Love velisa

Love velisa
Lembar 21.Kasih Sayang


__ADS_3

Farhan mengerjapkan matanya pelan,peningnya masih terasa namun tak separah yang kemarin. Farhan mencoba membuka matanya. Namun, yang ia lihat hanya buram.


"Enghhhh" Lenguh Farhan membuat Suga dan Alena yang berada di sampingnya menatap ke arahnya.


"Kakak sudah sadar? Ada yang sakit? " Tanya Alena yang sudah berada tepat di sisi kepalanya.


"Pusing! "Lirih Farhan.


Farhan memijat keningnya dengan tanganya sendiri, berusaha menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan. Namun, Alena menggantikan untuk memijat kening Farhan. Dirinya hanya bisa menikmati pijatan Alena. Bagi dirinya ia belum pernah merasakan sebelumnya bagaimana rasanya di perhatikan dan di manja seperti ini.


Farhan mulai bisa melihat dengan jelas di sana ada Suga, Alena dan para pengawal. Mereka semua berkumpul, membuat perasaan Farhan bercampur aduk. Ia mengingat masa lalunya,dulu ketika ia sakit ia akan sakit sendiri ,mengobati sendiri semua ia lakukan sendiri.Tanpa ada yang peduli. Tapi semua itu berubah seketika, saat kini dirinya sakit, banyak orang yang merawatnya hingga dia benar-benar merasakan kehangatan sebuah keluarga.


" Apa gue mulai terima aja takdir gue ini?"Gumam hati Farhan sembari menatap sekeliling.

__ADS_1


Suga tiba-tiba menyodorkan semangkuk bubur kepada Alena.


"Kak makan dulu ya! "


Farhan hanya mengangguk, ia juga lapar karena memang sedari dirinya merasakan sakit.Lagi pula ia juga belum makan apapun sama sekali.


Suga dan para pengawal pribadinya membantu Farhan untuk duduk.


Farhan mengangguk, seluruh tubuhnya masih terasa lemas. Untuk bicarapun ia masih susah.


Alena hanya tersenyum riang.Ia tahu bahwa kakaknya itu tak seperti apa yang semua orang katakan akhir-akhir ini. Suga yang melihat dari sofa tak jauh dari tempat Farhan berbaring ikut tersenyum kecil. Ia faham cepat atau lambat pasti adiknya itu akan kembali seperti semula.


Farhan menatap sekeliling. Ia merasa punya keluarga lengkap, seakan do'anya selama ini terkabul. Dalam hati kecilnya ia sangat bahagia. Namun, apakah dirinya pantas mendapatkan itu semua? Bukankah semua ini seharusnya milik Arsyan? Keluarga lengkap, barang mewah dan perhatian dari saudara-saudaranya, bukanlah ini semua milik Arsyan?.

__ADS_1


Farhan tersenyum sendu, matanya berkaca-kaca ketika menerima setiap suapan dari Alena. Beginikah rasanya punya seseorang yang perhatian?. perhatian yang belum pernah ia dapat semasa hidupnya. Seakan rasa bahagia itu tercurahkan terlihat dari senyuman dan tatapan Farhan ke arah Alena dan suga.


"Hey kak kenapa nangis? Apakah ada yang sakit? Dimana? " Tanya Alena panik ketika melihat air mata sang kakak jatuh dari sudut matanya.


Suga yang duduk sembari membaca sebuah majalah ikut panik dan langsung memandang adiknya bersiap memanggil perawat jika memang terjadi sesuatu terhadap sang adiknya yang baru siuman itu.


"Ti-tidak! Buburnya lezat, saking lezatnya saya sampai terharu! "Ujar Farhan. Ini kali pertama dirinya tersenyum manis ke arah semua orang dan ini pertama kali juga dirinya berkata sopan setelah ia masuk kedalam tubuh Arsyan. Semua serba pertama kali! Mungkinkah dirinya sudah mau menerima takdir yang ia dapatkan?.


"Dasar, kamu itu dari dulu gak jago bohong! Bubur hambar kayak gitu lo bilang lezat! " Ujar Suga sinis sembari melanjutkan membaca majalah yang ia pegang. Entah kenapa sifat Suga suka berubah-ubah, membuat Farhan tak bisa memahami sifat laki-laki yang harus ia panggil kakak itu.


...****************...


Cerita ini akan di up 1 hari sekali ya kawan ❤ meskipun view sedikit dan like komen nyaris gak ada tapi saya tetap punya prinsip untuk "Harus selesai nih karya" Mau gimanapun nanti hasilnya. Terimakasih suport nya yaa ❤❤

__ADS_1


__ADS_2