Love velisa
Lembar 42.Penasaran


__ADS_3

Note:*huruf miring/ucapan miring itu berarti salah satu tokoh sedang flashback ke masalalunya,atau bisa juga si tokoh sedang bermimpi.


Lembar* 21.Penasaran


Seorang pemuda termenung di sebuah kamar yang sangat luas, di depan kamar itu sudah di jaga oleh beberapa laki-laki berbadan proposional lengkap dengan balutan jas hitam. Ya, pemuda itu Farhan, ia masih berada di sana, jangankan untuk keluar, untuk mengambil sesuatu saja ia harus di awasi para pengawal itu. Tentu saja, hal itu membuat Farhan merasa bosan berada di situ.


"Kapan gue bisa keluar dari kamar ini.! "


"Sampai lo jadi anak baik, penurut dan sopan.!"


Farhan berdecih mendengar suara itu.


"Lo gak ada kerjaan lain apa? Selain ngawasin gue.! "


"Emm... Gak ada.! "


Farhan merebahkan kembali tubuhnya, ia merasa belum pulih sepenuhnya. Matanya menatap langit-langit berwarna putih itu dengan nanar.


Ia sedang merenungkan sesuatu, entah kenapa semalam ia bisa memimpikan sahabatnya. Devan? Di dalam mimpi Farhan Devan terlihat sedang menatapnya. Namun, entah kenapa sahabatnya itu menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Sahabatnya itu terlihat ingin mendekatinya. Namun, seolah-olah sesuatu menahan Devan saat itu. Kemudian mimpi itu tiba-tiba bergulir ketika dirinya dan Devan masih kecil dulu. Ketika sebuah janji terucap dari mulut dua anak kecil yang masih polos itu.


"Devan...! Lo kenapa bisa luka gini? Siapa yang berani buat lo seperti ini? Bilang saja biar gue yang hajar mereka.! "Ujar Farhan, yang saat itu masih berusia tujuh tahun, ia berjongkok di depan seorang anak kecil yang sedang menangis memegangi lututnya yang terluka.


"Hus.. Udah jangan nangis, nanti kalau nangis terus Devan jadi gak ganteng lagi lo.! " Ujar Farhan, sembari meniup luka Devan, mencoba menghibur sahabatnya itu yang masih saja menangis.


"Itu kak Bible,,,,,Evan di dorong sama mereka. Mainan Evan di ambil.! " Ujar anak itu dengan logat gemasnya, memanggil Farhan dengan sebutan Bible. Farhan tersenyum ke erah Devan, mengelus kepala anak kecil itu yang terlihat menggemaskan bagi Farhan .


"Yaudah, mulai sekarang Evan mainnya sama kak Bible aja ya, kakak janji gak bakalan nakalin Evan, atau buat Evan terluka seperti ini.! "


"Umm, Evan main sama kak Bible aja, Evan tahu kak Bible baik, gak kayak mereka. Evan tahu juga kalau kak Bible gak bakalan dorong Evan apalagi ambil mainan Evan kayak mereka.! "Ujar Devan dengan antusias, ia bahkan sudah tak menangis lagi. Devan memeluk Farhan dengan erat, Farhan hanya tersenyum lebar ke arah Devan, membelai rambutnya agar anak itu semakin tenang.

__ADS_1


Kedua anak itu larut dalam pelukan yang cukup lama, keduanya tersenyum lebar ke arah Farhan dewasa yang berdiri tak jauh dari tempat itu. Membuat Farhan dewasa iri kepada dirinya dahulu. Dua anak itu menatap Farhan dewasa cukup lama, seolah-olah mereka ingin memamerkan kedekatan mereka satu sama lain. Farhan dewasa hanya tersenyum melihat dirinya dulu bisa sangat bersikap dewasa terhadap Devan. Bahkan, Farhan dewasa melambaikan tangan ke arah dua bocah itu dengan mata sendunya.


"Devan, lo lagi ngapain?Gue harap lo baik-baik saja, semoga kita nanti bertemu lagi, dan maafin atas apa yang pernah gue lakuin ke lo.! "Gumam Farhan sembari menyampingkan tubuhnya,lalu menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya itu dengan selimut. Pria Memunggungi CCTv yang memantaunya selama dua puluh empat jam itu.


