Love velisa

Love velisa
Lembar 55.Merubah Ceritanya


__ADS_3

"Minum obatnya dulu setelah itu beristirahatlah! "


Farhan hanya menurut perintah yang dokter itu berikan kepadanya, pemuda itu bergegas meminum obat setelahnya kembali terlelap.


"Setelah ini, jangan lupa beri dia makan dan ingat hanya makanan yang memiliki tekstur halus dan lembut! "


"Baik!


"Kalau begitu saya permisi, kalau ada apa-apa anda bisa datang ke ruangan saya! "Ujar dokter itu setelahnya berjalan pergi meninggalkan Claudia yang masih disana.


" Oh ya satu lagi! "Dokter itu berhenti dan balik ke arah Claudia.


" Jangan lupa beri tahu Tuan Besar, keadaan Tuan Arsyan!"Ujar dokter itu setelah itu ia pergi begitu saja, tanpa menunggu jawaban dari orang yang ia ajak bicara barusan.


Gadis itu kembali ke tempatnya, ia memandang dengan sendu wajah pucat Farhan dalam diam.


"Arsyan, " Panggil Claudia.


"-"


"Tuan Muda Arsyan. "Panggilannya sembari ia terkekeh sendiri mendengar apa yang ia ucapkan.


Claudia bisa membayangkan, bagaimana wajah marah Arsyan ketika ia memanggilnya dengan sebutan 'Tuan Muda'.


Flashback 🥀


" Jangan seperti itu Clau! "


"Lalu harus seperti apa Tuan Muda? "


"Oke!!! Kalau mau terus memanggilku dengan sebutan itu, mending sana! Kamu pulang saja ke luar negeri! "Ujar Farhan menatap tajam Claudia yabg berdiri di depannya.


"Tapi kan-? "


"Gak ada tapi-tapian, dan gak boleh ada penolakan! Kamu sahabat aku, jadi panggil saja aku Arsyan! Jangan ada kata Tuan Muda lagi, itu menjijikkan! "Ujar Arsyan.


Claudia hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Namun, ia sesekali tetap saja memanggil Arsyan dengan sebutan Tuan Muda, entah hanya untuk menggoda atau memang itu sudah jadi kewajibannya. Di sisi lain ia paling suka melihat wajah Arsyan yang marah memerah ketika dirinya di panggil Tuan Muda.


"Huftttt" Claudia menghela napasnya kasar.


"Seharusnya lo jujur dan ikutin kata hati lo, Arsyan! "Gumam Claudia menatap sendu wajah pucat itu, lalu pandangannya menatap sebuah poto yang tersimpan di ponselnya.


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


Sementara itu, Berlin terlihat sendu disana, ia terduduk di sebuah kursi tepat di bawah pohon beringin tempat dimana biasanya Arsyan menghabiskan waktu nya sendiri , menikmati desiran angin yang begitu menyejukkan hati. Pria itu menatap sebuah poto yang ia pegang. Poto yang terlihat sudah sangat lusuh, di dalam poto itu terdapat empat orang pemuda yang terduduk sembari saling merangkul dan tersenyum menatap lensa kamera. Pemuda itu merebahkan tubuhnya disana, menikmati desiran angin yang menerpa tubuhnya sembari menatap poto yang sedari tadi ada bersamanya. Angin itu begitu segar,hingga mampu membuat kedua mata tajam itu terpejam. Dan terlelap begitu saja!!!!


FLASHBACK......! 🥀🥀🥀🥀


" Lagi ngapain sih? Sibuk amat sepertinya?"Tanya Berlin ketika dirinya baru saja memasuki sebuah ruangan.


"Lo udah lihat gue ngapain! Masih aja nanya! "


Berlin mendekat, ia mencoba melihat dengan jelas apa yang sedang dilakukan seorang pemuda yang terduduk di bankar rumah sakit itu.


"Benang merah? Lo iket di jari? Untuk apa? "


"Lo pernah baca novel berjudul 'Untill Weet Meet Again' gak? "


"Gak" Jawab berlin menggelengkan kepalanya.


"Sini gue jelasin! " Ujar Pemuda itu sembari membuat sebuah gelang dari sehelai benang merah yang ia pegang.


"Gue pernah membaca novel itu dan isinya ,dimana jika kita mengaitkan benang merah ini kepada seseorang, maka suatu saat kita pasti akan bertemu lagi dalam sebuah kehidupan yang lebih baik, entah kapan itu, kita pasti akan bertemu kembali. Tapi gue disini mau bikin gelang agar bisa di pakai oleh orang ini! "Ujar pemuda itu, menjelaskan secara rinci kepada sahabatnya.


" Dia?siapa dia? "Gumam Berlin . lalu ia abaikan begitu saja, ia tak ingin tahu siapa yang sahabatnya maksud itu. Lagi pula sahabatnya itu masih dalam proses pemulihan, tak mungkin ia memberondong pertanyaan tak penting yang terlintas di otaknya.


" Jadi lo buat ini untuk orang yang lo sayang? "Cibir Berlin.


" Hmmm, "


"Seribu gelang?"


"Astaga banyak amat, udah lah satu atau dua saja cukup, lagian lo masih butuh istirahat lo baru saja pulih dari sakit, ngapain sih lo buat-buat kayak gini! Toh kehidupan lo udah banyak yang sayang! "Ujar Berlin, pemuda itu terlihat berusaha untuk membereskan sisa-sisa potongan benang yang berserakan disana. Namun tangannya di tepis oleh Arsyan.


