
🥀🥀**Hallo para pembaca karya Farhan Not Arsyan 🥀🥀 Ucapan terimakasih selalu saya ucapkan kepada kalian🥀 semoga kesehatan dan keberkahan selalu menyertai kalian.. sebelum membaca next bab. Saya hanya ingin memberi tahu kalian jika cerita ini menurut kalian memusingkan saya sebagai penulis cerita mohon maaf yang sebesar-besarnya 🥀 mungkin next Novel dengan judul yang berbeda akan saya perbaiki se baik mungkin 🥀🥀
TERIMAKASIH PERHATIAN DAN DUKUNGAN KALIAN🥀🥀🥀 I LOVE YOU 🥰🥰🥰**
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
LEMBAR :54.SAKIT
Ia masih disana, laki-laki itu masih berdiri di tepi kolam renang di temani sinar rembulan yang begitu terang malam itu.
"Gue tahu, ada sesuatu hal yang mereka sembunyikan dari gue, dan gue harus cari tahu itu sendiri, ada rahasia apa di rumah ini!"Gumam Farhan teramat lirih.
Ia mengeratkan jaket yang ada di tubuhnya, laki-laki itu masih nyaman berada disana, melihat pantulan cahaya bulan di tengah air kolam. Seulas senyum di bibir laki-laki itu terlihat.
" Satu pertanyaan sudah terjawab"
Jangan berharap Farhan mau menerima semuan permainan yang keluarga drama ini buat, ia tak akan tinggal dia begitu saja saat dirinya dijadikan tokoh utama. Laki-laki itu diam-diam sudah mengumpulkan secuil demi secuil bukti untuk memecahkan teka-teki hidupnya di rumah besar ini. Tidak ada orang yang biasa ia percaya disini, hidupnya seolah seperti sudah dijadikan pion oleh mereka. Ia tak akan tinggal diam, mungkin untuk saat ini laki-laki itu harus bertindak sendiri,untuk menemukan jawaban dari rahasia keluarga Arsyan, sampai dia bisa menemukan satu atau dua orang yang bisa di percaya untuk membantunya.
"Rahasia keluarga ini akan segera terpecahkan" Gumam Farhan, tersenyum jahat menatap sinar rembulan di tengah malam yang seolah sinar itu mendukung apa yang akan ia lakukan.
"Hufttt....!! Seandainya Arsyan ada disini, mungkin gue akan dengan mudah mengungkap semunya saat ini! "
...****************...
...****************...
...****************...
"Saya lihat kamu berbicara dengan dia disana! Apa yang kalian bicarakan? "Langkah Claudia terhenti, ia membalikkan tubuhnya. Dan di sana sudah ada seseorang yang sedari tadi memantaunya dari atas, orang itu menatapnya dengan sorot mata tajamnya.
"Tuan muda, bertanya tentang masa lalu di kehidupan sebelum ia menjadi seperti ini"
"Lalu? "
"Saya tidak memberikan jawaban apapun, kepada Tuan muda! "
"Bagus, kalau begitu kamu boleh pergi! "
__ADS_1
"Ingat! Kamu disini sebagai asistennya! Jangan sampai kamu berbuat di luar batasan! " Ujar orang itu, lalu pergi meninggalkan Claudia yang masih berdiri disana.
Claudia hanya tertunduk setelah orang itu pergi, setelahnya ia juga berjalan pergi sembari meremas poto yang sedari tadi ia pegang.
Menatap sekali lagi ke arah luar, melihat Farhan masih berdiri di sana.
"Maaf Arsyan! Ini demi kebaikan mu, lupakan tentang masa lalu kita! Gue harap dengan ini kamu bisa hidup lebih bahagia! "Ujar Claudia, matanya menatap punggung Farhan dari kejauhan dengan tatapan sendu, sebelum pergi dengan langkah lebarnya.
...****************...
...****************...
...****************...
" Logaritma, mungkin kalian sudah di ajarkan di sekolah menengah pertama, di sini ibu hanya akan mengulas sedikit saja.....! "
Farhan menatap sayu pada guru yang sedang menjelaskan pelajaran matematika. Tentunya itu pelajaran yang sangat Farhan benci dari sekolah dasar bahkan sampai sekarang.
"Pala gue puyeng"Keluh Farhan, perutnya mual seperti di remas-remas sesuatu. Otaknya saat ini sedang tidak bisa diajak kerjasama. Laki-laki itu membenturkan kepalanya ke atas meja dengan pelan. Membuat teman sebangku nya yang semula fokus pada pelajaran mengalihkan pandangannya ke arah Farhan.
"Lo tidak apa-apa kan? "Walau di ucapkan dengan nada biasa, namun wajah Claudia terlihat sangat khawatir terhadap lelaki di sebelahnya itu.
"Pala gue pusing! Perut gue juga sakit! "Farhan mendongak ke arah Claudia, wajahnya pucat dengan bibir yang ia gigit menahan ringisan.
" Buset.... Wajah lo udah kayak mayat aja Syan! "Sahut Berlin, yang tanpa sengaja memperhatikan Arsyan sedari tadi.
"Sakit!!! " Rintih Farhan.
"Bu izin ke UKs"
"Siapa yang sakit Claudia?"Tanya bu Zahra yang saat ini sedang mengajar matematika.
