Love velisa

Love velisa
Lembar 59.Bertemu Sosok Istimewa


__ADS_3

Farhan terdiam sesekali ia melirik dia yang masih berdiri disana.


"Heii! "


"Heiii! Diam aja lo! " Teriak Farhan, tetapi masih tetap tak di anggap oleh makhluk itu.


"Heii !!! Denger kagak sih gue manggil! "


Sosok yang berdiri tak jauh dengannya itu. Tertawa kecil melihat wajah Farhan yang sudah seperti udang rebus.


"Heii manusia lo lucu juga kalau marah, hahahhaha.! " Ujar Estes di akhiri tawa lepas di akhir katanya.


"Lo bilang lucu! Semua ini lo bilang lucu? "Sentak Farhan dengan anda emosinya.


" Farhan!!! Jangan teriak-teriak! Bukankah ini yang kau mau? "Sentak Estes membuat Farhan hanya terdiam. Ia tak mau jika mulutnya tak bisa bicara lagi seperti waktu itu, hanya karena melawan ucapan sosok yang saat ini bersamanya.


Hening mulai terjadi disana, tak ada suara apapun kecuali rintikan hujan yang semakin deras. Farhan kembali dalam lamunannya, sedangkan sosok itu? Masih berada di situ dengan setia menemani Farhan.


" Haloo! "Sapa sosok itu mencoba mencairkan keheningan disana.


Farhan masih terdiam ia mengerjapkan matanya berulang kali, bahkan ia mengusap kedua matanya berkali-kali


"A-Apa? "Balas Farhan dengan keraguanya.


Sosok itu hanya tersenyum melihat ekspresi Farhan yang sangat menggemaskan.


Farhan hanya diam menikmati rintikan hujan dari atas balkon.Bola matanya sesekali melirik ke arah sosok itu, ia tahu kalau sosok itu memperhatikannya, bahkan tersenyum ke arahnya. Namun, pemuda itu tak ingin menggubris sosok itu, ia masih dengan lamunannya sampai ucapan sosok itu membuyarkan segalanya.


" Farhan"


Farhan tersentak, ketika suara Estes membuyarkan semuanya.


"Apa? "


"Saya harus pergi! Masih banyak tugas yang harus saya selesaikan! "


"Oke! " Balas Farhan singkat.


"Ingat Farhan, di dunia ini semua tidak ada yang kekal, waktu terus berputar, siang menjadi malam begitu cepat! Semua yang ada di sini akan pergi setelah waktu itu tiba! "Ujar Estes.


" Iya ngerti!! "


"Gunakan waktumu sebaik mungkin, ini yang kamu harapkan, kasih sayang dan kehangatan, semua sudah tercapai! Dan ingat apa yang saya pesankan ke anda!"


"-"


Tak ada jawaban dari Farhan, pemuda itu menatap Estes dengan mata yang sendu, ia tak tahu apakah kehangatan dan kasih sayang yang Estes maksud itu dengan menerima hidup bersama mereka? Tapi bagi Farhan semua ini membuatnya sangat tersiksa.


Sosok itu, hanya tersenyum ke arah Farhan yang masih terdiam disana dengan sendunya, sebelum ia menghilang meninggalkan banyak teka-teki yang harus Farhan pecahkan dengan sendirinya.


"Bagi saya kamu baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup! "Ucapan itu terdengar begitu mulus di telinga Farhan.


Kring... Kring... Kring


Farhan terbangun dari lamunannya, ia berusaha melepas sendunya karena jam pulang sekolah sudah tiba. Seharian ia tak belajar apapun kecuali belajar memecahkan teka-teki yang datang di mimpinya.


Siapa Han?


Siapa Syan?

__ADS_1


Kenapa Suga ada di tengah-tengah mereka?


Pertanyaan-pertanyaan itu masih membelenggu pikiran Farhan, bahkan perjalanan dari balkon hingga ke tempat parkir ia masih memikirkan mimpi itu.