" Jangan coba-coba, lo rusak ini semua ! "Sentak Arsyan.


"Lo bisa buat lagi nanti di rumah, ini rumah sakit lo harus banyak istirahat! Jangan aneh-aneh apalagi begadang untuk hal yang tak jelas seperti ini! "


"Berlin, dengerin gue plis! Lo bisa nyuruh gue apapun itu asal jangan lo larang gue ngelakuin ini! Dan lo harus tahu Berlin, gue udah sembuh sangat sembuh! Jadi apapun yang gue lakuin tolong jangan ikut campur! "Ujar Arsyan, sembari menatap tajam pemuda yang ada di depannya.


Berlin mendecih mendengar ucapan yang sahabatnya lontarkan kepada dirinya. Ia mengalihkan pandangannya enggan menatap orang keras kepala yang ada di depannya itu.


" Gue mau buat gelang merah ini, karena gue punya permintaan yang gue inginkan,! Konon katanya setiap permintaan akan terkabul jika kita berhasil membuat gelang merah ini sebanyak mungkin! "


Ucapan Arsyan barusan, membuat Berlin kembali menatapnya dengan rada penasaran tentang apa yang sahabatnya itu katakan.


"Ternyata lo kebawa sama tuh cerita dah Syan! "Ujar Berlin menepuk pundak sahabatnya itu.


" Enggak, justru novel itu biasanya di ambil dari kisah nyata penulis! Jadi siapa tahu saja apa yang mereka suguhkan itu memang benar adanya! "Sahut Arsyan mengusap rambut Berlin, sahabat baiknya itu.


" Lalu apa yang kamu inginkan? Setelah gelang-gelang ini jadi? "Tanya Berlin di sela kegiatan yang sahabatnya itu lakukan.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Berlin membuat Arsyan menghentikan kegiatannya, pemuda itu menatap langit-langit rumah sakit sembari berusah menemukan jawaban apa yang ia harapkan.


"Oh ketemu....Harapan gue hanya ingin,dia kembali bersama kita disini, gue ingin dia tahu kalau kita ini sama! Dan gue itu ada!Dan satu lagi hal yang gue harapkan, kita bisa bersama seperti dulu lagi!"


Berlin menatap Arsyan tidak mengerti. Ia membuang sisa-sisa potongan benang yang tak terpakai sebelum melemparkannya ke tempat samapah begitu saja.


"Siapa dia? Claudia yang ada di Rusia? Atau Gery yang saat ini sedang di rumah? "Tanya Berlin penasaran.


Saat itu, Arsyan hanya tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan Berlin, enggan mengatakan ucapan tersebut tertuju kepada siapa?


" Hmm, harapakan kedua gua adalah mengubah takdir, gue ingin terlahir kembali dan mengubah semuanya dari awal. Andai saja dunia ini ada lorong waktu, pasti akan gue pinjam untuk memutar balik waktu dan mengubah cerita gue ini! "


"Dasar halu!!!! Mana ada lorong waktu disini, adanya lorong rumah sakit tuh! "Cibir Berlin.


" Gue serius apa salahnya sih berharap! "Berlin terdiam mendengar ucapan Arsyan barusan.


" Gini, kita pikir pakai logika! Seandainya apa yang lo maksud itu benar ada, lorong waktu? Merubah cerita? Pasti semua orang yang ada di muka bumi ini, akan berbondong-bondong mengubah cerita kelam mereka, menjadi cerita yang indah. Apa yang akan terjadi? Mungkin tak akan ada orang jahat di muka bumi ini, karena setiap satu detik kesalahan yang mereka perbuat pasti akan berusaha mereka ubah lewat lorong waktu itu , masa lalu itu ada untuk menjadi sebuah pelajaran di masa depan! Jika kita merubah masalalu sama saja kita merubah takdir Tuhan yang telah tertulis untuk kita. " Ujar Berlin menatap Arsyan dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Gue mau merubah semuanya!"


"Kalau lo mau merubah kisah lo di masa depan, rubah lah diri lo saat ini. "


"Tapi gue sudah sangat rusak, tak mungkin diri gue yang saat ini bisa gue rubah, tak mungkin diri gue yang saat ini bisa membawa gue ke masa depan yang lebih baik! " Ujar Arsyan merancau tak jelas disana.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


**HALLO PEMBACA ADA INFORMASI NIH BUAT KALIAN.. FARHAN NOT ARSYAN SUDAH TERBIT BAGIAN CHAT STORY LOH😊😊 APA SIH BEDANYA SAMA YANG VERSI NOVEL.


OKE BEDANYA..


1.DI chat story akan ada kisah cinta yang tak ada di versi novel.


2.Alur cerita di chat story untuk bab awal memang hampir sama seperti di novel utama. Tapi konflik nya akan lebih menguat di sana.


3.ibarat chat story ini versi sekuel jadi lebih ringan dan gak terlalu rumit.


4 kisah cinta dan persahabatan akan ada juga disana seperti kisah cinta Alena&Rafael yang tidak kami tulis di novel. Tapi kami suguhkan Chat story🥀🥀


Dan masih banyak lagi.... Jika kalian tidak suka versi novel bisa baca versi Chat Story kalau mau agak yang Slayyyy🥀🥀**


Dan satu lagi...! Saya akan memperkenalkan Sampul baru kita yeee🥀🥀🥀 Dimana sampul ini kita buat karena sudah memasuki bab 50🥀🥀

__ADS_1



__ADS_2