Love velisa

Love velisa
Lembar 57.Syan dan Han


__ADS_3

Lembar 57.


"Kenapa lo diam saja? Lo gak mau jawab gitu kedekatan kita dulu? " Tanya Farhan setelah menatap Berlin yang terlihat sangat murung.


"Sebaiknya anda istirahat! Saya akan pergi sebelum Claudia kembali ke sini! " Ujar Berlin, setelah itu pergi meninggalkan Farhan begitu saja.


"Woy! "


"-"


"-"


"Kalau lo gak balik juga! Lebih baik kita gak usaha sahabatan selamanya! " Teriak Farhan, namun tak di gubris oleh pemuda yang baru saja meninggalkannya itu. Farhan uring-uringan disana, ia harus berharap agar bisa secepatnya pulih dan melanjutkan misinya sampai dia tahu semua jawaban tentang keluarga Arsyan.


"Gue yakin ada sesuatu disini" Ujar Farhan, lalu merebahkan tubuhnya kembali, tak lama setelah itu ia pun terlelap.


...****************...


...****************...


...****************...


"Syan.... Mau kemana disini saja sama kakak!"


"Syan mau kesana!!! Mau main sama mereka! Han kalau gak mau ikut yaudah! "


"Tapi disana banyak orang yang di kenal! "


"Gak mau tahu!! Pokoknya Syan mau main kesana! "Tangan si anak itu di genggam, lalu diajak berlari ke arah taman.


"Gak mau, Han gak mau main sama mereka! "Teriakan itu membuat anak yang satunya berhenti berlari, ia menoleh kebelakang.


"Kenapa? " Tanya anak itu bingung.


"Gak tahu! Kata mama disana banyak orang jahat! Nanti kalau kita di culik gimana? "


"Disana aman! " Syan, menengok ke arah sekitar, memantau dengan kedua mata sipitnya ia merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Han.


"Kalau syan, mau main sama mereka! Main saja sendiri Han gak mau main sama mereka"Ujar Han, meninggalkan Syan sendirian dengan kebingungan nya disana.


Mata Syan berkaca-kaca, melihat Han meninggalkannya sendirian disana.


"Han... Hikzzz... Hikzzz... Han jahat...! "


Han menoleh kebelakang, pemuda kecil itu kaget ketika melihat Syan sudah menangis terisak disana.


"Ih Syan,kok nangis! "Ujar Han panik, ia berlari ke arah tempat dimana dirinya meninggalkan Syan dan langsung memeluk Syan dengan sangat erat.


Dari kejauhan sudah ada seorang pemuda yang memantau mereka dari kejauhan, tepat di bawah pohon beringin besar . Terlihat seorang pemuda berdiri disana menatap ke arah dua anak kecil itu. Ia ingin melangkah kesana! Namun, kakinya seperti ada yang menahannya untuk tidak kesana.


"Han jahat!!! Han gak mau nemenin Syan main kesana! " Ujar Syan,tangannya menunjuk ke sebuah kursi di bawah pohon beringin tempat laki-laki itu berdiri.

__ADS_1


"Gak,jangan kesana! " Ujar Han berusaha menarik tangan Syan agar ikut dengannya untuk pergi dari tempat itu.


"Kenapa itu ada kakak ganteng disana! Syan mau main sama dia! " Ujar Syan berusaha menarik tangan Han.


"Kalau Syan gak mau nurut sama Han, Han pulang saja? " Bentak Han, membuat mata anak itu berkaca-kaca kembali.


"Haduh Syan! Jangan nangis lagi nanti Han di marahin kakak! " Ujar Han sembari menyeka sudut mata Syan yang sudah mulai basah itu.


"Yaudah ayo kesana! " Ujar Syan memaksa Han.


Han hanya bisa pasrah, ia tak tahu harus berbuat apa. Saat ini yang hanya bisa ia lakukan hanyalah menuruti Syan yang sudah berlari ke arah pemuda itu.


"Kakak ayo main! " Ujar Syan ke arah pemuda itu, membuat pemuda itu tersentak dari lamunannya, ia tak sadar jika dua anak kecil yang ia tatap tadi sudah berada di depanya.


"Emmm" Jawab pemuda itu.


"Kakak namanya siapa? " Tanya Syan kecil menjulurkan tangannya.


"Kakak, namanya Farhan! Kamu siapa adek kecil! " Ujar Farhan menerima uluran tangan itu.


"Aku--Syan!" Jawab singkat anak kecil itu.


"Nama kakak sama sama dia! " Ujar Syan menunjuk ke arah Han yang sudah bete sedari tadi.


"Gak, gak sama!!! Aku mau nama kakak di rubah? Han gak mau nama kita samaan! " Teriak Han ke arah Farhan.


Syan hanya terkekeh melihat Han yang memarahi Farhan. Bagi Syan itu suatu hiburan bagi dirinya yang ia dapatkan saat itu.


"Ya" Jawab singkat Han.


