
"Keluarga? "Gumam Farhan, ia menatap bukan dan bintang yang sedang memancarkan sinar terangnya di langit malam. Farhan masih disana, terduduk di depan meja belajarnya dengan tatapan sendu menatap langit malam itu.
Farhan tersentak seketika saat ada yang menepuk bahunya dari arah belakang. Ia menoleh, dan menemukan Kesna yang sedang menatapnya sembari tersenyum teduh.
"Kenapa kamu belum tidur sayang? Ini sudah larut malam! Besok kamu sekolah, apa kamu gak nyaman tinggal bersama bunda disini? "Tanya Rani sembari tersenyum indah di hadapan Farhan.
Farhan menggeleng ribut, tidak membenarkan apa yang Lesna barusan katakan kepadanya.
" Emm.. Nyaman kok bunda, Farhan cuma lagi menikmati suasana malam saja"Ujar Farhan dengan cepat, membuat Lesna hanya bisa terkekeh mendengar jawaban putranya itu.
Tiba-tiba entah kenapa Farhan terdiam saat itu juga, membuat Lesna menatapnya dengan tatapan bingung.
" Kenapa sayang? Apa ada yang menganggu pikiran mu? "Tanya Lesna, membuat Farhan yang tadinya terdiam mendongakkan kepalanya, lalu menganggukan kepalanya tanda ada sesuatu yang sedang ia pikirkan.
" Mau cerita sama Bunda? "Tawar Lesna.
" Emm, apa boleh Farhan cerita sama Bunda? "Tanya Farhan ragu, pertanyaan itu justru membuat Lesna terkekeh pelan saking gemasnya dengan pertanyaan Farhan, membuat Lesna dengan refleks mengusap rambut Farhan, membuat Farhan tersenyum kecil. Anak di depannya ini mengapa begitu menggemaskan sekaki? Pikir Lesna.
Lesna menggandeng tangan Farhan dan membawa anak itu ke tempat tidur, Lensa duduk di ujung tempat tidur itu dengan paha yang dijadikan bantal oleh Farhan. Farhan berbaring dengan nyaman di atas sana, menikmati belaian yang Lesna berikan kepadanya, baru kali ini ia merasakan kehangatan juga kasih sayang dari seorang Ibu, walaupun ia harus berbesar hati, jika Lesna hanyalah ibu angkat bukan ibu kandung seperti yang Farhan impikan selama ini.
" Sekarang yang harus kamu tahu! Bunda Devan juga bunda Farhan, jadi apapun yang ingin Farhan katakan bilang saja ke bunda! "Ujar Lesna sembari mengusap lembut rambut Farhan.
Farhan hanya terdiam, ia masih menikmati kasih sayang dari seorang wanita yang sekarang bisa ia panggil bunda, ia tak menyangka bisa mendapatkan kasih sayang seperti yang ia impikan selama ini, walau dengan ibu yang bukan ibu kandungnya. Namun, bagaimanapun perlakuan Lesna membuat setitik dari diri Farhan merasakan sebuah kenyamanan yang penuh arti.
"Sekarang coba ceritakan apa yang menganggu pikiran mu sayang! "
__ADS_1
Farhan membuka matanya yang sempat terpejam itu, sesaat ia menatap Lesna. Namun, tak lama ia berpindah menatap langit-langit itu dengan tatapan sendu.
"Dulu Farhan punya bunda bernama Audia, dia sangat baik, merawat Farhan dari kecil, dia menyanyangi Farhan layaknya anak sendiri. Namun, sekarang bunda Audia pergi, dan itu rasanya sakit! "Ujar Farhan.
Sejekan Lesna terdiam, ia menatap Farhan dengan lekatnya.
" Bunda Audia? Farhan harus tahu, masih banyak orang yang sayang banget sama Farhan, dan itu tak hanya Bunda Audia.Bunda Audia pergi mungkin karena bukan hanya Farhan yang ia sayangi,akan tetapi bunda berpesan, sejahat apapun bunda Audia, jangan pernah sesekali Farhan Membencinya! "Ujar Lesna, mencoba berbicara dengan sangat tenang, walaupun ia sendiri merasa perih saat Farhan mengucapkan nama itu.
"Dia baik, bunda! " Ujar Farhan dengan mata berkaca-kaca.
