
"Habis darimana lo?" tanya Fino sambil menepuk bahu Saka dari samping.
"Toilet" jawab Saka singkat dan duduk di bangkunya begitu saja. Saat ini semua guru sedang melakukan rapat sehingga semua kelas jam kosong.
"Ouhh"
"Tapi wajah lo kaya aneh" celetuk Varo.
"Aneh gimana?" Bukan Saka yang bertanya melainkan Fino.
"Wajah dia mah kaya begini. Lempeng always" ucap Fino lalu tertawa keras.
"Ada sesuatu? Ada hubungannya sama Alisha?" Saka menoleh menatap Varo. Dari mana cowok itu tau?
"Engga" jawab Saka singkat dan menyenderkan punggungnya.
"Ke kantin kuy. Laper gue" ajak Fino.
"Gass keun lah" Varo melompat turun dari meja seketika.
Ketiga cowok itu melangkah beriringan menuju kantin. Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Alisha yang baru saja keluar dari dalam toilet. Gadis itu cukup terkejut saat melihat Saka. Namun tak urung Alisha mengukir senyum untuk Saka.
__ADS_1
"Gila manis banget" ucap Varo kagum.
Saka melirik sinis ke arah Varo yang terang-terangan memuji pacarnya di hadapannya sendiri.
"Wih wih wih udah ada yang sinis tuh. Panas gak tuh" ucap Fino tanpa menatap ke arah Saka.
"Lo mau kemana?" tanya Saka.
"Ke kelas"
"Ikut gue" Saka menarik tangan Alisha untuk menjauh dari kedua teman laknatnya.
"Hah kemana?" tanya Alisha penasaran dan juga terkejut karena sikap tiba-tiba Saka.
"Waktu itu lo minta gue temenin baca buku kan? Yaudah sekarang gue temenin" ucap Saka.
Alisha mengerjapkan kedua matanya seolah tak percaya sikap Saka. "Kamu lagi sakit?" tanya Alisha dan menyentuh kening Saka yang tidak panas. Sentuhan singkat namun mampu menghasilkan sengatan listrik di tubuh Saka.
"Apa sih lo. Aneh tau ga" ucap Saka dan membuang muka.
"Yaudah maaf. Ayok masuk" ajak Alisha dan menggandeng tangan Saka untuk masuk ke dalam perpustakaan.
__ADS_1
Saka menatap tangannya yang bertautsn dengan tangan mungil Alisha. Entah kenapa hal itu membuat ritme jantung Saka berdetak dua kali lipat.
Setelah melakukan scan id card, mereka masuk ke dalam perpustakaan. Alisha tetap menggandeng tangan Saka untuk menuju rak dimana buku yang ia ingin baca berada.
Gadis itu menjinjit untuk meraih buku yang letaknya ada di posisi paling atas. "Dasar bocil" cibir Saka dan mengambilkan buku itu untuk Alisha dengan sangat mudahnya karena tingginya dengan tinggi Alisha berbanding jauh.
Alisha mencebik kesal karena cibiran Saka. "Jadi mau baca atau ngambek-ngambekan hm?" Saka menaikkan salah satu alisnya dan menatap wajah Alisha dengan sangat dekat. Tentu saja hal itu membuat Alisha memundurkan wajahnya untuk memberi jarak antara wajah mereka.
"Aku mau baca" ucap Alisha dan mengalihkan tatapannya karena tak kuat melihat tatapan Saka.
Saka mengulas senyum tipis kemudian kini ia menggandeng tangan Alisha dan mengajaknya duduk di sebuah karpet tebal yang disediakan untuk membaca dengan beberapa meja yang disusun secara vertikal.
"Tangan lo dingin" ucap Saka dan menatap genggaman tangan mereka tanpa ingin melepasnya.
"Eh itu kan karena ada AC" ucap Alisha memberi alasan.
Saka duduk terlebih dahulu dan disusul Alisha yang duduk di sebelah cowok itu. Alisha membuka bukunya dan membaca isinya dengan fokus.
Saka berpangku tangan dan menghadap samping untuk mengamati wajah cantik Alisha yang kecantikannya bertambah dua kali lipat saat wanita itu fokus. Tangan Saka terulur menyelipkan rambut panjang Alisha di balik telinga gadis itu.
Alisha tersentak dengan gerakan Saka. "Ganggu kamu ya. Sorry" Saka tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya membuat Alisha pun ikut tersenyum. Senyum yang sangat manis dan jarang sekali ia lihat.
__ADS_1
"Lanjutin gih aku gak bakal ganggu" ucap Saka dan mengusap rambut Alisha pelan.