Love velisa

Love velisa
Lembar 29.Action


__ADS_3

Farhan menarik selimutnya hingga menutupi sebagian tubuhnya, ia berusaha memejamkan matanya berusaha melupakan tentang apa yang barusan ia alami, di benak pemuda kecil itu masih tersimpan jelas pertanyaan seputar Arthan yang ternyata lebih galak dari yang ia bayangkan sebelumnya. Ia belum terlelap! Namun mencoba untuk tidur untuk berjaga-jaga jika Arthan atau kedua orang tua itu datang ke kamarnya lagi. Ia tak mau membuat semua orang curiga tentang apa yang ingin ia lakukan! Selain dia menjaga perasaan sebagian orang di keluarga itu, dirinya juga tak mau kena sanksi seperti yang Estes katakan tempo lalu! Dirinya juga di buat bimbang tentang Suga.!


"Bocil? Udah tidur.? " Suara seorang berdenging di telinga Farhan, pria yang setengah tidur itu tahu betul suara siapa itu! Matanya kembali terbuka lebar namun masih dengan posisi membelakangi asal suara tersebut. Sebuah pelukan melingkar di area perutnya, membuat pria pemilik badan kecil itu memberanikan diri membalikan badanya. Dan benar saja? sosok Suga orang yang sedari tadi ia khawatirkan ternyata sudah ada di belakangnya,senyuman pria kecil itu kini terpancar jelas melihat sosok yang ada di depanya.


"Cium aja kalau kamu rindu.! Ucap Suga dengan mata masih terpejam. Wajah mereka saling berdekatan, nafas yang tak teratur sudah berhembus di antara mereka. Degupan jantung yang membara sudah memanas i diri seorang Farhan! Pelukan erat masih ia rasakan dari sosok pria tampan di hadapannya.


Apakah ini yang dinamakan Cinta?


" Hmmm,sana gih tidur di sofa, ini tempat tidur gak seluas kamar yang ada di rumah.!"Ucap Farhan sembari memainkan rambut coklat gelap milik seseorang yang memeluknya dengan erat itu.


"Besok kamu sudah boleh pulang! Biarkan kakak malam ini tidur di sini! Setelah ini pasti kita tak akan banyak waktu bersama lagi.! "


Mendengarkan ucapan Suga, Farhan hanya terdiam ia tahu betul bahwa di antara mereka semua tak ada satupun yang tak disibukan oleh pekerjaan, jangankan Suga! Alsan yang harus ia anggap sebagai mama saja jarang ia temui.


"Tidur, kalau kamu tetep natap kakak seperti itu! Jangan harap kamu malam ini bisa lolos.!" Ujar Suga sembari mencubit hidung Farhan,


Farhan terdiam! Ketika cubitan dari sang pria berbadan tegap, tampan rupawan itu mendarat di hidung mungilnya.

__ADS_1


Malam yang indah dengan hembusan angin yang masuk dari cela-cela jendela ruangan membuat suasana menjadi sedikit lebih dingin dari sebelumnya. Dua pemuda saling merapatkan pelukan demi sebuah kenyamanan! Fajar yang tak kunjung datang membuat malam semakin penuh makna.


Farhan terdiam seketiar dua puluh menit memastikan pria yang berada di sampingnya itu sudah tertidur! Bagaimanapun juga dirinya harus bisa kabur malam itu juga, ia harus bergegas menemukan tubuhnya yang hilang sebelum cerita kehidupan dirinya benar-benar di rubah oleh author eh maksdunya oleh yang namanya takdir.


Farhan dengan pelan turun dari tempat tidur meninggalkan Suga yang masih terlelap.Farhan Berjalan perlahan ke arah pintu berharap kali ini dia akan berhasil , Namun naasnya bagi nasibnya kali ini. Bukan karena pengawal atau karena Suga. Namun, pintu yang menjadi harapan dirinya untuk bisa kabur ternyata terkunci.Ingin rasanya seorang Farhan mengumpat sejadi-jadinya.Namun, dia tak mau lagi tertangkap dan terkurung untuk yang kesekian kalinya.


Tak habis fikir, Farhan yang merupakan anak yang serba bisa mencari akal untuk membuka pintu tersebut.Dirinya mencari di serial tempat di ruangan tersebut. Berharap menemukan sesuatu yang bisa ia gunakan. Tak lupa dirinya sesekali melirik ke arah Suga memastikan laki-laki itu tidak terbangun dari tidurnya.


"Nah...! "


Gumam Farhan lega setelah menemukan sebuah penjepit kertas di atas meja kecil depan sofa tempat yang biasa Suga gunakan untuk menungguinya.




__ADS_1



Farhan berlari semampu yang ia bisa setelh pintu itu sudah terbuka, di dalam benak pemuda itu hanya ada keinginan mencari tahu dimana keberadaan tubuhnya. Ia berlari menyusuri lorong rumah sakit. Sesekali dirinya menengok ke belakang memastikan tak ada yang mengejarnya.


Nafas Farhan memburu, ia berlari menuruni tangga disertai keringat yang bercucuran diseluruh tubuhnya. Farhan terhenti sejenak mencoba beristirahat dengan duduk di tangga yang menurut dia tangga terakhir dari rumah sakit tersebut sebelum menemukan pintu keluar. Dia tak habis pikir! Kenapa Alsan memilih untuk merawat dirinya di lantai paling atas.


"Kalau gini nyusahin gue buat kabur.! " Gumam Farhan yang terduduk sembari sesekali mengelap peluh yang ada di dahinya.


Dia tertawa kecil, di malam itu, setelah melihat ada sebuah lift yang berada tepat di samping tangga tersebut.


"Ck....! Bodohnya gue, kenapa gak naik lift aja.! " Gumam Farhan memakai dirinya sendiri.


Ia memejamkan matanya sembari masih tersenyum gila ketika mengingat perjuangannya untuk bisa kabur, bagi seorang Farhan ini kali pertamanya dia lari-larian di rumah sakit naik turun tangga!Tanpa menggunakan lift. Bak film action yang pernah ia tonton. Bodohnya dia.


"Heyy.. Kamu.! "Teriakan seseorang yang terdengar nyaring membuat dia memejamkan kedua matanya tubuhnya menegang ketika suara derap langkah kaki mendekatinya.


...****************...

__ADS_1


Italia,2022


" Il tuo prossimo compito è visitare l'Indonesia! Incontra il signor Arsyan e invitalo a (Tugas kamu selanjutnya datang ke Indonesia! Temui Tuan Arsyan dan ajak dia untuk berunding). ! " Ucap seorang pria berwajah bule itu ke arah salah satu pegawai kantor yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.


__ADS_2