"Tolong AC kamar Tuan Muda agak di kencangkan sedikit.saya tidak mau dia kepanasan"! Perintah Suga kepada salah satu pengawal di sana, melihat sang adik tidur dengan posisi selimut menutupi badanya. Pasti itu akan membuat sang adik merasa panas.


"Setidaknya, si brengsek itu masih perhatian sama gue. "Ujar Farhan sebelum matanya terpejam.






Huh, capek benget gue tidur mulu.! "Ujar Farhan yang tiba-tiba membuka matanya.


" Arsyan! Jaga tata cara bicara mu! Sopan sedikit! Bagaimana kalau ada kolega papamu yang mendengar umpatan mu itu.! "Suara itu membuat Farhan tersadar kalau dirinya tidak sendirian.


Ia terdiam, berfikir sejenak. " Jadi ini alasan kenapa gue di kurung? Agar gue bisa lebih sopan? "Gumam Farhan yang berasumsi tentang alasan dirinya di kurung seperti ini.


"Bosen..... Gue ingin jalan-jalan.! "Rengek Farhan sejadi-jadinya, ia mengusak wajahnya sendiri dengan guling yang ia peluk, Menendang-nendang kakinya ke segela arah. Farhan benar-benar seperti anak kecil saat itu.


" Maaf hukuman belum selesai adikku sayang.! "Ujar Suga sembari menahan tawanya melihat tingkah Farhan yang seperti bocil itu .


"Ayolah, cuma jalan-jalan di rumah ini dah.! "


"-"

__ADS_1


"Ck, dasar kakak jahat.! "Gumam Farhan ketika tak ada satupun yang menjawab pertanyaannya.


Kini Farhan sudah merubah posisinya, dari yang tertidur menjadi duduk. Ia mengambil segelas jus strawberry di meja sampingnya setelahnya menghabiskan jus itu tanpa sisa, sebelum matanya memindai kamar yang sangat luas itu. Namun, ia baru sadar. Sepertinya kamar yang ia tempati ini berubah drastis dari kamar sebelumnya. Ia mulai memindai lebih tajam dan benar saja, ini bukan kamar yang pertama kali ia tempati. Ini adalah kamar Suga! Terlihat dari foto besar yang terpampang jelas di belakang tempatnya tidur.


"Pantesan kamar ini banyak CCTv, ternyata kamar calon bos besar. " Gumam Farhan sembari menaikan sebelah alisnya.


"Oiii...! " Sentak Farhan tiba-tiba, membuat Suga yang menatap layar laptop itu terkaget seketita.


"Lo gak mau cerita apa gitu biar gue ingat semua nya? Gue kan lagi amnesia! Harusnya lo bantu mulihin dong kak, dengan cara nyeritain semua tentang keluarga kita.! " Ujar Farhan. Memeluk boneka yang ada di sofa tak jauh dari ranjang tidur itu.


"Heii kak?Masih di situkan? " Sentak Farhan


"Hmm."


"Gue lupa ingatan, tapi kenapa semua yang ada disini gak mencoba dan berusaha ngebantu gue agar ingat semua kembali. "


Ya, kalau dipikir-pikir memang keluarga Arsyan ini sangat aneh, walau mereka tidak tahu tentang kejadian teleportasi itu, setidaknya mereka ngebantu anaknya agar ingatanya kembali. Namun ini tidak, semua diam saja seakan-akan menyembunyikan sesuatu yang tidak boleh Farhan ketauhi.


"-"


"Ayolah kak! Cerita, gak mau gitu adek lo ini ingat semuanya kembali? "


"-"


"Hoii kak jangan diam aja.! "Teriak Farhan kesal, semua ucapan dak pertanyaan yang ia lontarkan tak juga ada yang menanggapinya.


"Arsyan!!!! Bisa sopan sedikit kalau bicara!"


"Yaudah cerita! " Desak Farhan.

__ADS_1


Hening terjadi di sana, Farhan masih menunggu Suga untuk berbicara layaknya anak kecil yang akan mendengarkan sebuah dongeng. Ia memeluk bantal sembari menyelimuti bagian tubuh belakangnya. Kini Farhan siap mendengarkan apa yang akan Suga katakan pada dirinya, ia benar-benar penasaran tentang kehidupan Tuan Muda yang tubuhnya saat ini ia gunakan.


__ADS_2