
Bandara Hokkaido Jepang, 2022
"Kamu yakin bisa menangani rapat besar ini.?" Tanya Alsan kepada sang putra.
Arthan hanya menaikan sebelah alisnya, ia tak pernah berfikir kalau mamanya sendiri meragukan kemampuannya, padahal seharusnya dialah yang menjadi penerus perusahaan, namun masih banyak keraguan.
"Mama pulang dulu ke Indonesia, jika ada sesuatu kamu bisa minta bantuan Carla asisten mama. !" Ucap Alsan berjalan pelan meninggalkan Arthan yang masih terdiam di depan pintu pembatas.
Arthan hanya terdiam sembari menatap mamanya dari kejauhan memastikan mamanya masuk pesawat dengan baik-baik saja.
**********************************************
Indonesia, 2022
"Sudah, kamu harus terima takdir mu ini, dan jangan sampai kamu lupa apa yang saya katakan tadi, jangan cerboh.! " Ujar Estes yang masih berada di ruangan Farhan. Berusaha mengingatkan Farhan agar ia tidak melakukan kecerobohan seperti beberapa waktu lalu.
"Tapi saya mau tubuh saya.! " Teriak Farhan histeris.
"Saya akan berusaha membantumu mencari tahu keberadaan tubuhmu.! " Ucapan Estes membuat Farhan terdiam, ia mencoba menatap Estes memastikan tentang apa yang barusan iya dengar.
"Terus saat ini saya harus bagaimana.?"Tanya Farhan yang sudah terlihat tenang.
Estes hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Farhan, dia tidak bisa memahami perubahan sikap Farhan yang selalu berubah-ubah.
"Seperti yang saya katakan! Mulai saat ini kamu harus hidup sebagai Arsyan, kamu harus mulai beradaptasi dengan keluarga ini! Jangan buat kacau apalagi sampai mencoba memberitahu siapa kamu sebenarnya, karena itu bisa merugikan kamu dan tubuh aslimu sendiri! Dan ingat inilah kehidupan yang kamu inginkan.! "
Farhan terdiam mendengarkan ucapan Estes. Ya, memang sedari dulu kehidupan inilah yang Farhan inginkan. Kehidupan yang sangat sempurna.
__ADS_1
"Tapi..? "
"Hiduplah seperti apa yang kamu harapkan, kamu sudah memiliki semuanya saat ini!Uang,Tahta, Jabatan dan yang paling kamu harapkan adalah kasih sayang orang tua! Ingat kesempatan ini hanya ada satu kali jangan kamu sia-siakan! Saya harus pergi, ingat apa yang saya katakan.! " Ucap Estes laku pergi dengan begitu saja, meninggalkan Farhan yang masih terdiam di sana.
Farhan terdiam di tempatnya, tanganya mengepal hingga terlihat pucat, ia menahan semua amarahnya dan mencoba kembali mengingat semua perkataan Estes. Apakah semua yang terjadi ini hanya karena keinginan konyolnya? Sampai-sampai dirinya harus berada dalam kehidupan yang entah bagaimana kedepanya. Hidup sebagai Arsyan? Atau hidup di jalanan?.
🐷
🐷
🐷
🐷
Suga berjalan menuju ruangan mewah itu, membawa nampan kecil di tangannya, ia tahu pasti adiknya itu belum makan.
Pintu ruangan terbuka, Suga melihat adiknya duduk terdiam sembari memegang handphone di tangannya.
"Makan dulu gih.! "
Farhan hanya mengangguk, toh dirinya juga merasa sangat lapar.
Suga tersenyum lebar melihat respon sang adik.
"Tumben nih bocah kagak ngamuk-ngamuk.! " Gunam batin Suga.
"Arsyan bisa makan sendiri kak.! "
__ADS_1
Bagai tersambar petir di siang hari, Suga sempat ternganga mendengar apa yang barusan Farhan katakan.
"Lo yakin manggil gue kakak.? " Ujar Suga yang masih tidak menyangka dengan apa yang barusan ia dengar.
Farhan hanya mengangguk, ia ingat bahwa mulai sekarang dirinya harus hidup sebagai Arsyan, dan otomatis juga dia harus menghormat semua orang yang ada di rumah ini termasuk Suga laki-laki yang ia benci sedari awal kemunculannya.
"Sini biar gue suapin, makan lo kayak bocil.!"Ucap Suga meraih mangkuk bubur yang Farhan pegang berusaha menyuapi sang adik.
Farhan hanya terdiam dan menerima perlakuan manis dari sang kakak, walau awalnya bagi dirinya Suga orang yang resek tapi jauh dari hati terdalam Farhan ia menganggap Suga masih bisa disebut pria yang baik.
"Kak, Arsyan mau tanya.? " Ujar Farhan menatap Suga penuh sendu.
"Hmm.! "
"Emm, kenapa om eh maksud Arsyan papa bilang kalau kakak sepupu aku? Padahal kan jelas-jelas kak Suga kakaknya Arsyan.! " Pertanyaan Farhan membuat Suga terdiam dan menghentikan aktivitasnya menyuapi Farhan.
"Mungkin kamu lupa, tapi kakak kan anak adopsi di keluarga ini, sebelum kamu lahir kakak udah di adopsi sama mama jadi wajar kalau papa nganggap kita cuma sepupuan, toh kita gak ada hubungan darah, tapi kakak sayang kamu seperti adik kandung kakak sendiri.! " Ujar Suga menjelaskan pertanyaan dari Farhan di sertai kedua matanya yang berkaca-kaca.
"Jadi papa gak suka sama kakak.? " Ujar Farhan sembari mengelus pipi kakaknya itu, membuat Suga terdiam seribu lamunan, ia tak menyangka sikap adiknya itu bisa semanis saat ini. jantung Suga berdegup kencang , perlakuan Farhan benar-benar membuat dirinya mabuk kepayang.
"Jawab kak.! " Ucapan Farhan membuat byar lamunan Suga.
Suga yang masih terdiam engan menjawab apa yang Farhan ucapkan, tiba-tiba Suga pergi meninggalkan Farhan dengan pertanyaan yang masih belum ia jawab.
"Ha kak, maaf kalau Arsyan salah.! " Teriak Farhan memanggil Suga yang pergi begitu saja tanpa sepatah kata apapun.
Farhan cemas!
__ADS_1
Merasa bersalah!
Bahkan dirinya takut kalau kakaknya itu membencinya atas apa yang ia katakan, ia juga takut tentang apa yang di katakan Estes padanya, jika ia berbuat ceroboh, maka dirinya akan mendapatkan sanksi yang pastinya sanksi yang sangat berat. Perasaan Farhan campur aduk saat itu, ia ingin mengejar Suga namun ia ingat dengan kondisinya saat ini yang tak memungkinkan untuk mengejarnya.