Love velisa

Love velisa
Lembar 28.Arthan?


__ADS_3

Farhan terduduk di atas ranjangnya, Suga membawanya kembali ke ruang rawat! Ia tahu betul jika adiknya itu pasti punya sesuatu hal yang di rencanakan. Di ruang itu sudah terdapat Alsan dan Nanda yang menungguinya dengan raut muka yang datar.


"Coba jelasin ke mama kenapa kamu ingin kabur dari ruangan ini? Bukankah ini ruangan yang paling nyaman.? " Tegur Alsan sembari mencubit pipi Farhan.


"Mau cari angin.! "Jawaban singkat yang keluar dari mulut Farhan membuat Nanda dan Alsan seperti menahan ketawa.


"Kamu dari dulu memang gak jago kalau masalah bohong! Ruangan ini mama pesan buat kamu! Lengkap dengan fasilitas pendingin terbaik yang tidak ada di rumah sakit lain! Kamu bilang masih ingin cari angin! Apa AC rumah sakit ini kurang dingin sayang.? " Ugak Alsan sembari mengusap rambut anak kesayangan itu.


Farhan hanya berdehem kecil, bagaimanapun juga ia harus terbiasa dengan kehidupan Arsyan, dirinya harus mulai menerima Alsan sebagai orang tuanya. Dirinya pun harus mulai berbicara dengan sopan agar Alsan tak curiga kepada dirinya.


Farhan menatap suga berharap sang kakak mau membantunya mencarikan alasan. Bukanya membantu, sudah malah beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut. Membuat Farhan terbakar amarah di dalam dirinya, ia tak habis fikir dengan laki-laki itu! Setelah apa yang ia berikan laki-laki itu malah pergi begitu saja.!


"Sudah! Jangan main kabur-kabur lagi! Kamu hari ini Suga yang akan menjaga! Papa sama mama ada urusan ke luar negeri dulu, mungkin butuh waktu sedikit lama.! Kamu jangan bandel.! " Ujar Nanda yang tiba-tiba sudah berdiri di samping putra kecilnya itu.


Farhan hanya mengangguk, ia tak tahu ternyata orang tua Arsyan segitu sibuknya dengan pekerjaan.


"Pantas saja nih anak kaya raya.! " Gumam batin Farhan sembari melemparkan senyuman ke arah Nanda dan Alsan yang tiba-tiba sudah berjalan pergi begitu saja.


Cek lek....

__ADS_1


Suara pintu terbuka lebar, ia dengan jelas melihat sosok suga yang berdiri di depan pintu. Mereka saling menatap satu sama lain, suasana canggung mulai terasa, langkah kaki pria berbadan atletis itu mulai mendekat ke arah laki-laki mungil yang masih terduduk di ranjang rumah sakit. Se buah boneka besar yang di bawa laki-laki itu membuat Farhan ternganga.


"Ini buat kamu.! " Ujar Suga sembari menyodorkan boneka kelinci yang sangat besar kearahnya.


"Jadi lo tadi pergi....? " Ucapan Farhan terpotong karena dengan tiba-tiba Suga mencium bibirnya dengan sangat romantis.






"Gak gue gak sakit.! " Bentak Farhan, membuat Suga terkejut. Baru beberapa waktu seorang Farhan menjadi sosok yang lemah lembut kini dirinya harus kembali ke mode bar-bar hanya untuk menjauhi Suga, dirinya tak mau jika mereka berdua sampai kelewat batas.


"Oh ya...? Kamu ini kenapa? Kenapa berubah jadi reog lagi! Mana Arsyan yang sopan? Arsyan yang kemarin merengek kak sakit.! " Ucapan Suga membuat Farhan terdiam ia tak tahu apa yang ia rasakan bahkan, dirinya tak tahu apakah dengan bersikap seperti ini dirinya bisa lepas dari seorang Suga?.Belum sempat Farhan menjawab perkataan Suga, dirinya di kagetkan oleh suara yang menggema di ruangan tersebut.


"Suga...! " Teriakan seorang laki-laki terdengar keras di ruangan itu.Memmbuat Farhan dan Suga yang masih saling menatap satu sama lain dengan spontan saling membuang pandangan mereka. Suga tahu betul suara siapa itu.

__ADS_1


"Keluar! Biarkan adik gue tidur.! " Bentak laki-laki dengan suara parau itu.


Suga masih terdiam menatap Farhan yang terlihat kebingungan, ia tahu betul pasti adiknya itu tidak ingat laki-laki tersebut.


"Kak Arthan.! " Dengus Farhan dengan suara lirih memastikan dia apakah benar laki-laki yang berada di depan pintu tersebut adalah Arthan! Anak pertama keluarga Arsyan.


Suga terdiam! Dirinya lega ternyata adiknya mengingat siapa laki-laki yang tiba-tiba masuk itu.


"Lo tidur! Dan lo Suga keluar! " Bentak Arthan mengusir Suga yang masih terdiam di situ! Perlahan Suga beranjak dari tempat tidur milik Farhan, berjalan perlahan meninggalkan Farhan.


Farhan hanya bisa menelan ludah, ia tak menyangka jika anak pertama keluarga Arsyan ternyata lebih galak dari siapapun.


Brugh....


Suara pintu terbanting keras, membuat Farhan hanya bisa terdiam seribu bahasa! Suga yang masih di dekat pintu tersebut terdiam, sembari menutup matanya!


"Kak? " Tegur Farhan dari kejauhan memastikan sang kakak baik-baik saja.


Suga hanya memberi isyarat dengan tanganya, memberitahu jika dirinya baik-baik setelahnya pergi dari ruangan itu, meninggalkan Farhan dengan raut wajah khawatir.

__ADS_1


"Gini amat hidup gue? Tapi mau gimana lagi? Gue gak mau kena sanksi! Tapi gue pikir-pikir kasihan juga si Suga! " Gumam Farhan sembari memainkan jari-jemarinya, mengingat laki-laki yang mencintainya itu sangat tidak akur dengan kakak pertamanya.


__ADS_2