" Tuan muda.. Eh maksud saya Arsyan bu! "
Bu Zahra menganggukkan kepalanya memberi izin, membuat Claudia dengan segera memapah keluar Farhan yang sudah terlihat sangat pucat. Tentunya di bantu oleh Berlin, walau Claudia nampak tak suka dengan Berlin apa boleh buat! Keadaan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ringisan Farhan membuat mereka berdua mempercepat langkahnya. Suasana hening di sana, baik Berlin ataupun Claudia tak mengucapkan satu patah apapun.
Ada apa sebenarnya di antara mereka? Pikir Farhan, sembari terus meringis kesakitan.
"Kalau gini kasian sahabat gue" Berlin berjongkok, kemudian menggendong Farhan. Claudia hanya menatap sinis melihat apa yang Berlin lakukan. Tapi apa boleh buat? Mereka sudah saling janji untuk menjaga Tuan mudanya itu. Untuk kali ini, Claudia harus mencoba menyingkirkan rasa tak suka nya itu terhadap Berlin. Farhan hanya menatap satu ketika dirinya di gendong oleh Berlin, ia tak punya tenaga untuk bergerak apalagi menolak. Yang ia rasakan saat ini hanyalah rasa sakit yang sangat menyiksa dirinya.
Dua orang pengawal sudah ada disana, melihat siapa yang datang dua pengawal itu bergegas membuka pintu untuk akses jalan mereka. Jika kalian tadi berpikir kalau Farhan di bawa ke UKs , kalian salah besar. Claudia dan Berlin membawa Farhan di sebuah kamar yang ada di sekolah itu. Ya kamar pribadi milik Arsyan.
Berlin membaringkan Farhan dengan pelan, wajah anak itu sudah terlihat sangat pucat. Mata Farhan sudah terpejam rapat. Namun masih merintih kesakitan, ke dua tangannya mencengkram perut dengan sangat erat.
__ADS_1
"Sudah kamu silahkan kembali ke kelas, biar Arsyan gue yang jaga! Lagian bukanya lo nanti ada latihan sama group band dukes? Sudah sana! " Ujar Claudia mengusir paksa Berlin, pria itu hanya menurut apa yang dikatakan wanita di hadapannya saat ini. Toh ia tak ingin ada Keributan di sana yang bisa menggangu istirahat sahabatnya.
"Jaga dia dengan baik" Ujar Berlin lalu berjalan pergi meninggalkan sahabatnya yang terdengar masih merintih kesakitan.
"Hm"
Berlin berjalan keluar ruangan. Namun pandangannya masih menatap Farhan seolah-olah enggan untuk pergi dari sana. Tapi apa yang bisa ia perbuat, toh ini sudah perintah dan harus ia jalankan.
Claudia bernapas kasar, setelah melihat Berlin yang sudah pergi dari sana. Matanya menatap sendu punggung pemuda yang tak lagi nampak itu , ia tak bisa berbuat apa-apa, karena keharusan ia harus menghalangi Berlin agar tidak terlalu dekat dengan Arsyan untuk sementara waktu.
"Panggilkan dokter V sekarang juga..! " Teriak Claudia dari dalam.
Teriakan Claudia membuat dua pengawal tadi bergegas lari mencari dokter V, dokter pribadi keluarga Alsan yang di tugaskan Nanda untuk berjaga di sekolah miliknya.
"Sakit... Kak Suga....!" Rintih Farhan memanggil nama orang yang paling ia benci itu.
Claudia berusaha menenangkan Farhan disana namun hasilnya nihil, pria yang terbaring lemah saat ini masih terus saja merintih kesakitan bahkan sesekali mengigau memanggil-manggil Suga.
"Hallo, Tuan Suga! Tuan Muda Arsyan sedang sakit! Dia terus memanggil nama Tuan Suga! "Karena rasa panik itu, membuat Claudia memtusukan untuk menelpon Suga. Namun, tidak ada jawaban bahkan panggilan itu terputus begitu saja.
Ceklek....
Suara pintu terbuka, seorang berjas putih masuk kesana.
" Dokter V"Ujar Claudia, ia bergegas mengarahkan dokter itu ke tempat Farhan berbaring agar segera dapat di periksa.
"Maag nya kambuh! "Ujar Dokter V.
Claudia diam mendengarkan apa yang dokter itu katakan.
" Sepertinya Arsyan belum makan apapun dari tadi pagi,perutnya kosong , itulah yang mengakibatkan maag nya kambuh"
"Arsyan....? Bangun dulu! "Ujar dokter V.
Farhan melengguh.Pria itu perlahan mulai mengerjapkan matanya menatap seseorang di sampingnya dengan tatapan sayu.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
NOTE: UNTUK CERITA AWAL MULA CLAUDIA PINDAH KE INDONESIA AKAN KAMI CERITAKAN SETELAH KONFLIK INI YAA🥰 DAN PERLU KALIAN KETAHUI KISAH
ALENA, ARTHAN DAN CLAUDIA AKAN BERADA DALAM SEBUAH NOVEL YANG BERBEDA NANTINYA. TAPI TETAP AKAN ADA SCAN ANTARA (FARHAN/ARSYAN DAN DEVAN DISANA) 🥰🥰🥰 SEBAGAI AKTOR PENDUKUNG ISTILAHNYA 🥰🥰DI TUNGGU YA. NOVEL KHUSUS ALENA&CLAUDIA, SETELAH INI USAI.