Love velisa

Love velisa
Lembar 39.Obat Pelumpuh Saraf


__ADS_3

Suasana masih canggung disitu. Farhan masih terdiam hingga laki-laki di sebelahnya itu memulai pembicaraan.


"Ngomong-ngomong ada masalah apa? Siapa tahu saya bisa membantu.! "Tanya lelaki itu sembari tersenyum manis ke arah Farhan yang masih dengan wajah datarnya.


" Saya haus.! "Ujar Farhan datar.


Laki-laki dengan wajah putih bersih itu, tertawa kecil mendengar ucapan Farhan. Ia kembali menyodorkan minuman yang sedari tadi ia pegang ke arah Farhan, Dengan segera Farhan menerima minuman itu dengan baik. Namun, lagi-lagi Farhan masih memasang wajah datarnya.


Laki-laki itu menatap Farhan yang sedang meneguk minuman yang ia berikan kepadanya, ia heran sehaus inikah orang yang ada di sampingnya itu? Sampai-sampai meneguk minuman saja tidak ada jedanya. Pikir pria itu. Pria itu sedikit terseringai terlihat dari bibirnya, dan Farhan tak menyadari hal tersebut. Ia masih meneguk minuman itu hingga habis.


" Huh, lega sekali. Ngomong-ngomong terimakasih pak! Untung ada anda kalau tidak, bisa-bisa saya minum air di depan saya ini.!"Ujar Farhan, telunjuknya mengarah ke arah air mancur yang ada di depannya membuat pria di sampingnya itu hanya tersenyum kecil.


Mata pria itu masih menatap Farhan dengan intens, sedangkan Farhan yang di tatap seperti itu merasa tidak nyaman. Ia hanya bisa membalas tatapan seseorang dengan nyaman hanya saat berada di dekat Suga, entah apa yang ia pikirkan jika di dekat Suga bisa sangat nyaman, bahkan tatapan Suga tak membuatnya risih sama sekali.Hanya saja sifat Suga lah yang terkadang membuat Farhan jengkel.


"Kenapa sih pak, ngelihat nya sampai segitunya? Horor tau gak? "


Lelaki itu masih terdiam, tak menghiraukan apa yang Farhan katakan.


"Ummmm, tiba-tiba kok saya jadi ngantuk gini, mana kepala rasanya pusing.! "Ujar Farhan pelan, sesekali ia menggelengkan kepalanya.


Farhan merasa ada yang tidak beres, ia beranjak dari duduknya mencoba untuk segera pergi sebelum sesuatu terjadi pada dirinya. Namun, ia mendadak merasa tubuhnya tiba-tiba melemas. Farhan menatap pria itu dengan mata sayu nya.


"Kamu----! "


Brugh.....!


Belum sempat Farhan menyelesaikan perkataannya, pandangannya sudah menggelap dan ia pun terjatuh, entah keberuntungan atau kesialan bagi seorang Farhan, tubuhnya tak tersungkur di tanah. Namun, ia terjatuh ke pelukan laki-laki tersebut.


"Sialan orang ini.....!"Batin Farhan sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya.


Laki-laki itu tersenyum jahat, lalu membawa Farhan dalam gendongannya.


🐷

__ADS_1


🐻


🐻


Mata bulat itu mulai mengerjap, lenguhnya lirih mulai terdengar dari bibirnya. Farhan merancau saat kepalanya terasa sakit dan pusing.


Pemuda itu mendengus kesal, karena ia tahu betul dimana sekarang dia berada.


"Gue seharusnya mengingat kata-kata bokap, jangan menerima apapun dari orang yang belum kita kenal, jadi gini kan akhirnya.! "Gumam Farhan kesal.


Farhan menyesali kecerobohan yang ia buat, kecerobohan itu kini membawa dirinya kembali ke kandang singa yang seharusnya tak ia datangi lagi.


" Kenapa dengan badan gue? "Farhan mencoba menggerakan semua badanya namun badan itu tak bisa ia gerakan. Hanya rasa lemas di sekujur badan yang ia rasakan. Bahkan, kaki dan tanganya ikut tak bisa ia gerakan.


Tidak mau ambil pusing tentang apa yang harus ia lakukan. Farhan kembali memejamkan matanya, ia sudah tahu dimana dirinya berada.Maka dari itu Farhan tak merasa cemas. Untuk sekarang yang ia perlukan hanyalah istirahat agar tenaganya kembali pulih.


" Huh... Setidaknya gue tidak di culik lalu di jual.! "Gumam Farhan ,dengan mata terpejam sembari hanya di temani sebuah guling di sana.


Ceklek....


