Love velisa

Love velisa
Lembar 51.Kembali Sekolah


__ADS_3

wahhh sudah bab-51 akhirnya karya ini di kontrak juga... Dan saya mengucapkan banyak terimakasih bagi para pembaca, dan para pendukung karya ini.. semoga kita bisa sampai di ending dengan endingnya berkesan ya.. πŸ’•πŸ’•


oh iya bagaiama jika ternyata FARHAN&ARSYAN ADALAH KEMBAR YA...? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚tapi kalau saudara kok nama mereka berbeda? hayoo?... terus wajah mereka kok gak ada mirip2nya?... Jika KEMBAR apa yang terjadi dengan mereka berdua? BUKANKAH Farhan sebatang kara ya?....


yuk baca sampai semua terungkap πŸ’•πŸ’•


Note:Tulisan miring (FLASBACK/MIMPI/KELAS BALIK/INGATAN MASA LAMPAU)


...****************...


LEMBAR 51.KEMBALI SEKOLAH


...****************...


...****************...


"Kita pergi"


Suga masih menyeret pria bar-bar itu, ia tidak ingin suasana menjadi tak terkendali disana.


"Masuk" Teriak Suga.


"Ya" Jawab Farhan singkat. Namun, matanya berbicara lain seakan-akan ia tak ingin ikut dengan sang kakak. Tapi apa boleh buat, toh jika kembali kesana pasti nanti orang tua bar-bar itu akan menghabisinya. Pikir Farhan.


Mobil itu melaju dan tentunya di ikuti beberapa mobil di belakangnya.


Farhan hanya diam, menatap kosong keluar jendela. Ia benar-benar lelah dengan semua kegilaan keluarga Arsyan ini. Ia ingin kembali menjalani hidup layaknya dirinya yang dulu, hidup dengan kebebasan tidak teriak oleh aturan dan yang paling ia inginkan tidak merasa kesepian.


Ok, lupakan poin halunya yang terkahir. Tidak mungkin kalau dirinya tidak kesepian itu mustahil. Semasa hidupnya pun ia selalu kesepian. Kecuali saat dirinya bersama Devan sahabatnya, rasa sepi itu hilang begitu saja. Ia sangat berharap semua yang ia alami hanya mimpi semata, selebihnya dia akan terbangun di kamar kecilnya yang sangat nyaman.


"Arsyan"


Panggilan itu seketika membuyarkan lamunannya, ia mendengus kasar dan ingin kembali ke mode halunya. Namun tidak bisa, ia tahu jika orang di sampingnya itu tidak akan diam begitu saja saat perkataannya ia abaikan.


"Hm" Jawab Farhan singkat. Namun masih menatap ke arah luar sana, enggan menatap orang yang memanggilnya itu.


"Kakak, bahkan semua orang yang ada di rumah tahu betul, kamu masih dalam tahap proses pemulihan pasca koma. Tapi, apakah pantas kamu bersikap kasar seperti itu? Itu tidak sopan Arsyan! "


"-"


"Kakak, dan semua keluarga mu, ingin kamu menjadi Arsyan yang kami kenal dulu, bukan Arsyan yang sekarang! "


"-"


"Arsyan!! Jawab kakak" Sentak Suga.


"Semua tidak mungkin terjadi sesuai apa yang kakak harapkan ! Itu semua mustahil"


"Kenapa? "Tanya Suga, suara laki-laki itu mulai melembut, menatap Farhan dengan tatapan sangat sendu.


" Seharusnya, kakak tidak perlu lagi bertanya, karena kakak sudah tahu betul jawabannya, bahkan jawaban dari gue tidak akan pernah berubah"

__ADS_1


Suga menghela napas.


"Kapan semua ini akan berakhir, gue capek! "Gumam Farhan, ia memejamkan matanya menyender pada kaca mobil.


Suasana di perjalanan sangat hening setelah percakapan antar dirinya dengan Suga, tanpa ia sadari sekolah yang sudah lama ia tinggalkan sudah ada di depan matanya kembali.


