
Haiii!!!! para pembaca, wah sudah ada di bab #50 nih! Gak kerasa ya sudah sampai di sini..! oh ya saya di sini ingin menyampaikan, jika di bab ini ada bahasa yang kasar atau karakter Farhan yang bar-bar itu muncul lagi, mohon di maafkan ya!! Farhan di sini emosi banget loh, semuanya serba di atur oleh keluarga Arsyan.... Hmm jadi farhan mulai deh tuh ngeluarin taringnya lagi.Semoga kalian gak emosi ya kalau membaca.. 💕
TERIMAKASIH....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
LEMBAR 50.EMOSI
"Sttttt, ini beneran? Harus banget ya? "Tanya Farhan dengan ragu.
Semua yang ada disana mengangguk yakin. Farhan memejamkan matanya, dan mencoba mengatur napasnya agar tenang. Pelipisnya bahkan sudah menampakan urat-urat yang menonjol.
" Sialan dah"Desis Farhan.
"Kalian gak bercanda kan? "
Semua menggeleng.
"Hahaha... Haa... Ha" Farhan tertawa lepas disana, entah apa yang membuat pemuda itu tertawa begitu kencang. Bahkan suara tawanya terdengar hingga paviliun yang ada di belakang rumah sana. Tak hanya itu, ia menggelengkan kepalanya tak percaya dan mengangkat kedua tangannya di udara. Konyol sekali keluarga Arsyan ini. Pikir Farhan yang dia sendiri tak tahu kenapa bisa bersikap seperti itu.
"Gue nyerah aja dah!!!!! "Teriak Farhan.
Baru saja, Farhan ingin kabur dari situ. Suga dengan sigap sudah menangkapnya. Anjir batin Farhan.
"Emang perang sudah mulai? Kok sudah main nyerah gitu saja? Gak asik lo. Hahahaha" Ujar Suga, di iringi tawa di akhir perkataannya.
Farhan mendesis kesal, ia berusaha menghempaskan tangan Suga namun sulit. Bahkan tangannya semakin di cengkram kuat oleh pria brengsek itu.
__ADS_1
"Sakit!!!!"Pekik Farhan kesakitan.
Suga mengabaikan ucapan yang keluar dari mulut Farhan, ia menatap ke arah Nanda dan Alsan.
" Berhubung drama disini sudah selesai, jadi kita berangkat dulu ma, pa"
"Kamu gak nunggu Alena dulu? " Sahut Nanda sembari memperhatikan jak mewah yang melingkar di tangannya.
"Emm, biar Alena nanti sama saya saja sayang! " Balas Alsan dengan senyuman manisnya.
"Oh oke, kalian boleh berangkat! Ingat pesan papa untukmu Arsyan, jangan macam-macam disana! " Ucap Nanda menatap tajam Farhan yang masih terdiam di situ.
"Hmm" Jawab Farhan singkat.
"Yaudah kita berangkat dulu!Keburu siang "Ujar Suga.
" Hih, apaan sih...! Gue mau berangkat sendiri,lepas."Teriak Farhan.
Suga tetap abai pada ucapan Farhan. Ia menyeret paksa Farhan untuk masuk kedalam mobil, membuat Farhan kesal ingin meninju wajah pria menyebalkan itu.
Farhan menarik napasnya dalam-dalam, ia menatap keluarga drama itu dengan wajah sangat menyedihkan.
"Oke, jangan kasar! Gue mau berangkat bareng! Eh maksdunya saya mau berangkat bareng sama kamu! "Ujarnya menatap kearah Suga.
"Asal... "Farhan menarik napas kembali.
"Mereka semua stay di sini, dan tidak usah ikut! "
"Ayolah kak, aku kan bukan anak pejabat, ngapain harus di kawal seperti ini? Kalau mau ngawal oke lah mungkin satu dua cukup! Gak seperti ini, kaya mau tawuran saja! "Ujar Farhan,sembari menunjuk beberapa orang yang telah berjejer disana, belum lagi beberapa mobil di belakang mobil Suga yang pastinya mereka juga akan mengawal kemanapun Farhan pergi.