"Heii, kamu bahagia? "Tanya seorang pemuda membuyarkan lamunannya Farhan yang masih berdiri di samping mobil sport itu.


"Gue gila! "


Pemuda itu tertawa menatap Farhan dengan ekspresi judes Farhan , namun masih terlihat menggemaskan.


"Hah lo Arsyan kan? " Tegur Farhan dengan ekspresi kaget ketika melihat sosok Arsyan telah berdiri di samping nya.


"Hmm, kenapa? " Jawab Arsyan singkat.


"Gue mau denger semua cerita tentang lo saat ini juga! "Ujar Farhan serius.


"Cerita apa yang lo mau denger? Buruan gue gak punya banyak waktu! "


"Kenapa lo bunuh diri? " Tanya Farhan dengan spontan.


"Haha? Kata siapa gue bunuh diri?Lo halu! "Ujar Arsyan bingung.


" Gue itu nanya lo! Kok lo nanya gue balik? Gue hanya ingin semua ini kelar! Gue gak mau stres! "Sentak Farhan.


" Hahaha" Arsyan tertawa terbahak-bahak mendengar sentakan Farhan.


"Malah ketawa! Lo mau cerita kagak? Kenapa lo bunuh diri? " Sentak Farhan membuat Arsyan menghentikan tawanya.


Arsyan terdiam disana. Dia mencoba menggali kembali ingatanya dulu. Hingga akhirnya ia menggelengkan kepalanya ribut.


"Saya tidak ingat semuanya! Memori kematian itu saya juga tidak ingat sama sekali! "Ujar Arsyan dengan yakin.


"Ada beberapa hal yang harus saya korbankan agar saya bisa bertemu dengan dirimu, mungkin salah satunya adalah ingatan itu, yang harus saya korbankan. Kamu ingatkan apa kata Estes? Semua tidak ada yang gratis dan pastinya ada timbal baliknya. "Jelas Arsyan.


Farhan terdiam ,ia baru saja menyadari kedatangan Arsyan adalah harapan yang ia lontarkan ke pada Estes beberapa waktu lalu.


"Lah terus apa yang lo ingat? Percuma dong jika gue ingin ketemu sama lo tapi lo nya gak ingat apa-apa? "Tanya Farhan setelah beberapa detik ia terdiam.


" Hmmm, entah! "


Farhan mendengus, ia berjalan ke arah taman yang tak jauh dari tempatnya saat ini, di ikuti Arsyan yang mengekor di belakangnya.


"Arsyan!!! "


Suara itu membuat Farhan dan Arsyan terdiam seketika, mereka berdua menghentikan langkah sebelum menoleh ke arah sumber suara itu.


"Kak Suga? " Gumam Arsyan Ragu, terasa ada yang menyayat hatinya ketika sosok itu melihat Suga dengan jelasnya.


Farhan menoleh, menatap Arsyan yang tak mengalihkan pandangannya dari Suga yang kini berjalan dengan cepat ke arah Farhan.


"Arsyan dengerin kakak gak sih!" Setantak Suga mencengkram tangan Farhan dengan erat.


.


"Apaan?"" Jawab Farhan.


"Kamu masih sakit!! Jangan main ke taman! Buruan masuk mobil sebelum hujan semakin deras!!!! "Sentak Suga. Semakin mengeratkan cengkraman.


"Gue gak papa,gue udah sembuh, lagian hujannya juga sudah mulai reda,deras darimana nya?"Jawab Farhan tak mau mengalah begitu saja.

__ADS_1


Farhan hanya ingin duduk disana, bersama Arsyan yang selama ini ia cari-cari, ia hanya ingin mendengar semua cerita tentang kehidupan Arsyan. Namun, manusia menjengkelkan itu selalu mengusiknya.


" Arsyan!!! Masuk!!! "Sentak Suga.