Lesna hanya mengangguk, ia tak tahu harus berkata apa? Tak seharusnya Farhan dengan usia yang masih muda ini mengalami kehidupan sepahit ini. Lesna tak menyangka remaja yang dulunya membuat dia tersenyum selalu, sekarang harus mengahadapi kejamnya dunia dewasa. Padahal seharusnya usia yang masih muda ia gunakan untuk bermain, bukan malah mencari tahu keberadaan wanita yang meninggalkannya itu.
"Sekarang ada bunda disini, apa yang pernah bunda Audia lakukan kepadamu tidak akan pernah bunda lakukan sayang! Apalagi sampai meninggalkan mu, bunda gak akan ngelakuin itu! "
"Iya dong, Farhan gak akan merasakan sakit lagi, kan ada bunda Lesna disini! "Ujar Farhan sembari tersenyum tulus.
Lesna membalas senyuman itu dengan belaian hangat, walau hatinya sendiri terasa perih, bagaimanapun juga masa depan itu bagi dirinya adalah sebuah misteri.
Flashback off......
Farhan tersadar dari lamunannya, ketika derap langkah itu menjauh dari dirinya, ia masih berdiri disana. Tentunya dengan Suga dan dua pengawal yang sedari tadi menemani langkahnya.
" Farhan gak pernah berniat ninggalin bunda Lesna! Akan tetapi bunda Lesna lah yang ninggalin Farhan! "Gumam Farhan.
Lesna yang berjalan hampir meninggalkan Farhan disana berbalik arah dan kembali mendekat ke arah Farhan yang masih berdiri mematung di akhir anak tangga itu.
__ADS_1
" Arsyan! "Panggil Lesna, membuat Farhan tersentak. Baru saja Farhan ingin menghampiri wanita itu, namun lagi-lagi tangannya di cengkeram oleh orang yang mendampingi disisinya.
" Ayo pulang Arsyan!! "Ucap Suga dengan suara yang dalam.
Lesna yang melihat hal tersebut dengan cepat mempercepat langkahnya, Lesna tersenyum sesaat setelah berada tepat di hadapan Farhan.
" Ada apa ini Suga? "Tanya Lesna bingung, ia menatap Suga meminta jawaban.
" Maaf tante, bukanya kami tidak sopan! Tetapi Ayah sudah menunggu kami di rumah! "Balas seorang wanita yang tiba-tiba muncul dari arah belakang mereka.
" Fleksi?"Gumam Lesna lirih.
Farhan hanya terdiam binggung menatap wanita itu, siapa Fleksi? Kenapa dia memanggil Alsan dengan sebutan papa? Pikir Farhan kacau.
"Apa kamu lupa sama saya ? " Tanya Fleksi tepat di sebelah telinga kanan Farhan, tentunya itu sangat menganggu, namun ia tak tahu harus berbuat apa, ia hanya tak ingin ada keributan di tempat sahabatnya itu sedang sakit.
"Fleksi cukup!!! Kita bicarakan ini di rumah! Sebaiknya kamu pulang saja dulu! " Sentak Suga, membuat Fleksi hanya tersenyum kecut, lalu pergi begitu saja meninggalkan semua orang disana.
"Pulang!!" Teriak Suga, berusaha menyeret adiknya itu agar secepatnya meninggalkan tempat dimana ada Lesna disana.
Farhan hanya bisa diam, ia ingin berontak namun tak bisa, ia ingin memeluk bundanya itu, namun tak bisa. Ia hanya menatap Lesna dengan tatapan sendu ketika ia melewati wanita yang dulu pernah menjadi ibu bagi dirinya itu.
"Terimakasih sudah membawa Devan ke sini Arsyan!! "Teriak Lesna, membuat Farhan menoleh dan menatap Lesna dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Sungguh moment Farhan bertemu dengan Lesna kembali adalah sebuah hal yang tak ia harapkan sebelumnya.Walau dirinya tak bisa memeluk sang bunda apalagi mengucapakan kata terimakasin, namun bisa melihat wanita yang pernah menjadi bundanya itu baik-baik saja sudah membuat hati seorang Farhan lega. Walaupun dari dalam hatinya yang terdalam ia ingin mencurahkan semuanya seperti dulu.
__ADS_1