
Pagi yang cerah menjadi awal untuk memulai hari dengan semangat. Sama halnya dengan Alisha, wanita itu tampak bersemangat untuk pergi ke SMA Atma Jaya.
Sedikit seulas senyum menghiasi wajah cantiknya. "Pagi, Sha" sapa salah satu temannya. Kini keadaan kembali seperti semula. Tak ada lagi yang menghakimi dirinya seperti waktu lalu.
Alisha duduk di bangkunya dan mengambil buku yang ia letakkan di laci meja. Namun sesuatu terjatuh mengenai kakinya mengalihkan perhatian Alisha.
"Mawar merah?" gumam Alisha.
Siapa yang memberinya seuntai mawar merah? Hal itu mengingatkannya pada Kaysar yang selalu memberikan dirinya bunga mawar setiap hari. Harum semerbak dari bunga itu terciun di indra penciuman Alisha. Gadis itu tersenyum tipis dan mengedarkan pandangannya.
"Irene, kamu tau siapa yang naruh bunga ini?" tanya Alisha.
Gadis yang menjadi lawan bicara Alisha pun menggeleng. "Aku gatau tadi aku dateng aku gak liat ada orang lain ke mejamu" ucap Irene
Alisha berdiri dan keluar dari kelasnya. Mata indahnya memancar menatap jalanan yang ada di depannya. Berjalan dengan kepala tegak membuat gadis itu terlihat sangat anggun dan elegan. Banyak pasang mata yang mengagumi kecantikan dari wanita itu. Di tangannya terdapat mawar merah yang perlahan Alisha cabut satu persatu kelopak bunga itu.
"Aku rindu kamu, Kay" Alisha telah sampai di rooftop. Dimana mengingatkan dirinya pada pertama kalinya mereka bertemu dan dimana ia menjadi kekasih dari pria sesempurna Kaysar.
Isakan tangis itu terdengar. Alisha duduk pada sebuah kursi yang memang ada disana. Bayangan itu kembali muncul.
Senyum Kaysar yang hangat dan lembut terpancar untuk Alisha. Pria itu memegang gitar di tangannya.
"Kamu cantik banget kalau senyum gini" puji Kaysar
"Oh ya?" Kaysar mengangguk. "Kamu manusia atau bidadari sih? Sempurna banget dimataku" ucap Kaysar kemudian terkekeh. Senyuman yang sangat manis dan begitu disukai oleh Alisha.
"Aku besok ada pertandingan basket. Kamu harus liat gimana hebatnya aku buat menang besok" ucap Kaysar dengan bangga.
"Emang yakin kalau bakal menang?" tanya Alisha.
"Yakin lah. Kan ada kamu sebagai penyemangatku" ucap Kaysar membuat pipi gadis di hadapannya itu tersipu.
__ADS_1
Langit senja yang indah. Hanya ada mereka berdua di rooftop sekolah sedangkan para siswa siswi lain sudah kembali pulang.
"Aku mau nunjukin sesuatu ke kamu" ucap Kaysar
"Apa?"
Kaysar meletakkan gitarnya dan mengambil sebuah kotak berwarna hitam dan mengarahkan ke arah pandang Alisha.
"Apa itu?"
"Tebak ini apa"
"Aku gatau"
"Seluruh hatiku ada disini"
"Oh ya?"
"Ngomong aja ini apa" ucap Alisha
Kaysar membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya dimana ada sebuah kalung dengan mutiara sebagai bandulnya. "Cantik kan?" Alisha mengangguk.
"Kalung yang cantik untuk orang yang paling berharga di hidup aku" ucap Kaysar
"Sha, mau gak jadi orang yang selalu ada buat aku baik suka maupun duka?" tanya Kaysar
"Jadi ceritanya aku di tembak nih?" Kaysar mengangguk lucu.
"Mau gak ya?"
"Mau lah yakali gamau sama orang seganteng aku" ucap Kaysar kemudian terkekeh.
__ADS_1
"Ihhh pede banget"
"Harus"
"Yaudah iya" Kaysar menatap kedua netra biru Alisha untuk meyakinkan pendengarannya. "Iya Kaysar AKU MAUUUUUUU" teriak Alisha dan langsung berlari sambil tertawa.
Kaysar meletakkan kotak itu dan berjalan ke arah Alisha. "DUNIAA!!! SEKARANG AKU MILIK ZEVANYA" teriak Kaysar sambil memeluk tubuh Alisha dengan erat dan ditemani langit oranye yang sangat indah.
"Kamu suka senja?" tanya Kaysar tanpa melepas pelukannya bahkan cowok itu semakin mempererat pelukannya. Alisha mengangguk. "Senja indah dan aku suka"
"Tapi aku tidak"
"Kenapa?"
"Karena udah ada Alisha. Alisha itu cantik dan aku suka" ucap Kaysar membuat Alisha tertawa.
"Aku punya sesuatu lagi buat kamu"
Kaysar mengarahkan seuntai mawar merah pada Alisha. "Tau dari mana aku suka mawar merah?" tanya Alisha.
"Tau aja"
"Oh ya?" Kaysar mengangguk. "Aku gamau ada perpisahan di antara kita, Sha"
"Aku cuma mau dipisahin sama kamu karena maut aja. Bukan orang ketiga atau keempat atau kelima" ucap Kaysar serius sedangkan Alisha menanggapinya hanya mengangguk dan tertawa.
"Kamu lucu"
"Iya aku tau aku ganteng" Kaysar meletakkan dagunya di pundak Alisha dan menatap pemandangan indah di sore ini bersama Alisha.
"Aku bilang kamu lucu bukan ganteng"
__ADS_1
"Iya aku tau kok aku ganteng gausah diulang-ulang. Aku udah denger" Alisha kembali tertawa mendengar Kaysar dengan segala rasa pedenya.