
Hallo pembaca maaf ya !! Sebenarnya di Lembar #27 ini ada adegan 21+ antara , Suga &Farhan.Namun, adegan 21+ saya potong takut tidak lulus review..
Terimakasih atas perhatiannya!!!
...****************...
Lembar 27.Pelangi
"Kamu kenapa sih main lari-larian malam-malam begini.? " Ujar laki-laki yang sempat Farhan benci itu.
Farhan hanya berdehem kecil, mencoba menyembunyikan rasa gugupnya, pemuda manis itu meraih uluran tangan Suga dan berdiri seketika. Namun naasnya, Suga malah menarik lengan Farhan hingga laki-laki mungil tersebut berada di dekapannya.
"Tahan di saja, jangan sampai adikmu lari.! " Teriak Nanda dari kejauhan.
"Lepas kak.! " Teriak Farhan, mencoba melepaskan diri dari dekapan laki-laki berdada bidang tersebut. Namun, bukanya di lepas, malah Suga mengeratkan pelukannya, hingga membuat wajah pria mungil itu tenggelam di dada bidang kakak angkatnya itu.
Suga memberi isyarat ke arah Nanda, memastikan semua baik-baik saja, Nanda tersenyum kecil melihat isyarat dari Suga, meyakinkan bahwa tak ada lagi yang perlu di khawatirkan. Pria parubaya itu melihat jam tangan yang ia kenakan setelahnya pergi meninggalkan dua putranya yang masih berpelukan di depan pintu lift lorong rumah sakit.
"Sini ikut kakak.! " Ujar pria yang memiliki tinggi kurang lebih 185cm sembari menarik tangan Farhan, membawanya ke dalam lift yang sudah terbuka sedari tadi. Farhan hanya terdiam kikuk tepat di sebalah sang kakak, ketika pintu lift mulai tertutup, suasana menjadi canggung bagi Farhan, bahkan dirinya yang biasanya banyak berontak dian seribu bahasa saat di dekat Suga.
"Kenapa.? " Tanya Suga melihat Farhan yang diam memainkan Jari-jarinya.
"Engak, mau kemana kita.? " Tanya pria kecil itu sembari menatap Suga penuh penasaran.
"Katanya kamu mau jalan-jalan, jadi kakak akan bawa kamu ke tempat yang paling indah di rumah sakit ini.!" Ujar Suga sembari mengusap kepala Farhan, membuat wajah Farhan memerah seperti udang rebus.
"Hah, emang ada apa tempat yang indah di sini, ngarang nih anak.! " Gumam Farhan sembari menaikan sebalah alisnya.
__ADS_1
"Udah ikut aja, jangan ngedumel! Kamu itu kebiasaan ngedumel mulu akhir-akhir ini. ".
Bagai di sambar petir bagi Farhan, wajahnya yang tampan tiba-tiba semakin memerah sesaat setelah Suga mencubit ringan hidungnya, ia hanya bisa meringis mencoba menutup kegugupan yang sedari tadi melanda.
Pria tinggi itu hanya tersenyum kecil melihat Suga kecilnya tersipu malu karena sikapnya barusan.
Lift berhenti tepat di lantai 15,lantai paling akhir di rumah sakit itu. Mereka berjalan bersama keluar lift menyusuri lorong hingga. Tepat di ujung lorong ada satu pintu bertuliskan (Atap Rumah Sakit) , Suga menggandeng tangan pria kecilnya itu dan membawanya ke ujung lorong tersebut.
" Buka aja.! " Ujar Suga menyuruh sang adik membuka pintu yang ada di depan mereka .
Cek lekk...
pintu terbuka lebar, suasana dingin tiba-tiba menusuk badan Farhan, untung dirinya memakai hodie jadi hawa dingin yang mengenai tubuhnya masih bisa ia toleransi.
"Yuk ikut kakak.! " Ucap Suga manis tak lupa ia menggandeng adiknya untuk berjalan menuju sisi gedung tersebut.
"Ini terindah.! " Gunam Farhan sembari merentangkan tanganya menikmati hembusan angin malam yang begitu sejuk.
"Kakak sayang sama kamu,bukan seperti adik melainkan.....Kakak harap kita bisa bersama. ! " Ucap Suga sembari memeluk tubuh Farhan dari belakang.
Farhan dengan spontan melepas pelukan sang kakak, ia terkejut dengan apa yang pria itu ucapkan di telinganya.
"Maksud kakak, kakak g*y.! "pertanyaan Farhan membuat tersenyum kecil ke arah bocil itu.
"Bukankah kamu sudah tahu dari dulu! "Ucap Suga sembari menarik Farhan hingga jatuh kepelukannya
"Tapi kenapa harus sama Arsyan, eh maksud aku kenapa kakak milih aku.? " Pertanyaan Farhan lagi-lagi membuat Suga hanya tertawa, ia tak menyangka adik yang ia sayangi begitu polosnya akhir-akhir ini.
__ADS_1
"Ya karena itu kamu, kakak gak peduli nanti bagaimana yang terpenting itu kamu.! " penjelasan Suga yang singkat membuat Farhan tersenyum riang, entah perasaan apa yang ada di dalam diri Farhan saat ini, mungkinkah ini perasaan suka? Cinta? Ia tahu Perasaan aneh ini belum pernah ia rasakan selama ia hidup sebagai Farhan.
"Yaudah gak usah di fikir, yuk kembali kekamar takutnya papa nunggu disana.! " Ucap Suga setelahnya dengan spontan pria bertubuh tegap itu menggendongnya dan membawanya kembali kekamar.
Kejadian di atap rumah sakit itu, masih terbayang-bayang di fikiran Farhan, dirinya tak bisa tertidur lelap karena memikirkan kejadian yang ia perbuat dengan sang kakak.
Gue g*y.... ?
Tapi kalau gue g*y, kenapa baru sekarang....!
pertanyaan itu selalu muncul di benak Farhan, ia yang semula berniat mencari tubuhnya yang hancur, kini di sibukan oleh pertanyaan yang membelenggu diri seorang Farhan. Pria yang di kenal bar-bar, tak pernah jatuh cinta, hingga pada akhirnya dia merasakan bagaiamana rasa cinta itu, meskipun dirinya tahu jika cintanya itu tak sewajarnya seperti kisah cinta orang lain.
*Visual karakter*
__ADS_1