
"Jangan terlalu di fikirkan tuan! " Ujar salah satu pelayan setia keluarga Alsan, Margaret!
"Saya tidak memikirkan Suga. Namun, saya memikirkan keadaan putra kandung saya! Arsyan! " Ujar Nanda sembari membenarkan jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.
Suasana menjadi hening seketika, saat Nanda menyebut nama ARSYAN. Calon penerus perusahaan keluarga Alsan.
"Kalau saya boleh saran tuan, jangan terlalu keras terhadap tuan muda Arsyan, tuan muda baru saja sadar dari komanya beberapa saat lalu, mungkin sifat tuan muda saat ini masih labil tuan, beri tuan muda waktu!" Ujar Margaret sembari memberikan tuanya itu minuman yang baru saja ia ambil dari dalam tasnya.
Nanda hanya tersenyum kecil. Selain istri dan anak-anaknya, Margaret yang merupakan seorang asisten pribadinya juga sangat perhatian terhadap keluarga kecilnya. Dia tak menyangka bahwa asisten pilihan sang istri benar-benar bisa setia kepada nya.
"Tapi Suga lebih suka Arsyan yang sekarang! " Ucap Suga yang tiba-tiba sudah ada di belakang papanya. Entah sejak kapan Suga berada di situ. Sontak membuat semua pelayan termasuk Margaret menundukkan kepala memberi salam kepada Suga.
"Apa maksud mu! " Balas Nanda dengan nada bicara sedikit meninggi di sertai tatapan dingin yang terpancar dari kedua mata laki-laki parubaya itu.
__ADS_1
"Maksud Suga, Suga lebih suka Arsyan yang sekarang om, beberapa hari ini sikap dan gaya bicara Arsyan membuktikan bahwa inilah kehidupan aslinya, kehidupan yang ingin dia dapat bukan paksaan tentang pekerjaan! " Ucapan Suga membuat Margaret tersenyum Nanda hanya tersenyum tipis.
"Kamu bukan siapa-siapa! Kamu gak perlu ikut campur tentang kehidupan adikmu! " Ujar Nanda sembari pergi meninggalkan Suga yang masih terdiam tak jauh dari pintu kamar rawat adiknya. Suga hanya bisa diam,sembari menundukkan kepalanya, ia tak berani melawan kembali tentang perkataan yang di lontarkan ayah angkatnya. Bukan karena ia tak berani, melainkan dia menghormati. Karena selama ini dia tahu diri, siapa yang menghidupinya dan berkat siapa dia bisa tinggal di rumah yang sangat mewah lengkap dengan fasilitas yang belum pernah ia dapat semasa hidupnya.
"Udah kak, jangan di fikirkan perkataan papa barusan, kita fokus saja ke kak Arsyan! " Alena yang mendengarkan apa yang papanya bicarakan dengan sang kakak Suga, berusaha untuk menenangkan Suga. Gadis kecil itu tak ingin sang kakak yang ia sayang i merasa kecewa dengan kata-kata yang papanya ucapkan.
Hari semakin gelap. Namun, seorang laki-laki yang terbaring di ranjang pasien itu tak kunjung sadar juga. Sedikit panik terpancar di wajah Suga dan Alena, ia takut kalau seorang Arsyan tiba-tiba mengalami koma lagi.
"Kak! " Ucap Alena memasang wajah sedihnya, berusaha menenangkan diri dengan menyenderkan kepalanya di bahu kakak angkatnya tersebut. Meskipun dirinya sudah tahu sejak kecil kalau Suga hanyalah anak angkat keluarga Alsan. Namun, Alena tetap sayang dan menganggap Suga seperti kakak kandungnya sendiri.
Tokyo Jepang, 2022
"Jadi Putra anda ke kembali di rawat di rumah sakit? " Tanya seorang pria berjas rapi dengan lengkap dengan arloji mahal di tangannya.
__ADS_1
"Iya, Putra saya kemarin mengalami banyak tekanan sehabis sadar dari koma panjangnya. Mungkin dia perlu istirahat cukup, jadi saya yang menggantikan jadwalnya hari ini!" Alsan menjawab pertanyaan pria tadi dengan penuh senyum hormat.
"Tapi, seharusnya putra anda yang memimpin rapat ini! Sudah berbulan-bulan putra anda tidak menghadiri acara besar ini! " Salah satu wanita tiba-tiba berdiri dan berbicara membuat se isi ruangan terdiam.
Alsan hanya tersenyum kecil ke arah wanita tersebut, sembari berusaha menenangkan dirinya sendiri agar tidak emosi di depan banyak orang.
Acara rapat tahunan yang di adakan di Tokyo, memang seharusnya yang menghadiri adalah Arsyan beserta stafnya. Namun, bagi Alsan kesehatan Arsyan yang paling utama. Alasan Alsan yang memimpin acara tersebut, karena ia tahu bahwa kondisi putranya masih tidak memungkinkan untuk menjalankan bisnis keluarga.
"Maaf untuk semua yang telah datang. Namun, putra saya masih dalam kondisi pemulihan jadi saya harap kalian semua bisa memaklumi nya.! " Dengan ucapan Alsan yang sangat rapi dan penuh hormat akhirnya semua orang yang ada di ruangan tersebut memberikan senyuman manis ke arah Alsan, bagi Alsan, senyuman mereka membuktikan bahwa mereka menerima kalau dirinya yang akan memimpin acara tersebut.
"Biar saya yang hendel ma! " Suara yang tak asing tiba-tiba terdengar dari sudut ruangan. Membuat semua orang yang semula tersenyum ke arah Alsan menoleh ke sumber suara itu. Alsan terkejut ketika melihat ke arah sumber suara tersebut.Ternyata suara tersebut tak lain adalah suara putra sulungnya yang tiba-tiba datang. Semua orang berdiri dan memberi salam hormat kepada Arthan, putra sulung keluarga Alsan. Alsan hanya bisa tersenyum paksa melihat kedatangan Arthan. Walaupun dia sebenarnya menyimpan rasa takut jika Nanda sang suami mengetahui kalau putra sulungnya mulai ikut campur dengan bisnis yang seharusnya di jakankan oleh pewaris yang telah di tentukan. Yaitu, Arsyan. Arthan berjalan perlahan ke arah kursi utama. Kursi yang seharusnya di duduki oleh Arsyan. Namun, Alsan hanya bisa diam ia tak ingin acara besar yang telah di mulai menjadi berantakan. ..
"Mama bisa duduk di samping Arthan kalau berkenan! " Ucap Arthan sembari menggeser tempat duduk sang mama tepat di dekatnya. Alsan hanya tersenyum dan menerima tawaran Arthan bagaimanapun laki-laki yang duduk di kursi pewaris perusahaan itu juga putra kandungnha sendiri. Walau dirinya tahu kalau putra sulungnya bukanlah pewaris. Namun, rasa sayang Alsan ke Arthan tak ada bedanya dengan rasa sayang Alsan ke Arsyan, Suga maupun Alena.
__ADS_1
❤Ini next bab akan ada scane romantis antara Arsyan dan...... ❤Di tunggu ya.. Dan terimakasih untuk semua suport dan dukungannya..