
"Pulang!!!! " Teriak Suga yang sudah berada disana, tatapan tajam itu menyeringai ke arah Farhan, membuat Farhan yang hanya terdiam disana, tersentak kaget.
"Gak mau! Gue mau tetap disini, sampai orang yang ada didalam sana sadar!! " Teriak Farhan.
"Arsyan!!! Kakak bilang pulang sekarang!!! "Suga berjalan semakin dekat dengan Farhan yang ada disana, membuat Farhan perlahan memundurkan badanya menjauh dari laki-laki yang sedang emosi itu.
"Ada apa sih dengan lo? Devan itu sahabat gue, apa salahnya jika gue ingin berada disini sampai dia sadar!!"
"Pulang Arsyan!!!!! "Suga berhasil menggapai tangan Farhan, dan ia mencengkeram tangan mungil itu dengan sangat erat. Membuat Farhan meringis di tempatnya.
" Sakit!!! "
Tanpa mendengarkan ucapan Farhan, Suga berjalan sembari menyeret tangan adiknya itu, ketika mulai membuka pintu rooftop, disana sudah ada dua pengawal yang menanti kedatangan mereka berdua.
"Kita pulang sekarang!! "Ujar Suga, tentunya di balas anggukkan oleh kedua pengawalnya itu.
__ADS_1
Suga membawa sang adik menuruni tangga, tentunya di ikuti oleh dua pengawal di belakangnya. Namun, laki-laki di belakang Suga itu, masih saja memberontak menolak untuk pulang.
"Tolong lepasin!! Tangan gue sakit!! "Teriak Farhan pada akhirnya, secara refleks Suga melepaskan cengkeraman itu, ia melihat pergelangan tangan sang adik sudah memerah, untung saja ia dengan cepat melepaskan cengkeraman itu, jika tidak mungkin saja tangan yang sudah memerah itu akan membiru jika ia cengkeraman lebih lama.
" Maafin kakak! "Gumam Suga tanpa sadar.
" Hm"Balas Farhan, yang kemudian berjalan mendahului sang kakak.
Farhan berhenti berjalan, ketika ia melihat tak jauh disana sudah berdiri seseorang yang sangat ia rindukan selama ini.
Mata Farhan berkaca-kaca, mengingat bagaiamana ia dulu sudah di anggap anak sendiri oleh Lesna, ia ingat juga bagaimana ia dan Degan menghabiskan waktu bersama Lesna saat libur sekolah tiba. Tangan penuh kasih sayang itu? Ingin rasanya Farhan berlari kesana, dan mencium tangan yang sudah merawatnya selama ini. Namun semua hanya sebuah kemustahilan, ia tak ingin melibatkan semua orang yang ia sayang dalam cerita kehidupan keduanya yang sangat buruk itu.
Flashback....
"Farhan, mulai sekarang lo bisa tinggal sama gue, kita sekarang sudah menjadi sebuah keluarga! Dan keharusan sebuah keluarga harus bisa menjaga satu sama lain! Oke! "Ujar Devan dengan semangat, membuat Farhan tersenyum kecil lalu mengangguk.
__ADS_1
"Semoga nak Farhan betah ya tinggal disini bareng bunda juga Devan"Suara lembut itu menyapa gendang telinga Farhan, yang masih berdiri disana bersama sahabatnya.
" Iya Tan-"
"Sayang, mulai sekarang kamu bisa manggil tante dengan sebutan mama atau bunda! Kita kan sekarang sudah jadi satu keluarga, dan kamu juga sudah Bunda anggap seperti anak sendiri, jadi Bunda mohon jangan manggil Bunda dengan sebutan tante lagi! "Ujar Lesna, membuat Farhan terdiam sesaat.
" Memang Farhan boleh manggil Tante dengan sebutan Bunda? "
"Ehh, lo tuh ya! Kita udah berteman dari orok! !! Masak sih lo masih canggung sama nyokap gue? Kayak baru kenal aja!! "Teriak Devan kesal.
" Devan anjir lo! "Desis Farhan sembari memukul bagian belakang kepala Devan dengan kesal. Namun, tak lama ia tersenyum canggung ketika Lesna dan Ferdi ayah Devan, menatapnya sembari tersenyum tipis.
"Benar apa yang Devan katakan, kita sudah saling mengenal sejak lama, bahkan Om sudah menganggap kamu seperti putra Om sendiri, dan ingat kamu bisa panggil Om dengan sebutan Ayah! Oke!"Ujar Ferdi.
" Iya Om, eh iya Ayah "
__ADS_1
"Idih, lo salting sendiri"Ujar Devan lalu tertawa keras, di ikuti Lesna dan Ferdi yang juga ikut tertawa melihat kekonyolan anak-anak mereka.