Love velisa

Love velisa
Lembar 62.Syan dan Suga


__ADS_3

Flasback..


"Kaka Suga? "


"Apa? "


"Kenapa ada pelangi setelah hujan? "Tanya seorang bocah yang masih berumur 6 tahun itu.


" Sudah takdirnya Syan! "


Jawaban itu tentu saja sangat tidak memuaskan bagi seorang bocah yang ada di gendongan anak laki-laki yang lebih dewasa itu.


"Kenapa kalau malam tidak ada? "


"Karena gelap, jadi warna pelangi itu tidak kelihatan! "


"Ohh benalkah? "


"Hmm,, udah jangan banyak nanya, nanti bibirmu kakak sentil mau? "


"Ihhh,, ngak mau!!"Bocah itu menggelengkan kepalanya ribut, membuat si kakak terkekeh gemas.


" kakak Suga? "Bocah itu kembali memanggil, membuat laki-laki bernama Suga itu menghela napasnya.


"Apa sayang?" Tanyanya dengan sabar.


"Kalau besar nanti Syan mau jadi olang yang bisa nyembuhin olang sakit!! "


"Hah? Dukun?" Jawab Suga ia terkekeh mendengar ucapan bocah cadel itu.


"Ihh bukan tapi yang di lumah sakit! Masak kakak gak tahu huu?" Jawab Han dengan sewot.


"Ohh Dokter " Jawab Suga setelah sempat beberapa detik berpikir.


"Iya itu Doktel!! "Ujar Syan.

__ADS_1


" Kalau Syan mau jadi dokter Syan harus pintar dulu! Sekolah yang rajin dan jangan main-main mulu! "Ujar Suga sembari sesekali menengok ke arah bocah yang ia gendong itu.


" Ihh, kan Syan sudah pintal, Syan aja dapat bintang 5 telus! "Jawab Syan sembari memukul pundak sang kakak.


"Iya pintar tapi harus latihan lagu bilang R nya ya, Hahahah! " Ujar Suga, disertai tawa yang keras di akhir ucapannya.


"Ihhh,kakak jahat!" Teriak syan.Bocah mencebikan bibirnya, matanya sudah berkaca-kaca. Ia paling tidak suka jika ada yang menertawakannya.


"Jangan marah adiku sayang!!"Si kakak menghentikan langkahnya, untuk menengok kebelakang, ia sudah tahu pasti bocah itu akan menangis jika ia menertawainya.


"Kakak jahat!! " Teriak Syan, tepat di telinga Suga, membuat Suga sedikit meringis mendengar teriakan dahsyat itu.


Suga menurunkan sang adik, ia berjongkok menyamai tinggi bocil itu.


"Maafin kakak ya!" Ujar Suga sembari mencubit pipi bakpo bocah yang ada di hadapannya itu.


"Emmm! " Jawah Syan kecil, sembari memeluk sang kakak.


Suga hanya bisa diam sembari mengelus kepala Syan, agar bocah itu tak lagi bersedih.


"Kenapa kamu kau jadi Dokter? " Tanya Suga , dengan posisi masih di peluk sang adik.


Suga berusah menahan agar air matanya tidak terjatuh, saat. Mendengar apa yang bocah berumur 5 tahun itu katakan.


"Sangat mulia! " Gumam Suga lirih.


"Syan kangen kak Han! "Perkataan dengan nada sendu itu membuat Suga mengeratkan pelukannya terhadap bocah itu.


" Kak Han kapan pulang?"Tanya Syan.


"Syan jangan sedih ya! Besok kak Han pulang kok! " Ujar Suga lirih, sembari mengusap kepala sang adik agar bocah itu bisa lebih tenang.


"Kakak bohong!! " Ujar Syan melepaskan pelukan dari Suga, lalu menatap Suga dengan mata yang sudah memerah.


"Udah ayo pulang! ! " Ia kembali menggendong Syan, lalu berjalan dengan aga cepat supaya lebih cepat sampai di rumah. Sepanjang perjalanan tak ada obrolan apalagi celotehan. Munkin saja Syan kecil sedang ngambek ! Pikir Suga.

__ADS_1


"Huh, akhirnya!!! Kita pulang ! "Teriak Suga ketika sudah berada di depan pintu masuk rumah mereka.


"-"


Tak ada jawaban, membuat Suga masuk begitu saja ke dalam rumah.


"Kak Arthan!!!Papa sama mama belum pulang ya?" Tanya Suga kepada Arthan yang sedang duduk disana.


"Belum ada apa? " Tanya Arthan dengan nada dingnya.


"Ihh mau tulun! "Suga dengan pasrah membiarkan Syan kecil turun dari gendongannya. Setelahnya Syan berlari ke arah Arthan yang masih duduk disana dengan sebuah majalah buku di tangannya.


" Kak Althan! Mana mama mana papa?"Teriak Syan kecil yang tiba-tiba sudah berada di pangkuan kakak tertuanya itu.


"Syan main kemana saja?" Tanya Arthan sembari mengusap hidung Syan.


Syan hanya menggelengkan kepalanya, ia tak menjawab pertanyaan sang kakak. Bocah itu tiba-tiba saja berlari menuju kamarnya. Tak menanggapi apa yang kakak tertuanya tadi tanyakan.


Suga yang berdiri disana, menatap Syan kecil yang berlari kecil memasuki kamarnya.


"Ada apa dengan Syan? " Tanya Arthan membuat Suga hanya terdiam. Pemuda itu tak yakin apa yang telah Suga lakukan. Namun, bagi Arthan sebagai kakak kandung dari Syan ia tahu betul ekpresi mana yang memperlihatkan anak itu bahagia atau tidak. Dan saat ini, Arthan tahu jika Syan kecil sedang tidak baik-baik saja.


"Enggak! " Jawab singkat Suga lalu pergi meninggalkan pria muda itu sendirian.


"Heii! " Teriak Arthan


"-"


"Kalau sampai Syan kenapa-kenapa abis lo! " Teriak Arthan. Namun, masih tak di anggap oleh Suga, pria itu semakin mempercepat langkahnya menaiki tangga lalu masuk kedalam kamarnya.


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


**Hallo pembaca, terimakasih atas suport kalian 😊 saya ingin ngasih tahu, mungkin karya ini akan sampai beberapa bab lagi☺setelah itu akan saya END kan, karena view semakin menurun! Mungkin kisah ini membosankan ya 😊 maaf😊dan terimakasih sudah mendukung untuk selama ini😊saya ingin memberitahukan juga kisah ini, akan sampai season 2 tapi, season 2 masih dalam perencanaan, agar lebih matang dan bagus lagi☺☺


TERIMAKASIH SEMUANYA☺☺☺**


__ADS_2