Love velisa

Love velisa
Lembar 26.Prince ?


__ADS_3

Angin berhembus, menerbangkan gorden di dalam ruangan megah itu. Hawa dingin yang menusuk membuat seseorang terbangun dari tidur lelapnya.


Farhan mengerjapkan matanya dengan perlahan.Ia melirik ke arah jam dinding yang tak jauh dari tempat tidur yang ia tempati, melihat jarum jam itu sudah menujukan pukul tiga pagi. Remaja itu menguap kemudian beranjak dari tidurnya, sempat tersenyum kecil mengingat kebaikan Suga yang di berikan kepada dirinya.


Farhan telah memikirkan semua ini dengan sangat matang bahkan dengan penuh keyakinan, dirinya harus secepat mungkin keluar dari ruangan ini. Ia harus segera bergegas mencari dimana keberadaan tubuhnya, bagaimanapun keadaan tubuh itu dia harus menemukannya, bagi Farhan, tubuh itu masih menjadi bagian terpenting dalam hidupnya, meskipun kini dirinya berada di tubuh orang yang sangat sempurna, namun tak semestinya dia melupakan hal yang terpenting di hidupnya.


Farhan berjalan perlahan ke arah kamar mandi, untuk mencuci wajahnya agar rasa kantuk itu hilang dari dirinya, ia harus jsa fokus mencari keberadaan tubuh yang telah bersamanya selama ini. Setelahnya ia membuka tas pakaian yang Suga bawa dari rumah. Pemilik mata coklat itu mencari-cari sesuatu yang bisa ia kenakan agar tidak kedinginan, mengingat suasana pagi ini terasa dingin bagi tubuh yang sempurna itu. Ia menemukan sebuah hodie berwarna biru muda, tak banyak fikir panjang ia memakai hodie tersebut agar tubuhnya tak merasakan kedinginan.


Ia melangkah perlahan mencoba untuk keluar dari ruangan itu, membuka sedikit pintu melihat situasi di lorong rumah sakit, benar-benar sunyi itulah yang Farhan rasakan, maklum saja kamarnya ada di lantai paling atas, sudah dapat ia pastikan kalau ruangan yang ia tempati memang hanya untuk orang-orang berduit saja.


Baru beberapa langkah ia berjalan menyusuri lorong, namun pandangan di depanya membuat Farhan ingin berlari se kencang mungkin.


"Anda mau kemana Tuan Muda.? "


Kenapa dirinya bisa melupakan hal yang begitu penting, tentu saja ia lupa jika rumah sakit yang ia tempati ini pasti di jaga oleh para pengawal keluarga Alsan,Farhan hanya terdiam melihat sosok pria yang sudah ada di hadapanya itu.


"Saya mau jalan-jalan! Bosen di kamar terus.!" Ia melangkah dengan percaya diri, tak menghiraukan orang yang berbicara dengannya itu.


"Ini sudah larut malam Tuan Muda, anda tidak boleh keluar! Bisa membahayakan kesehatan anda.! "Ujar pria itu sembari menahan Farhan agar tak melangkah lebih jauh.

__ADS_1


"Kenapa anda peduli, ini tubuh saya! Saya lebih tahu mana yang baik mana yang tidak.! " Sentak remaja labil itu dengan suara agak pelang tak seperti biasanya, ia hanya tak mau membangunkan para pasien di sekitar lorong itu.


"Ini perintah Nyonya Alsan! Anda tidak boleh keluar tanpa di dampingi Tuan Suga.! "


"Tidak, kalian semua minggir atau engak kalian semua aku habisin satu persatu.! "


Farhan dengan emosinya yang sudah memuncak menggeram marah, ketika mereka sama sekali tak menggubris perkataannya. Para pengawal itu semakib menghalangi kangkahnya membuat amarah Farhan tak bisa terbendung.


Bugh...


Bugh...


Pukulan demi pukulan Farhan layangkan pada mereka yang menghalanginya untuk keluar. Keributan pun terjadi di lorong rumah sakit yang tak terlalu terang itu, suara rintihan dan ringisan keluar dari pemuda yang babak belur di hajar mati-matian oleh anak majikannya itu.


"Sakit? Saya sudah berbaik hati, inilah akibat jika anda berani menghalangi langkah saya.!"Ledek Farhan ketika orang yang menghalanginya tumbang di hadapannya.


Bagaimana ia tak tumbang? Mana mungkin seorang pengawal berani menyakiti anak dari majikannya!.


Salah satu pengawal yang melihat kejadian itu tak jauh dari tempat ia berdiri, tak berani mendekat ia tak menyangka Tuan Mudanya sekarang jago berkelahi. Ia memilih untuk mengabadikan kejadian tersebut dan mengirimkannya kepada Nanda.

__ADS_1


"Arsyan.!!!!


Farhan diam di tempat, langkahnya terhenti seketika sesaat setelah mendengar seseorang memanggilnya dengan nada yang dingin, ia tak berani menoleh ke belakang,seorang Farhan sudah tahu betul siapa pemilik suara dingin itu, ia mengumpati mulutnya sendiri, ia tak tahu pasti bagaimana pria parubaya itu bisa datang secara tiba-tiba.


"Perasaan sedari kemarin nih orang kagak ada, kenapa sekarang ada.! " Gunam Farhan sembari menggaruk binggung rambutnya.


Satu...


Dua...


"Ahhh lari aja, udah nangung sebentar lagi pintu lift.! "Farhan lari sekencang mungkin berusaha menuju lift agar bisa secepatnya keluar dari tempat itu.


Brugg......


"Au....! " Teriak Farhan jatuh tersungkur tepat di hadapan pintu masuk lift.


"Kak Su.....! " Remaja itu terkejut seribu lamunan, melihat sosok di hadapannya ternyata adalah Suga, rasa campur aduk bergejolak di dalam hatinya. Senang, takut semua ia rasakan.


Farhan semakin terdiam ketika Suga mengulurkan tanganya ,pria itu berusaha membantu dirinya yang masih terduduk di hadapannya.

__ADS_1


"Tahan dia Suga! Jangan sampai kabur.! " Teriak Nanda dia kejauhan membuat lamunan Farhan buyar seketika.


__ADS_2