" Gue mau kesana! Lagian gue sudah sembuh kak! "Jawab Farhan dengan keyakinannya.


Suga mendengus mendengar ucapan itu.


"Masuk mobil sekarang, atau enggak kakak bilangin ke papa!!!"Sentak Suga.


" Iya-iya jangan ngegas bisa gak! "Jawab Farhan dengan nada kesalnya.


" Lah, siapa yang bilang ngegas is my life kemarin? "


Ucapan Suga membuat Farhan semakin kesal ia menekuk wajahnya yang sudah memerah karena rasa jengkelnya. Sosok itu? Arsyan? Memperhatikan sembari tertawa kecil melihat kakaknya beradu mulut dengan orang yang menempati tubuhnya saat ini.


"Kak Suga!!!!!! Teriak Farhan.


" Apa Arsyan sayang? Mau nonjok kakak? Atau mau kakak gendong untuk masuk mobil? "


Arsyan terdiam sendu ketika mendengar namanya di panggil. Sedangkan Farhan menatap ke arah Suga dengan wajah yang sama! Menahan emosi! .


"Sudah jangan natap kakak seperti itu!Kakak tahu kakak ganteng!" Ujar Suga dengan kepercayaan dirinya.


Farhan mendengus mendengar akhir ucapan dari sang kakak, terdengar menjijikkan tetapi juga memang ada benarnya!


Farhan bergegas masuk ke dalam mobil setelah perdebatan yang sangat panjang itu, di ikuti Suga tak lupa Farhan juga menyuruh sosok yang mirip Arsyan itu untuk masuk, tak ada yang tahu tentang keberadaan Arsyan hanya Farhan yang bisa melihat sosok Arsyan untuk saat ini.


Di sepanjang perjalanan, Farhan hanya melihat sosok Arsyan yang duduk di bangku belakang, sosok itu menatap punggung Suga dengan tatapan sendunya.


Serindu inikah diri itu terhadap sang kakak? Piki Farhan.


"Apa yang kamu lihat? "


Ucapan Suga membuat Farhan mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela, ia tak ingin orang resek itu tahu apa yang ia lihat.


"Gak" Jawab Farhan singkat, menyenderkan kepalanya di kaca jendela.


"Anak bandel seperti kamu harus di hukum, sudah tahu masih sakit main keluyuran saja . Kalau demam dan juga maag mu kambuh lagi siap yang repot? "Ujar Suga menatap Farhan yang masih di posisi nyamannya.


"Hm cuma ke taman padahal! " Gumam lirih Farhan, namun Suga masih mendengarkan apa yang adiknya itu katakan.


"Kakak gak mau kamu sakit "Gumam Suga setelahnya memfokuskan kembali untuk mengemudikan mobilnya.


Sesekali Farhan melihat sosok Arsyan dari kaca spion yang ada di dalam mobil itu. Sosok itu masih sama, menatap punggung Suga tanpa henti. Bahkan, sesekali Farhan melihat sosok itu menyeka air mata yang keluar begitu saja dari bola mata indah itu.


" kalau capek tidur saja,kalau sudah sampai rumah nanti kakak bangunin! "Ujar Suga melirik ke arah yang terlihat seperti menahan lelahnya.


" Hmm"Jawab singkat Farhan setelahnya kedua mata itu mulai terpejam.


Disisi lain, Arsyan masih dengan sendunya ia masih menatap sang kakak dengan tatapan rindu yang terpancar dari kedua bola matanya.


"Kak? Arsyan kangen kakak! "Gumam Arsyan, rasa sesak di dadanya semakin menguat apalagi ketika melihat betapa perhatiannya seorang Suga kepada Farhan.


Cemburu?


Rindu?


Ingin kembali?

__ADS_1


Semua itu menghantui pikiran Arsyan, hingga bulir air mata itu kembali terjatuh dari kedua matanya.


__ADS_2