Love velisa

Love velisa
Lembar 68.Kecelakaan Itu


__ADS_3

Beberapa minggu sebelum hari itu terjadi, menurut Devan ia berniat ingin ke supermarket di seberang sana. Namun entah kenapa kakinya membawanya ke tempat yang paling ia benci akhir-akhir ini.


"Gue gak bakalan kesana! " Ujar Devan emosi.


Namun ketika akan berbalik, ia melihat Farhan yang baru saja keluar membawa barang belanjaan dan beberapa buku di tangannya.


Rasa kesal yang membakar diri Devan, membuat ia dengan sengaja menghampiri Farhan yang berada di seberang sana.


Bruk....


Devan dengan sengaja menabrakkan tubuhnya ke tubuh Farhan,membuat barang-barang yang ada di tangan Farhan semuanya jatuh.


Devaann! " Teriak pemuda itu marah wajahnya memerah sampai ke telinga.

__ADS_1


"Apa, gak usah teriak gue gak budek! " Devan berteriak balik ke arah pemuda itu sebelum dia berdecih remeh.


"Loh tuh ya, mau lo apa sebenarnya? hah! "


"Lo tanya ke gue? apa mau gue? simpel kok, mau gue lo pergi dari hidup gue kalau bisa lo bisa menghilang dari hidup gue! " Teriak Devan marah membuat pemuda itu terdiam sejenak meresapi apa yang Devan katakan pada dirinya.


Pemuda itu, Farhan. Menatap Devan dengan raut muka memerah menahan amarah dan rasa kesalnya terhadap perkataan yang Devan lontarkan.


"Oke kalau itu mau lo! Gue akan pergi dari hidup lo dan gak akan ganggu lo mulai dari sekarang!!! " Teriak Farhan sebelum pergi meninggalkan Devan begitu saja.


"Gue benci!!! Gue benci lo!! Gue benci semua yang ada di diri lo!! "Desis Devan, namun masih saja mengikuti Farhan dari belakang.


Devan berhenti berjalan di sisi zebracross, bahkan ketika Farhan sudah menyeberang Dirinya tetap berdiri disana. Ia hanya bisa diam melihat mantan sahabatnya itu berjalan ke sisi lain, hingga pandangan fokusnya teralihkan oleh seorang gadis kecil yang berada di tengah jalan, sedangkan ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang dari belakang gadis kecil itu. Semua orang disana berteriak menyorakan anak kecil itu. Teriakan orang-orang disana menggema, menyuruh anak kecil itu untuk segera berlari. Namun anak kecil itu masih saja diam di tempatnya.

__ADS_1


"Farhan!!!!" Teriak Devan ketika sahabatnya itu berbalik arah lalu berlari ke arah anak itu.


Hingga.


Brag....


Rasanya jantung Devan berhenti beberapa detik, hingga jantung itu kembali berdetak, namun dengan irama yang sangat kuat ketika matanya melihat tubuh sang sahabat itu melayang lalu terpental jauh dan tergeletak di tengah jalan dengan berlumuran darah.


"Farhan!!!!! "Gumam Devan.Ia bergegas berlari kesana, menghampiri sang sahabat yang sudah di kerumi banyak orang. Kakinya bergetar, detak jatungnya seakan ingin meledak, matanya berkaca-kaca melihat kondisi sahabatnya yang sudah bersimpah darah.


Devan berusaha untuk masuk di tengah-tengah kerumunan itu, tetapi semua sia-sia, sesaat setelah Devan sudah berada tepat di samping sahabatnya, mata Farhan sudah tertutup bahkan napas pun tak lagi berhembus dari lubang hidungnya.


Sekian lama , akhirnya Devan kembali lagi ke mode dimana ia pasti akan menangis sejadi-jadinya jika melihat sahabatnya itu terluka. Dan kini semua seperti sudah di atur oleh Tuhan, dirinya harus menangisi sahabatnya yang sudah tak tertidur disana.

__ADS_1


"Farhan!!! Hikzz.... Hikzzz.... Hikzzz... Gue tarik apa yang gue ucapkan, gue gak mau kehilangan lo mu friends, gue mohon buka mata lo sekali lagi! Gue janji gue gak akan egois lagi! Gue akan nurut apa kata lo! Hikz.... Hikzzz! "


Semua orang disana menatap iba ke erah Devan,hingga tak lama setelahnya ambulan datang lalu membawa tubuh Farhan yang bersimpah darah itu ke rumah sakit terdekat, dengan di temani Devan tentunya.


__ADS_2