Senang?


Bahagia?


Tertekan?


Bingung?


Semua di rasakan oleh seorang Farhan saat itu.


🐡🐡🐡🐡🐡


Farhan hanya bisa pasrah, ia terlalu malas untuk berdebat dengan orang bernama Suga itu. Dia bahkan hanya diam, ketika Suga membawa dirinya ke ruangan yang bisa di katakan terlihat seperti sebuah kamar pribadi. Ada tempat tidur, sofa bahkan ada TV di sana. Aneh kenapa di sekolahan ada tempat seperti ini? Bahkan tempat ini tak pernah ia jumpai sebelumnya. Pikir Farhan.


" Gue sempet mikir kalau ini UKS"Farhan tertawa hambar di akhir kalimatnya.


"Kamu istirahat di sini dulu, nanti setelah istirahat Shiho akan datang untuk menjemput mu"


"Ya terserah lahh! " Jawab Farhan cuek.


"Oh ya jika kamu bertanya-tanya ini ruangan apa? Ini ruangan pribadi yang kamu suka di sekolah ini Arsyan? Dan hanya pemilik sekolah ini yang bisa mengaksesnya. "


"Hm"


"Cepat sembuh Han, kakak gak mau kamu bersikap seperti ini terus! "Ujar Suga, sembari mengusap sayang rambut Farhan. Setelahnya pergi begitu saja meninggalkan Farhan dengan sejuta pertanyaan disana.


Deg.....!


" Hah Han? "Gumam Farhan.


Farhan merasakan kepalanya kembali sakit, ia merebahkan tubuhnya dan menjambak kasar rambutnya.


" Syan, jangan jauh-jauh mainya! "


"Han, syan mau kesana, disana bagus ada banyak temen-temen! "


"Gak usah, sama kakak saja! Mereka jahat!! Kemarin kamu sudah di buat nangis sama mereka, kak Han gak suka kamu sama mereka! "


"Kalau kamu bandel kakak Han gak mau main sama kamu, kamu main saja sama mereka. Jangan ikut kakak Han! "Ujar anak itu sebelum pergi meninggalkan bocil itu di belakangnya.


" Gak mau!!! Kak Han jahat, Syan kan mau main sama kak Han juga!! Hikzzz.... Hikzzz. Hikzzz! " Bocil itu menangis rancau, menatap punggung bocil satunya yang telah pergi cukup jauh darinya.


"Astaga siapa Han? Siapa Syan? Siapa mereka ataukah? Nama gue Han-Fardan Syan-Arsyan? Aghhhhh, siapa sih mereka?"Gumam Farhan, mengusak rambutnya dengan kasar.


"Kenapa ingatan itu muncul tiba-tiba! Siapa mereka?" Tanya entah pada siapa.

__ADS_1


"Arghhhhhh..... " Farhan semakin mencengkeram kuat rambutnya, napasnya memburu. Sebelum pria itu memejamkan matanya lalu terlelap begitu saja.


Farhan masih berharap, semua yang ia alami belakangan ini hanyalah sebuah mimpi, mimpi buruk yang harus segera ia lupakan. Ia harus bangun jika memang benar itu mimpi? Dia tidak kau terus-terusan tersiksa dengan semua hal aneh ini.


🐡🐡🐡🐡🐡🐡


Inilah kenapa seorang Farhan lebih suka memilih jurusan ips dari pada ipa. Oke mari kita lihat jadwal pelajaran hari ini.


Kimia wajib 1


Matematika wajib 2


Fisika 2


Oke Farhan menandai hari senin ini,dihari pertama ia masuk, ia sangat sebal dengan pelajaran kimia 1 . Bahkan semenjak dirinya ada di bangku SMP dia paling anti dengan pelajaran kimia , bagi dia semua yang berhubungan dengan hitung menghitung adalah hal yang menjengkelkan.


