Love velisa

Love velisa
Lembar 23.Kedatangan Sahabat!


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 13.00 Am, sudah 2 jam lebih Farhan tertidur. Suga yang setia menemani sang adik perlahan bangun dari duduknya dan pergi keluar. Tak lama Farhan terbangun karena mendengar suara pintu terbuka. Pintu kamar itu terbuka lebar, Farhan dengan jelas melihat dua orang remaja yang berjalan ke arahnya. Farhan nampak bingung ketika menatap dua remaja tersebut, dia sendirian di ruangannya. Tadi memang masih ada Suga duduk santai di sofa. Namun, entah kemana perginya Suga, sampai Farhan baru sadar kalau dirinya terbangun dalam keadaan tak ada orang yang menemaninya.


"Kalian siapa.? " Tanya Farhan ketika kedua remaja itu telah berada di samping kasurnya


"Anjir, jadi lo benar-benar Amnesia? Gue kira lo cuma akting.! " Ujar salah seorang pemuda yang kira-kira seumuran dengannya.


"Hah! "


"Ternyata Hyung Arsyan lupa ingatan? Ko inget gue gak Hyung.? " Tanya seorang lagi yang lebih muda dari yang pertama.


Farhan hanya menggelengkan kepalanya sembari menampakkan wajah bingungnya, ia tak tahu siapa kedua pemuda itu. Kenapa yang satunya sampai memanggil Hyung segala, padahal Farhan tahu betul Hyung adalah panggilan untuk kakak laki-laki ala-ala orang Korea.

__ADS_1


"Gue buk.! " Ucapan Farhan tiba-tiba terhenti seketika di saat matanya melihat sosok Estes yang tiba-tiba duduk di sofa, ia melihat Estes melotot kearahnya, dengan jari telunjuk di depan bibirnya. Seolah-olah melarang dirinya untuk berbicara kepada para pemuda tersebut. Farhan mulai faham maksud dari Estes, mungkin Estes tak ingin semua orang tentang apa yang dirinya alami termasuk kedua pemuda yang ada di depanya tersebut. Farhan mengangguk perlahan untuk membalas Isyrat dari Estes.


"Yaudah gue kasih tahu lagi kalau lo emang Amnesia, Nama gue Berlin gue sahabat lo sedari SD, bahkan kita satu fakultas. Gue akhir-akhir ini sibuk banget dengan urusan magang jadi sory kalau gue baru bisa jenguk lo sekarang, gue gak bisa lihat ko amnesia kayak gini maafin gue gak ada di samping lo saat lo sekarat. ! "Ucap Berlin dengan nada menyesal di akhir kalimatnya


"Jadi Hyung beneran lupa ingatan, Ya gusti.! " Teriak satu pemuda yang memiliki wajah imut berbadan kecil tersebut membuat Farhan menutup telinganya dengan kedua tanganya.


"Diam bocah! Berisik.! "Pemuda bernama Berlin itu memukul kepala pemuda yang lebih kecil tersebut karena melihat Farhan nampak tak nyaman dengan suara temannya tersebut.


"Gery? " Ujar Farhan sembari menatap Gery penuh kebingungan.


Gery hanya mengangguk sembari memasang wajah sumringah berharap Hyung nya itu mengingat dirinya.

__ADS_1


" Yang gue tahu Gery itu jenis makanan.! "Ujar Farhan dengan polosnya.


"Ya Tuhan Hyung, ini Gery loh masak gak inget? Ya Gery minta maaf baru punya waktu jenguk Hyung, abisnya beberapa hari ini Gery sama Berlin mau kesini sama tante Alsan di larang katanya Hyung masih tahap pemulihan, eh taunya malah lupa ingatan.! " Ujar Gery sembari memasang wajah menyesalnya.


"Tapi Gery itu beneran makanan kan yang ada coklatnya.! " Sahut Farhan membuat Berlin menahan tawanya. Sedangkan Gery yang ternyata adalah keponakannya sudah menganga, ia tak terima ternyata Hyung yang ia sayangi melupakannya.


"Kalian semua jahat.! Gue mau ganti nama aja.! "Teriak Gery kesal


Farhan dan Berlin hanya tertawa melihat tingkah gila Gery yang masih mencak-mencak di tempatnya.


Estes yang masih ada di sana, melihat dan mendengar semua kejadian yang terjadi di ruangan tersebut. Farhan sesekali melirik ke arah sofa tersebut memastikan keberadaan Estes, tatapan terakhir dari Farhan di balas anggukkan kecil oleh Estes lalu menghilang entah kemana.

__ADS_1


"Apa maksudnya, kenapa dia tiba-tiba datang lalau pergi.? Gumam lirih Farhan sembari terus berusaha tersenyum di hadapan Berlin dan Gery.


__ADS_2