"Saya kira kamu belum bangun.! "


Ya, itu Suga laki-laki yang sudah merenggut semuanya, bahkan membuat perasaan seorang Farhan terombang-ambing tak jelas. Langkah kaki itu terdengar semakin mendekat, Suga melihat ke arah Farhan yang sedang memejamkan matanya. Walau sebenarnya Suga sudah tahu Farhan sudah terbangun sedari tadi, bahkan sebelum ia masuk ke kamarnya.


CCTV yang ada di setiap sudut kamar Farhan saat ini, memudahkan Suga untuk melihat semua tingkah adiknya itu. Karena CCTV itulah yang membuat Suga bergegas ke kamar Farhan dimana dia tadi melihat jelas di CCTV Farhan sudah bangun dari pingsannya.


"Kakak sedang bicara padamu, kalau kamu marah sama kakak maafin kakak, tapi tolong kali ini kamu harus bicara sama kakak.!"Ujar Suga.


" Arsyan.! "Geram Suga, karena ucapannya di abaikan oleh Farhan.


"Apa.? "Tanya Farhan dengan suara juteknya, ia membuka matanya dengan ogah-ogahan.


"Kenapa kamu kabur dari rumah sakit? Kamu tahu kan kondisimu belum stabil? Gimana kalau terjadi sesuatu di luaran sana.? "Tanya Suga yang saat ini sudah berada tepat di depan Farhan yang masih dengan posisi tidurnya.

__ADS_1


Farhan diam, ia memalingkan wajahnya enggan menatap Suga yang saat ini sudah ada tepat di depannya.


Suga yang melihat sikap sang Farhan berjalan menjauh,ia tahu Farhan tak nyaman jika ada dirinya di dekatnya. Suga berjalan menuju sofa mendudukkan tubuhnya di sana. Namun, mata elang nya terus menatap Farhan yang entah tidur atau sedang berpura-pura tidur.


"Apa yang sedang kamu cari di luaran sana.? "Tanya Suga.


" Kakak masih bisa bersabar untuk saat ini, namun jika kamu terus mengabaikan ucapan kakak, jangan salahkan kakak jika kakakmu ini bertindak lebih jauh.! "Lanjut Suga ketika Farhan masih saja terdiam .


Farhan masih terdiam, orang di hadapannya ini selalu membuatnya kebingungan, terkadang sifatnya manis terkadang juga menakutkan. Namun, seorang Farhan tak ingin terlihat seperti penakut di hadapan Suga.


"Apa obat saraf itu melumpuhkan biburmu? Seberat itukah untuk kamu menjelaskan semuanya.? "


Farhan mendelik dengan mata melotot ke arah Suga. Obat saraf? Pantesan saja sedari tadi ia tak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya.


"Jadi... Lo racunin gue gitu.? "Ujar Farhan dengan nada tingginya.


Suga yang mendengar sang adik akhirnya mengeluarkan suara tertawa sangat kencang, bahkan tawa Suga terdengar menakutkan di telinga Farhan.


" Apa amnesia mu, membuat mu hilang sopan santun? Apa kamu gak ingat manisnya kamu saat....? "


"Itu semua hanya karena aku tidak sadar, kalau gue inget kejadian itu gue jijik lo sentuh.! " Teriak Farhan,memotong perkataan yang belum selesai terucap dari lelaki yang setiap hari membuat dirinya jengkel itu.


Farhan memalingkan wajahnya dari Suga, ia merasa ngilu jika mengingat kejadian dimana tubuhnya di jamah oleh orang tak ia kenal, walaupun tubuh itu milik Arsyan . Namun, belain itu terngiang-ngiang di benaknya. Belum lagi rasa bersalah yang ada di dirinya. Bagaimana jika suatu saat nanti Arsyan tahu kakaknya menodainya mengatasnamakan cinta?.


Farhan ingin menangis rasanya mengingat semua kejadian yang ia alami, begitu berarti takdir hidupnya kali ini. Tubuhnya masih tak bisa ia gerakan, Farhan hanya bisa menggerakkan kepalanya. Itupun rasa pusing masih bisa ia rasakan, dirinya seperti berjuang di antara hidup dan mati.


"Bunda....! Tolong Farhan... Farhan gak mau hidup seperti ini.! "Batin Farhan memelas.


"Kakak tidak suka dengan sikap mu, apa yang kakak lakukan kemarin padamu, itu semua sebagai hukuman buat kamu.! "


"Hmm.! "Hanya gumaman yang Farhan keluarkan, ia merasa bingung apa maunya Suga.


" Bicara yang jelas..! "Teriak Suga , suaranya menggema memenuhi ruangan yang cukup luas itu.

__ADS_1


" Iyaa, Arsyan ngerti.! "Teriak Farhan berusaha membalas teriakan pria gila itu, namun suara Arsyan tak sebegitu keras karena masih terpengaruh obat yang Suga berikan pada dirinya.


"Ok lah... Bagus kalau ngerti.!" Ujar Suga puas.


__ADS_2