"Sini kakak jelaskan,kamu memang bukan anak pejabat. Tapi kamu anak dari seorang Nanda dan Alsan, kamu tahu kan siapa orang tuamu? Orang yang paling berpengaruh di negeri ini! Bahkan, kamu tahu kan siapa kamu? Penerus perusahaan yang selalu jadi incaran para mafia di luaran sana! Kamu bisa saja jadi sasaran mereka! Jadi tidak ada salahnya jika orang tuamu menjaga mu seperti ini. Dan bahkan papa merasa pengawal- pengawal itu kurang--"
"Hihhhhh, oke stop! Jangan di teruskan! " Teriak Farhan muak, memotong ucapan Suga yang belum usai.
__ADS_1
Bisa gila dia lama-lama kalau terus seperti ini, keluarga Arsyan memang sangat over, mungkin tak salah jika rumor tentang Arsyan bunuh diri itu benar terjadi. Mungkin saja Arsyan terkena tekanan batin yang berat karena hidup di tengah-tengah keluarga yang over seperti ini. Buktinya saja, baru beberapa dirinya tinggal di sini sudah di buat stres dengan semua aturan yang ada di keluarga penuh drama ini. Di tambah tiap hari dirinya harus berteriak-teriak seperti orang gila. Karena sifat menjengkelkan dari kakak angkat Arsyan yang satu ini.
"Bodo amat lah gue! Dah lah capek kalian semua memang... Ah sudahlah! "
"Arsyan!!!!!!! "Nanda menatap tajam putranya itu, ia sangat lelah sedari tadi mendengar ucapan kasar yang mencemari pendengarannya.
" Apa ? Apa? "Farhan balik menatap Nanda dengan tatapan lebih tajam dari tatapan orang yang harus ia panggil papa itu.
" Anda tidak suka kalau saya berbicara seperti ini kan?" Oke kali ini Farhan benar-benar di buat marah sama ke luarga ini. Semua sudah ia lakukan sebisa mungkin . Namun, tak satupun kebaikan darinya di balas dengan baik oleh mereka.
Nanda menggeram marah, putranya itu sudah kelewat batas untuk kali ini. Suga yang melihat suasana menjadi panas berusaha mencoba menarik tangan Farhan, berniat membawanya untuk segera pergi sebelum suasana semakin rumit. Namun, itulah Farhan dengan segala cara ia berusaha menepis tangan Suga . Tak mau untuk pergi begitu saja.
"Papa gak suka ucapan mu! "
"Terus? " Tanya Farhan, sembari memutar kedua matanya malas.
"Kalau gak suka ya jangan di dengerin! "
"Arsyan cukup!!!! " Teriakan itu berasal dari Nanda, Suga dan Alsan. Mereka bertiga menatap Farhan dengan tatapan tajam. Sedangkan Farhan hanya mendongak sebelum akhirnya tertunduk dengan seringai tersembunyinya.
"Astaga kalian ini bisa kompak gitu ya?"Farhan menggelengkan wajahnya prihatin.
Ia mendongak, melihat wajah ketiga orang disana yang terlihat sangat emosi. Termasuk Alsan. Seorang perempuan yang biasanya bersikap lembut, kini memandangnya dengan tatapan tajam dan kecewa.
"Saya sudah berusaha menghormati kalian semua! Tapi kalian semua gak mau mendengarkan apa yang saya inginkan! Dan saya tegaskan lagi! Saya Farhan bukan Arsyan!! Saya muak dengan semua ini, bahkan saya sendiri sudah tak memakai bahasa lo gue saat bersama kalian! Tetapi kenapa kalian selalu bersikap begitu over sama saya? "Ujar Farhan mengeluarkan semua keluh kesah yang ia rasakan. Ternyata begitu berat sekali hidup menjadi seorang Arsyan. Pikir dia.
" Arsyan! Kakak bilang cukup ya cukup!!!"Cengkraman di tangannya itu terasa kembali, bahkan kali ini terasa lebih sakit di banding sebelumnya. Farhan yakin, pasti setelah ini akan ada bekas biru di pergelangan tangannya.
"Gue lelah kak!!! Lepaskan!! "Teriak Farhan.
"Lebih baik kalian semua keluar dari sini! "Ujar Alsan, tangannya menggenggam tangan Nanda dengan erat. Ia tahu pasti suaminya itu tengah menahan emosinya yang kapan saja bisa meluap.
Suga menatap ibu angkatnya itu, dan mengangguk,ia juga bisa merasakan aura yang tidak enak dari wajah Nanda saat itu .
__ADS_1
Ia menyeret kasar Farhan. Namun kali ini pemuda bar-bar itu terlihat diam saja, tak ingin berontak apalagi berdebat dengan Suga. Ia terlalu lelah menanggapi keluarga penuh drama ini.