Farhan bernapas lega ketika mata pelajaran pertama itu usai. Namun ia di buat sangat tak bersemangat, ketika mata pelajaran ke dua akan di mulai. Ya inilah resiko jadi siswa lintas tubuh hahah .Mata pelajaran ke dua ,lebih ia benci dari mata pelajaran pertama yaitu matematika wajib , ia biasa mendengar debat dari orang-orang di kelas ips nya dulu. Namun, kali ini ia harus mulai terbiasa bahkan bersahabat dengan banyak rumus. Semua gara-gara insiden sialan itu.


Farhan, tak tahu menahu jika Arsyan bersekolah mengambil jurusan Ipa, pantas saja walau satu atap sekolah, ia tak mengenal sosok Arsyan sebelumnya. Karena kelas Farhan dulu yaitu ips 2 itu terbilang sangat jauh jaraknya dengan kelas Arsyan yaitu ipa1.


Farhan semakin kacau, ketika mata pelajaran sudah beralih ke fisika 2.Ia mulai tak karuan ketika materi kali ini tentang Gravitasi, ia harus menghitung semua benda yang jatuh dengan rumus. Membuat otak Farhan ikut kacau.


Ada jeda lima belas menit sebelum pelajaran selanjutnya yaitu matematika, dimana pelajaran musuh bebuyutan Farhan bahkan sejak dari SD.Dulu ia sangat bergantung kepada Devan, karena hanya dia satu-satunya sahabat yang ia punya, di tambah Devan juga sangat pandai dalam pelajaran hitung menghitung. Sekarang tak ada Devan? Dirinya harus bergantung kepada siapa?.


Farhan menoleh ke arah teman sebangku nya. Claudia, anak itu entah bagaimana sifatnya Farhan belum tahu. Ia hanya berharap cewek itu tidak banyak ikut campur dalam kehidupannya.


Namun itu mustahil, tadi saja ketika ia ingin duduk bersama Gery, cewek bernama Claudia itu justru menarik tangan Farhan dan memaksa Farhan agar duduk bersama nya. Dan entah kenapa, sepenglihatan Farhan, tatapan Claudia ke arah Gery seperti tatapan orang yang tak bersahabat. Padahal mereka satu kelas bahkan satu tugas.


Farhan beranjak dari tempat duduknya, membuat fokus Claudia buyar seketika.


"Mau kemana Tuan Muda? "Tanya Claudia.


"Jangan panggil saya Tuan Muda di sini! Panggil saja saya Far-Arsyan! "Jawab Farhan dengan lugasnya.


"Iya, mau kemana Arsyan? "


"Perpustakaan, ngambil buku buat pelajaran selanjutnya, gue lupa gak bawa tuh buku materi!"Ujar Farhan.


" ik..! "


"Lo, di kelas saja! Gak usah ngintilin gue, gue gak akan kabur? " Ujar Farhan memotong ucapan Claudia yang belum usai.


"Gue harus ikut lo! Ini tugas gue! "


"Dih gak usah, jika ingin memang tugas biar gue sama berlin saja!" Jawab Farhan ketus.


"Emm, kita sama Berlin kan beda kelas, dia ada di kelas... "


"Gue kagak tahu , kalau gitu gue sendiri saja! Kalian semua di sini saja tetap di kelas! "Ujar Farhan.Memotong ucapan yang belum selesai Gery katakan.


Farhan berlari meninggalkan kelas itu, ia tak ingin di ikuti apalagi di awasi, dirinya hanya ingin sendirian pergi kesana sembari mencari sebuah informasi tentang Arsyan.

__ADS_1


🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡


Farhan berjalan di Koridor sendiri, tanpa di ikuti Gery, maupun Claudia. Ia mulai bisa bernapas lega sekarang.akhirnya dia bisa pergi dari semua pelajaran yang membuat otaknya kacau di tambah tak ada yang membuntuti nya.


__ADS_2