Love velisa

Love velisa
Lembar 22.Kecupan Manis!


__ADS_3

Tokyo, jepang 2022


"Ada baiknya kamu jangan terlalu ikut campur, mama gak ingin kamu di marahin papamu. " Bisik Alsan ke arah Arthan yang duduk di sampingnya dengan suara lirih. Ia tak mau jika semua staf nya mendengar apa yang barusan ia bicarakan dengan sang putra.


Arthan hanya tersenyum kecil ke arah para staf kantor yang masih sibuk dengan agenda meeting hari ini.


"Percayalah ma, Arthan gak akan ngecewain mama di hadapan para investor besar ini.! " Ucap Arthan lirih meyakinkan mamanya jika ia pasti bisa memimpin rapat kali ini dengan sebaik mungkin.


Jiwa Kepemimpinan Arthan memang layak untuk Alsan acungi jempol. Ia tahu betul sang putra memang gila bekerja seperti papanya,berbeda dengan putra ke tiganya yaitu Arsyan, yang mudah bosan dengan pekerjaan sama seperti dirinya.


"Syukurlah.! " Gumam Alsan ketika melihat layar ponselnya membuat Arthan menengok ke arah sang mama yang tiba-tiba memancarkan senyum lebar dari sudut bibirnya.

__ADS_1


"Ada apa ma.? " pertanyaan Arthan membuyarkan senyum sumringah tersebut.


"Adik mu sudah sadar. ! " Ucapan Alsan tentang Farhan membuat Arthan terdiam sembari menatap layar ponsel milik mamanya, memastikan apa yang mamanya bilang benar-benar terjadi atau tidak.


"Hmmm.! " Jawaban singkat yang keluar dari mulut Arthan membuat sang mama memasang raut muka datar, ia tahu betul jika kabar yang barusan ia terima adalah kabar bahagia buatnya tetapi bukan untuk anak sulungnya.


**********************************************


Di rumah sakit, Farhan masih menikmati bubur yang Alena suapkan kepada dirinya dengan lahap. Walau sebenarnya dia sendiri tahu rasa bubur itu seperti apa yang Suga katakan padanya, Hambar.Namun dirinya tak ingin membuat Alena yang sekarang harus ia panggil adik itu merasa kecewa.


"Ini enak kok, cobain aja kalau gak percaya! Tapi jangan di habiskan. ! " Ucap Farhan sembari menyodorkan mangkuk bubur yang Alena pegang dari kejauhan ke arah Suga yang masih duduk tenang dengan majalah di tangannya.

__ADS_1


"Kakak udah cobain sebelum kamu makan tadi, jadi kakak tahu gimana rasanya tuh bubur, mending lo cepat sembuh, biar gue ajak lo ke tempat bubur favorit lo.! " Ucap Suga tanpa melihat sang adik yang sudah memasang muka juteknya.


"Bubur kesukaan gue.? " Gumam Farhan berfikir keras mencerna perkataan Suga, dalam hatinya ia harus bisa menerima keadaannya yang sekarang, ia juga harus mulai beradaptasi dengan kehidupan barunya. Namun, di dalam benak Farhan dirinya tetap merasa tidak enak tentang semua yang ia dapatkan. Bagaimanapun kehidupan ini milik Arsyan.Bagaimana jika nanti Arsyan kembali? Bagaimana dengan keluarga Arsyan jika tahu kronologis nya ? Hanya pemikiran-pemikiran konyol itu yang selalu melekat di dalam benak Farhan.


"Kak ini satu suapan terakhir, setelah ini Alena mau pergi kuliah dulu, kakak biar kak Suga yang jaga ya.! " Ucap Alena manja kepada Farhan. Farhan hanya mengerjapkan matanya ke arah Alena, ia tak tahu jika Arsyan memiliki adik perempuan selain cantik juga sangat perhatian. Perhatian inilah yang terkadang membuat Farhan nyaman dengan kehidupan palsunya saat ini.


"Mama...! " Hati Farhan berdecik, ia merasa nyaman saat di keliling orang-orang baik yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan semasa hidupnya sebagai Farhan.


"Iya, mama udah gue kabarin besok pasti udah sampai ke Indonesia.! " Ucap Suga yang ternyata mendengar suara lirih Farhan memanggil mama, padahal tanpa Suga tahu mama yang Farhan panggil bukanlah Alsan. Namun, mama aslinya yang sampai saat ini dia sendiripun tak tahu bagaimana keadaanya.


Farhan hanya mengangguk pelan. Ia tak tahu jika Suga mendengar apa yang dirinya ucapkan. Ia membaringkan tubuhnya ke tempat tidur setelah menghabiskan satu mangkuk bubur hambar itu. Namun, saat dia mencoba untuk memejamkan mata tiba-tiba Suga mendekat dan mengusap kepalanya, rasa nyaman dari tangan Suga membuat Farhan perlahan-lahan mulai memejamkan matanya.

__ADS_1


"Gue tahu, lo bandel! Tapi gue paling gak bisa lihat lo sakit begini.! " Gumam Suga sembari mengusap kepala sang Farhan. Farhan semakin merasa nyaman saat tangan kekar Suga mengusap lembut kepalanya, usapan yang belum pernah ia dapat dari siapapun di muka bumi ini.


"Akhirnya tidur juga lo, mimpi indah boy childish.! " Ucap Suga sembari mengecup kening Farhan yang sudah tertidur lelap itu.


__ADS_2