Love velisa

Love velisa
Lembar 32.Hidupnya?


__ADS_3

"Sayang.Kamu jangan keterlaluan! Jangan hal sepele kamu langsung menelfon Claudia! Kehidupan pribadi Arsyan biar dia sendiri yang jalanin! Dan mungkin Arsyan punya alasan sendiri mengapa dirinya kabur dari rumah sakit! Kamu harus ngertiin putra kita jangan---. !"


"Mam, Sudahlah anak itu perlu di hukum agar jera! Dia tuh calon pemimpin perusahaan papa. Gak sepantasnya kabur-kaburan kagak anak kecil begini.! " Ucap Arthan memotong ucapan Alsan yang belum usai.


"Arthan.! "Alsan menatap Arthan memberi peringatan. Namun, anak laki-laki yang ada di hadapannya itu malah mengalihkan pandangannya engan menatap Alsan.


Alsan tahu betul, Bagaimana tabiat putra sulungnya dengan Arsyan. Arthan dengan sikap tegas dan disiplin, Sedangkan Arsyan dengan sifat bodoamat nya. Kadang Alsan sangat bingung bagaimana ia bisa membuat kedua putranya ini bisa akur! Seperti halnya putra angkatannya dengan Arsyan. Sifat Arthan memang sangat terbalik dengan Suga. Suga yang menurut Alsan bisa menjaga adiknya, bisa menyayangi adiknya bahkan bisa merawat adiknya dengan baik, membuat hati seorang Alsan terkadang merasa sangat hangat ketika Suga ada di samping Arsyan.


"Biar Arthan ikut mencari Arsyan.! " Ujar pria dengan postur proposional itu kepada Alsan.


"Tidak! Biarkan Suga yang mencari keberadaan Adikmu.! " Ujar Nanda yang melarang Arthan mencari Arsyan.Nampak dari raut muka Nanda yang masih Khawatir tentang keberadaan Arsyan.

__ADS_1


Arthan terdiam sejenak, ia sebenarnya tak bisa tinggal diam! Jika semuanya menjadi kacau akibat ulah adiknya. Namun, disisi lain ia harus menuruti perintah Nanda, ia tak mau jika masalah menjadi tak bisa terkendali.


🐷


🐷


🐷


🐷


Farhan duduk di atas kasur, matanya mulai mengerjap perlahan. Bahkan sesekali ia terlihat menahan rasa kantuk yang masih ia rasakan.

__ADS_1


"Udah jam berapa sih.? "Monolognya.Ia melihat jam yang saat ini sudah menunjukkan pukul 09.30 pagi. Jelas ini bukan kebiasaan Farhan bagun telat, karena seorang Farhan terbiasa untuk bangun pagi selama ia tinggal sendiri.


"Buset!!! Dahlah ....! Udah telat bangun, laper pula.! " Teriak Farhan bergegas turun dadi kasurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi, Farhan berjalan ke arah lemari baju yang terlihat sangat tua itu, ia seperti mencari-cari sesuatu yang ada di lemari itu.


"Syukurlah.!!!! Gue masih punya simpenan uang di sini. Ya walaupun sedikit, asal bisa buat gue beli makan hari ini.! "Ujarnya sembari merapikan uang duapuluhan yang terlihat sangat kucel itu.


Farhan sebenarnya punya banyak uang yang ia simpan di bank, uang hasil jeri payahnya di usia muda. Namun, ATM beserta dompetnya dan juga Hanpodne yang ia miliki entah kemana keberadaannya setelah insiden kecelakaan itu.


Farhan mematikan semua lampu sebelum ia pergi. Tak lupa ia mengonci pintu rumah, walau dirinya sendiri tahu tak akan ada orang yang mungkin masuk rumah kumuhnya itu!Tapi bagi Farhan semua itu untuk berjaga-jaga . Apa salahnya kan!

__ADS_1


Farhan berjalan sembari bersenandung kecil! Menikmati orang berlalu-lalang di gang sempit itu, semua menatap dirinya dengan tatapan aneh. Namun, Farhan yang memiliki sifat bodoamat, tak menghiraukan pandangan orang-orang itu yang tertuju pada dirinya. Tanpa Farhan sadari, ada banyak mata yang memperhatikannya dari kejauhan.


" Lapor!! Tuan Muda sudah berhasil kami temukan. ! "Ujar seseorang yang sedari tadi sedari memperhatikan langkah Farhan dari kejauhan, sembari menelepon seseorang di seberang sana.!


__ADS_2