"Kalian cuma berdua disini! "Ujar Farhan sembari berjongkok, menyamakan tinggi dirinya dengan dua bocil itu.


"Iya, Syan cuma sama sama Han saja! "Ujar Syan.


Sekali lagi Farhan hanya bisa terdiam saat dua anak itu mengucapakan nama Syan dan Han, nama mereka sebenarnya terasa tak asing di telinga Farhan. Tapi ya begitulah Farhan, ia masih dengan ke bodoamatannya.


"Kalau kalian di culik bagaimana?" Tanya Farhan membuat kedua anak itu sedikit memundurkan badan mereka.


"Culik yang lain saja! Jangan kita! Kita punya kakak yang tingginya lebih dari kakak! Dan lebih galak dari kakak! "Ujar Han .


"Hih, Han jangan bicara seperti itu! Kata mama kita gak boleh kasar sama orang yang lebih tua dari kita! "Ujar Syan dengan suara kecilnya sembari meremat tangan Han.


"Heyy,, tenang kakak bukan penculik! "


"Gak percaya! Mending kakak sana pergi kita mau pulang! Gak jadi main sama kakak! "Ujar Han berusaha menarik tangan Syan agar mau di ajak pergi dari sana.


" kakak....! Teriak Syan saat melihat seseorang berpakaian SD berjalan ke arah mereka.


"Kenapa kalian masih di sini? Siapa kakak ini? Apa kakak ini nyakitin kalian? " Ujar anak itu sembari berjalan mendekat ke arah Farhan. Anak itu menatap tajam ke arah Farhan membuat Farhan hanya terdiam melongo.


Tatapan tajam itu? Tatapan yang akhir-akhir ini dia lihat?Tatapan itu seperti tatapan orang yang selalu mengusik hidupnya.Orang yang begitul menyebalkan.

__ADS_1


"Kak suga? " Tanya Farhan Ragu.


"Arghhhh.Gendang telinganya tiba-tiba berdenging sangat kencang, membuat kepalanya seakan-akan ingin meledak.


Farhan bersimpuh di tempatnya. Ia menundukkan kepalanya, rasa sakit itu tak kunjung hilang. Bahkan rasa sakit itu semakin dahsyat ia rasakan.


Ia mendongakkan wajahnya. Menatap tiga orang anak laki-laki di depanya saat ini, ketiga anak itu memperlihatkan sebuah senyuman kepadanya. Kenapa mereka tersenyum? Apakah dia salah lihat? Ataukah ini mimpi?


"Ingatlah kami! Ingatlah tempat ini! "


Hanya ucapan singkat itu yang Farhan dapatkan sebelum......


"Arghhhhhhh.! Rasa sakit di kepalanya terus ia rasakan bahkan lebih parah dari sebelumnya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


"Aarghhhhhhh.......! "


"Arsyan!!!! "


Farhan tersentak kaget, dia reflek mendudukkan tubuhnya. Bulir-bulir keringat menetes dari keningnya. Napas yang memburu membuat dirinya tak fokus akan sekitar.


"Ta-tadi cuma mimpi?"Gumamnya sendiri sembari mengusap wajahnya yang sudah basah oleh keringat.


"Kamu kenapa? "Seorang menepuk pundaknya, membuat Farhan mendongakkan kepalanya.


"Lepas!!!! "Farhan berteriak, sembari menepis kasar tangan yang masih di atas pundaknya.


"Hey kamu kenapa? Apa ada yang sakit? "


"Lo yang kenapa? Kalian semua kenapa? Ada apa sebenarnya! Gue bingung jangan kalian tutupin semua dari gue... Aghhhh! "Teriak Farhan, sembari menjambak rambutnya dengan erat.


Ia tak ingat pasti apa yang barusan ia alami. Yang hanya ia ingat kata-kata 'ingatlah kami' terus bergema di telinganya. Ada apa sebenarnya? siapa kedua anak tadi? kenapa Suga ada disana? . Pikiran Farhan terus di hantui pertanyaan-pertanyaan itu.


" Kenapa gue mimpi seperti ini! Apa maksud mimpi tadi, Agh...... Sakit!"Teriak Farhan sejadi-jadinya, kedua tangannya masih menjambak rambut nya dengan erat.


"Arsyan!!! Tenang ini kakak! "


"Mimpi-mimpi itu kenapa selalu muncul! Gue tersiksa! Gue capek! "Racah Farhan.


" Arsyan!!!!! Hey! Tenang! "


"Pergi"


"Tenang Arsyan ini kakak! " Ujar Suga berusaha memeluk Farhan. Namun, selalu mendapatkan penolakan.


"Gue bilang pergi dari sini! "Farhan mendorong tubuh yang sedari tadi berusaha Memeluknya.

__ADS_1


Suga berdiri diam, ia terlihat sangat bingung apa yang sebenarnya terjadi kepada adiknya itu. Kenapa adiknya terlihat sangat kacau. mimpi apa? yang adiknya alami hingga menjadi seperti ini. pikir Suga.


__ADS_2