
"Hee? Lo itu sebenarnya kenapa? "
Arsyan hanya tersenyum kecut, ia menyeka air mata yang sudah membasahai pipinya.
"Saya? Saya tidak apa-apa!" Ujar Arsyan sembari berusaha tersenyum paksa.
"Apa benar semua mimpi yang gue alami itu? Ada sangkut pautnya dengan lo? Dan apakah lo juga yang tiap hari datang ke mimpi gue? "Tanya Farhan.
" Kalau mimpi-mimpi itu menganggu, saya minta maaf Farhan"Jawab Arsyan dengan senyum tak enaknya.
"Apa yang sebenarnya terjadi sama diri lo? Cerita saja Siapa tahu kita bisa saling bantu"
Arsyan diam, mengalihkan pandangannya enggan menjawab pertanyaan yang Farhan lontarkan kepadanya.
Sedangkan Farhan? Dia geram sendiri melihat sosok itu hanya diam! Ingin sekali rasanya dia menghajar sosok itu! Namun ia sadar sosok itu hanyalah arwah tentu saja tidak akan bisa ia pegang.
"Arsyan!!!! Itu kamu kan? "Sapa seseorang dari kejauhan, membuat Arsyan dan Farhan tersentak secara bersamaan.
"Berlin/Erlin"Ujar Farhan dan Arsyan.
" Erlin? "Tanya Farhan menatap Arsyan.
"Iya, Erlin, pasti kamu sudah bertemu dengannya, dia sahabat baik ku dari orok, bahkan dia tahu segalanya tentang kehidupan saya, hahahha saya pikir saya tidak akan pernah bisa melihatnya lagi! "Arsyan tertawa, namun lagi-lagi tawa itu disertai air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.
" Farhan saya mau peluk dia! Saya rindu! "Ujar Arsyan, masih menatap Berlin yang menghampiri mereka.
"Hah!!! Emang lo bisa? Lo kan arwah!" Tanya Farhan. Namun membiarkan orang di depanya itu begitu saja.
__ADS_1
"Terimakasih untuk semuanya Erlin, maaf membuat kamu kecewa! "
"Arsyan!!!!! " Teriak Berlin, ia terisak sembari memeluk erat sahabatnya itu. Namun, pandangan Berlin jatuh kepada sosok Arsyan yang asli.
"Erlin" Panggil Arsyan, sembari tersenyum.
Berlin melepas pelukan Farhan dengan begitu saja, ia berlari menghampiri sosok Arsyan yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan sendu.
"Syan,Gue..... Gu-e... "
"Sudah cukup... Saya tahu apa yang ingin kamu katakan! "Sela Arsyan.
Farhan dengan kebingungannya hanya bisa menatap manusia dan arwah itu secara bergantian.
" Sebentar!! Lo bisa ngelihat arwah dia? "Tanya Farhan, seperti orang linglung, tanganya menunjuk ke arah arwah itu.
" Indihome maksud lo? "
"Iya, dia indigo! "Jawab Arsyan dengan binar redup yang terpancar dari kedua bola matanya.
" Gue sudah berusaha nyari lo kemana-mana, bahkan semua tenaga gue, gue gunakan untuk nyari keberadaan lo! Tapi hasilnya nihil! "Ujar Berlin.
" Sebentar gue masih bingung, sejak kapan dia indihome dan tahu tentang ini semua? "Tanya Farhan dengan mata melotot.
" Maksud mu tentang dirimu itu Arsyan palsu? "Sela Berlin.
" Iya!! "
__ADS_1
"Emm, sejak awal gue udah tahu kalau kamu bukan Arsyan? Makanya sejak saat itu gue nyari Arsyan yang asli, kamu ingat saat di ruangan sekolah itu? Saat kamu bertanya tentang semuanya ke gue? Dan gue diam saja, kamu tahu alasannya? " Tanya Berlin menepuk pundak Farhan.
"Enggak! " Jawab Farhan menggelengkan kepalanya brutal.
"Karena itu semua bakalan percuma, semua kisah gue itu sama Arsyan! Jika gue cerita ke kamu maka semua akan sia-sia soalnya yang ada di tubuh ini bukan Arsyan! " Ujar Berlin.
Farhan hanya terdiam mendengar apa yang Berlin ucapkan. Sama halnya dengan Berlin ia hanya terdiam setelah menatap Farhan yang terlihat seperti menyembunyikan rasa kesalnya.
"Kenapa lo gak bilang?" Sentak Farhan. Memulai pembicaraan kembali.
"Bukanya dia gak mau bilang Far! Kamu ingat apa kaya Estes? Jika banyak yang tahu maka semua akan mendapatkan sanksi, untuk mencegah itu terjadi saya menyuruh Erlin untuk berpura-pura percaya kalau diri mu itu Arsyan! "Sela Arsyan berusaha menjelaskan semuanya kepada Farhan.
"Jadi apa, dia bisa gue percaya? " Tanya Farhan .
"Bagaimanapun Arsyan adalah sahabat gue! Jadi kamu bisa percaya kok sama gue? "Jawab Berlin yakin.
" Erlin "Panggil Arsyan, membuat Farhan dan Berlin menoleh bersamaan.
"Jaga Farhan! Temani dia sampai dia benar-benar berhasil, jangan sampai apa yang dulu saya lakukan terulang kembali! Dan bantu dia untuk melewati semua ini!Saya percayakan semuanya kepadamu sahabatku! "Ujar Arsyan.
Berlin tersenyum , ia menganggukkan kepalanya.
" Farhan, Berlin! Saya harus pergi ada sesuatu yang membuat saya tidak bisa berlama-lama di sini"Ujar Arsyan,disertai senyuman manis sebelum arwah itu hilang begitu saja di depan sahabatnya.
"Arsyan!!!!!!! " Teriak Berlin sejadi-jadinya.
"Sudah-sudah Ber, dia nanti pasti ke sini lagi, lo tenang dong! Jangan kayak orang gila! " Sentak Farhan berusaha menenangkan Berlin yang sudah sangat kacau itu.
__ADS_1